Kisah Uang Rp 2.000,- dan Rp 100.000,-

Saya mendapatkan cerita ini berkali-kali dari broadcast BBM. Walaupun kisahnya sederhana, namun maknanya cukup dalam untuk direnungkan. Happy reading!!!

Uang Rp 2.000 dan Rp. 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.

Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. Kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah percakapan.

Uang Rp. 100.000 bertanya kepada uang Rp. 2.000:

“Mengapa badanmu begitu lusuh, kotor, dan bau amis?”

Uang Rp 2.000 pun menjawab:

“Karena begitu keluar dari Bank, aku langsung sampai di tangan orang-orang bawahan, mulai dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan, dan di tangan pengemis.”

Lalu Rp. 2.000 bertanya balik pada Rp. 100.000:

“Mengapa kamu kelihatan begitu baru, rapih, dan masih bersih?”

Uang Rp 100.000 pun menjawab:

“Karena begitu keluar dari Bank, aku langsung disambut baik oleh perempuan cantik dan beredarnya pun di restaurant mahal, di mall, dan juga di hotel-hotel berbintang, serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.”

Lalu Rp. 2.000 bertanya lagi:

“Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah ?”

Dijawabnya:

“Belum pernah.”

Rp. 2.000 pun berkata:

“Ketahuilah, walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jumat/Minggu aku selalu mampir di Mesjid, Vihara/Gereja, serta di tangan fakir miskin dan anak-anak yatim piatu. Bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan, aku tidak dipandang manusia bukan sebuah nilai, tetapi yang dipandang adalah sebuah manfaat”

Akhirnya menangislah uang Rp. 100.000 karena merasa besar, hebat, dan tinggi, tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini.

Coins always make sound but paper moneys are always silent. So when your value increases, keep yourself silent and humble.

Silence is golden. Gold is rising in value. Therefore, you are more valuable if you shut up.

^_^V

Hello, Haters!!!

Jika kita adalah seseorang yang memegang erat suatu prinsip tertentu dan karenanya ada orang yang membenci kita, menurut saya, hal tersebut adalah wajar.

Ketika kita melakukan suatu hal, pasti ada saja orang yang berkomentar atas apa yang kita lakukan. Ketika kita tidak melakukan sesuatu juga, mungkin tetap saja ada orang yang berkomentar terhadap kita. Karena itu, jika kita yakin bahwa yang kita lakukan itu adalah baik dan benar, tetap lakukan hal tersebut, walaupun ada orang yang tidak suka dengan apa yang kita lakukan.

Jangan pernah takut untuk melakukan hal-hal baik, sekalipun banyak yang mencelanya, karena ternyata terhadap orang yang paling suci sekalipun, ada saja orang yang tidak suka kepadanya.

Orang yang benci terhadap kita, mungkin juga merupakan fans berat kita, karena dia akan selalu memantau setiap pergerakan kita.

Don’t worry about haters, they’re just another big fans of you, but express it in a wrong way.

Jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, karena Tuhan kita tidak pernah mengajarkan kita untuk melakukan hal tersebut.

Namun, Ia mengajarkan agar kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan.

Janganlah kita sendiri menuntut pembalasan, sebab ada tertulis, “Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan”, firman Tuhan.

Jika ada orang yang menyakiti kita, biarkan saja, asalkan jangan kita yang menyakiti mereka.

Lebih baik kita yang diinjak orang tetapi dibela Tuhan, daripada kita yang menginjak orang lain, dan sebagai akibatnya kita yang dihajar Tuhan.

Keadaan memang tidak bisa mengubah Firman, tetapi Firman dapat mengubah keadaan.

Tenang saja, Tuhan kita adalah Bapa yang sanggup mengubah air mata kita menjadi mata air kehidupan.

Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang mereka-rekakan yang jahat terhadap kita, tetapi tetaplah percaya bahwa Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.

Jika hal tersebut memang harus terjadi, biarlah terjadi.

Jika kita tidak dapat mengubah keadaan di sekeliling kita, setidaknya ubahlah cara pandang kita.

Jika ada orang membicarakan kita di belakang, itu artinya kita sudah berada di depan mereka.

Jika ada orang yang berusaha merendahkan kita, itu artinya kita berada lebih tinggi dari mereka.

Jika ada orang menjelek-jelekan kita, itu artinya kita lebih cantik dari mereka.

Jika ada orang yang merasa iri pada kita, itu karena kita memang lebih baik dari mereka.

Apabila orang bicara mengenai kita padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu merupakan tanda bahwa kehidupan kita lebih indah dari mereka.

Always keep positive yach, teman-teman…

Payung memang tidak dapat menghentikan hujan, tetapi payung dapat membuat kita berjalan menembus hujan untuk mencapai tujuan.

Apa arti uang bagi Anda?! (Part 2)

Berdasarkan pengamatan, ternyata banyak orang yang di dalam hidupnya tidak/belum memiliki banyak uang, disebabkan karena mereka memiliki pemikiran yang salah tentang uang. Bahkan saya sendiri juga sempat terjebak di dalamnya. Berikut akan saya lampirkan beberapa mindset yang benar menurut kepercayaan saya:

Banyak orang berkata bahwa uang adalah akar dari segala kejahatan. Menurut saya, uang bukan merupakan akar dari segala kejahatan. Cinta uang atau tidak punya uanglah yang merupakan akar dari segala kejahatan.

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6: 10)

Uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya membutuhkan uang.

Uang memang tidak bisa membeli cinta, tetapi dengan uang, cinta akan menjadi lebih indah.

Banyak orang beranggapan bahwa uang yang didapat dengan mudah, maka keluarnya juga mudah. Anggapan tersebut adalah salah, yang benar seharusnya bukanlah easy come easy go, tetapi easy come easy grow.

Banyak yang berkata bahwa orang kaya seringkali hidupnya tidak bahagia. Kita harus adil dalam melihat sesuatu, karena ternyata banyak juga orang miskin yang hidupnya tidak bahagia. Jikalau benar bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan, saya tetap memilih untuk nangis di atas Mercy daripada nangis di becak.

Banyak yang lebih memilih untuk menjadi miskin tetapi bahagia, daripada kaya tetapi tidak bahagia. Saya sendiri memilih untuk menjadi kaya dan bahagia.

Banyak orang berpikir bahwa lebih baik memberi daripada menerima. Karenanya, kita cenderung menjadi pemberi yang baik, dan bukan menjadi penerima yang baik. Seharusnya, kita sama-sama baik sebagai pemberi dan penerima.

Ketika kita masih kecil, jika sedang bermain-main dengan uang, seringkali orang tua kita berkata, “Jangan bermain-main dengan uang, karena uang itu kotor.” Secara tidak sadar, banyak juga dari kita yang alam bawah sadarnya telah terprogram bahwa uang itu kotor, sehingga kita menjadi tidak terlalu bersemangat dalam mencari uang. Tentunya kita harus merubah pemikiran kita tersebut tentang uang.

Banyak yang berpikir bahwa kaya atau miskin itu merupakan nasib dari Tuhan. Memang benar bahwa kita tidak bisa memilih agar kita dilahirkan di tengah keluarga yang kaya raya, tetapi kita bisa merubah nasib kita agar kita menjadi seseorang yang berhasil.

If you born poor it’s is not your mistakeButif you die poor it’s your mistake.” – Bill Gates

Uang banyak memang tidak dibawa sampai mati, tetapi setidaknya, ketika meninggal nanti, saya ingin mewariskan uang yang banyak untuk anak cucu saya.

Dan masih banyak lagi kepercayaan yang beredar di sekitar kita . . . .

Apapun itu, satu-satunya cara untuk merubah secara permanen dunia luar Anda adalah Anda terlebih dahulu harus merubah dunia dalam Anda.

Saya mungkin tidak membutuhkan banyak uang, tetapi dengan memiliki banyak uang, saya dapat membantu orang-orang yang saya cintai.

Memiliki banyak uang memang belum tentu menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya dengan memiliki banyak uang kita tidak menambah masalah.

Jika dengan memiliki uang sedikit saja kita dapat membantu banyak orang, bayangkan apa yang dapat kita lakukan dengan memiliki banyak uang.

Ubahlah mindset Anda sekarang juga, maka Anda akan merubah hidup Anda.

Gengsi tidak akan membuat kita menjadi kaya, tetapi jika kaya, sudah pasti kita akan bergengsi.

Karenanya, tetap rajin cari uang yach teman-teman…

Baca juga: Apa arti uang bagi Anda?! (Part 1)

Rangkuman Status Facebook #3

Count your blessings, not your problems!!!

When you feel like life has knocked you around and pushed you down to your knees, you’re in the perfect position to PRAY.

Just Ctrl + alt + del: CONTROL yourself, look for ALTernative solutions, and DELETE the situation which gives you trouble. RE-START your life!!!

When the devil tries to remind you of your past, just laugh and remind them of your future.

Don’t be so quick to knock a wall down, keep your faith strong, because sometimes God’s rejection is God’s protection.

Happy moments: Praise God!!!

Difficult moments: Seek God!!!

Quiet moments: Worship God!!!

Painful moments: Trust God!!!

Every moment: Thank God!!!

DON’T PRAY WHEN IT RAINS IF YOU DON’T PRAY WHEN THE SUN SHINES!!!

Bitter experience, like a bitter medicine, is necessary to make us healthy.

Sweet experience is like sugar, too much will cause diabetes.

Everything happens for a reason, live it, love it, learn from it.

Make your smile change the world, but don’t let the world change your smile.

Be a thermostat, not a thermometer!!!

A thermometer simply measures the temperature. A thermostat measures the temperature and then responds. If the temperature is too high, a thermostat may shut off the heat. If the temperature is too low, a thermostat may trigger heat to turn on.

While a thermometer is passive tool, a thermostat is an active tool.

Some people are like thermometers, they passively allow what may harm them to just happen. They have problems and difficulties and they believe there isn’t anything that can be done about it. They feel helpless as they watch life happen. They feel as if they have no power.

Others are more like thermostat. When they are faced with difficulty, they kick into action. They believe that something can be done, a solution can be found, and a hurt can be healed.

Today, will you be a thermometer or a thermostat?!

———

Source:
John Mandrake | Create Your Badge

Rangkuman Status Facebook #2

A friend is someone who understands your past, believes in your future, and accepts you just the way you are.

A true friend is someone who never gets bored of listening to your pointless dramas over and over again.

A true friend is someone who thinks that you are a good egg even though (s)he knows that you are slightly cracked.

A friend in need is a friend indeed.

A true friend walks in, when the whole world walks out.

Friends pick us up when we fall down. If they can’t pick us up, they lie down, and listen for a while.

True friends are like blood: You don’t always get to see them often, but they always come out when you’re wounded.

Friendship is like wine, it gets better as it grows older.

Persahabatan sejati itu bagaikan tangan dan mata: Ketika tangan terluka, mata pun menangis: ketika mata menangis, tanganlah yang menghapus air mata.

Persahabatan itu ibarat uang, lebih mudah dicari daripada disimpan.

Making a thousand friends a year is not a miracle, the miracle is to make a friend who stands by us for a thousand years.

Persahabatan itu ibarat ngompol di celana: Tentu saja semua orang bisa melihat, tetapi hanya kita yang dapat merasakan kehangatannya.

Truly great friends are hard to find, difficult to leave, and impossible to forget.

Perpisahan tanpa alasan adalah perpisahan paling menyedihkan. Namun, persahabatan tanpa alasan merupakan persahabatan paling membahagiakan.

Semoga persahabatan kita dibangun di atas kata “walaupun” dan bukan atas dasar kata “karena”.

Didedikasikan untuk seseorang yang setiap hari setia menemani saya ngobrol dan tidak pernah lelah untuk selalu men-support saya.

Thank you for being my true friend!!!

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,
dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

 ———

Source:
John Mandrake | Create Your Badge