Feb 09 2010

I’m back because of PLAGIARISM!!!

Pertama-tama saya mau berterima kasih kepada para pengunjung blog ini, karena walaupun sudah lama tidak terurus (alias sudah tidak pernah update tulisan di sini), tetapi ternyata masih banyak juga pengunjung blog ini…

Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan kepada diriku untuk terus menulis di sini, karena menurut mereka tulisan-tulisan di sini itu cukup menghibur dan juga kadang berisi informasi yang bermanfaat (terutama bagi anak-anak UNPAR)…

Eerrr… Tadi sore, sambil makan-makan, aku berbincang-bincang dengan seorang rekan dari ITB dan dia bercerita tentang plagiat thesis… Intinya dia menerangkan bahwa ada seorang mahasiswa yang kasus dengan dosennya karena dia dituduh plagiat thesis mahasiswa lain, padahal jelas-jelas itu adalah karyanya sendiri, tetapi rekannya yang plagiat tersebut ternyata lebih dahulu membawa proposal research kepada pembimbingnya, dan hebohlah masalah ini…

Lucu juga kedengerannya, tapi hal yang sama pun pernah menimpaku ketika aku masih kuliah di UNPAR dulu, aku menghasilkan suatu ide bisnis tertentu untuk mata kuliah Kewirausahaan dan ternyata ada kelompok lain yang meniru persis hasil karyaku tersebut… Untunglah si dosen yang bersangkutan tahu betul sebenarnya itu merupakan hasil karya siapa dan karena aku ini pendendam, maka kalo ga salah si plagiator itu akhirnya dimusuhin satu angkatan dech… Gua gitu loh, paling pinter kalo disuruh ngumbar keburukan orang, makanya laen kali kalo mau cari musuh tuh liat-liat doeloe Anda berhadapan dengan siapa wkwkwk… Iblis mode: ON!!!

Teruz masih membasah masalah plagiarism, seorang dosen senior-ku di UNPAR, dan seorang dosen senior di ITB juga pernah mengatakan hal yang sama:

  1. Minta dan maling itu bedanya tipis banget, kalo maling mah ga ngomong2x doeloe… Sama halnya dengan karya ilmiah, asalkan kita mencantumkan sumbernya, maka sejauh itu pula kita tidak akan dianggap plagiarism.
  2. Misalkan ada karya ilmiah berjudul: “Pengaruh Pemberian Diskon terhadap Niat Beli Konsumen Crocs™ di Kota Bandung tahun 2010″; jika kita ingin melakukan penelitian sejenis, asalkan kita merubah sedikit saja objek penelitiannya, seperti misalnya objek kita adalah konsumen di Jakarta, atau untuk produk Nike, maka kita sudah dapat menghasilkan penelitian baru. Atau jika ingin melakukan penelitian yang sama persis, mungkin kita dapat melakukan penelitian sejenis pada tahun yang berbeda, hal tersebut tentunya sudah dapat menghasilkan sebuah penelitian baru, asalkan kita mencantumkan hasil penelitian sebelumnya tentunya, agar tidak dianggap plagiarism. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah: Apa bedanya penelitian ini dengan penelitian sebelumnya? Apa kontribusinya? Ga bosen apa penelitiannya itu lagi itu lagi? Emangnya lahan penelitian hanya sedaun kelor?

UNPAR oh UNPAR… Walaupun demikian ternyata beberapa tahun terakhir ditemukan juga seorang dosen yang gamau nyidang karena anak yang mau disidangnya kedapatan plagiat. Koq bisa tau yach? Ya iya lah, secara itu anak yang hasil karyanya dicontek dulunya ketika pernah ga dilulusin sama itu dosen dan si ibu kayanya masih inget persis dech di mana kesalahan itu anak yang ga dia lulusin. Hebat bener lah ini anak, sampe-sampe titik komanya juga sama persis. Pertanyaan berikutnya: Si dosen pembimbing kerjaannya ngapain yach???

Itulah beberapa fakta yang ada di kampusku tercinta. UNPAR yang dulunya bagus, sekarang mulai terancam keberadaannya. Fakultas Ekonomi yang katanya mantabs, eh makin ke sini makin jelek donk nilai akreditasinya yang salah satunya disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  1. Tiga tahun lalu tim akreditasi datang ke perpus dan mereka menemukan skripsi yang tidak qualified. Tentulah ketadangan mereka didampingi oleh dosen-dosen senior dan coba bayangkan bagaimana perasaan dosen-dosen tersebut ketika anggota tim akreditasi kurang lebihnya berkata seperti ini: “Skripsi apaan nich kaya gini?!” Skripsi yang kualitasnya buruk mungkin disebabkan karena para mahasiswa tidak mengerti bagaimana seharusnya mereka melakukan penelitian, dan karenanya sejak saat itu mata kuliah Metlit di FE UNPAR sepertinya jadi banyak tugas. Tapi justru karena itulah pengetahuan mahasiswa tentang cara-cara melakukan penelitian menjadi lebih baik.
  2. Dahulu kala, di perpus lantai 3 UNPAR mahasiswa boleh dengan leluasa mem-foto semua skripsi yang ada. Enak banget kan buat yang males nyatet, tinggal foto, teruz hasil fotonya bisa langsung di-convert ke word, dan langsung copy paste aja dech buat dijadikan skripsi. Di tahun berikutnya, alias dua tahun yang lalu, seperti biasa si tim akreditasi dateng lagi berkunjung ke UNPAR tercinta. Sepertinya kualitas skripsi yang sidang akhir-akhir ini sedikit lebih baik dech karena kasus tahun lalu. Dan sialnya, seperti biasa tempat yang jadi momok untuk UNPAR adalah perpus. Bukan masalah kelengkapan buku dan banyak fotokopian, tetapi yang jadi masalah adalah karena di perpus lantai 3 ternyata banyak juga skripsi-skripsi yang banci kamera. Turun lagi dech akreditasinya huhuhu… Makanya sejak saat itu di perpus lantai 3 jadi ga boleh lagi ada yang bawa kamera…
  3. Akreditasi tahun terakhir gimana kabarnya yach???

Ngomongin akreditasi, sepertinya yang menjadi salah satu penilaiannya adalah seberapa banyak karya ilmiah yang di-publish ke luar dan seberapa banyak profesor/guru besar di universitas tersebut. Berdasarkan pengamatanku sekilas, sepertinya UNPAR masih kalah jauh dech masalah 2 hal tersebut jika dibandingkan universitas-universitas saingannya.

 Tersebutlah salah satu kebanggaan UNPAR (khususnya Fakultas FISIP) seorang yang dikagumi dan dihormati bernama Profesor Banyu. Di mata mahasiswanya, beliau adalah dosen teladan, orangnya baik, ramah, dan jelas ketika menerangkan materi kuliah. Namun, sungguh mengejutkan memang, karena per hari ini, tanggal 9 Februari 2009, berbagai media banyak memperbincangkan beliau karena masalah plagiarism. Ternyata ada beberapa karyanya (termasuk satu buah karyanya yang di-publish di bawah ini) yang dianggap plagiarism, sehingga gelar profesor termuda se-Indonesia ini haruslah dicopot dengan paksa.

Supaya tidak dianggap plagiarism juga, alangkah baiknya jika saya pun mencantumkan salah satu sumbernya:

http://www.detiknews.com/read/2010/02/09/171238/1296139/10/gelar-profesor-banyu-juga-akan-dicopot

Berita terkait mungkin dapat Anda cari sendiri via Google, karena ternyata banyak juga berita yang membahas masalah Prof Banyu yang dicabut gelar profesor-nya tersebut.

Berikut ini saya tampilkan salah satu tulisannya yang dianggap plagiarism: 

Plagiarism-01

Plagiarism-02

Plagiarism-03

Plagiarism-04

 UNPAR oh UNPAR…

Walaupun secara pribadi diriku ini tidak kenal dengan beliau, tetapi sebagai alumni UNPAR, sepertinya ga enak aja perasaan ini. Tapi apalah yang bisa kulakukan selain membuat tulisan ini dan mengkampanyekan kepada adik-adikku tercinta: STOP PLAGIARISM!!! Atau bahasa halusnya: Kalo mau plagiat itu tolong donk yang pinter dan harus pinter-pinter. Dan ini yang paling penting: CANTUMKAN REFERENSI di Daftar Pustaka. Sekalipun kalian mencontek dari skripsi orang lain, cantumkanlah skripsi yang kalian contek tersebut di daftar pustaka!!!

Haduuhhhh…

*no comment*

Bookmark and Share

No responses yet

May 11 2009

Sekarang ada FLU KUDA?!

Published by b0chun under It's all about LIFE!!!

Jika saya perhatikan, semakin hari dunia ini semakin edan… Berita-berita yang muncul di media pun kian hari kian unik saja, seperti:

  1. Seorang nenek ketahuan beradegan mesum dengan seorang kakek yang bukan suaminya.
  2. Seorang nenek mencabuli bocah di bawah umur.
  3. Seorang anak di bawah umur membunuh ibu kandungnya sendiri karena tidak dibelikan mainan.
  4. dsb.

Kian hari manusia makin jahat saja, entah apa yang merasuki pikirannya… Jika bercermin pada sejarah, saya jadi takut sendiri ketika mengingat beberapa hal berikut:

  1. Pada waktu itu manusia sangat hina di hadapan Tuhan karena dosa-dosa yang telah mereka perbuat. Mereka melakukan perzinahan dan dosa-dosa menjijikan lainnya. Karenanya, Tuhan menghukum mereka dengan memusnahkan kota Sodom dan Gomora dengan api, tetapi Tuhan menyelamatkan Lot, istrinya, serta sanak keluarganya. Seharusnya, ketika sudah diselamatkan, kita tidak usah melirik lagi kepada masa lalu kita yang suram. Tetapi istri Lot masih sayang kepada harta bendanya, sehingga ia menoleh ke belakang dan berubah menjadi tiang garam.
  2. Pada waktu itu, manusia tidak percaya kepada Tuhan. Walaupun Tuhan telah mewahyukan pesan-Nya melalui hamba-Nya, tetapi manusia tetap menolak untuk percaya. Akibatnya, Tuhan menurunkan air bah yang menewaskan semua manusia yang tidak percaya kepada-Nya. Tuhan menyelamatkan Nuh beserta seluruh keluarganya karena ketaatan mereka kepada Tuhan.
  3. Pada waktu itu manusia sombong dan ingin menyamai Tuhan. Mereka berusaha membuat menara Babel yang sangat tinggi untuk bisa mencapai Tuhan. Mereka pikir tanpa Tuhan pun mereka sanggup melakukan segala sesuatu yang mereka inginkan. Tetapi Tuhan akhirnya mengacaukan bahasa mereka agar mereka sadar dan bertobat.

Mengapa saya membahas masalah di atas? Itu semua tak lain karena menurut saya pribadi, ketiga hal tersebut mencerminkan keadaan dunia saat ini:

  1. Kian hari manusia semakin jahat saja, terbukti dengan semakin berjamurnya media yang menyajikan berita-berita kriminalitas. Seks bebas dan narkoba kian marak (bahkan ada caleg yang menjanjikan untuk melegalkan ganja jika terpilih dalam PEMILU 2009). Karena hal inilah, kemudian muncul virus HIV/AIDS.
  2. Saat ini banyak orang yang tidak percaya lagi kepada Tuhan. Sebenarnya, Tuhan mampu memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan. Tetapi, makin hari makin banyak saja fenomena aneh mulai bermunculan, seperti pada kasus ‘batu celup Ponari’. Banyak juga orang yang meminta kekayaan/kekuasaan ke tempat-tempat yang ga jelas. Mungkin untuk Indonesia sendiri, Tuhan menghukumnya dengan gempa/tsunami/jebolnya Waduk Situ Gintung.
  3. Kian hari manusia kian pintar. Banyak bermunculan penemuan-penemuan baru di berbagai bidang, salah satunya di bidang kesehatan. Tetapi, sampai saat ini ternyata belum ditemukan obat yang manjur untuk mengobati kanker, virus HIV/AIDS, flu burung, dsb. Ketika para ahli di bidangnya masih melakukan berbagai penelitian untuk mengantisipasi penyakit tersebut, ternyata kini malah bermunculan penyakit-penyakit baru yang dapat menyebabkan kematian terhadap manusia, bukan hanya flu babi saja, tetapi saat ini telah ditemukan FLU KUDA…

…….

Meski India masih bebas dari penyakit flu babi (H1N1) serta penyakit hewan lain, penyakit jenis baru, flu kuda atau yang dikenal dengan istilah Influensa Equine menyerang. Akibatnya, 43 kuda di India tewas.

Mengutip harian Hindu, Dhanik Bhaskar, kantor berita Xinhua, Minggu (10/5/2009) menyebut, negara yang terserang flu kuda tersebut meliputi negara bagian barat India Rajasthan dan Gujarat.

Menurut laporan laboratorium di Hissar, Haryana, India utara, kematian hewan-hewan itu disebabkan oleh Influensa Equine yang juga disebut flu kuda.

Kematian pertama terjadi pada Januari lalu di Gandhinagar, Gujarat, tempat 15 kuda tewas akibat penyakit tersebut bulan lalu. Untuk mencegah penyakit ini menyebar luas, pemerintah Gujarat memutuskan melarang membeli dan menjual kuda.

Sementara di Rajasthan, India, 25 kuda tewas pada sebuah pameran kuda di daerah Jodhpur.

Flu Equine disebabkan oleh virus Influansa A yang endemik pada kuda. Kuda yang terserang flu ini akan kejang-kejang, demam, serta keluar lendir di hidung. Virus tersebut bisa berpindah ke jenis hewan lain dan menular pada manusia.

Sumber: detik.com

…….

Saya pribadi mungkin juga memiliki sifat seperti Anda, di mana saya biasanya hanya ingat TUHAN hanya dalam situasi terjepit saja. Tetapi ketahuilah: Tuhan itu setia dan adil, Dia selalu setia walaupun kita seringkali meninggalkan-Nya… Mungkin seringkali saya hanya memperlakukan Tuhan sebagai pembantu saja, bahasa kerennya mungkin bodyguard atau dokter. Saya biasanya hanya ingat Tuhan ketika saya sedang butuh sesuatu. Tetapi, saat ini saya mau bertobat… Jika Tuhan setia dan adil kepada saya, maka seharusnya saya juga bersikap seperti itu kepada-Nya!!!

Sadar ga sich kalo sebenernya sekarang tuh Tuhan lagi marah sama dunia?! Dahulu (sebelum Kristus), berlaku apa yang disebut sebagai hukum Taurat, di mana yang salah haruslah dihukum. Karenanya, ketika dunia sudah sedemikian jahatnya, Tuhan tidak ambil pusing, dia langsung menghabiskan semuanya dengan api, air bah, dsb.

Tetapi, saat ini (setelah kelahiran, kematian + kebangkitan Kristus), berlaku apa yang namanya hukum Kasih Karunia. Saat ini, ada berbagai macam bencana terjadi di sekitar kita. Mungkin kita sedang mengalami kesulitan finansial, kita sedang mengalami penyakit tertentu, kita sedang mengalami masalah berat, kita sedang tertimpa suatu bencana, atau mungkin kita juga sedang takut terkena penyakit yang belum ada obatnya, dsb.

Tahukah kawan, semua itu Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita tak lain agar kita bisa bertobat dan berbalik ke jalan-Nya?! Tidak mustahil memang virus-virus aneh itu bisa menular pada manusia… Tetapi tidak ada yang mustahil juga bagi TUHAN!!! Serahkanlah segala hidupmu kepada-Nya!!! Dan Tuhan akan menjadikan segalanya baik.

Saya sedikit ingin membahas tentang cerita Nabi Nuh. Ketika air bah datang, orang-orang berbondong-bondong naik ke atas gunung, karena pikirnya, mereka akan aman jika berada di atas puncak tertinggi yang ada di muka bumi. Puncak gunung tersebut melambangkan kepintaran mereka, melambangkan kesombongan mereka. Mereka merasa mampu, mereka merasa bisa, tetapi ketika air bah kian meninggi, mereka semua akhirnya tersapu air bah.

Mungkin saat ini masalahmu berat, serahkanlah semuanya kepada Tuhan!!! Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Ketika kita bersandar kepada pengertian kita sendiri, itu ibaratnya seperti kita berdiam di atas gunung. Walaupun kita berpikir tidak mungkin, tetapi lama-kelamaan kita tetap akan terseret oleh arus.

Tetapi marilah kita bersandar kepada Tuhan, Itu seumpama kita sedang naik sebuah bahtera. Ketika orang-orang di sekeliling kita berteriak-teriak karena terseret arus, semakin tinggi air bah yang melanda bumi, maka semakin tinggi pula kita diangkat oleh Tuhan. Maka jangan heran, di masa krisis ini ternyata banyak juga anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh ternyata perusahaannya justru malah dapat bertumbuh naik dengan pesatnya.

Jangan pernah berkata:

“Oh, Tuhan!!! Saat ini aku punya masalah yang besar!!!”

Tetapi selalu katakan:

“Hai, masalah!!! Aku punya TUHAN yang besar!!!”

Flu babi??? Flu kuda??? Or whatever lah… Siapa takut?! Aku punya Tuhan yang senantiasa sanggup melindungiku dari apapun juga… Terima kasih Tuhan atas penyertaan-Mu selama ini… ^_^V

Bookmark and Share

6 responses so far

May 06 2009

Nilai t-table

Published by b0chun under Panduan seminar & skripsi

Berdasarkan hasil statistik, ternyata banyak juga orang yang mampir ke blog ini hanya untuk mencari nilai t-table… Kebanyakan mereka datang dari google dan terdampar di sini… Jika sebelumnya saya memberikan cara mengeluarkan nilai r-table dan t-table menggunakan SPSS, maka pada kesempatan kali ini saya berusaha menyajikan nilai r-table untuk tingkat signifikansi (α) sebesar 10%, 5%, dan 2,5%…

…….

α = 2,5%

1          12.706204736174694

2          4.302652729749464

3          3.1824463052835568

4          2.7764451051977934

5          2.5705818356149996

6          2.446911851144865

7          2.3646242515927836

8          2.306004135199141

9          2.2621571627982036

10        2.228138851986273

11        2.2009851600916384

12        2.178812829667226

13        2.1603686564627855

14        2.1447866879177915

15        2.1314495455597537

16        2.1199052992212204

17        2.1098155778332712

18        2.1009220402409796

19        2.093024054408238

20        2.085963447265778

21        2.0796138447275805

22        2.0738730679039086

23        2.068657610418918

24        2.0638985616278855

25        2.0595385527531422

26        2.0555294386427057

27        2.0518305164801043

28        2.048407141795054

29        2.0452296421325005

30        2.042272456301025

31        2.039513446396186

32        2.036933343459868

33        2.0345152974490985

34        2.0322445093174726

35        2.0301079282500827

36        2.0280940009801833

37        2.026192463028837

38        2.0243941639116865

39        2.022690920036474

40        2.02107539030598

41        2.019540970441077

42        2.018081702818138

43        2.0166921992275197

44        2.0153675744434487

45        2.014103388880522

46        2.0128955989191066

47        2.0117405137294377

48        2.010634757623903

49        2.0095752371289017

50        2.0085591121004174

51        2.0075837703154926

52        2.006646805061342

53        2.005745995317517

54        2.0048792881877078

55        2.0040447832887853

56        2.0032407188475094

57        2.0024654592906455

58        2.001717484144869

59        2.000995378087904

60        2.000297822013883

61        1.999623584994573

62        1.9989715170330025

63        1.9983405425203635

64        1.9977296543173086

65        1.997137908391621

66        1.9965644189519238

67        1.9960083540249143

68        1.9954689314294642

69        1.994945415106846

70        1.9944371117707926

71        1.9939433678452272

72        1.9934635666614795

73        1.9929971258894537

74        1.9925434951805328

75        1.9921021540018355

76        1.9916726096442647

77        1.9912543953879795

78        1.9908470688112787

79        1.9904502102297248

80        1.9900634212540254

81        1.9896863234564997

82        1.989318557136153

83        1.9889597801747485

84        1.9886096669752977

85        1.9882679074768075

86        1.9879342062386047

87        1.9876082815886476

88        1.987289864830757

89        1.986978699505857

90        1.9866745407033453

91        1.986377154418204

92        1.9860863169507066

93        1.9858018143453948

94        1.98552344186617

95        1.9852510035050823

96        1.98498431152203

97        1.9847231860135413

98        1.9844674545080603

99        1.9842169515859867

100      1.9839715185231337

…….

α = 5%

1          6.313751514675038

2          2.9199855803537242

3          2.353363434667148

4          2.131846786326294

5          2.015048373333023

6          1.943180280501719

7          1.894578604728004

8          1.859548037530897

9          1.8331129326562354

10        1.8124611228116738

11        1.795884818704041

12        1.7822875556493158

13        1.770933395986865

14        1.7613101357748822

15        1.753050355692561

16        1.7458836762762344

17        1.7396067260750567

18        1.7340636066175201

19        1.729132811521349

20        1.7247182429207633

21        1.7207429028118555

22        1.7171443743802146

23        1.7138715277470191

24        1.7108820799094013

25        1.7081407612518669

26        1.7056179197592392

27        1.7032884457220867

28        1.7011309342658942

29        1.6991270265334573

30        1.6972608865939183

31        1.6955187825458244

32        1.6938887483836649

33        1.6923603090303017

34        1.6909242551868142

35        1.6895724577802198

36        1.6882977141167699

37        1.687093619596218

38        1.6859544601666872

39        1.684875121711178

40        1.683851013335603

41        1.68287800213266

42        1.6819523574674808

43        1.681070703202475

44        1.6802299765720679

45        1.6794273926522978

46        1.6786604135568148

47        1.6779267216418094

48        1.677224196124292

49        1.6765508926167982

50        1.675905025163039

51        1.6752849504248568

52        1.6746891537259725

53        1.6741162367030404

54        1.6735649063521054

55        1.6730339652898483

56        1.672522303075513

57        1.672028888460893

58        1.6715527624547957

59        1.671093032103838

60        1.6706488649045665

61        1.6702194837736812

62        1.6698041625119493

63        1.6694022217067515

64        1.6690130250240223

65        1.6686359758474911

66        1.6682705142275653

67        1.6679161141073673

68        1.667572280796653

69        1.6672385486684875

70        1.6669144790558887

71        1.666599658328462

72        1.6662936961314767

73        1.665996223771363

74        1.6657068927339622

75        1.6654253733224964

76        1.665151353404635

77        1.6648845372581436

78        1.664624644506547

79        1.664371409136492

80        1.6641245785895913

81        1.6638839129225451

82        1.6636491840290049

83        1.663420174918819

84        1.663196679048844

85        1.662978499701841

86        1.6627654494090058

87        1.6625573494128034

88        1.6623540291668377

89        1.6621553258696313

90        1.661961084030092

91        1.6617711550616412

92        1.6615853969031673

93        1.6614036736648266

94        1.661225855296436

95        1.6610518172771864

96        1.6608814403247678

97        1.6607146101229409

98        1.6605512170656744

99        1.660391156016921

100      1.660234326085285

…….

α = 10%

1          3.0776835371752544

2          1.8856180831641267

3          1.63774435369618

4          1.5332062740589432

5          1.4758840486350044

6          1.4397557472359002

7          1.4149239276240748

8          1.3968153095472169

9          1.3830287383966295

10        1.3721836411103319

11        1.3634303180205376

12        1.3562173340232024

13        1.3501712887800514

14        1.3450303744546483

15        1.3406056078504511

16        1.3367571673273106

17        1.333379389721624

18        1.3303909435699042

19        1.3277282090267921

20        1.3253407069850383

21        1.3231878738651688

22        1.3212367416133526

23        1.3194602398161537

24        1.3178359336731447

25        1.316345072673863

26        1.314971864270511

27        1.3137029128292643

28        1.3125267815926607

29        1.3114336473015435

30        1.3104150253913898

31        1.3094635494946392

32        1.3085727931295081

33        1.307737124450879

34        1.3069515871264274

35        1.3062118020160245

36        1.3055138855362354

37        1.3048543814976108

38        1.3042302038904858

39        1.30363858862126

40        1.3030770526071798

41        1.3025433589533724

42        1.3020354871824966

43        1.3015516076821603

44        1.3010900596887855

45        1.300649332250216

46        1.300228047706928

47        1.2998249473116494

48        1.2994388786713817

49        1.2990687847477334

50        1.2987136941947914

51        1.298372712848358

52        1.2980450162097341

53        1.2977298427910504

54        1.2974264882090607

55        1.2971342999309223

56        1.2968526725897835

57        1.2965810437989982

58        1.2963188904044036

59        1.296065725122045

60        1.2958210935157073

61        1.2955845712752094

62        1.2953557617605589

63        1.2951342937828754

64        1.2949198195951515

65        1.294712013070635

66        1.2945105680482774

67        1.2943151968280227

68        1.2941256287999618

69        1.2939416091939873

70        1.2937628979376392

71        1.2935892686112114

72        1.2934205074909504

73        1.2932564126714514

74        1.293096793259979

75        1.2929414686356522

76        1.2927902677678424

77        1.2926430285879094

78        1.2924995974098854

79        1.292359828395413

80        1.2922235830590922

81        1.2920907298110278

82        1.2919611435326939

83        1.2918347051842096

84        1.291711301439452

85        1.291590824347374

86        1.291473171017078

87        1.291358243324753

88        1.2912459476407754

89        1.2911361945752484

90        1.2910288987408582

91        1.2909239785312188

92        1.2908213559138741

93        1.290720956236896

94        1.290622708047674

95        1.2905265429234143

96        1.2904323953121013

97        1.2903402023837058

98        1.290249903890262

99        1.2901614420344563

100      1.2900747613465007

 

Bookmark and Share

One response so far

May 06 2009

ServQual

Published by b0chun under All about MARKETING!!!

Tulisan ini dibuat dalam rangka menanggapi beberapa pertanyaan yang masuk melalui email, sehubungan dengan tulisan saya tentang ServQual di milis majalah Marketing…

…….

Salam MC-ers,

Mungkin kita sering mendengar kata Service Quality. Oleh karena itu, saya merasa ada baiknya kita membahasnya di milis kita ini agar kita bisa saling memperdalam informasi mengenai service.

Service Quality lebih lazim disingkat ServQual dengan huruf S dan Q kapital. Kata ini berawal pada tahun 1983 ketika tiga sekawan yang terdiri dari Valerie A. Zeithamal, Leonard L. Berry dan A Parasuraman melakukan penelitian mengenai bagaimana memaksimalkan kualitas dari setiap pelayanan. Parasuraman mengambil posisi leader pada penelitian ini, sehingga tak heran sebagian orang menyebut SerQual dengan sebutan lain yaitu Parasuraman Theory.

Marketing Science Institute (MSI) menjadi sponsor penelitian besar ini. MSI harus bersabar selama 7 tahun untuk bisa mendapatkan hasil final. Setidaknya ada Phase tahapan dalam melakukan penelitian ini. Phase I dilakukan Qualitative Study terhadap CEO dan para Executive dari perusahaan-perusahaan jasa dan kepada pelanggan-pelanggan mereka. Kemudian dilanjutkan Phase II dengan melakukan Study Emphiris yang sangat panjang dan dalam skala yang sangat besar. Phase ini terfokus pada sisi “pelanggan” dengan mengembangkan berbagai Service Quality Model. Dari Phase ini mereka berhasil mengembangkan Metode yang bertujuan untuk mengukur service quality yang selanjutnya disebuat ServQual.

Berbeda dengan Phase II, pada Phase III penelitian lebih difokuskan kepada perusahaan-perusahaan penyedia service. Sedikitnya 89 perusahaan besar di dunia yang dilibatkan dalam penilitian mereka. Kategori jasa yang dilibatkan dalam survei ini terdiri dari Kartu Kredit, Asuransi, Telekomunikasi, Selular, Perbankan, Sekuritas, Jasa Perbaikan (Appliance Repair), Otomotif, Hotel, Rental dan Penyewaan Kantor. Hampir semua kegiatan penelitian seperti FGD (Focus Group Discussion), In Depth, Customer Surveys, Employee Surveys, Executive Interviews, Front Line Surveys, Manager Surveys dilakukan dalam kegiatan ini.

Phase IV mereka menentukan metode pengukuran “Gap Analysis” terhadap Customer Expectation dengan Top Management Expectation dan dengan Service Delivery. Penggabungan analisa hasil dapat dilakukan dengan mudah sebab jumlah FGD (Focus Group Discussion) yang dilakukan sangat banyak (melebihi 100 group)

Awalnya, ditemukan 10 dimensi dasar yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Kesepuluh dimensi tersebut adalah :

1.. Tangibles
2.. Reliability
3.. Responsiveness
4.. Competence
5.. Courtesy
6.. Credibility
7.. Security
8.. Access
9.. Communication
10.. Understanding the Customer.

Setelah dilakukan Correspondence Analysis terhadap ke sepuluh atribut tersebut, maka oleh komputer terjadi penggabungan beberapa atribut akibat kesamaan karakter. Akhirnya, dalam analisis tersebut terbentuk 5 dimensi baru seperti yang telah banyak dikenal saat ini. Kelima dimensi tersebut sering juga disingkat TARRE, agar dapat lebih mudah mengingatnya.

1.. Tangibles
2.. Assurance (Competence, Courtesy, Credibility, Security),
3.. Reliability
4.. Responsiveness
5.. Empathy (Access, Communication, Understanding the Customer)

Kepuasan pelanggan ditentukan oleh 5 dimensi tersebut. Yang pertama adalah dimensi Tangible (Fisik). Pelanggan akan puas jika penampilan gedung perusahaan baik, karyawan menggunakan seragam yang rapih agar ada perbedaan antara pelanggan dengan karyawan sehingga memudahkan pelanggan mengenali dan dapat meminta pelayanan dengan cepat. Selain seragam dan gedung, tempat parkir, ruang tunggu, toilet, penunjuk arah, brosur dan berbagai bentuk tangible lainnya masuk dalam dimensi ini.

Dimensi kedua adalah Assurance (Keyakinan), dimensi ini ditunjukkan oleh kemampuan karyawan memberikan keyakinan kepada pelanggan dalam melakukan transaksi dengan perusahaan. Keyakinan ini karena karyawan mampu menjawab kebutuhan dan pertanyaan klien, karena perusahaan memiliki Standard Operation Procedural (SOP) yang rapih, karena perusahaan memiliki teknologi yang handal, dan perusahaan serta karyawan memiliki produk dan service yang konsisten.

Dimensi ketiga adalah Reliability (Keandalan), dimensi ini ditunjukkan oleh kemampuan karyawan dan perusahaan memenuhi semua janji-janjinya, baik yang dijanjikan melalui iklan maupun janji-janji yang diucapkan oleh frontliner dan lainnya. Kemudian, dimensi ini juga ditunjukkan juga oleh kemampuan perusahaan memberikan produk dan pelayanan yang benar pertama kali (Performing services right at the first time and providing services at the promised time also Maintaining error - free records).

Dimensi keempat adalah Responsiveness. Dimensi ini ditunjukkan oleh kemampuan karyawan dan perusahaan dalam memberikan informasi mengenai hak-hak yang seharusnya diberikan kepada pelanggan. Sigap dalam memenuhi kebutuhan pelanggan serta memiliki keinginan untuk terus membantu pelanggan. (Keeping customers informed about when services will be performed, Prompt service to customers, Willingness to help customers, Readiness to respond to customers’ requests)

Dimensi kelima atau dimensi terakhir adalah Empathy. Dimensi ini ditunjukkan oleh kemampuan karyawan dan perusahaan dalam memberikan perhatian khusus kepada pelanggan. Contoh yang paling sering digunakan dalam dimensi ini adalah kemampuan karyawan mengingat nama dan kebiasaan pelanggan. Misalnya, seorang pelanggan hotel yang datang lalu disapa dengan menyebutkan namanya, kemudian diberikan kamar non smoking karena memang pelanggan tersebut tidak merokok, tanpa pelanggan tersebut menyebutkan keinginannya terlebih dahulu. (Giving customers individual attention, Employees who deal with customers in a caring fashion Having the customer’ s best interest at heart, Employees who understand the needs of their customers, Convenient business hours)

Disamping kelima dimensi tersebut, di dalam ServQual juga dijelaskan mengenai gap-gap yang sering terjadi dalam perusahaan. Gap tersebut antara lain:

Gap 1 : Adanya perbedaan (gap) antara “harapan pelanggan” dengan “persepsi manajemen terhadap harapan pelanggan”

Gap 2 : Adanya perbedaan (gap) antara “persepsi manajemen terhadap harapan pelanggan” dengan “spesifikasi pelayanan/ produk yang akan diberikan”

Gap 3 : Adanya perbedaan (gap) antara “spesifikasi pelayanan/ produk yang akan diberikan” dengan “pelayanan/ produk yang diberikan”

Gap 4 : Adanya perbedaan (gap) antara “pelayanan/ produk yang diberikan” dengan “komunikasi eksternal yang didapatkan pelanggan”

Gap 5 : Adanya perbedaan (gap) antara “spesifikasi pelayanan/ produk yang akan diberikan” dengan “persepsi manajemen terhadap harapan pelanggan”

Masih banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan ServQual. Selanjutnya akan kita bahas lebih detail misalnya bagaimana melakukan penelitian ServQual, bagaimana memanfaatkan ServQual serta apakah ServQual memiliki kelemahan???

Salam

Sukardi Arifin
Majalah Marketing

…….

Berikut di bawah ini saya sajikan bagan yang mendukung penjelasan Bapak Sukardi Arifin di atas…

servqual

Gap between Consumer expectation and management perceptions of consumer expectation :- Management does not always correctly perceive what customers want. Hospital administrators may think patients want better food, but patients may be concerned more with nurse responsiveness.

Gap between management perceptions and service quality specifications :- Management might correctly perceive customer expectation but not set a specified performance standard. Hospital administrators might tell the nurses to give fast service without specifying it quantitatively.

Gap between service quality specifications and service delivery :- The personnel might be poorly trained or incapable or unwilling to meet the standard. Or they might be held to conflicting standards such as taking time to listen to customers and serving them fast.

Gap between service delivery and external communication :- Consumer expectations are affected by statements made by company representatives and ads. If a hospital brochure shows beautiful room, but the patient arrives and finds the room to be cheap and tacky looking, external communication have distorted customer’s expectations

Gap between perceived service and expected service :- This gap occurs when nthe consumer misperceives the service quality. The physician may keep visiting the patient to show care but the patient may interpret this as an indication of something is really wrong.

Pemasar terlebih dahulu harus fokus dalam menangani gap 5, lalu turun terus sampai pada gap 1, karena jika gap 5 terjadi, tentunya konsumen akan merasa tidak puas, karena kepuasan (satisfaction) sendiri adalah fungsi dari expectation (harapan) dan kinerja (performance).

S = f(E,P)

S = Satisfaction
E = Expectation
P = Perceived Performance

Berdasarkan fungsi tersebut dapat disimpulkan:

  • Jika E > P, berarti nilai yang diterima lebih kecil dari yang diharapkan sehingga konsumen tidak puas.
  • Jika E = P, berarti nilai yang diterima sama dengan harapan konsumen sehingga konsumen merasa puas.
  • Jika E < P, berarti nilai yang diterima lebih besar dari harapan konsumen sehingga konsumen sangat puas.

Harapan sendiri bisa muncul dari:

  1. kebutuhan/keinginan
  2. pengalaman masa lalu
  3. cerita orang lain (word of mouth)
  4. komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan

Berikut di bawah ini disajikan bagan tentang ServQual:

10servqual

Sebenarnya SERVice QUALity tersebut jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi: KUALITAS PELAYANAN, bukan kualitas jasa… Menanggapi pernyataan saya ini, sepertinya banyak orang yang masih bingung dan bertanya-tanya, karena menurut mereka jasa dan pelayanan itu adalah definisi yang sama, padahal sebenarnya berbeda!!! Thankx untuk beberapa orang di milis yang sudah menyempatkan waktu mengirim email ke saya dan berikut adalah penjelasannya…

Product merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar, yang ujung-ujungnya bertujuan agar dapat memuaskan konsumen…

Product (utama) dibagi menjadi dua:

  1. yang berwujud kita namakan barang (goods)
  2. yang tidak berwujud dinamakan jasa (service)

Lalu, apa yang dimaksud dengan pelayanan (service)?

Pelayanan merupakan product tambahan yang menyertai product utama… Kebanyakan orang berpikir bahwa yang namanya pelayanan itu selalu berbentuk jasa (intangible), tetapi sebenarnya pelayanan sendiri dapat berbentuk jasa dan dapat pula berbentuk barang:

  1. Ketika kita membeli AC >>> kita membeli barang, dan fasilitas pemasangan AC gratis merupakan pelayanan (product tambahan berupa jasa yang menyertai product utama berupa barang).
  2. Ketika kita membeli jasa penerbangan, biasanya kita akan diberikan snack & minuman… Snack + minuman ini berupa pelayanan (product tambahan berupa barang yang menyertai product utama berupa barang).

…….

Karena sifat jasa berikut:

  1. intangibility
  2. inseparability
  3. variability
  4. perishability

Maka jasa menjadi sulit diukur kualitasnya. Misalnya, ketika kita sakit lelu berobat ke dokter   dan diberi obat kemudian sembuh, bagaimana cara kita tahu bahwa kualitas jasa dokter tersebut adalah baik?! Kesembuhan kita itu sebenarnya diakibatkan karena dokternya emang benar-benar bagus, atau disebabkan karena obat yang diberinya bagus, atau justru karena sistem immune tubuh kita yang bagus???

Karena sifat jasa yang sulit diukur kualitasnya itulah, kita cenderung akan menilai kualitas pelayanan dari jasa tertentu, misalnya:

  • Tangible: Ruang praktek dokter A bersih, pakaiannya putih bersih, dsb.
  • Emphaty: Dokter A orangnya ramah, perhatian, suka becanda sehingga si pasien tidak tegang.
  • Reliability: Dokter A jujur dalam menginformasikan kesehatan pasien, tarif yang diberikan sesuai dengan apa yang didapatkan oleh pasien, dsb.
  • Asurance: Peralatan yang digunakan canggih, sehingga terjamin keamanannya.
  • Responsiveness: Dokter A tanggap dalam menangani keluhan pasien.

Sekian penjelasan dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua…

Best regards,

Ivan Prasetya

Bookmark and Share

One response so far

May 05 2009

TERSENYUMLAH, maka dunia pun akan tersenyum kepadamu!!!

Published by b0chun under It's all about LIFE!!!

Tau ga?! Sebenarnya perasaan kita itu mencerminkan pikiran kita loh… Misalnya aja, ketika kita merasa kesepian, pasti dech kita lagi mikirin keadaan kita yang sendirian tanpa siapa-siapa… Atau mungkin saat ini kita merasa telah disakiti oleh seseorang, pasti dech perasaan itu muncul karena kita memikirkan sesuatu yang buruk tentang hubungan kita dengannya…

Beberapa waktu setelah saya membuat postingan tentang berpikir positif di sana, saya mendapat pertanyaan ini dari seseorang: “Gimana sich kita tahu apa yang sebenarnya sedang kita pikirkan?! Kan seringkali kita sendiri ga sadar bahwa kita telah berpikir negatif…” Sebenarnya, jawabannya simple aja… Semuanya itu dapat diketahui melalui perasaan kita saat ini…

Jika perasaan kita negatif, pasti dech kita juga berpikir hal-hal yang negatif… Dan sebaliknya, jika perasaan kita positif, dapat dipastikan juga bahwa kita sedang memikirkan hal-hal yang positif…

Jadi intinya tetap: Always positive thinking, friends!!!

Lalu, ada juga yang bilang kalo kita lagi sebel sama seseorang walaupun sudah dicoba berpikir positif juga tetep aja susah ngelakuinnya… Hhmmm… Bener juga sich, tapi saya pribadi hanya bisa memberikan satu masukan aja:

Ketika kita membenci seseorang dan terus-menerus memikirkannya, percayalah hal tersebut pastinya akan sangat merugikan kita… Kita jadi sering bete dan kehidupan kita pastinya menjadi terganggu, padahal orang yang kita sebelin tersebut gatau apa-apa… Tetapi, sebaliknya… Jika kita selalu bisa bersyukur di segala situasi dan kondisi, tahukan kalian apa yang akan terjadi?! Ya, benar!!! Hidup kita tentunya akan terasa indah dan ucapan syukur tersebut juga pastinya akan berpengaruh bagi hidup kita…

Ketika Anda sedang mengalami kesulitan, misalkan terlilit utang yang besar, senantiasa ucapkanlah syukur untuk segala sesuatu yang belum Anda terima… Bersyukurlah seperti ini: “Terima kasih Tuhan atas semua berkat-Mu yang telah menjadikan saya serba berkecukupan!!!” Dan percayalah: Kata-kata syukur tersebut akan menjadi kenyataan!!!

Tersenyumlah, kawan!!! Maka dunia pun akan tersenyum kepadamu… Nich ada buktinya hehehe…

smile

Lucu yach gunungnya bisa senyum… Saya sendiri juga baru sadar setelah sampai rumah… Eh, ternyata ada penampakan si gunung yang lagi senyum-senyum sendiri gitu dech hahaha… Amazing!!!

Bookmark and Share

5 responses so far

 Page 1 of 41  1  2  3  4  5 » ...  Last » 

Search