Dec 24 2008
Malam kudus… Sunyi senyap…
Ada yang tau ga kenapa yang namanya Kebaktian Perayaan Natal selalu diadakan di malam hari???
Sebenernya sudah jelas kan alesannya, tidak lain dan tidak bukan karena setiap perayaan Natal akan ada ritual menyalakan lilin dengan diiringi lagu berikut:
“Malam kudus… Sunyi senyap… Dunia terlelap…
Hanya dua berjaga terus, ayah bunda mesra dan kudus…
Anak tidur tenang… Anak tidur tenang…”
Biasanya ketika datang, si usher (penerima tamu) akan membagikan lilin beserta tatakannya yang umumnya terbuat dari karton berbentuk persegi atau lingkaran yang tengahnya dibolongi… Jika jemaatnya banyak, biasanya juga alas lilin ini disablon dengan ucapan “Selamat Natal & Tahun Baru” atau bisa juga dengan tulisan lainnya… Tetapi jika jemaatnya pas-pasan tidak jarang juga tatakan karton ini dibuat ala kadarnya dari karton manila…
Adapun, kelemahan dari menggunakan lilin adalah sebagai berikut:
1. Tidak aman, pernah tuh kejadian di gerejaku hampir kebakaran karena ada anak sekolah minggu yang bermain-main dengan api…
2. Repot bikin tatakannya, apalagi kalo harus sablon, biayanya kan ga murah-murah amat…
3. Jika jemaatnya banyak, petugas penyebar apinya pun harus dipersiapkan sedemikian rupa supaya ritualnya berjalan dengan baik…
4. Kadangkala lilin yang potong juga bisa berbahaya dan merepotkan…
5. Nah, ini dia nich yang paling dihindari: banyak juga lilin-lilin yang menetes di lantai dan lebih banyak lagi lilin-lilin yang ketika acara selesai didak dibereskan sehingga jatuh dan terinjak-injak, ini bisa membuat lantai/karpet menjadi sulit dibersihkan…
Menanggulangi hal tersebut, di jaman modern ini kebetulan dikenal apa yang namanya FLUORESCENT, bahan yang dapat menyala di dalam gelap selama 8 jam. Biasanya fluorescent ini digunakan oleh penyelam ketika menyelam di kedalaman laut. Tetapi, saat ini bahan tersebut banyak juga terjual di pasaran sebagai mainan.

Hari ini, Natalan di gerejaku menggunakan mainan ini sebagai pengganti lilin… Lagu Malam Kudus pun dinyayikan dan jemaat diminta untuk mematahkan (ngepletekin) itu Fluorescent… Dan apa yang terjadi saudara-saudara??? Ternyata dari sekitar 1000 jemaat, satu pun tak ada yang berhasil membuat batang antik ini menyala…
Jemaat pun panik, ada yang terus-terusan meletek-meletekin, ada yang memukul-mukul ke tangan, dan akhirnya secara serentak tak tahu kenapa hampir semua jemaat refleks memukul-mukulkan itu batang ajaib ke bangku…
Dan terdengarlah lagu: “Malam kudus… Sunyi senyap…” diikuti dengan alunan perkusi yang dibuat oleh jemaat yang suaranya persis sama seperti ketika suporter badminton Indonesia menyemangati Taufik Hidayat dengan memukul-mukulkan selongsong karton kosong bekas wadah cock…
Tahukan kalian bahwa yang namanya Fluorescent hanya dapat menyala ketika sebelumnya dia harus dibekukan terlebih dahulu??? Dan cahayanya baru akan timbul ketika si Fluorescent beku dipletek-pletekin sehingga kembali menjadi cair???
Perubahan memang perlu, tetapi sebelum melakukan perubahan belajarlah dahulu segala sesuatu yang menyangkut perubahan itu…
Random Posts
Tags




berhubung dipaksa bochun jadi g isi deh komwnnya…wkkkk…. pertama2 g setuju sama alesan2 berbahayanya menggunakan lilin…tapi setelah mendengar penggantinya ga efektif g jg jd bingung… tapi g gamo ah bingung2…. take it easy ajalah…ayo chun pikirin dong apaan yang efektif buat ngganti tuch lilin
Sebenernya si Fluorescent teh efektif lagie…
Tapi kudu tau cara pakenya yang bener, yaitu dibekuin dulu di freezer biar bisa dipletekin hohoho…
Btw, ada yang mau Fluorescent Dinner ga sama gua???
Biar ga romantis juga yang penting asik…