Dec 25 2008
Kebenaran HAKIKI
Sebenernya ini merupakan kuliah pertama metlit…
Pinter-pinter gini juga aku pernah ikut kelas metlit sebanyak 5 kali, dan inilah penjelasan VJWW pada kuliah perdananya:
Penelitian bahasa Inggrisnya adalah re-search… ”re” artinya kembali dan “search” artinya mencari… Jadi secara harafiah, research artinya mencari kembali… Dan apa yang dicari kembali? KEBENARAN!!!
Sebenernya, apa sich yang dimaksud dengan kebenaran… Di jaman yang uda serba ga jelas ini terkadang kita sendiri gatau mana yang benar mana yang salah…
Segala sesuatu dapat dibuktikan salah, tetapi segala sesuatu tidak dapat dibuktikan benar… Dan segala sesua yang belum dapat dibuktikan salah, hal tersebut masih dianggap benar… Hal ini banyak terjadi dalam perkembangan ilmu pengetahuan… Misalnya saja sebelum dapat dibuktikan bahwa bumi itu bulat, maka penyataan bahwa bumi itu datar masih dianggap benar… Sebelum diketemukan planet ke-10 dan ke-11, planet Pluto masih dianggap benar sebagai planet terjauh dari matahari… Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya yang akhirnya dianggap salah ketika ada penemuan baru yang dianggap benar…
Kebenaran sendiri dapat digolongkan menjadi 4 kategori:
1. Kebenaran DEDUKTIF
Sesuatu dianggap benar jika ada pendahulunya (yang dianggap benar)…
Misalnya saja bukti bahwa aku merupakan anak dari papa mamaku adalah melalui akte kelahiran dan melalui kartu keluarga…
Atau contoh lainnya, kita percaya bahwa bumi mengelilingi matahari karena kita menganggap penelitian para peneliti itu benar. Hasil penelitian mereka dapat kita jumpai dari berbagai sumber…
2. Kebenaran INDUKTIF
Sesuatu dianggap benar jika dapat diobservasi secara indrawi (dapat ditangkap oleh kelima indra manusia) dan dapat dibuktikan secara empiris…
Misalnya saja, bahwa aku merupakan anak dari papa mamaku dapat dibuktikan dengan tes DNA…
Contoh lainnya, jika kita ingin membuktikan bahwa bumi memang benar-benar berputar mengelilingi matahari, maka kita dapat melakukan berbagai penelitian secara empiris untuk membuktikan kebenaran hal tersebut…
3. Kebenaran PRAGMATIS
Sesuatu dianggap benar jika menguntungkan…
Contoh kasus: misalnya ada kembar siam yang memiliki 2 kepala, 4 lengan, 4 kaki, tetapi hanya memiliki 1 bagian tubuh dan 1 jantung dan 1 paru-paru… Atau kasus yang lebih sering terjadi ketika seorang ibu melahirkan ia bagaikan makan buah simalakama, jika si anak dikorbankan maka si ibu selamat dan sebaliknya, tetapi jika kedua-duanya dipertahankan maka keduanya akan menjemput ajal… Di sini kita harus memilih mana yang akan kita “bunuh” untuk menyelamatkan yang lainnya… Di sini sesuatu dianggap benar JIKA MENGUNTUNGKAN…
Contoh lainnya: Sudah barang tentu harga buku teks wajib itu mahal… Dan sudah barang tentu fotokopi itu jauh lebih murah namun melanggar hak cipta… Banyak kasus di mana ketika seorang mahasiswa tidak memiliki cukup uang untuk membeli buku teks wajib, sedangkan jika tidak memilikinya maka ia tidak dapat belajar sehingga tidak akan lulus… Akhirnya yach si dosen juga maklum ketika mahasiswanya memfotokopi buku teks wajib, walaupun hal tersebut sebenarnya salah… Sesuatu tetap dianggap benar selama hal tersebut menguntungkan…
Namun, sangatlah disayangkan, karena sebagian besar orang kemudian memilih kebenaran yang pragmatis ini… Akhirnya mereka cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai keuntungannya sendiri…
4. Kebenaran HAKIKI
Merupakan kebenaran yang benar2x BENAR, datang dari sang PENCIPTA… Atau kata lainnya kebenaran hakiki merupakan kebenaran yang dilihat dari sudut pandang TUHAN!!! Tidak ada yang dapat mendebat… Benar yach benar, salah yach salah… Titik!!!
Sudahkan kita mencapai kebenaran hakiki itu???
Jika belum, di hari Natal ini penulis mengajak kita semua untuk berubah guna mencapai kebenaran hakiki tersebut…
Merry X’mas all…
Jesus Loves You always…



