Archive for December 27th, 2008

Dec 27 2008

Pertanyaan Umum dalam Wawancara

Published by b0chun under Dunia Kerja

Di bawah ini diberikan daftar pertanyaan umum yang dapat menggali 12 aspek seperti berikut ini.

Dikutip dari sini

…….
1. Motivasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek motivasi antara lain :
Mengapa anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini ?
Apa yang membuat anda menjadi tertarik dengan perusahaan ini ?
Tanggung jawab apa yang anda anggap penting dalam pekerjaan ?
Tantangan apa yang anda cari dalam pekerjaan ?
Sebutkan dua hal yang memotivasi anda dalam bekerja.
Apa yang dapat memotivasi anda dalam kehidupan pribadi anda ?
Apa yang dapat memotivasi anda dalam menyelesaikan tugas yang sulit ?
Apa yang dapat memotivasi anda agar menjadi sukses dalam pekerjaan ?
Apa alasan anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
Apa yang membuat anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
Selama perjalanan karir anda, posisi mana yang paling anda sukai ?
Mengapa anda ingin mengubah karir ? (bila yang bersangkutan berpindah profesi/karir)
Apa arti bekerja bagi anda ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
2. Ketahanan Terhadap Tekanan (Stres)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek ketahanan terhadap tekanan/stres antara lain :
Apakah anda dapat bekerja di bawah tekanan ?
Pernahkan anda bekerja di bawah tekanan ? Ceritakan bagaimana anda menyikapinya?
Dalam lingkungan kerja seperti apa anda merasa nyaman ? (Terstruktur atau tidak ?)
Seandainya ada konsumen yang marah karena hal yang bukan dilakukan anda, bagaimana anda menyikapinya ?
Bagaimana anda menyikapi kritik yang diberikan kepada anda ?
Seandainya anda mendapatkan pekerjaan yang tidak anda harapkan, apa yang akan anda lakukan ?
Apa yang anda anggap sebagai hal yang berat untuk dilakukan dalam pekerjaan ?
Seandainya anda dihadapkan dengan dua tugas yang harus diselesaikan pada saat yang bersamaan, apa yang akan anda lakukan ?
Masalah terbesar apa yang pernah anda hadapi ? Bagaimana anda mengatasinya ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
3. Inisiatif

Pertanyaan yang dapat menggali aspek inisiatif antara lain :
Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini ? Dan darimana serta bagaimana anda mengetahuinya ?
Kriteria apa yang anda gunakan untuk mengevaluasi perusahaan yang anda harapkan menjadi tempat kerja anda ?
Ceritakan mengenai pendidikan dan pelatihan yang pernah anda ikuti.
Bagaimana anda mendapatkan pekerjaan selama ini ? (Apakah melalui iklan, referensi, dsb) - untuk yang sudah pernah bekerja.
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
4. Sikap kerja

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sikap kerja antara lain :
Seandainya anda ditempatkan di cabang perusahaan yang jauh dari lokasi anda, bagaimana anda menyikapinya ?
Seandainya ada pengalihan tanggung jawab pada pekerjaan yang anda pegang, bagaimana anda menyikapinya ?
Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda. (untuk yang sudah bekerja)
Apa tanggung jawab anda pada posisi tersebut ? (untuk yang sudah bekerja)
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
5. Kepercayaan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepercayaan diri antara lain :
Menurut anda, apa definisi/arti kesuksesan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
Menurut anda, apa definisi/arti kegagalan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
Jelaskan ukuran/standar kesuksesan bagi anda.
Pekerjaan apa yang telah anda selesaikan dengan sukses ?
Apa peran anda dalam kesuksesan tersebut ?
Bagaimana anda memandang diri sendiri saat ini ? Apakah sudah sukses ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
6. Kemampuan Berpikir Analitis

Termasuk di dalam kemampuan berpikir analitis adalah “Kemampuan Memecahkan Masalah” (problem solving) dan “Kemampuan Membuat Keputusan” (decision making).

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan berpikir analitis antara lain :
Masalah tersulit apa yang pernah anda alami ? Apa yang anda lakukan ? Bagaimana penyelesaiannya ?
Hambatan atau kendala apa yang ditemukan selama kuliah atau belajar ? Bagaimana cara mengatasinya ?
Ceritakan mengenai persoalan yang pernah anda pecahkan.
Ceritakan situasi dimana anda pernah memiliki masalah dengan pengambilan keputusan.
Ceritakan dimana anda harus membuat suatu keputusan.
Ceritakan bagaimana anda pernah memecahkan masalah yang sulit.
Ceritakan mengenai permasalahan yang paling sering anda hadapi dalam pekerjaan.
Apakah anda pernah menyelesaikan suatu permasalahan bersama-sama rekan ? Apa peran anda dalam menyelesaikan masalah tersebut ?
Apakah anda pernah diminta untuk menyelesaikan beberapa tugas dalam suatu waktu ? Apa yang anda lakukan ?
Bagaimana anda menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul tiba-tiba ?
Bagaimana anda mengidentifikasikan kedatangan suatu masalah ?
Bagaimana anda membuat suatu keputusan penting ?
Bagaimana anda memecahkan masalah ?
Dalam situasi atau kondisi seperti apa, anda memiliki kemungkinan paling besar untuk berbuat kesalahan ?
Keputusan apa yang terasa sulit bagi anda ? Berikan Contohnya !
Menurut anda, faktor apa yang paling menentukan suksesnya seseorang ?
Apa yang anda lakukan saat dihadapkan dengan pengambilan keputusan yang penting ?
Apa yang anda lakukan saat kesulitan atau tidak dapat memecahkan persoalan yang anda hadapi ?
Keputusan tersulit apa yang telah anda buat selama tiga tahun terakhir ?
Kapan anda memutuskan untuk berhenti berusaha memecahkan suatu persoalan yang sulit ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
7. Kemampuan Pencapaian Keberhasilan (Achievement)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan pencapaian keberhasilan antara lain :
Apakah anda senang mengerjakan pekerjaan/proyek yang sulit ?
Apakah anda mempunyai prestasi yang dibanggakan ? Ceritakan !
Apakah anda memiliki inisiatif ? Bagaimana anda menunjukkan hal tersebut ? Ceritakan satu contoh inisiatif yang telah anda ambil.
Apakah anda pernah menyelesaikan persoalan yang sulit ? Atau yang sebelumnya anda pikir tidak dapat anda selesaikan ?
Bagaimana anda menunjukkan keinginan (willingness) untuk bekerja ?
Sebutkan prestasi yang pernah anda capai dalam pekerjaan atau masa kuliah/sekolah !
Sebutkan lima pencapaian terbesar dalam hidup anda !
Apa kegagalan terbesar yang pernah anda alami ? Kekecewaan apa yang anda alami ?
Bagaimana anda mengatasi perasaan tersebut ? Dan mengatasi kegagalan tersebut ?
Hal atau lingkungan seperti apa yang paling mendorong anda dalam bekerja ?
Menurut anda, apa tantangan terbesar dalam pekerjaan ?
Sebutkan bagian dari pekerjaan yang paling menantang dan yang paling tidak menantang.
Apakah anda termasuk orang yang berani dalam mengambil risiko ?
Berdasarkan pengalaman anda, ceritakan secara rinci dalam hal apa anda mengambil risiko untuk menyelesaikan suatu tugas ?
Mengapa anda mengambil risiko tersebut ?
Risiko apa yang anda hadapi saat mengajukan suatu usulan ?
Prestasi apa yang pernah anda dapatkan di sekolah yang tidak dapat anda lupakan ?
Prestasi apa yang pernah anda capai dalam bekerja yang mendapatkan penghargaan dari pimpinan atau perusahaan ? (baik penghargaan lisan ataupun penghargaan tertulis atau materi).
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
8. Aspirasi Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek aspirasi diri antara lain :
Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda senangi ? Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda tidak senangi ? Kenapa ?
Apa cita-cita anda ketika lulus sekolah ? Ketika lulus kuliah ?
Apakah anda berniat melanjutkan sekolah ? Berniat melanjutkan kuliah ?
Menurut anda, apakah nilai anda merupakan indikasi terbaik untuk hasil akademik anda ?
Kenapa kami harus memilih anda ?
Bisakah anda menyebutkan lima kelebihan dan lima kekurangan anda ?
Bagaimana pendapat anda mengenai perusahaan ini ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
9. Kelemahan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kelemahan diri antara lain :
Apakah anda telah mencapai semua target yang telah anda tetapkan ? Bila tidak, mengapa ?
Bagaimana anda mengatasi kegagalan dalam pencapaian target tersebut ?
Kelemahan apa yang muncul saat anda dihadapkan pada tugas yang sulit ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
10. Sosialisasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sosialisasi antara lain :
Ceritakan kegiatan anda di waktu senggang.
Kegiatan apa yang anda ikuti di lingkungan anda ?
Seandainya anda menjadi anggota suatu organisasi, maka kegiatan apa dan peran apa yang akan anda lakukan dalam organisasi tersebut ?
Selain belajar, kegiatan apa saja yang anda ikuti saat masih kuliah atau sekolah ? Posisi apa yang anda pegang ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
11. Kemandirian

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemandirian antara lain :
Ceritakan keputusan-keputusan penting dalam hidup anda, yang anda anggap sebagai keputusan anda sendiri. Juga ceritakan keputusan penting yang anda anggap bukan keputusan anda sendiri.
Mengapa anda memilih jurusan …. ?
Dalam pengambilan suatu keputusan, siapa yang berpengaruh dalam diri anda ?
Dalam hal-hal apa saja orang-orang tersebut anda sertakan ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

…….
12. Kepemimpinan

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepemimpinan antara lain :
Sebutkan kepribadian yang anda miliki yang mencerminkan kemampuan memimpin.
Menurut anda, kualitas apa yang dibutuhkan seorang pemimpin ?
Apa yang paling menjadi tantangan bagi seorang pemimpin ?
Bagaimana cara anda mendelegasikan suatu tanggung jawab ?
Apakah anda membutuhka pengawas dalam bekerja ?
Bagaimana cara anda membuat suatu rencana kerja ?
Bagaimana cara anda memberikan teguran atau mendisiplinkan bawahan anda ?
Seandainya ada bawahan anda yang melanggar aturan perusahaan, bagaimana anda menghadapinya ?
Atasan seperti apa yang anda harapkan ?
Seandainya anda kelebihan beban kerja, apa yang akan anda lakukan ?
Bagaimana cara anda untuk memotivasi sesorang ?
Atasan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
Bawahan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
Atasan seperti apa yang menurut anda tidak adil ?
Seandainya anda membuat suatu kebijakan, kemudian bawahan anda banyak yang menentangnya, bagaimana anda mengatasinya ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi

No responses yet

Dec 27 2008

25 Most Difficult Job Interview Questions (and their answers)

Published by b0chun under Dunia Kerja

Being prepared is half the battle.
A comment on a post here had me digging for this list of 25 tough job-interview questions. If this is overload for you, the most-important thing to do is be yourself.

If you haven’t lied on your resume, and you haven’t lied about your skills in a screening, then don’t worry. Just be yourself and have fun with it (in the professional sense, of course). The person interviewing you is as interested in locating the right person as you are having them select you. You are most-likely to be that person when you allow who you really are to come through.

Enough with the intro…

Here’s the list, excerpted from PARTING COMPANY: How to Survive the Loss of a Job and Find Another Successfully:

…….

1. Tell me about yourself.
Since this is often the opening question in an interview, be extracareful that you don’t run off at the mouth. Keep your answer to a minute or two at most. Cover four topics: early years, education, work history, and recent career experience. Emphasize this last subject. Remember that this is likely to be a warm-up question. Don’t waste your best points on it.

2. What do you know about our organization?
You should be able to discuss products or services, revenues, reputation, image, goals, problems, management style, people, history and philosophy. But don’t act as if you know everything about the place. Let your answer show that you have taken the time to do some research, but don’t overwhelm the interviewer, and make it clear that you wish to learn more.
You might start your answer in this manner: “In my job search, I’ve investigated a number of companies. Yours is one of the few that interests me, for these reasons…”
Give your answer a positive tone. Don’t say, “Well, everyone tells me that you’re in all sorts of trouble, and that’s why I’m here”, even if that is why you’re there.

3. Why do you want to work for us?
The deadliest answer you can give is “Because I like people.” What else would you like-animals?
Here, and throughout the interview, a good answer comes from having done your homework so that you can speak in terms of the company’s needs. You might say that your research has shown that the company is doing things you would like to be involved with, and that it’s doing them in ways that greatly interest you. For example, if the organization is known for strong management, your answer should mention that fact and show that you would like to be a part of that team. If the company places a great deal of emphasis on research and development, emphasize the fact that you want to create new things and that you know this is a place in which such activity is encouraged. If the organization stresses financial controls, your answer should mention a reverence for numbers.

If you feel that you have to concoct an answer to this question - if, for example, the company stresses research, and you feel that you should mention it even though it really doesn’t interest you- then you probably should not be taking that interview, because you probably shouldn’t be considering a job with that organization.

Your homework should include learning enough about the company to avoid approaching places where you wouldn’t be able -or wouldn’t want- to function. Since most of us are poor liars, it’s difficult to con anyone in an interview. But even if you should succeed at it, your prize is a job you don’t really want.

4. What can you do for us that someone else can’t?
Here you have every right, and perhaps an obligation, to toot your own horn and be a bit egotistical. Talk about your record of getting things done, and mention specifics from your resume or list of career accomplishments. Say that your skills and interests, combined with this history of getting results, make you valuable. Mention your ability to set priorities, identify problems, and use your experience and energy to solve them.

5. What do you find most attractive about this position? What seems least attractive about it?
List three or four attractive factors of the job, and mention a single, minor, unattractive item.

6. Why should we hire you?
Create your answer by thinking in terms of your ability, your experience, and your energy. (See question 4.)

7. What do you look for in a job?
Keep your answer oriented to opportunities at this organization. Talk about your desire to perform and be recognized for your contributions. Make your answer oriented toward opportunity rather than personal security.

8. Please give me your defintion of [the position for which you are being interviewed].
Keep your answer brief and taskoriented. Think in in terms of responsibilities and accountability. Make sure that you really do understand what the position involves before you attempt an answer. If you are not certain. ask the interviewer; he or she may answer the question for you.

9. How long would it take you to make a meaningful contribution to our firm?
Be realistic. Say that, while you would expect to meet pressing demands and pull your own weight from the first day, it might take six months to a year before you could expect to know the organization and its needs well enough to make a major contribution.

10. How long would you stay with us?
Say that you are interested in a career with the organization, but admit that you would have to continue to feel challenged to remain with any organization. Think in terms of, “As long as we both feel achievement-oriented.”

11. Your resume suggests that you may be over-qualified or too experienced for this position. What’s Your opinion?
Emphasize your interest in establishing a long-term association with the organization, and say that you assume that if you perform well in his job, new opportunities will open up for you. Mention that a strong company needs a strong staff. Observe that experienced executives are always at a premium. Suggest that since you are so wellqualified, the employer will get a fast return on his investment. Say that a growing, energetic company can never have too much talent.

12. What is your management style?
You should know enough about the company’s style to know that your management style will complement it. Possible styles include: task oriented (I’ll enjoy problem-solving identifying what’s wrong, choosing a solution and implementing it”), results-oriented (”Every management decision I make is determined by how it will affect the bottom line”), or even paternalistic (”I’m committed to taking care of my subordinates and pointing them in the right direction”).
A participative style is currently quite popular: an open-door method of managing in which you get things done by motivating people and delegating responsibility.
As you consider this question, think about whether your style will let you work hatppily and effectively within the organization.

13. Are you a good manager? Can you give me some examples? Do you feel that you have top managerial potential?
Keep your answer achievementand ask-oriented. Rely on examples from your career to buttress your argument. Stress your experience and your energy.

14. What do you look for when You hire people?
Think in terms of skills. initiative, and the adaptability to be able to work comfortably and effectively with others. Mention that you like to hire people who appear capable of moving up in the organization.

15. Have you ever had to fire people? What were the reasons, and how did you handle the situation?
Admit that the situation was not easy, but say that it worked out well, both for the company and, you think, for the individual. Show that, like anyone else, you don’t enjoy unpleasant tasks but that you can resolve them efficiently and -in the case of firing someone- humanely.

16. What do you think is the most difficult thing about being a manager or executive?
Mention planning, execution, and cost-control. The most difficult task is to motivate and manage employess to get something planned and completed on time and within the budget.

17. What important trends do you see in our industry?
Be prepared with two or three trends that illustrate how well you understand your industry. You might consider technological challenges or opportunities, economic conditions, or even regulatory demands as you collect your thoughts about the direction in which your business is heading.

18. Why are you leaving (did you leave) your present (last) job?
Be brief, to the point, and as honest as you can without hurting yourself. Refer back to the planning phase of your job search. where you considered this topic as you set your reference statements. If you were laid off in an across-the-board cutback, say so; otherwise, indicate that the move was your decision, the result of your action. Do not mention personality conflicts.
The interviewer may spend some time probing you on this issue, particularly if it is clear that you were terminated. The “We agreed to disagree” approach may be useful. Remember hat your references are likely to be checked, so don’t concoct a story for an interview.

19. How do you feel about leaving all your benefits to find a new job?
Mention that you are concerned, naturally, but not panicked. You are willing to accept some risk to find the right job for yourself. Don’t suggest that security might interest you more than getting the job done successfully.

20. In your current (last) position, what features do (did) you like the most? The least?
Be careful and be positive. Describe more features that you liked than disliked. Don’t cite personality problems. If you make your last job sound terrible, an interviewer may wonder why you remained there until now.

21. What do you think of your boss?
Be as positive as you can. A potential boss is likely to wonder if you might talk about him in similar terms at some point in the future.

22. Why aren’t you earning more at your age?
Say that this is one reason that you are conducting this job search. Don’t be defensive.

23. What do you feel this position should pay?
Salary is a delicate topic. We suggest that you defer tying yourself to a precise figure for as long as you can do so politely. You might say, “I understand that the range for this job is between $______ and $______. That seems appropriate for the job as I understand it.” You might answer the question with a question: “Perhaps you can help me on this one. Can you tell me if there is a range for similar jobs in the organization?”

If you are asked the question during an initial screening interview, you might say that you feel you need to know more about the position’s responsibilities before you could give a meaningful answer to that question. Here, too, either by asking the interviewer or search executive (if one is involved), or in research done as part of your homework, you can try to find out whether there is a salary grade attached to the job. If there is, and if you can live with it, say that the range seems right to you.

If the interviewer continues to probe, you might say, “You know that I’m making $______ now. Like everyone else, I’d like to improve on that figure, but my major interest is with the job itself.” Remember that the act of taking a new job does not, in and of itself, make you worth more money.

If a search firm is involved, your contact there may be able to help with the salary question. He or she may even be able to run interference for you. If, for instance, he tells you what the position pays, and you tell him that you are earning that amount now and would Like to do a bit better, he might go back to the employer and propose that you be offered an additional 10%.
If no price range is attached to the job, and the interviewer continues to press the subject, then you will have to restpond with a number. You cannot leave the impression that it does not really matter, that you’ll accept whatever is offered. If you’ve been making $80,000 a year, you can’t say that a $35,000 figure would be fine without sounding as if you’ve given up on yourself. (If you are making a radical career change, however, this kind of disparity may be more reasonable and understandable.)

Don’t sell yourself short, but continue to stress the fact that the job itself is the most important thing in your mind. The interviewer may be trying to determine just how much you want the job. Don’t leave the impression that money is the only thing that is important to you. Link questions of salary to the work itself.

But whenever possible, say as little as you can about salary until you reach the “final” stage of the interview process. At that point, you know that the company is genuinely interested in you and that it is likely to be flexible in salary negotiations.

24. What are your long-range goals?
Refer back to the planning phase of your job search. Don’t answer, “I want the job you’ve advertised.” Relate your goals to the company you are interviewing: ‘in a firm like yours, I would like to…”

25. How successful do you you’ve been so far?
Say that, all-in-all, you’re happy with the way your career has progressed so far. Given the normal ups and downs of life, you feel that you’ve done quite well and have no complaints.
Present a positive and confident picture of yourself, but don’t overstate your case. An answer like, “Everything’s wonderful! I can’t think of a time when things were going better! I’m overjoyed!” is likely to make an interviewer wonder whether you’re trying to fool him . . . or yourself. The most convincing confidence is usually quiet confidence.

Being taken from goodrecruits

No responses yet

Dec 27 2008

When She Loved Me

Published by b0chun under Love is CINTA?!

When somebody loved me
Everything was beautiful
Every hour spent together
Lives within my heart

And when she was sad
I was there to dry her tears
And when she was happy so was I
When she loved me

Through the summer and the fall
We had each other that was all
Just she and I together
Like it was meant to be
And when she was lonely
I was there to comfort her
And I knew that she loved me

So the years went by
I stayed the same
But she began to drift away
I was left alone
Still I waited for the day
When she’d say
I will always love you

Lonely and forgotten
Never thought she’d look my way
And she smiled at me
And held me
Just like she used to do
Like she loved me
When she loved me

When somebody loved me
Everything was beautiful
Every hour spent together
Lives within my heart

When she loved me…

No responses yet

Dec 27 2008

Berbohong dengan statistik

Published by b0chun under Panduan seminar & skripsi

Dalam bukunya Berbohong dengan Statistik, Darrel Huff mengungkapkan bahwa kebohongan itu terdiri atas 3 tingkatan, dan statistik merupakan kebohongan tingkat tertinggi. Adapun kebohongan tingkat pertama dapat dicontohkan sebagai berikut. Jika seseorang akan menjual sebuah mobil, orang bisa mengatakan, “Mobil saya ini baru, lho,” (padahal sebenarnya pada petunjuk kilometernya, misalnya sudah mencapai 100.000 kilometer). Namun, orang tersebut tidak memberikan polesan apa pun pada mobil tersebut, dia hanya mengatakan bahwa itu adalah mobil baru. Itu disebut sebagai kebohongan karena dia tidak melakukan tindakan untuk menutupi kebohongannya.
Adapun kebohongan tingkat kedua adalah menipu. Penjualan mobil dikatakan menipu apabila ia mengatakan seperti ini, “Mobil saya ini baru” dan kemudian ia melakukan berbagai usaha, di antaranya menurunkan angka kilometer, body mobil dicat ulang, mesin dibersihkan, bannya diganti baru. Karena di make-up seperti baru lagi, penjual itu mengatakan mobilnya baru. Dengan tindakannya itu orang (pembeli) menjadi tertipu. Dia telah menipu karena semuanya itu ditambahkan atau diubah agar tampak baru untuk menutupi kebohongonnya tersebut.
Dan kebohongan yang paling “kejam” adalah kebohongan dengan kebenaran statistik. Contohnya, sebuah mobil yang kilometernya sudah mencapai 100.000 tersebut bisa dia anggap baru, misalnya dengan mengadakan survei kepada 2.000 orang dengan basil bahwa mobil dengan kilometer 100.000 adalah termasuk mobil baru. Caranya dengan mengajukan pertanyaan seperti ini (karena survei dan jawaban tergantung
pertanyaan), “Kalau dibandingkan dengan mobil yang telah mencapai kilometernya yang ke 200.000, apakah mobil dengan kilometer 100.000 termasuk baru?” Pastilah 2.000 orang yang mendapatkan pertanyaan seperti itu akan menjawab bahwa mobil dengan kilometer 100.000 tersebut termasuk baru.
Contoh lainnya, ketika salah satu majalah nasional melakukan survei beberapa tahun yang lalu, dan hasil surveinya dikatakan bahwa “Ternyata dua di antara tiga lelaki di Jakarta berselingkuh”. Jika hasil tersebut kita terima secara mentah-mentah, dampak yang timbul menjadi kurang baik karena kita tidak mengetahui dengan lebih pasti basil survei tersebut sampling-nya dilakukan di mana, siapa respondennya, dan kira-kira jam berapa meskipun mereka mengatakan bahwa metode yang digunakan adalah “MULTIPLE PURPOSE RANDOM SAMPLING.” Sebab, jika mereka mengadakan surveinya di kafe-kafe pada jam 2 pagi, ya… pantas saja jika basil yang didapatkan adalah bahwa 2 di antara 3 lelaki berselingkuh. Bahkan, sebenarnya bisa juga dibuat basil survei “Bahwa lima di antara empat orang pria di Jakarta berselingkuh” (jadi ada satu orang yang bahkan berselingkuh dua kali). Caranya untuk mendapatkan basil survei tersebut mudah saja, yaitu apabila surveinya dilakukan di lokalisasi yang ramai pada jam 2 pagi.
Saya pernah bertemu seorang ahli riset dan saya memberikan tantangan seperti ini, “Bapak boleh menggunakan strategi riset apa pun, hanya ada satu hal yang akan saya sembunyikan, yang tidak pernah diungkap dan saya akan menjamin hasilnya akan sangat kecil atau boleh dikata nol, bahwa tidak seorang lelaki pun yang telah menikah itu berselingkuh. Dengan menggunakan metodologi apa pun juga, atau di mana pun juga, dan jam berapa pun juga surveinya dilakukan.” Saya hanya memberi satu syarat survei. Dan syaratnya sebenarnya mudah… yaitu pada saat survei dilakukan, istrinya harus berada di sebelahnya. Apakah dengan survei seperti itu kira¬kira akan ada basil bahwa laki-laki berselingkuh? Bahkan bisa jadi hasilnya nol. Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan hal ini saya benar-benar menekankan agar kita harus mulai sadar untuk berhati-hati menanggapi basil angket atau survei tertentu. Begitu pula halnya dengan angket atau survei yang berkaitan dengan program pemasaran yang akan kita lakukan.
Di suatu negara maju, seorang walikota pernah melakukan kebohongan statistik dengan mengatakan seperti ini, “Ketika saya menjabat sebagai walikota selama dua tahun, kejahatan menurun dengan drastis, dan statistiknya adalah seperti ini ….. (kemudian ditunjukkan angka statistiknya mulai dari tahun “x” hingga tahun “y”). Namun, setelah dia turun jabatan baru diketahui bahwa ternyata statistik angkanya dimulai dari 2200 dan 2100. Padahal sebenarnya statistiknya hanya turun 100 poin, tapi dia telah membohongi publik dengan statistik yang diberikannya. Dan angka pertamanya yang seharusnya dimulai dari angka 0 langsung menjadi angka 2200 kemudian turun menjadi angka 2100. (angka hanya contoh)

grafik-1

Selain itu, setelah diselidiki lebih lanjut, jika sekian puluh tahun data statistik tingkat kejahatan di kota tersebut dibuat gambar grafik, ternyata statistiknya selama pemerintahan siapa pun selama sepanjang sejarahnya selalu kurang-lebih seperti itu.

grafik-2 Misal, sebuah perusahaan rokok bisa saja memberikan pernyataan bahwa kurang-lebih 90% dokter yang dijadikan sampel surveinya ternyata merokok merek “tertentu”. Perusahaan tersebut seolah ingin mengatakan bahwa merokok merek “tertentu” aman, bahkan para dokter pun merokok merek itu. Mengapa hasil surveinya bisa seperti itu? Ini bisa dibuat. Ternyata, kira-kira satu bulan sebelum survei itu dilakukan (para respondennya ternyata memang kategori dokter perokok), mereka telah diberikan secara cuma-cuma 20 bungkus rokok merek “tertentu” tersebut. Kemudian ketika para dokter tersebut sudah mulai merokok merek “tertentu”, barulah diadakan survei dengan pertanyaan, “Dalam seminggu terakhir ini, Anda merokok merek apa?” Tentu saja, sebagian besar dari mereka akan menjawab rokok merek “tertentu”. Dengan contoh-contoh di atas, dalam hal ini saya ingin menekankan bahwa survei belum tentu mewakili market Anda, jadi Anda harus lebih berhati-hati dalam menanggapi hasil survei.

Sumber: Marketing Revolution (Tung Dusem Waringin)

Kembali lagi ke masalah validitas, dalam penyusunan kuesioner terkadang kita berusaha memaksakan responden untuk menjawab kuesioner sesuai dengan keinginan kita, misalnya:

Judul penelitian:

Pengaruh Store Atmosphere Yomart Pagarsih terhadap Niat Beli Ulang Konsumen

So, jika judulnya gitu seharusnya gejala awalnya adalah niat beli ulang yang buruk… Dan X yang dianggap masalah adalah buruk store atmosphere yang buruk… Jadi, sebelum menyebarkan kuesioner, si peneliti berharap si responden akan menjawab bahwa store atmosphere si Yomart itu buruk…

Maka, agar hipotesisnya diterima, ketika didapati ternyata X-nya tidak bermasalah, biasanya dia memanipulasi datanya tersebut… Atau cara kedua yang dipakai adalah memanipulasi pertanyaan sebagai berikut: Jika dibandingkan dengan Yogya, maka store atmosphere Yomart . . . .

So pasti si responden jawab JELEK donk… Padahal jelas-jelas si Yogya sama Yomart kan beda target marketnya tuh…

Nah ini dia yang namanya menipu dengan statistik…

Padahal sebenernya gpp koq hipotesis ditolak juga… That’s better loh daripada melakukan kebohongan yang bisa menyebabkan orang lain yang melihat skripsi kita menjadi TERJERUMUS  karena kesalahan yang kita lakukan…

2 responses so far

Dec 27 2008

Kata Pengantar

Published by b0chun under Panduan seminar & skripsi

Foto di bawah ini merupakan foto dosen pembimbingku yang banyak memberikan inspirasi selama kuliah… Dan sebagian besar postingan tentang dunia perkuliahan yang ada di sini juga didapat dari beliau…

foto-si-babeh
Puji dan syukur kepada TuhanYesus Kristus, karena atas segala rahmat, karunia, dan penyertaan-Nya yang diberikan, pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “PENGGUNAAN GENERIC BRAND DI INDONESIA (Suatu Kasus Pada Merek-Merek di Indonesia yang Nama Mereknya Menjadi Nama Kategori)”, untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian sidang sarjana pada Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan, Bandung.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bantuan, dorongan, saran dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Papih dan Mamih atas kasih sayang, doa, pengorbanan, dorongan, dan dukungan yang diberikan kepada penulis selama ini.
2. Bapak V. J. Wisnu Wardhono Drs., MSIE, sebagai dosen pembimbing skripsi penulis yang telah banyak memberikan masukan dan waktu yang senantiasa membantu penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih atas kesabarannya mengajarkan penulis Manajemen Pemasaran, Metodologi Penelitian, dan juga hal-hal lainnya yang tidak berkaitan dengan dunia perkuliahan. “Makasih Pa uda mau diganggu telepon/sms pagi siang sore malam dan dimanapun itu… Thankx juga buat snack & AQUA-nya selama bimbingan… Nenek-nenek ompong juga tau kalo skripsi sayah cuman 2 semester loh, Pa!!! Walaupun awalnya banyak bahasa yang hanya diketahui oleh saya dan dewa di langit saja, tetapi pada akhirnya bisa dapet A juga yah ternyata hahaha… Pokonya terima kasih Pa buat semuanya… ”
3. Ibu Dra. Judith Felicia Irawan, MT., selaku dosen wali penulis, yang telah memberikan banyak saran dan masukan selama penyelesaian studi di Universitas Katolik Parahyangan.
4. Ibu Elizabeth T.M, Dra., Ak., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan Bandung.
5. Ibu Budiana Gomulia, Dra., M.Si., selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan Bandung.
6. Bapak Agus Hasan, P.A., M.Si., selaku dosen seminar penulis yang telah banyak memberikan bantuan, masukan-masukan, dan dorongan selama penulis menjalani seminar. Terima kasih juga atas pinjaman buku-bukunya selama penyusunan skripsi.
7. Ibu Triyana Iskandarsyah, Dra., M.Si. dan Ibu Brigita Meylianti S, SE, M.Si. selaku dosen penguji mata kuliah pembulat, atas masukan terhadap skripsi penulis. “Maap Bu waktu sidang saya sedikit mengecewakan… Tapi seengganya sekarang saya jadi ngerti tentang brand equity dan apa bedanya kualitas sebelum & sesudah era TQM hehehe…”
8. Segenap dosen beserta para staf administrasi, staf perpustakaan, pekarya, dan satpam Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan Bandung yang telah banyak membantu penulis menjalankan masa perkuliahan.
9. Segenap guru penulis, dari TK Kuncup Harapan, SD Charitas, SDK 6 BPK Penabur, SLTPK 1 BPK Penabur, dan SMUK 1 BPK Penabur, yang telah banyak memberikan bekal kepada penulis sehingga dapat mencapai jenjang pendidikan sekarang ini.
10. Faustine Tamara, yang setiap hari selalu setia menemani penulis ngobrol dan telah banyak memberikan dukungan dalam pembuatan skripsi ini. “Thankx banget Tine buat semua yang uda u lakuin ke gua selama ini… I love u so much…”
11. Maureen Tamara, yang selalu memotivasi penulis dengan menanyakan perkembangan skripsi dan menjadi teman curhat penulis. “Maap yah Mau2x… Sayah tidak dapat menepati janjiku padamu… Sayah hanya dapat berterima kasih buat dukungannya selama ini…”
12. Julianna Wahju, yang ketika menjelang sidang setiap hari selalu menyemangati penulis. “Thankx ya, Ngok2x!! Gara2 macan persiapan sidang gua bukannya belajar malah berubah jadi maen DOMO teruz setiap hari… Tapi gpp lah, menjelang sidang seengganya gua jadi ga stress… Tapi ya itu dia MO nya cuman baca-baca doank deh sejam sebelom sidang… Ditanya MO ingetnya DO-MO, jadi aja ga bisa jawab apa itu TQM wkwkwk…”
13. Koko Dhe-Dhe yang tampan, tiada tanding, tiada banding. “Thankx, De!!! Uda ngebela-belain bawa handycam-mu yang mahal itu hanya buat nge-shoot sidang gua… Padahal sebenernya mah u teh mau pamer ya, De?! ZzZzzZz…”
14. Teman-teman yang telah memberikan contoh skripsi kepada penulis:
Agha S.E., Agus S.E., Alvin Hendarta S.E., Billy Marianto S.E., Chindra Marlina S.E., Diana S.E., Jennifer S.E., Julianna Wahju S.E., Leidya S.E., Lestari Putri S.E., Lina Agustina S.E., Lita S.E., Maharani Susan S.E., Mandy Lukius S.E., Maureen Tamara S.E., Michelle Benita S.E., Ritawati Setiawan S.E., Setiani Yudi S.E., Shinta Lusiana S.E., Suzana Wahju S.E., Velia Febrianti S.E., Yessie Fransiska S.E., Yolla Margaretha S.E., Yudris S.E., dkk. Karena kalian, selama penyusunan skripsi penulis hampir tidak pernah ‘nongkrong’ di perpustakaan. “Sekarang gua juga udah SE loh… Akhirnya…”
15. Teman-teman yang sudah mempercayakan penulis untuk berkonsultasi masalah pelajaran, seminar, dan skripsi… “Sekarang sayah yang thankx balik ke kalian… Karena kalian, ilmuku sedikit demi sedikit menjadi bertambah… Kalianlah yang membuatku dapat berpikir kritis… Sorry juga kalo terkadang gua jahad ke kalian. Anggep aja itu sebagai latihan mental… Soalnya sayah selalu berpikir, daripada dibantai di ruang sidang lebih baik dibantai dulu di luar ruang sidang, betul?!”
16. Emon dan Chan Lung, yang selalu siap membantu ketika penulis mengalami masalah seputar komputer. “Terima kasih, teman!!! Sekarang gua uda mayan jago loh benerin masalah komputer sendiri hahaha…”
17. Teman-teman yang selama kuliah banyak membantu penulis, baik meminjamkan catatan, membantu mengerjakan tugas, dan juga mengajari penulis: Alvin, Apau, Astrid, Chindra, Chiphie, Cindy, Cing2x, Diedy, Ellaine, Erlie, Faustine, Felia, Gama, H-J., Helen, Henchun, Inge, Irma, Irna, Jenny, Juliana, Lei, Mandy, Merry, Michelle, Nofi, Pipin, Raymond, Riri, Rita, Se2, Shinta, Suryanto, Suzan, Sylvia, Tania, Utty, Valent, Yessa, Yessy, Yuli, Yowan, dll (dan lupa lagi). 
18. Teman-teman yang membantu mengedit skripsi ini: Faustine, Jane, Julianna, Mandy, Ritawati, dan Setiani. “Ini adalah nama orang-orang yang waktu minta periksain seminar/skripsi selalu gua ejek-ejek gara-gara BI-nya jelek… Eh, ternyata…. BI-nya ada yang lebih jelek lagi dari mereka hahaha… Terima kasih kawan…”
19. Teman-teman yang membantu menyebarkan kuesioner: Apau, Guren, Lina, Maureen, Jennifer, Shinta, Siska, Tomat (“Walaupun kuesionernya ilang semua tapi tetep thankx, Tom!!!”). Tentunya terima kasih juga buat semua yang uda ngisi kuesionernya. Walaupun jawabannya banyak yang ga reliable tetep thankx deh pokonya mah ya hehehe… 
20. Teman-teman penulis semasa SMA: Edu, Ence, Jimmy, Heryanto, H-J., Karel, Mamih, Mima, Paula Halim & Cimahi, Soso, Verin, Xindi, Yolla, Yoyo, dan yang lainnya. Terima kasih untuk persahabatannya selama ini.
21. Teman-teman yang selalu bermain dan berbagi kebahagiaan bersama: Dhe-Dhe, Femmy, Guren, Henchun, Jane, Lizhen, Renald, Siska, Tjung Han, Tomat, Yowan. “PVJ lagi PVJ lagi… Ga ada tempat laen apa???”
22. Teman-teman yang selalu setia menemani penulis ngobrol: Apau, Christine Valentine, Emon, Novie, Se2x, dan yang lainnya. “Maap yah HP sayah emang suka error… Walaupun lama baleznya tapi pasti dibalez kan?!”
23. Semua anak-anak bimbingan Pa Wisnu yang telah bersama-sama berjuang dalam pembuatan skripsi, bersama-sama melewati hari-hari yang penuh dengan tanda tanya dan penantian, serta bersama-sama menikmati MONKEY SEE MONKEY DO. “Mari kita ganti istilah MSMD tersebut menjadi TTM: TuTurut Munding…” 
24. Anak-anak B2-UNPAR, teman-teman futsal, teman-teman badminton, teman-teman chatting, dan teman-teman lainnya.
25. Semua orang yang menyayangi penulis dengan tulus, yang tidak dapat penulis ucapkan satu per satu. Terima kasih untuk segala kasih sayang dan doa kalian semuanya. Karena tanpa doa kalian, penulis tidak mungkin ada di sini dan menyelesaikan skripsi serta meraih gelar S-1. Biarlah hanya Tuhan yang membalas segala kebaikan kalian dan melimpahi dengan berkat-Nya.
Dan segenap pihak-pihak yang telah memberikan bantuannya, baik berupa moral ataupun material, dan baik secara langsung ataupun tidak langsung kepada penulis, yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Hanya doa yang dapat penulis panjatkan, kiranya Tuhan Yesus membalas semua kebaikan mereka dengan memberikan rahmat dan kasihnya.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak luput dari kekurangan karena terbatasnya prasarana, pengetahuan, kemampuan serta keterbatasan penyampaian pikiran lewat tulisan. Walau demikian, penulis sangat berharap, kiranya skripsi ini dapat bermanfaat bagi rekan dan pembaca dapat memberikan suatu masukan yang berarti bagi yang memerlukan. Terima kasih.

Bandung, Januari 2008

Ivan Prasetya

think-black

2 responses so far

 Page 1 of 2  1  2 »

Search