Dec 27 2008
Validity vs. Reliability
Ini dulu pernah jadi pertanyaan favorit Ibu Judith ketika nyidang:
“Apa beda validitas dan reliabilitas??? Terus diujinya mana terlebih dahulu???”
Dan ini adalah pertanyaan favorit mahasiswa dari tahun ke tahun:
“Sebenernya harus ga sich kita pake uji validitas dan reliabilitas???”
Beberapa dosen senior mungkin akan berteriak-teriak: “PERLUUU!!!”
Tetapi dosen yang mengaku lebih senior akan berkata seperti ini:
“Oh, untuk tingkatan S-1 ga wajib itu, kalo S-2 nah baru…”
Padahal di luaran sana ia membangga-banggakan bahwa kurikulum S1-Manajemen UNPAR itu setara loh dengan program Magister Manajemen-nya…
Perlu ga perlu, harus ga harus, atau apapun itu, menurutku pribadi sebenernya yang namanya uji validitas dan reliabilitas itu WAJIB hukumnya untuk case-case tertentu, dan tidak perlu dilakukan untuk case-case lainnya…
Terlebih dahulu marilah kita membahas apa itu validitas dan apa itu reliabilitas…
Valid sendiri berarti benar/tepat… Uji VALIDITAS menguji apakah alat ukur yang digunakan sudah benar atau belum, apakah si KUESIONER sudah melakukan pengukurannya secara tepat atau belum…
Misalnya saja, kita ingin menimbang berat badan, tetapi kita menggunakan alat ukur berupa penggaris/meteran >>> Ini mah Jaka Sembung bawa golok alias BENER-BENER GA VALID PIZAN!!!
Tapi, kita bisa mengetahui berat badan dengan berbagai metode:
1. Isikan air ke dalam bak sampai penuh… Lalu masukkan tubuh seluruhnya ke dalam bak… Lalu kita ukur berapa liter air yang tumpah… Dengan asumsi bahwa 1 liter air = 1 kg, maka berat badan kita = banyaknya liter air yang tumpah
2. Dengan menggunakan jungkat-jungkit anak SD
3. Dengan menggunakan timbangan besi yang kiloannya kasar
4. dengan menggunakan timbangan badan yang menggunakan pegas
5. dengan menggunakan timbangan digital
Dari nomor 1 sampai ke nomor 5 masing-masing alat dapat digunakan untuk mengukur berat badan, tetapi dari atas ke bawah tingkat pengukurannya makin akurat >>> Oleh karena itu dikatakan VALIDITAS nya makin tinggi…
Berbeda dengan validitas, RELIABILITAS mengukur apakah si responden sudah menjawab kuesioner dengan jujur/terpercaya belum???
Bisa jadi walaupun alat ukur yang kita gunakan sudah sangat baik, tetapi si responden ini menjawabnya asal-asalan saja, maka hasil kuesionernya patut dipertanyakan… Misalnya saja, kita sudah menggunakan timbangan digital yang sangat akurat untuk menimbang berat badan, tetapi ketika ditimbang, si dudut teh loncat-loncatan, ato misalnya dia malah ngantongin batu bata segede goblog, yang menjadikan kita mandapati hasil pengukuran yang kacau… Maka hasil pengukurannya dikatakan TIDAK RELIABEL…
Perhatikan gambar di bawah ini:
Misalkan saja saya menembak dengan menggunakan 3 buah senapan… Semuanya diarahkan tepat ke tengah bidang sasaran, tetapi dari ketiganya didapati hasil tembakan seperti berikut:

Gambar yang paling kiri menunjukkan TIDAK VALID dan TIDAK RELIABEL…
Gambar yang tengah menunjukkan RELIABEL, tetapi TIDAK VALID…
Sedangkan gambar yang kanan menunjukkan VALID dan RELIABEL…
Kesalahan-kesalahan umun terjadi ketika kuesioner dibuat dengan memungkinkan si responden bisa berbohong karena pertanyaan yang bisa, contoh:
“Apakah Anda termasuk mahasiswa yang rajin?”
“YA!!!”
“Dari skala 1 sampai 5 kira-kira tingkat kerajinan Anda ada di mana?”
“4 = RAJIN”
Melihat hasil ini mungkin kita akan berpikir bahwa responden kita adalah mahasiswa yang rajin, tetapi mari kita sajikan ulang pertanyaan-pertanyaan lainnya yang dapat mengukur tingkat kerajinan secara VALID:
“Dalam sehari berapa jam waktu yang Anda habiskan untuk mengulang bahan kuliah?”
“TIDAK PERNAH”
“Dalam 1 minggu berapa kali Anda singgah ke perpus untuk belajar/membuat tugas?”
“HAMPIR TIDAK PERNAH”
“Dalam 1 bulan berapa banyak buku yang habis Anda baca?”
“GA PERNAH BACA BUKU”
Seperti inikah yang dinamakan rajin???
So, hati-hati dengan validity >>> Hati-hati ketika menyusun kuesioner!!!
Dan inilah contoh kuesioner yang TELAH di-acc oleh seorang dosen senior yang pendapatnya tidak dapat diganggu gugat:
Produk yang disediakan oleh Pasaraya X lengkap dengan kualitas yang baik dan harga yang relatif murah.
STS >TS >KS > S > SS
Ini adalah contoh kuesioner yang SANGAT TIDAK VALID!!!
Misal kita mau bilang produknya lengkap, tapi kualitasnya kurang dan harganya juga cenderung mahal, maka apa yang akan kita isi???
Seharusnya 1 pertanyaan HANYA MENGUKUR 1 sub variabel aja, Pak!!!
Ini bukan masalah salah atau benar, tapi masalah logis apa kaga… (copy cut kata-kata si babeh hahaha…)
…….
Masalah reliabilitas lebih lucu lagi…
Ketika seseorang ditanya: “Apakah Anda mengetahui tentang MM UNPAR?”
Dia jawab: “GATAU”
Trz di bawanya kan biasanya ada pertanyaan lagi: “Menurut Anda kualitas MM UNPAR bagaimana?”
Dia jawab lagi: “BAGUS” >>> Sotoy banget dah…
Ato contoh laennya:
“Si Pa Wisnu ngajarnya enakeun ga???”
“Wah enakeun bngt lah dia mah…”
“Kalo dosen metlit+marketing yang ruangnya di 9522 ngajarnya gmn???”
“Nah kalo yg ini mah ga enak bngt lah pokonya” >>> Nah ini jawabnya geblek >>> Jelas-jelas dosen metlit+marketing yang bertapa di 9522 = Wisnu Wardhono
Ato ini dech satu contoh lagi:
Si Cuplis: “Tom, menurut loe BOLT rame ga???
Si Tom: “Wah rame banget, ceritanya seru, animasinya juga mantap, kocak pula lagi…”
Si Cuplis: “Ah menurut gua mah jelek ah, apa lucunya coba? Ceritanya juga garink tuch…”
Si Tom: “Ooo…”
Keesokan harinya…
Aku: “Tom, BOLT gmn??? Rame ga??? “
Si Tom: “Biasa aja menurut gua mah, uda mah gambarnya kurang bagus, ceritanya kurang seru pula…” >>> Nah ini omongannya ga bisa dipercaya kan…
…….
Kembali ke topik permasalahan…
Jadi, validity sama reliability mana duluan yang diukur???
Yach jelas lah validity doeloe >>> Karena menguji apakah si kuesioner sudah tepat belom ngukurnya >>> Kalo uda tepat baru sebar kuesioner >>> Kalo uda sebar kuesioner baru uji reliability >>> Buat nguji apakah si responden jujur ga jawabnya >>> Kalo uda uji ini semua biasanya dilakukan uji normalitas…
Apa itu uji normalitas???
Selengkapnya dijelaskan dalam postingan lainnya oks…
…….
Oh, kelupaan…
Gini nich caranya uji validitas & reliabilitas pake SPSS:
Masuk ke Analyze >>> Scale >>> Reliability
Teruz variabelnya kita pindahkan ke kolom sebelah kanan…
Di Statistic pilih Scale if item delete >>> Continue >>> OK
Kita lihat yg corrected item-total correlation ada yang lebih kecil dari r-table ga, kalo ada berarti ga valid >>> harus dibuang >>> kalo ada lebih dari satu buang dulu 1 biji yang paling kecil >>> uji lagi sampe uda valid semua…
Teruz yang buat reliabilitas kita lihat yang alpha if item deleted ada yang lebih kecil dari r-table ga… Biasanya sich ngga, jadi cukup liat yang validitasnya aja…
Kalo jumlah sampelnya sangat sedikit disarankan uji reliabilitasnya menggunakan excel, dengan cara split-half reliability…



