Dec 27 2008

Validity vs. Reliability

Published by b0chun at 1:32 pm under Panduan seminar & skripsi

Ini dulu pernah jadi pertanyaan favorit Ibu Judith ketika nyidang:

“Apa beda validitas dan reliabilitas??? Terus diujinya mana terlebih dahulu???”

Dan ini adalah pertanyaan favorit mahasiswa dari tahun ke tahun:

“Sebenernya harus ga sich kita pake uji validitas dan reliabilitas???”

Beberapa dosen senior mungkin akan berteriak-teriak: “PERLUUU!!!”

Tetapi dosen yang mengaku lebih senior akan berkata seperti ini:

“Oh, untuk tingkatan S-1 ga wajib itu, kalo S-2 nah baru…”

Padahal di luaran sana ia membangga-banggakan bahwa kurikulum S1-Manajemen UNPAR itu setara loh dengan program Magister Manajemen-nya…

Perlu ga perlu, harus ga harus, atau  apapun itu, menurutku pribadi sebenernya yang namanya uji validitas dan reliabilitas itu WAJIB hukumnya untuk case-case tertentu, dan tidak perlu dilakukan untuk case-case lainnya…

Terlebih dahulu marilah kita membahas apa itu validitas dan apa itu reliabilitas…

Valid sendiri berarti benar/tepat… Uji VALIDITAS menguji apakah alat ukur yang digunakan sudah benar atau belum, apakah si KUESIONER sudah melakukan pengukurannya secara tepat atau belum…

Misalnya saja, kita ingin menimbang berat badan, tetapi kita menggunakan alat ukur berupa penggaris/meteran >>> Ini mah Jaka Sembung bawa golok alias BENER-BENER GA VALID PIZAN!!!

Tapi, kita bisa mengetahui berat badan dengan berbagai metode:

1.  Isikan air ke dalam bak sampai penuh… Lalu masukkan tubuh seluruhnya ke dalam bak… Lalu kita ukur berapa liter air yang tumpah… Dengan asumsi bahwa 1 liter air = 1 kg, maka berat badan kita = banyaknya liter air yang tumpah

2. Dengan menggunakan jungkat-jungkit anak SD

3. Dengan menggunakan timbangan besi yang kiloannya kasar

4. dengan menggunakan timbangan badan yang menggunakan pegas

5. dengan menggunakan timbangan digital

Dari nomor 1 sampai ke nomor 5 masing-masing alat  dapat digunakan untuk mengukur berat badan, tetapi dari atas ke bawah tingkat pengukurannya makin akurat >>> Oleh karena itu dikatakan VALIDITAS nya makin tinggi…

Berbeda dengan validitas, RELIABILITAS mengukur apakah si responden sudah menjawab kuesioner dengan jujur/terpercaya belum???

Bisa jadi walaupun  alat ukur yang kita gunakan sudah sangat baik, tetapi si responden ini menjawabnya asal-asalan saja, maka hasil kuesionernya patut dipertanyakan… Misalnya saja, kita sudah menggunakan timbangan digital yang sangat akurat untuk menimbang berat badan, tetapi ketika ditimbang, si dudut teh loncat-loncatan, ato misalnya dia malah ngantongin batu bata segede goblog, yang menjadikan kita mandapati hasil pengukuran yang kacau… Maka hasil pengukurannya dikatakan TIDAK RELIABEL…

Perhatikan gambar di bawah ini:

Misalkan saja saya menembak dengan menggunakan 3 buah senapan… Semuanya diarahkan tepat ke tengah bidang sasaran, tetapi dari ketiganya didapati hasil tembakan seperti berikut:

validity-vs-reliability1

Gambar yang paling kiri menunjukkan TIDAK VALID dan TIDAK RELIABEL…

Gambar yang tengah menunjukkan RELIABEL, tetapi TIDAK VALID…

Sedangkan gambar yang kanan menunjukkan VALID dan RELIABEL…

Kesalahan-kesalahan umun terjadi ketika kuesioner dibuat dengan memungkinkan si responden bisa berbohong karena pertanyaan yang bisa, contoh:

“Apakah Anda termasuk mahasiswa yang rajin?”

“YA!!!”

“Dari skala 1 sampai 5 kira-kira tingkat kerajinan Anda ada di mana?”

“4 = RAJIN”

Melihat hasil ini mungkin kita akan berpikir bahwa responden kita adalah mahasiswa yang rajin, tetapi mari kita sajikan ulang pertanyaan-pertanyaan lainnya yang dapat mengukur tingkat kerajinan secara VALID:

“Dalam sehari berapa jam waktu yang Anda habiskan untuk mengulang bahan kuliah?”

“TIDAK PERNAH”

“Dalam 1 minggu berapa kali Anda singgah ke perpus untuk belajar/membuat tugas?”

“HAMPIR TIDAK PERNAH”

“Dalam 1 bulan berapa banyak buku yang habis Anda baca?”

“GA PERNAH BACA BUKU”

Seperti inikah yang dinamakan rajin???

So, hati-hati dengan validity >>> Hati-hati ketika menyusun kuesioner!!!

Dan inilah contoh kuesioner yang TELAH di-acc oleh seorang dosen senior yang pendapatnya tidak dapat diganggu gugat:

Produk yang disediakan oleh Pasaraya X lengkap dengan kualitas yang baik dan harga yang relatif murah.

STS >TS >KS > S > SS

Ini adalah contoh kuesioner yang SANGAT TIDAK VALID!!!

Misal kita mau bilang produknya lengkap, tapi kualitasnya kurang dan harganya juga cenderung mahal, maka apa yang akan kita isi???

Seharusnya 1 pertanyaan HANYA MENGUKUR 1 sub variabel aja, Pak!!!

Ini bukan masalah salah atau benar, tapi masalah logis apa kaga… (copy cut kata-kata si babeh hahaha…)

…….

Masalah reliabilitas lebih lucu lagi…

Ketika seseorang ditanya: “Apakah Anda mengetahui tentang MM UNPAR?”

Dia jawab: “GATAU”

Trz di bawanya kan biasanya ada pertanyaan lagi: “Menurut Anda kualitas MM UNPAR bagaimana?”

Dia jawab lagi: “BAGUS”  >>> Sotoy banget dah…

Ato contoh laennya:

“Si Pa Wisnu ngajarnya enakeun ga???”

“Wah enakeun bngt lah dia mah…”

“Kalo dosen metlit+marketing yang ruangnya di 9522 ngajarnya gmn???”

“Nah kalo yg ini mah ga enak bngt lah pokonya” >>> Nah ini jawabnya geblek >>> Jelas-jelas dosen metlit+marketing yang bertapa di 9522 = Wisnu Wardhono

Ato ini dech satu contoh lagi:

Si Cuplis: “Tom, menurut loe BOLT rame ga???

Si Tom: “Wah rame banget, ceritanya seru, animasinya juga mantap, kocak pula lagi…”

Si Cuplis: “Ah menurut gua mah jelek ah, apa lucunya coba? Ceritanya juga garink tuch…”

Si Tom: “Ooo…”

Keesokan harinya…

Aku: “Tom, BOLT gmn??? Rame ga??? “

Si Tom: “Biasa aja menurut gua mah, uda mah gambarnya kurang bagus, ceritanya kurang seru pula…” >>> Nah ini omongannya ga bisa dipercaya kan…

…….

Kembali ke topik permasalahan…

Jadi, validity sama reliability mana duluan yang diukur???
Yach jelas lah validity doeloe >>> Karena menguji apakah si kuesioner sudah tepat belom ngukurnya >>> Kalo uda tepat baru sebar kuesioner >>> Kalo uda sebar kuesioner baru uji reliability >>>  Buat nguji apakah si responden jujur ga jawabnya >>> Kalo uda uji ini semua biasanya dilakukan uji normalitas…

Apa itu uji normalitas???

Selengkapnya dijelaskan dalam postingan lainnya oks…

…….

Oh, kelupaan…

Gini nich caranya uji validitas & reliabilitas pake SPSS:

Masuk ke Analyze >>> Scale >>> Reliability

Teruz variabelnya kita pindahkan ke kolom sebelah kanan…

Di Statistic pilih Scale if item delete >>> Continue >>> OK

Kita lihat yg corrected item-total correlation ada yang lebih kecil dari r-table ga, kalo ada berarti ga valid >>> harus dibuang >>> kalo ada lebih dari satu buang dulu 1 biji yang paling kecil >>> uji lagi sampe uda valid semua…

Teruz yang buat reliabilitas kita lihat yang alpha if item deleted ada yang lebih kecil dari r-table ga… Biasanya sich ngga, jadi cukup liat yang validitasnya aja…

Kalo jumlah sampelnya sangat sedikit disarankan uji reliabilitasnya menggunakan excel, dengan cara split-half reliability…

Bookmark and Share

Random Posts

Tags

18 Responses to “Validity vs. Reliability”

  1. thzon 29 Jan 2009 at 1:13 am

    itu yg lu tulis bukannya cara ngukur validitas?

  2. b0chunon 29 Jan 2009 at 1:22 am

    Thankx Tom koreksiannya…
    Uda dibenerin tuch…
    Lagi ngelindur gua ngetiknya huhuhu…

  3. unuzon 18 May 2009 at 12:35 am

    cun, klo buat yg 1 variabel aja, apa perlu uji2 validitas reliabilitas jg ?

  4. b0chunon 18 May 2009 at 1:21 am

    Intinya, kalo u sebar kuesioner alias ngumpulin data, tetap perlu bozz…
    Yach minimal pake face validity dech…

  5. b0chunon 09 Jun 2009 at 4:38 pm

    Jika Anda bertanya apakah kuesioner Anda reliabel atau tidak, maka saya tidak dapat membantu, karena sesuai penjelasan di atas, masalah reliabel menyangkut masalah kejujuran si responden, apakah jawabannya ‘ngawur’ atau tidak…
    Tetapi, membahas masalah validity, sebenarnya validity sendiri ada berbagai macam…
    Mulai dari construct validity (jika tidak salah) yang terdiri dari face validity (bertanya pada ahli tentang bahasan kuesioner) dan content validity (melihat apakah isi kuesioner sudah mewakili apa yang hendak diukur atau belum, biasanya dilihat dari teori), dan masih ada beberapa jenis validity yang lainnya…

    Tetapi saran saya sich hanya satu:
    Jika ingin kuesioner Anda valid, maka hindarilah kata-kata/pertanyaan/pertanyaan yang bisa membuat pusing si responden (bias), masukkan hanya 1 jenis pengukuran saja dalam setiap pertanyaannya, dan masih banyak lagi hal-hal yang perlu diperhatikan agar suatu kuesioner bisa valid (mohon maaf, saya tidak dapat menguraikannya satu per satu, karena pengetahuan saya semuanya didasarkan kepada pengalaman)…

    Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan post di sini…
    Mudah-mudahan saya bisa membantu permasalahan Saudara…
    Terima kasih…

  6. b0chunon 11 Jun 2009 at 12:37 pm

    Contoh yang GA RELIABEL nich:

    b0chun: u tau dari mana gua skul lg?
    cindy octavia: lupa euy
    cindy octavia: ada yg blg tp dah lama
    b0chun: oh
    b0chun: perasaan skul juga baru bngt dech
    cindy octavia: g tau skitar 2 blnan lalu
    b0chun: oh
    cindy octavia: tuh jg org nya br blg kynya mo kul lg
    b0chun: ic ic
    b0chun: hebat org nya yg tau saya mau kul lg
    cindy octavia: haha
    cindy octavia: u kan org famous
    cindy octavia: hehe
    b0chun: teman2x terdekatku aja baru pada tau 3 minggu lalu padahal
    cindy octavia: oh ya
    cindy octavia: hebat jg
    cindy octavia: hehe

    Aneh yach, ada yang uda tau duluan 2 bulan yang lalu…
    Bulan lalu aja padahal saya belum memutuskan untuk S2…
    Siapakah orang yang tahu lebih dulu daripada saya???
    Apakah dia TUHAN???
    ZzZzzZz…

  7. Fernando Satriaon 16 Jun 2009 at 9:49 am

    Mas Bochun, mohon maaf, bisa ngga comment saya diatas di delete? Takutnya disalahgunakan pihak tertentu. Sila mail ke saya untuk jelasnya.

    Gracias,

    Fernando

  8. b0chunon 18 Jun 2009 at 8:19 pm

    Oks…
    Sudah saya delete…
    Terima kasih…

  9. Arifon 14 Jul 2009 at 9:45 pm

    Uji validitas yang variabelnya hanya memiliki satu item pertanyaan tidak dapat diuji validitas,minimal 2 item pertanyaan dan untuk mendapatkan nilai reliabiliti sangat sulit Terpenuhi (kecuali anda orang beruntung)
    Tidak ada niat untuk pembodohan, kendala terpenuhinya validitas sering menghambat peneliti untuk melanjutkan penelitiannya. Salah satu caranya dimanipulasi agar data tersebut bisa valid dan reliabel. Saya sering membantu teman yang kesulitan menghadapi dosen yang ngotot tetap harus diuji validitas dan reliabilitas. kalau ada yang tidak valid disuruh ganti pertanyaan, la kalo bolak balik diganti gak valid, walah, buang-buang waktu dan biaya. ya saya manipulasi saja pakai SPSS, he… I did’it, click on my name and u can fine my blogsite.

  10. YUNIon 15 Jul 2009 at 9:01 am

    MW TANYA NI, SY BNUNG TENTANG VALIDITAS AND RELIABILITAS.
    SAYA MELAKUKAN PENELITIAN TENTANG TEACHING, SAYA HANYA MEMBERI SOAL TOPIK KARANGAN. BAGAIMANA SAYA HARUS MENJABARKAN BAHWA INSTRUMEN ITU VALID DAN RELIABLE?
    SEDANGKAN DOSEN SAYA MENYURUH MEMAKAI ITU. SOAL SAYA HANYA TOPIK UNTUK TES KARANGAN, BAGAIMANA SI?
    KATA DIA KLO DATA VALID ITU BS JG RELIABLE DAN ADA JUGA VALID TP TDK RELIABLE. SAYA HARUS BC BUKU APA SUPAYA BS MENJAWAB ITU DAN ADA DASARNYA SAYA MENGATAKAN ITU.
    MOHON DIJAWAB!

  11. Arifon 18 Jul 2009 at 7:13 am

    mb yuni, coba baca bukunya Arhkunto tentang cara membuat instrumen. klo sulit cari bukunya sulit, ya..tanya sama om Google ketik “inurl:i?ndex of? arikunto pdf” tanpa tanda kutip, cari deh.

    mampir ya http://www.manipulasidata.tk thanks

  12. son 26 Jul 2009 at 8:17 pm

    1.mau tanya, responden cuman 6 orang, spss menujukkan pengaruh variabel X dan Y gede pisan 0,93

    2. tapi ga valid karena corrected item total correlation 0.992 di bawah r table 2,1318 (dengan alpha 5 %)

    tolong dari 2 hal tersebut bantu gw untuk jelasin ke dosennya secara logis gimana ?

    skripsi gw udah bab 5 bingung banget

    thx a lot

  13. b0chunon 27 Jul 2009 at 10:55 pm

    6 orang sich pake Excel aja, dikorelasiin…
    Kalo dibandingin sama r-table pake Cronbach-Alpha sich dijamin reject dech…
    Korelasiin aja pake Excel, tanya sama dosennya…

  14. raineron 15 Aug 2009 at 12:34 pm

    mohon bantuan nya , saya sedang binggung , kuisioner saya saat di uji validitasnya menghasilkan rxy dibawah rxy tabel . ada tidak cara cara yang dapat membuat kuisioner kita bisa valid. mohon bantuanya .
    terima kasih

  15. FSon 14 Sep 2009 at 11:05 pm

    btw nyari r tabel tuh gimana yah?
    bukannya reliabel cukup berpatokan pada angka 0,06?
    jadi daitas 0,06 maka itu sudah bisa dibilang reliabe?

  16. b0chunon 17 Sep 2009 at 2:27 pm

    Cari r-table kan uda dijelasin di postingan laennya…
    Coba search aaj dech, pasti ada koq…

  17. chikyon 24 Dec 2009 at 4:55 pm

    g stut masalah yang mendahului dan didahului antara validitas and reliabilitas……
    menurut referensi yang saya baca uji reliabilitas harus diduluin soale variabel yang ingin diuji harus konsisten dulu baru diuji variabel tu benar/valid apa g……….
    malah dikatakan bahwa reliabilitas tu prerequisite dari validitas>

  18. Annieon 22 Feb 2010 at 11:09 pm

    Makasihh….tengkyu……kamsia….boeat semua info nya.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

You can add images to your comment by clicking here.

Search