Archive for January 3rd, 2009

Jan 03 2009

Berpikirlah sebelum bertindak!!!

Published by b0chun under It's all about LIFE!!!

Beberapa waktu yang lalu aku sempat melihat Friendster-nya si Riema dan menemukan shoutout yang menggugah hati, akhirnya aku nge-google dan mendapatkan artikel lengkapnya…

Diceritakan di ruang tunggu sebuah bandara, seorang ibu muda terlihat tengah menunggu pesawat yang akan membawanya terbang. Karena harus menunggu keberangkatan cukup lama, ia memutuskan untuk membeli buku. Ia juga membeli sebungkus biskuit sebagai camilan sambil membaca buku. Itu memang lebih baik sebagai pengusir kejenuhan.

Si ibu muda duduk di salah satu kursi ruang VIP. Dengan menyadarkan tubuhnya yang terlihat terawat dengan baik, ia mulai membaca buku yang baru dibeli. Karena mungkin isi bukunya menarik, si ibu muda langsung saja tersihir untuk tetap fokus pada bacaan. Dia seperti tidak ingin terganggu oleh kesibukan di sekitarnya.

Di kursi sebelah, yang cuma dipisahkan meja kecil, duduk seorang pria yang lantas saja sibuk membuka majalah dan larut membaca. Di atas meja tampak sebungkus biskuit. Untuk beberapa saat, si ibu muda tak terusik oleh kehadiran pria lumayan tampan di sebelahnya. Ia hanya sempat melirik sejenak memastikan orang yang duduk di sebelahnya adalah orang baik-baik. Matanya juga sempat menangkap bungkus biskuit di atas meja.

Si ibu muda mulai terusik ketika ia mengambil sepotong biskuit dari bungkusnya di atas meja. Si pria pun ikut mengambil sepotong. Untuk kedua kalinya pun begitu. Si ibu muda jadi merasa terganggu oleh prilaku pria di sebelahnya. Iapun berguman saking dongkolnya: “Huh…! Menyebalkan! Ingin rasanya kutampar saja mukanya!”

Sialnya, kejadian itu tidak berlangsung satu-dua kali. Tapi setiap si ibu muda mengambil sepotong biskuit, si pria pun selalu ikut mengambil sepotong. Hampir amarah si ibu muda meledak kalau tidak ingat sedang berada di ruang VIP. Ia begitu geram melihat perbuatan pria yang dianggapnya sangat tidak sopan.

Ketika biskuit tinggal sepotong, si ibu muda bergumam dalam hati: “Coba saja! Ingin lihat apa yang akan dilakukannya.” – Konyolnya, tanpa merasa jahil, si pria membelah biskuit. Ia mengambil separoh dan mempersilahkan si ibu muda untuk menikmati sisa parohannya. Walau si pria tersenyum simpatik menawarkan, namun hati si ibu muda sudah tidak tahan. “Keterlaluan!!” rutuknya dalam hati sambil bergegas mengemasi barang dan pindah ke boarding room. Ibu muda merasa harga dirinya telah dipermainkan. Benar-benar menjijikkan laki-laki yang tidak kenal sopan santun itu!

Masih dengan kegeraman hati oleh kejadian yang baru dialaminya, akhirnya si ibu muda berusaha lebih menangkan diri setelah duduk di dalam pesawat yang akan membawanya pergi. Dia pikir, lebih cepat berangkat, lebih cepat pula melupakan si pria “kurang ajar”.

Minat untuk melanjutkan bacaan buku yang sempat tertunda tadi sudah hilang. Ibu muda ingin mencoba tidur saja. Maka, ia membuka tas jinjing miliknya untuk mengambil kaca mata. Betapa terkejutnya dia… Ternyata biskuit yang dibelinya tadi masih utuh dalam tas jinjingnya. Melihat itu mulut si ibu muda kontan ternganga dengan mata besar seperti tak percaya. Rasa malu, merasa bersalah, dan menyesal menyesak dada hingga membuatnya sulit bernafas.

Pria tadi membagi biskuit kepunyaannya kepada si ibu muda tanpa merasa marah, terganggu, ataupun merasa rugi. Sementara si ibu muda, tanpa menyelidiki terlebih dulu biskuit itu milik siapa, sudah begitu marah saat sesamanya manusia turut menikmati kebahagiaannya.

Ternyata, di dalam hidup ini ada 4 hal yang tidak dapat diraih kembali:

  1. Batu… setelah dilempar…
  2. Kata-kata…  setelah diucapkan…
  3. Kesempatan… setelah berlalu…
  4. Waktu… setelah beranjak pergi…

…….

Membaca artikel di atas aku jadi teringat pada kisah berikut:

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Ayahnya berusaha keras untuk membuang sifat buruk anaknya. Suatu hari ketika ia memanggil anaknya dan memberinya sekantong paku, Paku? Ya, paku!

Sang anak heran. Tapi, bibir ayahnya justru membentuk senyum bijak. Dengan suaranya yang lembut, ia berkata bijak kepada anaknya agar memakukan sebuah paku di pagar belakan rumah setiap kali marah. Ajaib!

Di hari pertama, sang anak menancapkan 48 paku! Begitu juga di hari kedua, ketiga, dan beberapa hari selanjutnya. Tapi tak berlangsung lama. Setelah itu jumlah paku yang tertancap berkurang secara bertahap. Ia menemukan fakta bahwa lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan begitu banyak paku ke pagar.

Akhirnya, kesadaran itu membuahkan hasil. Si anak telah bisa mengendalikan amarahnya. Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya. Sang ayah tersenyum. Kemudian meminta si anak agar mencabut satu paku untuk setiap hari di mana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya berhasil mencabut semua paku yang pernah ditancapkannya. Ia bergegas melaporkanm kabar gembira itu kepada ayahnya. Sang ayah bengkit dari duduknya dan menuntun si anak melihat pagar di belakang rumah itu.

“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya,” kata sang ayah bijak.

Sang ayah sengaja memotong kalimatnya pendek-pendek agar si anak bisa mencerna maksudnya dengan baik. Si anak menatap ayahnya dengan sikap menunggu.

“ Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau kepada seseorang., lalu mencabut p[isau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu akan meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik,” ucap sang ayah lembut namun sarat.

Sang anak membalas tatapan lembut ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Pelajaran yang diberikan ayahnya begitu tajam menghunjam relung hatinya.

…….

Mungkin sebagian besar dari kita pernah membaca atau sempat mendengar kedua cerita di atas… Namun di sini aku hanya ingin menekankan 1 hal: Jangan sampai menyesal akan segala sesuatu yang telah kita lakukan, Segala sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki dampak bagi orang lain, bisa itu positif, bisa juga negatif. Berpikirlah sebelum bertindak, karena jika kita salah bertindak, maka kita tidak mungkin menarik kembali tindakan kita itu. Kita bisa saja dengan mudah meminta maaf kepada seseorang dan dia bisa saja dengan mudah memaafkan kita, tetapi ingatlah bahwa semuanya itu tetap akan membekas di hati…

Peace…

^_^V

No responses yet

Jan 03 2009

Kapan kawin???

Published by b0chun under Tulisan si DODOL!!!

KAPAN KAWIN???

Ini kata-kata doeloe pernah jadi trend dech di masa-masa awal kuliah…

Jawabannya yach uda pasti lah: “MAY… Maybe YES, Maybe NO!!!”

Tapi kata-kata yang sama pernah aku lontarkan ke beberapa orang bulan lalu dan jawabannya sebagai berikut:

“Ntar tgl 28 ini cc engagement, De!!! Dateng yach!!!”

“Tanggal 28 Des gua married, Van!!! Dateng yach!!!”

“Ntar gua married pertengahan Januari, Chun!!! Jangan bilang sapa2x yach, yang diundang hanya kalangan terbatas!!!”

“Hai, Chun!!! Uda lama ga contact2x nich… Tar akhir 2009 gua mau married, skrg lagi pusink cari tempat dsb… Tar u bantuin yach!!!”

Dan masih banyak lagi jawaban seperti itu…

Oh, My GOD!!! Teman-temanku sudah beranjak dewasa semua ternyata (baca: TUA!!!)… Tidak terasa di tahun ini pun usiaku akan beranjak menjadi 24 tahun… Cepet banget yach waktu berlalu, padahal kerasanya baru kmrn bngt aku daftar kuliah, eh skrg uda lulus lagi…

Oh, iya…

Jadi inget: Tanggal 28 Des kmrn ada kejadian menarik…

Cc angkatku (Yessie) engagement di Ardjuna Hotel di Ciumbuleuit jam 18.00 WIB. Nah, pada waktu yang bersamaan, temanku si Irwan&Fanny juga married di Istana Muara… Tempatnya itu kan jauh-jauhan banget tuh… Di antara harus memilih, dan ini merupakan bagian tersulit, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Ardjuna Hotel dulu, karena pertimbanganku 1: Ini kan cuman engagement, mungkin acaranya ga terlalu lama dan juga ga akan ngaret…

Aku dateng jam 6 lebih sedikit, eh tamu uda mayan banyak tapi acara blm dimulai… Ya uda lah santai aja, bentar lagi juga mulai kayanya… Eh, uda nunggu lama ga mulai2x juga tuh… Ternyata acaranya baru mulai jam 18.45 hahaha…

Gpp dech, setelah beres acara seperti biasa si undangan dipersilahkan makan… Wah, uda beres nich makannya, ntar lanjut lagi di Muara dech… Saat itu jam 19.30 dan aku sudah bersiap-siap mau pamitan… Paz mau pamitan, ya ampun malah acara lagi dech, mana lumayan lama pula… Ya uda nunggu lagi dech…

Setelah salaman akhirnya aku pulang… Jam 20.15 dan aku masih terjebak macet parah di Cihampelas… Stress demi stress akhirnya jam 21.00 tepat aku sampai juga di Istana Muara…

Oalah, pestanya bubar… Uda diberes2in semua… Skrg lagi seksi foto, dan sialnya foto terakhir pula… Tiba-tiba aku mendengar ada suara memanggil:

“Chun, ngapain loe??? Baru dateng???”

Eh, ternyata itu suara si Gra… Ternyata EO nya pake Vi Organizer dan dan aku kenal dia & JC… Kita ngobrol-ngobrol bentar sambil nunggu pengantennya beres foto… Setelah beres, dengan memasang wajah ga enak (karena beneran ga enak bngt nich), aku menghampiri pengantennya, papa mamanya, kokonya untuk mengucapkan selamat dan tak lupa meminta maaf + memohon ampun sebesar-besarnya karena aku datang teramat sangat terlambat sekali hahaha…

Maap yach, Ci!!! Pulangnya buru-buru…

Maap juga Wan & Fan… Datengnya paz uda bubaran…

Aku jadi merasa ga enak ke kalian semua…

yessie-engagement

Yach potoku ga ada di sini dech…

Huxhuxhux…

:(

…….

Klik di sini untuk download foto The Venue Eldorado…

No responses yet

Search