Jan 10 2009

Dosa-dosa variabel ORDINAL dan INTERVAL…

Published by ivanprasetya at 11:32 am under Panduan seminar & skripsi

Variabel adalah segala sesuatu yang bervariasi dan variasinya tersebut dapat dibedakan menjadi 4:

  1. nominal
  2. ordinal
  3. interval
  4. ratio

Bosen kan denger yang ginian??? Ya uda lah pokonya mah baca doeloe aja dech sampe abis jangan banyak komentar…

…….

Nominal itu merupakan tingkatan kasta paling rendah, dimana variasinya hanya sekedar beda saja, tidak ada tingkatan sama sekali…
Contohnya: cewe cowo, golongan darah, suku, agama >>> hanya menyatakan beda saja, tidak ada tingkatan sama sekali…

Kasta kedua namanya ordinal… Di sini variasinya tidak hanya menyatakan beda saja, tetapi sudah menyatakan tingkatan, tapi jaraknya tidak menunjukkan interval yang sama…
Contoh: bayi anak-anak remaja dewasa lansia, juara 1 2 3, dsb…

Tingkatan selanjutnya dinamakan interval… Variabel ini tidak menyatakan beda, menyatakan tingkatan, dan jarak antar variabelnya juga sama, tetapi nol nya tidak mutlak…
Contoh: suhu, IPK

Pertanyaan:
Apakah 50 derajat Celcius berarti panasnya 2 kali dari 25 derajat Celcius???

Jika Anda menjawab YA, berarti Anda belum paham betul apa itu makna dari nol mutlak… Pada nol mutlak, angka nol berarti NIHIL alias ga ada apa-apa… Misalnya tinggi, berat, dsb… Dan jika saya berkata bahwa di depan saya ada si Dudung yang tingginya 0 cm dan beratnya 0 kg, berarti dia sebenarnya tidak ada…

Tetapi untuk masalah suhu apakah hal ini berlaku???
Coba dech rubah itu Celcius jadi Farenheit ato Kelvin ato apa keq, apakah nilai pada Farenheit yang setara dengan 50 derajat Celcius panasnya menunjukkan 2 kali angka yang setara dengan 25 derajat Celcius???

Dan 1 hal lagi: pada skala interval nol nya tidak mutlak >>> 0 derajat Celcius BUKAN berarti tidak ada suhunya, 0 derajat di sini hanya menunjukkan tingkatan saja… Apakah seseorang yang IPK nya 0 berarti bahwa dia ga punya otak dan ga ada nilainya??? Ga punya otak mungkin (makna konotasi ini, bukan denotasi) tapi tentunya nilainya tetep ada, yaitu: 0

Tingkatan terakhir namanya ratio… Di sini variasinya menunjukkan perbedaan, ada tingkatannya, jaraknya smaa, dan nol nya mutlak…
Contoh: berat, tinggi, panjang, dsb…

Jika panjang pendek saja termasuk nominal (hanya menyatakan beda), maka jika di tengahnya disisipkan ’sedang’ menjadi panjang-sedang-pendek maka variasinya dapat berubah menjadi ordinal karena sudah ada tingkatan walaupun jaraknya ga jelas, tapi kalo kita bilang panjang minus sedang sama dengan sedang minus pendek atau: pa-s = s-pe (intervalnya sama) maka dia bisa naek kelas menjadi interval, dan kalo jaraknya sudah sangat jelas, misal panjang = 50 cm, sedang = 40cm, dan pendek = 30 cm maka dia merupakan variabel ratio…

Bosan??? Ato justru belom pernah denger yang ginian???

Yach apapun yang kau rasakan, itu semua baru kalimat pembuka saja…

…….

Dua kasta paling rendah, yaitu nominal dan ordinal, termasuk ke dalam NON PARAMETRIK… Artinya: variabel ini tidak dapat dioperasikan secara matematik…

Misalnya Anda melakukan penelitian mengenai orang yang setiap minggu datang ke gereja, dan dibuat penomoran sebagai berikut:
(1) bayi
(2) anak-anak
(3) remaja
(4) dewasa
(5) lanjut usia

Ternyata Anda mendapati hasil bahwa yang datang itu ada 50 orang nomor 2 dan 50 orang nomor 4… Jadi kesimpulannya 2+4=6 dibagi 2 = 3…

3 itu kan angka buat remaja, jadi kesimpulannya yang datang tiap minggunya ke gereja RATA-RATAnya adalah remaja, padahal tidak ada satu pun remaja di sana, ternyata yang datang adalah nomor 4 >>> orang tua dewasa yang membawa anak-anaknya (nomor 2)…

Ingat ini variabel ordinal (non parametrik), yang tidak dapat dioperasikan secara matematis seperti interval dan ratio (parametrik)… Jika kita dapat merata-rata suhu ruangan pada jangka waktu tertentu, maka untuk kasus usia ini kata RATA-RATA menjadi SALAH BESAR!!! Seharusnya kita bilang: KEBANYAKAN yang dateng anak-anak dan dewasa >>> PAKE MODUS BUKAN RANGE!!!

…….

Jadi, untuk mengukur SIKAP, kita menggunakan skala ordinal apa interval??? >>> Ini pertanyaan yang paling sering ditanya oleh semua orang…

Jawabannya yach jelas lah: ORDINAL >>> karena SIKAP itu sifatnya RELATIF untuk semua orang, jika saya bilang saya puas bekerja di tempat A dan si B juga bilang puas, maka belum tentu sebenarnya kami merasakan tingkat kepuasan yang sama…

Jadi, sikap selalu masuk menjadi ordinal yach???

Hhmmm…Ngga juga tuch tapinya…

Mungkin Anda menggunakan pengaruh dan perhitungannya menggunakan regresi… Regresi minimal menggunakan skala interval… Maka ada 2 cara yang dapat Anda lakukan:

  1. transformasi skala dari ordinal ke interval
  2. menganggap variabel sikap tersebut sebagai interval… Diulangi: Dianggap sebagai interval… Diulangi lagi: dianggap sebagai interval yang jaraknya sama… Kalo ada dosen yang nanya: “Kata siapa likert scale atau semantic differential atau yang lain dapat dianggap sebagai interval??” jawab aja dengan muka polos: Kata Uma Sekaran, Pak!!! Kalo Bapak mau debat sama dia aja jangan sama saya…
Bookmark and Share

Random Posts

Tags

6 Responses to “Dosa-dosa variabel ORDINAL dan INTERVAL…”

  1. R9on 10 Jan 2009 at 1:24 pm

    makin kumplit aja cun soal skripsinya.. bagus lah, buat ngebantu g belajar sebelom sidang.. hehe..

  2. thzon 11 Jan 2009 at 4:29 pm

    untuk para pemakai regresi dengan variabel bebas lbh dr 1 (X-ny banyak kt anak kmpz mah, padahal nga slalu X, namun kali ni kt pake X aja) ; ada hal yg menjadi pertimbangan apakah anda akan menggunakan ordinal atau interval.

    apabila anda menggunakan ordinal, anda hanya bisa mengukur pengaruh tiap X pada Y secara parsial ato satu- satu saja, tidak bisa diukur secara bersamaan. hanya sampai uji t kl nga salah

    namun bila pakai interval, smua bs diuji scr simultan/bersamaan. dan dr situ bs dilihat siapa yg pengaruhnya paling besar.

  3. b0chunon 12 Jan 2009 at 1:41 am

    Nice, Tom!!!
    Jadi berpikirlah sebelum memutuskan variabelnya mau pake ordinal apa interval…
    Jangan kau perlakukan kedua hal itu secara sama, Nak!!!
    Susah sendiri nanti…
    Huahahaha…

  4. dewi anisahon 16 Jan 2010 at 9:11 am

    mas,saya mau tanya.klo skala ordinal bisa ditransformasi ke interval dengan metode MSI.tapi klo nominal ditransformasi ke interval apa bisa pake metode yang sama. klo g bisa,kira2 ada metode lain atau tidak. mohon bantuannya,terima kasih banyak.

  5. Annieon 22 Feb 2010 at 11:00 pm

    General comment : thanks yach, gue nyang lagi bete & sumpek berat jadi terhibur en senyum-senyum, tapi tetep dapet ilmunya. Mohon doa restu, biar terkabul maju sidang awal Maret 2010 ini.

  6. b0chunon 25 Feb 2010 at 10:58 am

    Oks…
    Good luck yach sidangnya wkwkwk…

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

You can add images to your comment by clicking here.

Search