Dear MC-ers,
Word of Mouth atau biasa disingkat WOM, terkadang sering juga diartikan dengan sebutan “Marketing Lewat Mulut” (MLM-bukan Multi Level yaaa….) dan dalam bahasa jawa disebut “Gethok Tular”.
Mengapa banyak perusahaan tertarik dengan metode ini? Selain memang cukup efektif, namun menurut hemat saya, sebagian besar karena metode ini GRATIS, bukankah yang gratis banyak penggemarnya? Coba bandingkan dengan biaya komunikasi kepada konsumen yang harus dikeluarkan jika memilih menggunakan media lain seperti TV, Koran atau Billboard ?
Memperkenalkan produk atau Jasa dengan cara WOM, seyogyanya lebih pantas untuk produk/jasa yang sudah lama launching. Karena untuk produk baru, rata-rata belum memiliki base pelanggan, sehingga akan sangat lama untuk menjadi besar.
Dari banyak penelitian yang saya jalankan melalui SurveyOne, orang Indonesia akan menceritakan kepada sedikitnya 3 orang untuk hal-hal yang membuatnya senang atau puas. Namun, sebaliknya dia akan menceritakan kepada sedikitnya 15 orang untuk hal-hal yang membuatnya mengecewakan dan kepada sebanyak-banyaknya orang untuk hal-hal yang menjengkelkannya. ….!!!
Saya bahkan pernah mengomentari WOM dimilis ini dengan tulisan: “WOM laksana bola salju, jika dapat terus menggelinding maka semakin hari akan semakin besar bolanya dan semakin banyak orang yang bisa melihatnya. Namun jika bola tersebut berhenti menggelinding karena tersangkut dipohon atau dibebatuan, maka siapa yang akan mendorongnya agar dapat terus menggelinding?”
Menggunakan Metode WOM memiliki keuntungan dan Kerugian.
Kerugiannya :
1. Informasi tidak bisa dikontrol. Sehingga bisa saja hal Biasa menjadi Buruk atau bahkan menjadi “Luar Biasa” tergantung si pembawa berita.
2. Tidak ada target waktu mencapai tujuan WOM. Tidak bisa ditentukan jumlah pelanggan baru sebesar …% dengan metode ini.
3. Mudah ditiru oleh kompetitor
4. Terkadang merek kita yang dibicarakan tetapi merek kompetitor yang “panen”. Misalnya manfaat refleksi atau manfaat minum buah mengkudu, belum tentu produk yang dibeli adalah merek kita, bisa jadi yang dibeli adalah merek kompetitor yang berlokasi lebih dekat dengan calon pelanggan.
5. Tidak cocok untuk produk atau jasa yang baru diluncurkan
6. Produk/jasa harus benar-benar prima atau yang terbaik, karena jarang atau hampir tidak ada orang yang merekomendasikan produk yang biasa saja.
7. dll
Keuntungannya :
1. Murah bahkan Gratis
2. Saat ini dapat menyebar dengan cepat dengan menggunakan VIRAL MARKETING
3. Lebih mudah meyakinkan calon konsumen karena informasi bersumber dari orang yang dikenal
4. Tingkat loyalitasnya lebih tinggi
5. Lebih cepat menimbulkan pembelian dibanding dengan metode komunikasi lainnya.
6.dll
Terakhir, metode WOM lebih cocok digunakan untuk bidang JASA dibandingkan untuk bidang PRODUK.
Coba ingat-ingat: Apakah Rumah Sakit, Dokter, Taksi, Restaurant atau Hotel atau yang kita pilih/gunakan selama ini karena iklannya di berbagai media atau karena rekomendasi dari orang yang kita kenal?
Thankx
Sukardi Arifin
Majalah Marketing
…….
Ya.. saya sependapat dengan Bpk. Sukardi Arifin.
Yang pasti Kebanyakan orang setuju: Tiada iklan yang lebih baik daripada iklan dari-mulut-ke- mulut. Biasanya, pelanggan* * yang menelpon Anda karena rekomendasi pribadi dari temannya atau rekannya lebih sering jadi membeli daripada batal membeli. Sebab itulah iklan dari mulut-ke-mulut (WOM) yang positif menjadi idaman setiap pengusaha.
Karena dengan WOM ini sebenarnya akan terjadi namanya DUPLIKASI yang membuat informasinya beredar tanpa batas. Jadi hampir identik sebenarnya dengan MLM (Multi Level Marketing). Penjelasan tentang Kekurangan dan kelebihannya sudah dijelaskan oleh pak Sukardi Arifin. Hanya saja kalau di MLM semakin terarah karena adanya Support System sehingga lebih terarah dan termotivasi.
Saat ini, para pemasar telah menciptakan satu pengetahuan manjur tentang iklan dari mulut-ke-mulut (MKM). Bahkan ada Asosiasi Pemasaran MKM untuk para profesional pemasaran yang bertugas membangun iklan dari mulut-ke-mulut untuk perusahaan mereka. Tapi kenyataannya, perbincangan yang tepat tidaklah selalu murah, dan Anda harus secara aktif mengupayakan iklan MKM.
Menurut majalah *Kim T. Gordon* (Enterpreneur Magazine Des 2006) Untuk hasil yang maksimum, buatlah satu program iklan MKM dengan menggunakan paling tidak salah satu dari tiga siasat berikut ini :
*1. Pemasaran ke orang-orang berpengaruh (influencers) : *Tiap komunitas punya *influencers* . Melalui media elektronik ataupun pertunjukan, mereka kerap menjadi pemimpin dalam setiap trend. Mereka tidak hanya tahu restoran mana yang punya koki hebat, atau toko mana yang menjual sepatu atletik terbaik, mereka juga senang banget mengabari semua rekan dan kenalan mereka tentang apa-apa yang mereka ketahui tersebut.
Bagaimana sih menemukan *influencers* dan membuat mereka membicarakan Anda? Bukalah dialog melalui situs web Anda dengan menampung komentar para pelanggan, positif maupun negatif. Kemudian identifikasi para peserta yang paling aktif dan undang mereka untuk menjadi bagian grup dengan hak istimewa untuk memperoleh info atau akses pertama terhadap berbagai produk dan jasa baru Anda.
Pilihan lain adalah dengan memilah organisasi atau grup yang anggotanya akan mau menerima pesan Anda, dan carilah *influencers* di antara mereka. Sebagai contoh, pabrikan dari satu produk sirup memfokuskan pesannya tentang bagaimana produk ini menolong orang meminum air yang direkomendasikan bagus untuk kesehatan tanpa gula ekstra atau ramuan kimia, dan pabrikan ini mengirimkan contoh ke para ahli diet dan ahli gizi di seluruh negeri untuk membagikannya ke para pasien mereka.
*2. Usahakan mendapat liputan humas: * Informasi di liputan editorial umumnya dianggap lebih terpercaya daripada pesan yang diterima konsumen di dalam iklan. Penempatan humas memainkan peran yang tidak ternilai dalam suatu kampanye MKM. Ada berbagai publikasi dan ribuan situs web amatir yang khusus melaporkan subjek apapun, jadi Anda tinggal mengidentifikasi editor atau jurnalis terbaik yang menulis tentang apa yang Anda pasarkan. Sesuaikan pesan atau kisah Anda untuk mereka, kemudian kirimkan surat atau *press release *Anda. Tindaklanjuti melalui telpon atau e-mail bilamana perlu.
Ulasan editorial adalah penting, khususnya bagi pemasaran produk baru. Tapi hanya produk atau jasa yang bagus yang diberitakan di media yang tepat-lah yang dapat membuat orang-orang membicarakannya — terutama *influencers* yang dengan lahapnya akan membaca apapun, mulai dari *blogs* sampai majalah-majalah, demi mencari kabar mutakhir untuk mereka sebarluaskan. Yang terbaik, liputan media seringkali menyebar dengan sendirinya. Satu hal menarik yang diliput dalam sebuah *blog* populer, sebagai contoh, bisa jadi akan dibaca oleh banyak orang.
*3. Semaikan pemasaran menular (viral marketing): * Sudahkah Anda mengidentifikasi satu gagasan jelas yang Anda ingin komunikasikan melalui iklan MKM? *Viral marketing* berhasil jika Anda punya satu topik yang memotivasi pelanggan untuk memperbincangkannya dan Anda memberikan mereka sarana untuk berbagi* *percakapan. Sediakanlah satu infrastruktur, misalnya sebuah situs web interaktif yang khusus untuk menciptakan satu komunitas *online* yang kuat, dan fasilitasi koneksinya dengan mempergunakan *blog*perusahaan, *message board* ataupun forum. Atau berikanlah pelanggan Anda sesuatu yang
menarik yang bisa mereka teruskan (*forward*). Sebagai contoh, bila Anda menempatkan satu penawaran khusus dalam sebuah e-mail, ini bisa menjadi satu sarana yang mudah-di-*forward* untuk membangun iklan MKM.
salam
ERIANTO SIMALANGO
…….
Word of mouth..memang membuat suatu produk dapat menjadi terangkat atau bahkan jatuh karenanya..
Oleh karena itu WOM sendiri sebenarnya dapat dibuat sedemikian mungkin agar menjadi baik..baik itu bagi produk atau perusahaan yang bersangkutan..
Caranya:
1. Buat produk yang memang berkualitas baik.
2. Bilamana produk tidak memenuhi standar kualitas, itu sudah pasti menjadi tugas marketing untuk mengangkat fitur2 yang terkandung dari produk tersbut yang merupakan selling point yang baik..
3. Betul sekali bahwa WOM dikeluarkan oleh pihak ketiga dan seterusnya.. oleh karena itu buatlah pihak ketiga tersbut benar2 memahami kebutuhannya dan memang terakomodir oleh produk ini..
4. WOM terbaik keluar dari orang2 besar..atlit, petinggi, pejabat, artis, dll..bila kata2 mutiara telah keluar dari mulut mereka, maka semua dapat terhipnotis. .
5. Buatlah orang2 penghasil WOM ini puas..caranya. .entertain mereka..endors mereka..buat hubungan yang selalu baik dengan mereka..last but not least tanamkan kehebatan produk dan perusahaan kita pada diri mereka..
6. Buatlah event yang membuat nama perusahaan menjadi besar..atau setidaknya sponsorilah event2 yang besar..perkenalkan produk kita lewat alat2 promosi yang tepat pada event tersebut..
789..100..Usaha. .dan berusahalah membuat perusahaan dan produk terkenal (bukan dikenal), dan menjadi yang terbaik untuk survive diantara macan2 bertaring..
Salam
agung maulana
…….
Salam,
Informasi dari mulut ke mulut (mouth To mouth) untuk saat ini menurut saya cukup efektif dalam menyebarkan informasi di masyarakat kita. Kebetulan saya kuliah di UIN Syahid Jakarta-Marketing Management (Baru lulus) dan teman saya mengadakan penelitian untuk itu..ternyata informasi dari mulut ke mulut merupakan cara promosi yang cepat dan dapat diterima oleh masyarakat kita.
Kenapa begitu, berikut ini beberapa alasan :
1. Informasi dari mulut ke mulut cenderung cepat tersebar karena, satu orang yang memiliki info tersebut sedikitnya akan menyebarkan info tersebut kepada 5 orang kerabatnya. Dan apabila 5 orang kerabatnya menyebarkan info tersebut kepada 5 rekannya maka info tersebut sudah dapat diterima oleh 25 orang lain, dan begitu seterusnya yang akan terjadi. (Namun info ini akan cenderung cepat tersebar bila info yang disebarkan bersifat negatif).
2. Si penerima info di masyarakat kita biasanya cenderung akan tertarik untuk mencoba/mempercayai produk yang diceritakan oleh kerabatnya
3. Tingkat kepercayaan si penerima info biasanya lebih tinggi karena yang menyampaikan info tersebut adalah orang yang dia kenal.
4. Biaya yang dibutuhkan sedikit (bahkan cenderung tidak ada biayanya)
Itulah beberapa alasan mengapa Mouth To Mouth bisa berjalan efektif (apalagi bila info yang disebarkan mengenai produk yang berkaitan dengan wanita…itu bisa lebih cepat tersebar ). Begitu pendapat saya
terima kasih
“dadi supriyadi”
…….
Jika di topik tentang cara memasarkan produk baru saya membahas ada 5 alat promotion mix, mulai dari advertising sampai dengan PR, maka ternyata ada 1 lagi alat promosi lainnya, yaitu: EVENT & EXPERIENCE.. . Sebenarnya inilah bahasa ilmiahnya dari WOM… Karena pada dasarnya, si event & experience ini merupakan suatu cara memberikan experience tertentu yang positif sehingga si customer yang puas akhirnya akan menceritakan tentang keunggulan produk tertentu ke temannya dan merekomendasikan mereka untuk menggunakan produk tersebut…
Kita ambil contoh saja, ketika kita kuliah dulu, faktor apakah yang menjadi pertimbangan kita untuk memilih sebuah universitas? ??
Advertising???
Membuat jadi tahu sich iya, tapi saya rasa untuk membuat kita dapat menentukan pilihan TIDAK
Personnal seling???
Kalo dia bisa menjelaskan dgn baik sich boleh lah jadi pengen kuliah di sini, tapi kalo orang-orang bilang ini univ jelek, apakah tetep mau berkuliah di sini??? >>> Ini contoh WOM negatif
Direct marketing???
Cuman membuat kita sekedar tahu saja kayanya…
Sales Promotion???
Daftar hari ini gratis formulir pendaftaran >>> tapi kalo orang-orang bilang ini univ brengsek buat apa juga yach daftar di sini…
Public Relation???
Kayanya bagus juga nich imagenya, tapi koq si mami ga setuju yach aku kuliah di sini???
Nah apapun usaha yang dilakukan oleh univ ini ternyata yang dapat menentukan pilihan kita adalah beberapa pertimbangan berikut:
1. diajak teman-teman supaya bisa sekampus dengan mereka
2. kata orang-orang lulusan univ A bagus dan lulusannya mudah dapet kerja
Dari sini dapat terlihat jelas seberapa pentingnya WOM itu dalam menentukan pilihan dan membuat keputusan…
Mengapa???
Karena mulai dari adv sampai dengan iklan ITU YANG MEMBUAT ADALAH PIHAK PERUSAHAAN.. . Mana ada sich perusahaan yang ngeluarin dana hanya untuk menjelek2an produknya yang ternyata memang jelek…
Tetapi WOM >>> DIBUAT OLEH PIHAK KETIGA >>> Kalo dia bilang bagus yach artinya bagus, kalo dia bilang jelek berarti dia pernah ga puas dengan produk tsb…
Jadi kesimpulannya: WOM (+) ITU SANGAT PENTING!!!
Segini doeloe aja yach penjelasannya, kalo masi kurang jelas bisa ditanyakan nanti pasti saya beri penjelasan lanjut…
Terima kasih…
Ivan Prasetya, SE
(tambahin SE biar gaya dan terpercaya)