Jan 21 2009
Kabinet Obama
Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama menjanjikan era baru hubungan negara adidaya itu dengan dunia Islam. Janji tersebut disampaikan presider kulit hitam pertama AS itu dalam pidato pelantikannya, Selasa (Rabu, 21/1, dini hari WIB).
“Kepada dunia Muslim, kami mengharapkan cara-cara baru (hubungan) ke depan, berdasarkan kepentingan bersama dan prinsip saling menghormati,” kata Obama. Di bawah kepemimpinan Presiden George W Bush, hubungan merika Serikat dengan dunia Islam dalam situasi saling curiga, bahkan memunculkan ketegangan, terutama sejak terjadinya serangan teroris terhadap AS pada 11 September 2001. Warga Muslim dunia mengecam keras keterlibatan AS di Irak dan Afghanistan dan dioperasikannya penjara khusus bagi tersangka teroris di Guantanamo, Kuba.
Obama juga mengajak negara-negara kaya untuk tidak lagi boros mengonsumsi sumber daya tanpa memedulikan dampak yang ditimbulkan.
Ratusan ribu orang mulai memadati Washington sebelum fajar menyingsing di hari pelantikan Presiden ke-44 Amerika Serikat itu.
Mereka menyemut bersama jutaan warga dari berbagai negara bagian AS dengan perasaan suka cita, tersembuhkannya luka rasialisme dalam perjalanan sejarah hampir dua seperempat abad negara itu, dan munculnya harapan baru akan adanya perubahan.
Tua dan muda, warga kulit hitam dan putih, yang berdarah Asia, Afrika, dan Latin, berpadu melawan hawa dingin yang menusuk tulang guna menjadi saksi atas momentum yang bersejarah. Mereka membanjiri kawasan National Mall yang membentang tiga kilometer dari Gedung Kongres di Capitol Hill hingga Lincoln Memorial di sisi Potomac River dan ennsylvania Avenue hingga Gedung Putih.

Sebagai presiden Afro-Amerika pertama di AS, Presiden Barrack Obama telah menyusun sebuah kabinet yang majemuk. Namun, keberagaman ini berdasarkan pada kemampuan dan keahlian masing-masing menteri.
Untuk pertama kalinya, kelompok minoritas mendapat porsi besar, separo dari kelompok mayoritas kulit putih.
Susunan kabinet Obama tidak saja berisi orang-orang berkompeten di bidangnya, tetapi juga terdiri dari perwakilan berbagai kelompok masyarakat di AS. Ini mengindikasikan tekad Obama membangun persatuan nasional.




