Jawaban ini didapat dari mailing list-nya Majalah MARKETING… Ada seseorang yang menanyakan bagaimana cara mengukur market demand dan inilah jawabannya… Penjelasan yang sangat baik menurutku…
…….
Dear Pak Yus ..
Saya ingin memberikan pendapat sedikit mengenai email bapak .
Sebelum masuk ke cara pengukuran, ada tiga kata kunci yang perlu di ketahui, yaitu :
-
market size: jumlah total seluruh penduduk Jakarta (misalnya scope distribusinya adalah Jakarta) yang dapat menggunakan produk/jasa kita
-
market demand: persentase dari market size atau jumlah total seluruh penduduk jakarta, yang INGIN menggunakan produk/jasa kita
-
market potensial: persentase dari market demand, yang INGIN dan secara FINANSIAL mampu menggunakan produk/jasa kita
Untuk pengukurannya, bisa dengan desk research (data sekunder) atau market research (data primer)
Jika menggunakan market research, maka bapak menentukan respondent criteria yang sesuai dengan target market produk bapak (berdasarkan demografi, psikografi, dll) dan melakukan survey dengan metode random sampling agar dapat diproyeksikan ke total populasi.
Dari data tersebut maka bapak akan mendapatkan market size, market demand, market potential, bahkan behavior target market
Tetapi itu akan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan mengenai
pelaksanaannya silahkan serahkan ke reseacrh agency yang profesional
Atau bapak juga dapat melakukan dengan cara yang lebih murah, yaitu
mengambil data dari BPS.
Dan memecah data BPS tersebut sesuai dengan target market produk bapak.
Semakin spesifik bapak memecah data BPS, maka bisa mendapatkan gambaran mulai dari market size hingga market potensial
Tapi dari data BPS ini kita tidak bisa mendapatkan U&A ataupun behavior dari target market kita
Semoga membantu .. have a good day
Regards,
Tria Septariana
…….
Salam MC-ers,
Pertanyaan yang menarik untuk didiskusikan.
Mengukur market size ataupun market demand menjadi tugas mutlak seorang marketer sebelum meluncurkan (launching) sebuah produk atau jasa.
Dahulu, sebelum PT. Aqua Golden Mississippi (AGM) memutuskan untuk menjual air mineral dalam kemasan (AMDK), mereka tentu saja harus memiliki keyakinan akan potensi pasar yang ada (baca: market demand). Saat itu, sebagian besar masyarakat masih beranggapan akan sangat sulit (bukan tidak mungkin) untuk menjual air yang dikemas lebih mahal dari 1 liter minyak tanah atau mungkin 1 liter solar, mungkin kita pun termasuk orang yang pesimis waktu itu….
Dengan data dan informasi yang dimiliki mengenai rendahnya kualitas AIR TANAH khususnya di kota-kota besar serta dan semakin hari semakin berkurangnya kualitas AIR PAM, membuat para petinggi PT AGM semakin optimis.
Mereka mulai menghitung potensi pasar…
Caranya : Jumlah penduduk Kota besar DIKALI 2 Liter (minimal Kebutuhan Air Per hari) DIKURANG Penduduk yang tidak mampu beli DIKURANG Penduduk yang tidak mau beli, dan terakhir mungkin DIKURANGI dengan jumlah penduduk yang masih memperoleh air bersih dan sangat layak minum.
Perolehan Jumlah tersebut bisa ditambahkan lagi dengan berbagai aktivitas promosi untuk mempengaruhi perilaku konsumen, misalnya:
-
Bawa Air Dalam Kemasan saat perjalanan, masa sih harus bawa-bawa termos air
-
Minum Air Dalam Kemasan setelah berolah raga
-
Gunakan Air Dalam Kemasan untuk memasak
-
Gunakan Air Dalam Kemasan untuk membuat susu bayi
-
Gunakan Air Dalam Kemasan untuk orang yang sedang sakit, dan berbagai bentuk kegiatan lainnya.
-
Bahkan sempat PT AGM menyarankan untuk menggunakan AQUA sebagai pengisi air radiator kendaraan mewah.
Contoh lainnya :
Jika produk anda adalah Shock Breaker Motor, caranya adalah :
jumlah Motor yang terjual setiap tahunnya = 5.000.000 unit
Usia rata-rata motor di jalanan = 6 tahun
Rata-rata usia penggantian Shock breaker = 3 tahun
Maka potensi market anda adalah : 5jt * 6 thn - 3 tahun = 15.000.000
unit per tahun
Cara menghitungnya adalah 5juta kendaraan dikalikan usia rata-rata 6
tahun jadi jumlah kendaraan yang beredar saat ini adalah 5jt X 6 =
30.000.000 kendaraan. Namun karena Shock breaker yang rusak baru
setelah 3 tahun, maka artinya ada sebanyak 15.000.000 (5jt X 3thn)
yang belum menjadi potensi pasar. Maka, jika jumlah kendaraan yang
beredar sebanyak 30jt dikurangi 15jt yang belum menjadi potensi pasar
maka sisanya adalah 15jt
Lebih jauh:
Hitung jumlah pemain (penjual SB) yang ada, lalu hitung kapasitas produksi masing-masing perusahaan tersebut. Nah, Anda bisa melihat apakah pasar tersebut sudah over capacity atau masih memadai.
Anda juga bisa mencari ceruk pasar yang berbeda, misalnya khusus menjual Shock breaker aksesoris, dimana orang mengganti shock breaker bukan karena rusak tapi karena mengikuti model.
Salam,
Sukardi Arifin
Majalah Marketing