Variabel adalah segala sesuatu yang bervariasi dan variasinya tersebut dapat dibedakan menjadi 4:
- nominal
- ordinal
- interval
- ratio
Bosen kan denger yang ginian??? Ya uda lah pokonya mah baca doeloe aja dech sampe abis jangan banyak komentar…
…….
Nominal itu merupakan tingkatan kasta paling rendah, dimana variasinya hanya sekedar beda saja, tidak ada tingkatan sama sekali…
Contohnya: cewe cowo, golongan darah, suku, agama >>> hanya menyatakan beda saja, tidak ada tingkatan sama sekali…
Kasta kedua namanya ordinal… Di sini variasinya tidak hanya menyatakan beda saja, tetapi sudah menyatakan tingkatan, tapi jaraknya tidak menunjukkan interval yang sama…
Contoh: bayi anak-anak remaja dewasa lansia, juara 1 2 3, dsb…
Tingkatan selanjutnya dinamakan interval… Variabel ini tidak menyatakan beda, menyatakan tingkatan, dan jarak antar variabelnya juga sama, tetapi nol nya tidak mutlak…
Contoh: suhu, IPK
Pertanyaan:
Apakah 50 derajat Celcius berarti panasnya 2 kali dari 25 derajat Celcius???
Jika Anda menjawab YA, berarti Anda belum paham betul apa itu makna dari nol mutlak… Pada nol mutlak, angka nol berarti NIHIL alias ga ada apa-apa… Misalnya tinggi, berat, dsb… Dan jika saya berkata bahwa di depan saya ada si Dudung yang tingginya 0 cm dan beratnya 0 kg, berarti dia sebenarnya tidak ada…
Tetapi untuk masalah suhu apakah hal ini berlaku???
Coba dech rubah itu Celcius jadi Farenheit ato Kelvin ato apa keq, apakah nilai pada Farenheit yang setara dengan 50 derajat Celcius panasnya menunjukkan 2 kali angka yang setara dengan 25 derajat Celcius???
Dan 1 hal lagi: pada skala interval nol nya tidak mutlak >>> 0 derajat Celcius BUKAN berarti tidak ada suhunya, 0 derajat di sini hanya menunjukkan tingkatan saja… Apakah seseorang yang IPK nya 0 berarti bahwa dia ga punya otak dan ga ada nilainya??? Ga punya otak mungkin (makna konotasi ini, bukan denotasi) tapi tentunya nilainya tetep ada, yaitu: 0
Tingkatan terakhir namanya ratio… Di sini variasinya menunjukkan perbedaan, ada tingkatannya, jaraknya smaa, dan nol nya mutlak…
Contoh: berat, tinggi, panjang, dsb…
Jika panjang pendek saja termasuk nominal (hanya menyatakan beda), maka jika di tengahnya disisipkan ’sedang’ menjadi panjang-sedang-pendek maka variasinya dapat berubah menjadi ordinal karena sudah ada tingkatan walaupun jaraknya ga jelas, tapi kalo kita bilang panjang minus sedang sama dengan sedang minus pendek atau: pa-s = s-pe (intervalnya sama) maka dia bisa naek kelas menjadi interval, dan kalo jaraknya sudah sangat jelas, misal panjang = 50 cm, sedang = 40cm, dan pendek = 30 cm maka dia merupakan variabel ratio…
Bosan??? Ato justru belom pernah denger yang ginian???
Yach apapun yang kau rasakan, itu semua baru kalimat pembuka saja…
…….
Dua kasta paling rendah, yaitu nominal dan ordinal, termasuk ke dalam NON PARAMETRIK… Artinya: variabel ini tidak dapat dioperasikan secara matematik…
Misalnya Anda melakukan penelitian mengenai orang yang setiap minggu datang ke gereja, dan dibuat penomoran sebagai berikut:
(1) bayi
(2) anak-anak
(3) remaja
(4) dewasa
(5) lanjut usia
Ternyata Anda mendapati hasil bahwa yang datang itu ada 50 orang nomor 2 dan 50 orang nomor 4… Jadi kesimpulannya 2+4=6 dibagi 2 = 3…
3 itu kan angka buat remaja, jadi kesimpulannya yang datang tiap minggunya ke gereja RATA-RATAnya adalah remaja, padahal tidak ada satu pun remaja di sana, ternyata yang datang adalah nomor 4 >>> orang tua dewasa yang membawa anak-anaknya (nomor 2)…
Ingat ini variabel ordinal (non parametrik), yang tidak dapat dioperasikan secara matematis seperti interval dan ratio (parametrik)… Jika kita dapat merata-rata suhu ruangan pada jangka waktu tertentu, maka untuk kasus usia ini kata RATA-RATA menjadi SALAH BESAR!!! Seharusnya kita bilang: KEBANYAKAN yang dateng anak-anak dan dewasa >>> PAKE MODUS BUKAN RATA-RATA/MEAN!!!
…….
Jadi, untuk mengukur SIKAP, kita menggunakan skala ordinal apa interval??? >>> Ini pertanyaan yang paling sering ditanya oleh semua orang…
Jawabannya yach jelas lah: ORDINAL >>> karena SIKAP itu sifatnya RELATIF untuk semua orang, jika saya bilang saya puas bekerja di tempat A dan si B juga bilang puas, maka belum tentu sebenarnya kami merasakan tingkat kepuasan yang sama…
Jadi, sikap selalu masuk menjadi ordinal yach???
Hhmmm…Ngga juga tuch tapinya…
Mungkin Anda menggunakan pengaruh dan perhitungannya menggunakan regresi… Regresi minimal menggunakan skala interval… Maka ada 2 cara yang dapat Anda lakukan:
- transformasi skala dari ordinal ke interval
- menganggap variabel sikap tersebut sebagai interval… Diulangi: Dianggap sebagai interval… Diulangi lagi: dianggap sebagai interval yang jaraknya sama… Kalo ada dosen yang nanya: “Kata siapa likert scale atau semantic differential atau yang lain dapat dianggap sebagai interval??” jawab aja dengan muka polos: Kata Uma Sekaran, Pak!!! Kalo Bapak mau debat sama dia aja jangan sama saya…