Archive for January, 2009

Jan 13 2009

Premium kembali Rp 4.500 per 15 Jan ‘09

Published by b0chun under Berita ga penting

harga-bbm

Pada tanggal 24 Mei 2008, harga premium melonjak drastis dari Rp 4500 menjadi Rp 6000 per liternya… Hal ini berdampak pada inflasi yang melonjak menjadi belasan persen… Untuk menanggulangi inflasi tersebut, pemerintah memberlakukan tight money policy, dengan menaikkan BI rate secara bertahap dari 8% menjadi 9,5%… Terbukti laju inflasi dapat ditahan sejenak, tetapi ternyata likuidasi bank menjadi bermasalah… Walaupun BI rate ketika akhir Agustus hanya 9% saja, tetapi berbagai bank menawarkan tingkat suku bunga yang fantastis besarnya, ada yang hingga 15%, padahal ini bukan BPR… Di pasar, persaingan berebut uang berlangsung sengit dan hal ini tentunya berpengaruh pada bunga kredit yang terpaksa disundul naik demi mencegah kerugian…

Akhirnya, walaupun untuk jangka pendek laju inflasi dapat ditekan, tetapi ternyata nilai rupiah menjadi melemah terhadap mata uang asing karena pemberian tingkat suku bunga yang tinggi ini… USD yang tadinya berkisar antara 8900-9300 melonjak naik hingga sempat menyentuh angka 13000…

Banyak perusahaan terancam tutup (dan banyak juga yang gulung tikar, banyak yang mem-PHK karyawan, dsb)… Perekonomian sektor riil berada di ujung tanduk… Dan untuk mengantisipasinya akhirnya BI mengeluarkan keputusan untuk menurunkan BI rate sebanyak 25 poin pada Desember 2008 dan sebanyak 50 poin pada Januari 2009, sehingga BI rate saat ini berada di posisi 8,75…

Kurs USD pun sempat turun, walaupun hanya sedikit dan tidak bertahan lama… Rupiah menguat… Dan terbukti inflasi dapat ditekan di bawah 1%… Dengan kian turunnya harga minyak dunia, pemerintah pun berinisiatif menurunkan harga BBM… Tetapi akankah penurunan harga BBM ini berpengaruh pada menguatnya daya beli masyarakat??? Mungkin saja, tetapi seberapa besar??? Signifikankah nilainya??? Menurutku pribadi sich belum tentu melihat tarif angkutan umum yang setelah dinaikkan mana pernah sich mau diturunkan kembali??? Bagaimana menurut Anda???

…….

/omg

Hari ini harga minyak dunia turun lagi, jadi sisa 38,72 dollar aja per barrelnya…

Harusnya bisa jadi 2500 perak per liternya tuch si Premium sama si Solar teh…

Eh, sebentar lagi Pemilu… Harga BBM turun teruz nich dari kmrn2x… Ada hubungannya ga yach supaya pemerintah yang sekarang kepilih lagi???

/hmm

2 responses so far

Jan 13 2009

Anda bingung dengan tulisan di sini???

Published by b0chun under Panduan seminar & skripsi

Anda bingung dengan tulisan di sini??? Tidak mengerti karena bahasa-bahasanya aneh dan nyeleneh???

Well… Postingan yang ditulis di sini merupakan panduan pembuatan skripsi, yang sebagian berisi teori-teori tentang research methods dan sebagian sisanya berisi tentang kesalahan-kesalahan umum dalam proses pembuatan skripsi…

Penjelasannya loncat-loncat memang dan penggunaan kata-katanya juga cenderung tidak baku, tetapi diharapkan Anda semua dapat mengerti dengan baik…

Jika ada pertanyaan dan ada yang kurang jelas, Anda bisa bertanya langsung dengan memberikan comment di postingannya…

Thankx…

No responses yet

Jan 11 2009

Testimonial & Comment Friendster

Published by b0chun under Tulisan ga penting

comment_fs

Hari gini gatau Friendster???
Dasar kuper hahaha…

Aku pertama kali membuat Friendster tahun 2004. tepatnya di bulan Maret… Waktu itu dunia per-Friendster-an masih sangat sepi sekali, orang masih banyak yang gatau apa itu Friendster… Beberapa follower meniru tampilan Friendster, seperti Temanster misalnya… Dasar ga kreatip, jangan niru-niru orang donk huhuhu…

Walaupun saat ini market sharenya masih no 1, tetapi pesaing-pesaing potensial mulai bermunculan, dari mulai ngeceng.com sampai Facebook, yang tetap bertujuan untuk sosialisasi, tetapi dengan fitur dan benefit yang berbeda dengan Friendster…

Maka dengan segala kelebihannya yang tidak dimiliki oleh Friendster, akhirnya banyak orang menambah (baca: menambah, bukan pindah) berbagai media sosialisasi yang ada tersebut…

Jika di Friendster susah ngobrol, maka di Facebook fitur ini dipermudah…

Di Friendster sendiri sebenarnya kita bisa mengirim private message ke teman/kerabat kita… Friendster juga menampilkan testimonial di mana kita bisa menuliskan kesan-kesan untuk teman-teman kita yang akan terpampang di profile…

Aku masih ingat, kira-kira sekitar 50 testimonial pertamaku isinya kurang lebih seperti ini:

“Hhmmm… Ngomong-ngomong soal b0chun, aku pertama kenal dia waktu SMA dulu… Dia itu anaknya baik, rajin, ramah, cakep, kaya, setia, suka menolong, gemar berkebun, menanam jagung, bla bla bla…”

Intinya mereka semua bercerita tentang kelebihan dan kekuranganku… Yach tepatlah jika ini dinamakan: TESTIMONIAL!!!

Tetapi bbrp waktu yang lalu nama testimonial diganti menjadi comment oleh pihak Friendster-nya… Tapi menurutku testimonial dan comment maknanya mirip-mirip lah, so fungsinya juga sama mestinya…

Tapi lihatlah isi comment orang-orang belakangan ini…

“Hai, Chun… Kmrn gua sms koq ga dibales??? Sabtu besok maen yux mau ga??? Kan uda lama nich ga ngumpul-ngumpul bareng……”

Trz comment seperti ini biasanya mendapat balesan lagi:

“Oh, sori… Sms yang mana yach??? Gua kan ganti nomer jadi: 080989999… Maen mah hayu aja lah, tar calling-calling lagi yach…”

Nah terlihat jelas kan fungsi comment di sini uda kaya private msg aja, no HP yang rahasia pun bisa dibaca semua orang yang mampir… Fungsi private messagenya sendiri sebagian besar berisi spam message yang ga jelas…

Dan uniknya… Orang-orang koq pada seneng yach kalo jumlah comment mereka tuh bejibun, kaya yang bangga banget gitu rasanya… Mungkin inilah yang menurut Maslow disebut social needs, bisa jadi sudah mencapai self-esteem atau mungkin juga self-actualization malah…

comment

2 responses so far

Jan 10 2009

Dosen penguji itu ‘malas’, tapi pengalaman!!!

Aku merupakan mahasiswa paling dodol di UNPAR… Gmn ngga??? Tiap kuliah mata pelajaran favorit aku selalu tepet waktu telatnya… Yach bener, yang tepat waktu itu telatnya… Aku selalu datang telat 30 menit… Hobby banget dah pokonya, terutama kelasnya si Pa Wisnu…

Buat dosen yang namanya disebut di atas: Maap banget dech, Pa!!! Sekian ratus kali ikut kelas Bapa, pada detik-detik terakhir menjelang lulus saya justru baru sadar kalo ternyata Bapa tidak mengijinkan mahasiswanya telat lebih dari 10 menit… Hiks… Jadi terharu…

Hal ini juga berlaku untuk di kelas seminar tentunya… Si dosen ngga ngebolehin telat lebih dari 10 menit dan as usual aku cuek aja masuk kelas jam 10.15!!! Biasanya ga lama setelah aku masuk kelas, si mahasiswa yang presentasinya bilang gini: “Demikianlah presentasi saya, jika ada yang ingin bertanya saya persilakan!!!”

Dan tahukan kalian??? Siapa orang yang biasanya menjadi penanya pertama??? Jika kalian menjawab itu adalah aku: Seratus untuk kalian!!!

Banyak orang kemudian bertanya kepadaku: Bagaimana mungkin diriku yang dateng sangat telat itu, yang hampir tidak mendengarkan presentasi sama sekali, dan yang ketika masuk kelas sama sekali tidak tahu topik apa yang dibicarakan, ketika baru 5 menit melihat-lihat proposal yang sedang dipresentasikan; dapat langsung memberikan beberapa pertanyaan/masukan yang isinya ternyata sangat berbobot???

Inilah rahasianya kawan, semua itu tak lain karena 1 kata saja: PENGALAMAN!!!

Pengalaman apa???

Tak lain adalah pengalaman menemukan bahwa mahasiswa pada umumnya seneng banget membuat kesalahan-kesalahan yang sama sepanjang waktu… Dari mahasiswa A ke mahasiswa Z… Dari semester ganjil ke semester genap trz balik lagi ke semester ganjil… Semuanya itu adalah samaaaa… Jadi, tinggal bolak-balik bentar itu proposal juga langsung ketauan jelas dech salahnya di mana…

…….

Dosen penguji merupakan makhluk yang memiliki kecenderungan malas memerika skripsi yang tebalnya aduhai, apalagi di akhir semester, mungkin bisa sampe puluhan tuch skripsi yang harus dia baca…
Aku berani jamin dech mereka ini bacanya selewat-selewat… Tetapi hati-hati: Justru karena selewat-selewat inilah maka mereka bisa menemukan bahan pembantaian untuk korbannya di ruang sidang…

Mengapa???

Tak lain karena mereka pengalaman dan karena salahnya mahasiswa dari waktu ke waktu itu lagi itu lagi, di situ lagi di situ lagi…

Mungkin si mahasiswa berpikir apakah teori-teori yang dia masukkan di bab 2 sudah lengkap atau belum, tetapi si dosen penguji malah mencocokkan footnote di bab 2 dengan daftar pustaka, melihat apakah judul buku, pengarang, halaman, tahun terbit, dsb nya sama atau tidak; dan ketika ketahuan berbeda, jika sial, tamatlah riwayat seperti beberapa orang yang kemudian mendapat gelar: PLAGIATOR!!!

Ketika si mahasiswa dibuat stress apakah kesimpulan yang dia buat sudah benar atau belum, di ruang sidang si dosen penguji malah meminta si mahasiswa mencari solusi atas permasalahan tersebut…

Dan, ketika si mahasiswa merasa yakin bahwa skripsinya perfect, ga ada lagi celah yang bisa dibantai, maka dengan cueknya si dosen penguji berkata: “Ah, skripsi kamu ga berhubungan dengan bidang konsentrasi saya… Saya di sini ditugaskan untuk menguji operasi… Apa saja yang kamu pelajari dari MO???” Dan ketika si mahasiswa dodol menjawab: “Ga belajar apa-apa, Bu!!! Cuman baca-baca aja…” itu berarti sebentar lagi dunia kiamat…

…….

Untuk kesalahan-kesalahan umun yang sering dibuat mahasiswa dan kelemahannya telah diketahui banyak dosen, banyak dibahas di postingan-postingan lainnya… Jadi silakan kalian membaca-baca sendiri postingan yang lainnya yach hehehe…

Ketika menjelang sidang, biasanya banyak orang minta diajarin ini itu ke aku, dan syaratku mudah saja: Sebelom u yg nanya ini itu, mending gua dulu yang bantai… Presentasi maks 10 menit di depan gua!!!

Banyak yang nangis, banyak yang matanya berkaca-kaca, dan masih banyak lagi hal-hal lainnya terjadi… Tapi gpp lah, seengganya mereka semua akhirnya lulus dengan nilai yang mamuaskan…

Oh, out of topic yach??? Balik lagi dech ke laptop, semua itu dilakukan tak lain dan tak bukan untuk 3 tujuan berikut:

  1. latihan komunikasi
  2. latihan mental
  3. Ini nich yang paling penting, karena mungkin dosen senior juga akan melakukan hal yang sama… Aku bisa tahu kesalahan-kesalahan apa saja yang ada di itu skripsi hanya dengan mendengar presentasinya selama 10 menit… Kalo uda tau kira-kira apa kesalahannya baru kita lihat skripsinya >>> Nah, bener kan salah!!! Apa kubilang juga…

Jadi kesimpulannya: Hati-hatilah memilih kata ketika presentasi, salah ngomong 1 kata aja bisa habis dech riwayat… Selain itu juga, belajarlah dari kesalahan orang lain… Jika orang lain sudah terbukti salah, koq masih juga ditiru??? Dan tips yang terakhir menjelang sidang: Pelajarilah karakteristik tiap dosen penguji, karena tipe-tipe pertanyaan mereka umumnya sama untuk topik yang mirip-mirip… Jadi sering-seringlah nonton orang laen dibantai paz sidang yach…

Sebenarnya melalui postingan ini aku hanya ingin berpesan: JANGAN MELAKUKAN KESALAHAN YANG ITU-ITU AJA PLZ!!! BOSEN TAU!!!

No responses yet

Jan 10 2009

Dosa-dosa variabel ORDINAL dan INTERVAL…

Variabel adalah segala sesuatu yang bervariasi dan variasinya tersebut dapat dibedakan menjadi 4:

  1. nominal
  2. ordinal
  3. interval
  4. ratio

Bosen kan denger yang ginian??? Ya uda lah pokonya mah baca doeloe aja dech sampe abis jangan banyak komentar…

…….

Nominal itu merupakan tingkatan kasta paling rendah, dimana variasinya hanya sekedar beda saja, tidak ada tingkatan sama sekali…
Contohnya: cewe cowo, golongan darah, suku, agama >>> hanya menyatakan beda saja, tidak ada tingkatan sama sekali…

Kasta kedua namanya ordinal… Di sini variasinya tidak hanya menyatakan beda saja, tetapi sudah menyatakan tingkatan, tapi jaraknya tidak menunjukkan interval yang sama…
Contoh: bayi anak-anak remaja dewasa lansia, juara 1 2 3, dsb…

Tingkatan selanjutnya dinamakan interval… Variabel ini tidak menyatakan beda, menyatakan tingkatan, dan jarak antar variabelnya juga sama, tetapi nol nya tidak mutlak…
Contoh: suhu, IPK

Pertanyaan:
Apakah 50 derajat Celcius berarti panasnya 2 kali dari 25 derajat Celcius???

Jika Anda menjawab YA, berarti Anda belum paham betul apa itu makna dari nol mutlak… Pada nol mutlak, angka nol berarti NIHIL alias ga ada apa-apa… Misalnya tinggi, berat, dsb… Dan jika saya berkata bahwa di depan saya ada si Dudung yang tingginya 0 cm dan beratnya 0 kg, berarti dia sebenarnya tidak ada…

Tetapi untuk masalah suhu apakah hal ini berlaku???
Coba dech rubah itu Celcius jadi Farenheit ato Kelvin ato apa keq, apakah nilai pada Farenheit yang setara dengan 50 derajat Celcius panasnya menunjukkan 2 kali angka yang setara dengan 25 derajat Celcius???

Dan 1 hal lagi: pada skala interval nol nya tidak mutlak >>> 0 derajat Celcius BUKAN berarti tidak ada suhunya, 0 derajat di sini hanya menunjukkan tingkatan saja… Apakah seseorang yang IPK nya 0 berarti bahwa dia ga punya otak dan ga ada nilainya??? Ga punya otak mungkin (makna konotasi ini, bukan denotasi) tapi tentunya nilainya tetep ada, yaitu: 0

Tingkatan terakhir namanya ratio… Di sini variasinya menunjukkan perbedaan, ada tingkatannya, jaraknya smaa, dan nol nya mutlak…
Contoh: berat, tinggi, panjang, dsb…

Jika panjang pendek saja termasuk nominal (hanya menyatakan beda), maka jika di tengahnya disisipkan ’sedang’ menjadi panjang-sedang-pendek maka variasinya dapat berubah menjadi ordinal karena sudah ada tingkatan walaupun jaraknya ga jelas, tapi kalo kita bilang panjang minus sedang sama dengan sedang minus pendek atau: pa-s = s-pe (intervalnya sama) maka dia bisa naek kelas menjadi interval, dan kalo jaraknya sudah sangat jelas, misal panjang = 50 cm, sedang = 40cm, dan pendek = 30 cm maka dia merupakan variabel ratio…

Bosan??? Ato justru belom pernah denger yang ginian???

Yach apapun yang kau rasakan, itu semua baru kalimat pembuka saja…

…….

Dua kasta paling rendah, yaitu nominal dan ordinal, termasuk ke dalam NON PARAMETRIK… Artinya: variabel ini tidak dapat dioperasikan secara matematik…

Misalnya Anda melakukan penelitian mengenai orang yang setiap minggu datang ke gereja, dan dibuat penomoran sebagai berikut:
(1) bayi
(2) anak-anak
(3) remaja
(4) dewasa
(5) lanjut usia

Ternyata Anda mendapati hasil bahwa yang datang itu ada 50 orang nomor 2 dan 50 orang nomor 4… Jadi kesimpulannya 2+4=6 dibagi 2 = 3…

3 itu kan angka buat remaja, jadi kesimpulannya yang datang tiap minggunya ke gereja RATA-RATAnya adalah remaja, padahal tidak ada satu pun remaja di sana, ternyata yang datang adalah nomor 4 >>> orang tua dewasa yang membawa anak-anaknya (nomor 2)…

Ingat ini variabel ordinal (non parametrik), yang tidak dapat dioperasikan secara matematis seperti interval dan ratio (parametrik)… Jika kita dapat merata-rata suhu ruangan pada jangka waktu tertentu, maka untuk kasus usia ini kata RATA-RATA menjadi SALAH BESAR!!! Seharusnya kita bilang: KEBANYAKAN yang dateng anak-anak dan dewasa >>> PAKE MODUS BUKAN RATA-RATA/MEAN!!!

…….

Jadi, untuk mengukur SIKAP, kita menggunakan skala ordinal apa interval??? >>> Ini pertanyaan yang paling sering ditanya oleh semua orang…

Jawabannya yach jelas lah: ORDINAL >>> karena SIKAP itu sifatnya RELATIF untuk semua orang, jika saya bilang saya puas bekerja di tempat A dan si B juga bilang puas, maka belum tentu sebenarnya kami merasakan tingkat kepuasan yang sama…

Jadi, sikap selalu masuk menjadi ordinal yach???

Hhmmm…Ngga juga tuch tapinya…

Mungkin Anda menggunakan pengaruh dan perhitungannya menggunakan regresi… Regresi minimal menggunakan skala interval… Maka ada 2 cara yang dapat Anda lakukan:

  1. transformasi skala dari ordinal ke interval
  2. menganggap variabel sikap tersebut sebagai interval… Diulangi: Dianggap sebagai interval… Diulangi lagi: dianggap sebagai interval yang jaraknya sama… Kalo ada dosen yang nanya: “Kata siapa likert scale atau semantic differential atau yang lain dapat dianggap sebagai interval??” jawab aja dengan muka polos: Kata Uma Sekaran, Pak!!! Kalo Bapak mau debat sama dia aja jangan sama saya…

8 responses so far

 Page 6 of 13  « First  ... « 4  5  6  7  8 » ...  Last » 

Search