Feb 25 2009

10 kebijaksanaan cinta

Published by b0chun at 8:31 pm under Love is CINTA?!

Aku bertemu dengan seorang bijaksana yang sedang berpikir tentang cinta.
Ia berkata kepadaku bahwa ia menemukan 10 kebijaksanaan cinta dalam kehidupannya
ia berpesan kepadaku supaya aku jangan melupakan 10 kunci kebijaksanaan cinta ini kalau aku mulai berpikir untuk mencintai seseorang.
1. Sangatlah menyakitkan bila kita mencintai seseorang tapi kita tidak dicintai olehnya. Tetapi adalah lebih menyakitkan bila mencintai tetapi tidak memiliki keberanian untuk menyatakan dan menekspresikan cinta kita itu.
2. Hanya perlu satu menit untuk menhancurkan hati seseorang karena cinta, satu jam untuk menyukai seseorang, atau satu hari untuk mencintainya. Tetapi membutuhkan waktu seumur hidup untuk memulihkan luka-luka karena cinta. Maka janganlah kita mempermainkan perasaaan cinta orang lain yang memberikan cintanya kepada kita.
3. Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum nanti pada akhirnya bertemu dengan orang yang tepat untuk menjadi pasangan kita. Tujuan Tuhan bukanlah untuk mempermainkan kita, melainkan supaya waktu kita bertemu dengan orang yang tepat itu, kita akan sadar betapa berharganya anugerah itu.
4. Cinta adalah ketika kamu dapat menerima seluruh kelemahan kekasihmu, dan bila ia merasa tertekan akan kelemahannya kamu akan memeluknya dan berkata ” Apapun yang terjadi, aku akan tetap mencintaimu dan aku akan menganggap kelemahanmu sebagai kelebihanmu karena aku cinta padamu.”
5. Janganlah mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai cinta itu bertumbuh dalam hatinya, dan jika cinta itu tetap tidak tumbuh, pastikan cinta itu tetap tumbuh dalam hatimu karena cinta yang murni adalah cinta yang selalu mengenal kata memberi dengan tulus.
6. Adalah benar bahwa kita tidak akan tahu apa yang kita dapatkan sampai kita kehilangan hal itu, seperti kita tidak akan terlalu menghargai  berharganya kesehatan sebelum merasakan sakit. Tetapi adalah benar juga bahwa kita tidak akan tahu ada yang hilang samapi hal itu ada. Maka dari itu, dasarlah bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita.
7. Sewaktu ada hal yang ingin kamu dengar dari dia tetapi dia diam seribu bahasa, janganlah kamu menjadi tuli ketika seseorang meneriakkan cinta di hatimu.
8. Jangan pernah mengatakan “selamat tinggal” jika hatimu masih ingin mencobanya. Janganlah menyerah ketika kamu merasa masih dapat maju. Jangan pernah berkata “Aku tidak mencintaimu lagi” kalau kamu tidak dapat membiarkannya pergi untuk selamanya.
9. Cinta datang kepada mereka yang masih mempunyai harapan, walaupun berkali-kali dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya meskipun mereka telah dikhianati, kepada mereka yang memiliki keberanian untuk membangun kepercayaan sekali lagi walaupun kekecewaan itu masih ada.
10. Awal dari cinta adalah dimana kita membiarkan orang yang kita cintai tumbuh menjadi dirinya sendiri dan bukan merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan karena jika kita demikian, kita bukan mencintainya melainkan hanya mencintai pantulan dari diri kita sendiri yang kita harapkan akan kita temukan di dalam dirinya….

…….

Ini artikel aku dapat dari si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut… Masi ingat kan siapa dia??? Kalo uda lupa, bisa dilihat lagi di sini

Si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut ini bilang kalo dia mau kirim artikel, teruz dia suru aku baca & posting di sini… Maka dari itu, dibuatlah tulisan ini… Dan untuk menghargai jerih payahnya yang sudah mengetik ulang artikel tersebut, maka segala kesalahan penulisan, baik itu disengaja maupun tidak, sebaiknya dibiarkan saja demikian adanya; anggap saja itu semacam kenang-kenangan darinya hehe…

Jujur yach, ketika baca dari nomor 1 sampe nomor 9 koq kayanya basi bngt dech, secara itu kan gua banget gitu loh… *baca ini hai ceweq-ceweq* Bukan narsis sich, ini kenyataan hehe… Tapi liat dech point nomer 10-nya:

 ”Awal dari cinta adalah dimana kita membiarkan orang yang kita cintai tumbuh menjadi dirinya sendiri dan bukan merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan karena jika kita demikian, kita bukan mencintainya melainkan hanya mencintai pantulan dari diri kita sendiri yang kita harapkan akan kita temukan di dalam dirinya….”

Aku merasa bahwa aku merupakan sosok pria yang sangat egois, terlalu banyak menuntut dirinya untuk menjadi seperti apa yang aku mau, menuntut dirinya untuk bisa membuatku bahagia, walau kadang aku juga tak sadar bahwa ketika aku bahagia dia belum tentu bisa ikut bahagia juga…

Ketika pada akhirnya aku sadar akan kesalahanku dan menyesal, apakah dia masi dapat memaafkanku dan menerimaku seperti dulu lagi??? *dunno* Dalamnya lautan dapat dikira, dalamnya hati siapa tahu… Tetapi apapun itu, aku akan selalu berusaha menebus kesalahanku di masa lalu… Saat ini aku hanya ingin melihatnya bahagia, bagaimanapun caranya…

Penantian sekian lama memang benar-benar menyiksa… Tetapi, bukankah lebih baik tetap menanti daripada mendapatkan orang yang tidak tepat???

zwani.com myspace graphic comments

Bookmark and Share

Random Posts

Tags

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

You can add images to your comment by clicking here.

Search