Archive for March 14th, 2009

Mar 14 2009

Pengalaman buruk menggunakan Three!!!

Published by b0chun under Tulisan ga penting

Hari ini aku melakukan isi ulang 10rb untuk nomer 3-ku berikut ini: 08996810643; rencananya sich mau telp seorang temen di Shanghai gitu dech… Lumayan kan pake 3 murah meriah tuh, katanya sich telp ke Shanghai sana cuman Rp 299,- aja per menitnya… Dulu aku pernah mencoba sekali dan ternyata… Berhasil chuy!!! Murah juga nich pake 3…

Di hari yang berbahagia ini, aku berencana menelepon kembali teman Shanghai-ku itu… Nomer 3 pun aku aktifkan, tidak lupa mengisi pulsa terlebih dahulu… Pulsa yang aku isi pun masuk dengan mulus, disertai dengan sms berikut dari 557 (nomer customer care 3):

“Nomor Anda telah berhasil diisi ulang sebesar Rp 10,000. Total pulsa Anda: Rp 59,004. Gunakan *111*1# untuk cek pulsa.”

Dan ketika aku cek pulsa ternyata aku memiliki pulsa utama Rp 12,308 dan Bonus sesama Rp 46,696… Horeee pulsaku masuk, pikirku… Aku pun langsung mencoba untuk menghubungi teman Shanghai-ku itu… Lagi sibuk dia kayanya, soalnya beberapa kali aku telp ga diangkat-angkat… Aku pun mencoba online YM, eh ternyaat dia juga lagi OL hehe… Aku langsung bilang kepadanya kalo aku mau telp dia… Beberapa kali kucoba telp, koq network busy terus yach??? Aneh pikirku… Iseng-iseng aku cek pulsa… Weqz… Koq pulsanya ngurang jadi tinggal 9000-an gitu??? Aneh yach?!

Masuk mailbox mungkin pikirku… Aku pun iseng-iseng telp ke temenku yang menggunakan 3 juga, pengen tau sebab-musababnya pulsaku bisa berkurang seperti itu… Eh, sialnya network busy lagi… Dan ketika aku cek pulsanya, bonus sesamanya uda berkurang donk menjadi Rp 40,760… Aku kan hanya mencoba menelepon dia, dan setahuku sesama three, tarif 1 menitnya hanya 300 perak saja dech… Kalo masuk mailbox juga palingan hanya berkurang 300 perak saja kan??? Nah ini??? Ngurangnya ga kira-kira, Pak!!! Sampe 6000 perak gitu loh!!! T___T

Semakin misterius pulsaku berkurang, semakin penasaran aku dibuatnya… Kali ini aku mencoba menelepon rumahku sendiri… Hal yang sama pun terjadi: network busy tetapi telepon di rumahku tidak berbunyi sama sekali… Hening… Sepi… Dan ketika aku cek lagi pulsaku: MAKJANG!!! Sekarang pulsa utamanya tersisa Rp 3,308 doank!!!

Aku lalu mencoba menghubungi customer carenya di 123… Gila banget dech, mau 1 kali telp aja retry-nya harus minimal 5 kali dulu… Dan ketika uda nyambung dan minta ngomong langsung sama CS-nya juga ternyata Sc-nya busy teruz… Aku disuru menunggu sebentar dan setelah 2 menit dia langsung maen gitu aja… Sadar oi telp ke loe tuh susahnya minta ampun tau!!! Gila banget ga coba… Sebelom mengakhiri panggilan, si mesin penjawabnya malah suruh kirim email ke TRICKER-at-tri-dot-ko-dot-aidi (setelah liat di starter packnya aku baru tahu bahwa emailnya dia: 3care@three.co.id); dan setelah berhasil membuat postingan ini beneran dech aku email nich tulisan ke si Three dudud itu… Balikin pulsa gua oi… Gua jamin dech gua ga akan pake 3 lagi selamanya… Pasti!!! Pasti!!! Pasti!!!

3 responses so far

Mar 14 2009

93,7 Persen Anak Indonesia Pernah Ciuman, Petting, dan Oral Sex

Published by b0chun under Berita ga penting

Menyangkut masalah [Video] Bocah coba ML, tadi aku melakukan pencarian artikel terkait dan menemukan tulisan ini di kesehatan.kompas.com

Banyak sekali orangtua sekarang terperangkap dalam ketidaktahuan dan tidak tahu harus berbuat apa menghadapi maraknya peredaran materi pornografi, baik dalam bentuk keping cakram, video games, maupun komik. Padahal, anak-anak makin rentan terpapar materi pornografi yang pada akhirnya bisa menimbulkan kecanduan seks dan merusak otak.

Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman dalam seminar bertema “Memahami Dahsyatnya Kerusakan Otak Anak akibat Kecanduan Pornografi dan Narkoba dari Tinjauan Kesehatan Intelegensia”, Senin (2/3), di auditorium Departemen Kesehatan, Jakarta.

“Banyak orangtua tidak tahu harus berbuat apa ketika anaknya mogok sekolah, mulai kelas lima sekolah dasar sampai sekolah menengah atas karena main games tak henti-hentinya,” kata Elly Risman. Hampir tiap hari ada saja berita tentang anak dan remaja berbuat mesum dan foto bugil yang ditayangkan, baik di televisi, maupun dinikmati rekan sebaya mereka.

Dalam Pertemuan Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati dengan 1.625 siswa kelas IV-VI sekolah dasar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tahun 2008 terungkap, 66 persen dari mereka telah menyaksikan materi pornografi lewat berbagai media. Sebanyak 24 persen di antaranya lewat komik, 18 persen melalui games, 16 persen lewat situs porno, 14 persen melalui film, dan sisanya melalui VCD dan DVD, telepon seluler, majalah, dan koran.

Mereka umumnya menyaksikan materi pornografi itu karena iseng (27 persen), terbawa teman (10 persen), dan takut dibilang kuper (4 persen). Ternyata anak-anak itu melihat materi pornografi di rumah atau kamar pribadi (36 persen), rumah teman (12 persen), warung internet (18 persen), dan rental (3 persen). “Kalau kita jumlahkan, yang melihat di kamar pribadi dan di rumah teman, berarti satu dari dua anak melihatnya di rumah sendiri,” ujarnya.

Adapun hasil survei yang dilakukan Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, sebanyak 97 persen dari responden pernah menonton film porno, sebanyak 93,7 persen pernah ciuman, petting, dan oral sex, serta 62,7 persen remaja yang duduk di bangku sekolah menengah pertama pernah berhubungan intim, dan 21,2 persen siswi sekolah menengah umum pernah menggugurkan kandungan.

Kondisi ini terjadi karena mereka sudah terpapar pada pornografi sejak belia. Hal itu dikatakan Elly. Dari pertemuan Yayasan Kita dan Buah Hati dengan puluhan ribu orangtua di 28 provinsi ketika seminar, pihaknya menemukan rata-rata hanya 10 persen dari para orangtua yang bisa menggunakan peralatan atau permainan canggih yang mereka belikan untuk anak-anak mereka.

Bahkan, belakangan ini banyak situs internet dengan nama yang tidak terkait dengan materi seks ternyata mengandung materi pornografi. Beberapa dari situs itu bahkan menggunakan nama tokoh kartun yang digemari anak-anak seperti Naruto, serta memakai istilah nama hewan seperti lalat atau nyamuk yang biasanya dibuka anak-anak itu ketika mengerjakan tugas sekolah.

Mereka umumnya tidak tahu dampak negatif  video terhadap kerusakan otak anak. “Kita berada dalam kultur abai pada anak sendiri. Di sisi lain, kita semua belum menganggap bencana pornografi itu sama pentingnya dengan masalah flu burung, HIV/AIDS, narkoba, dan penyakit-penyakit menular lainnya,” ujarnya.

Maka dari itu, ia mengajak agar para orangtua, baik ayah maupun ibu, lebih terlibat dalam pengasuhan anak-anak mereka sejak belia. Kurangnya peran ayah dalam pengasuhan anak pada usia dini, khususnya pada anak lelaki, mengakibatkan terputusnya jembatan komunikasi antara orangtua dan anak. Hal ini membuat banyak anak memilih mencari informasi dari luar rumah yang bisa jadi malah menjerumuskan mereka dalam dunia pornografi.

Pemerintah juga harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran materi pornografi, “Antara lain dengan membatasi atau memblokir situs-situs internet pornografi, menerapkan regulasi yang ketat terhadap video games, terutama yang mengandung materi tidak edukatif atau berbau pornografi,” kata Elly.

No responses yet

Search