Definisi ‘farewell party’ (versi b0chun): Sebuah pesta hura-hura yang didanai oleh satu orang atau lebih, yang akan pergi jauh ke luar negeri (baik untuk menuntut ilmu atau pura-pura belajar >>> padahal setiap hari kerjaannya hanya main melulu), yang biasanya mengundang hanya beberapa teman dekat saja dengan tujuan untuk pamer bahwa dirinya sanggup pergi ke luar negeri untuk kurun waktu lebih dari 6 bulan…
Farewell sendiri dapat disalah artikan menjadi ‘far-a-way’ yang berarti suatu tempat yang jauh… Apapun itu, saya pribadi tetap benci dengan yang namanya farewell… Adapun alasannya adalah sebagai berikut:
-
Kalo misalnya yang bikin farewell party-nya temen yang ga deket-deket amat: “Ngapain juga sich loe ngundang-ngundang gua??? Mau pamer yach???” >>> Tetapi berdasarkan pengalaman sich yach, ga pernah ada tuh orang yang ga deket-deket amat ngundang saya dateng ke farewell-nya dia huhuhu…
-
Kalo yang ngundangnya temen yang dekettttttt banget: Yow, jangan pergi plz… Ntar ga ada lagi orang yang ngenalin gua ke ceweq-ceweq cantik… Dhe, jangan pergi donk!!! Ntar ga ada lagi yang bisa jadi supir gua… Chun, anjrit loe ngasi kado ga bilang-bilang gua… Hixhixhix… Jane, jangan lama-lama yach perginya… Ntar kalo siang ga ada yang nemenin gua makan lagi dunx… Tom, di sana sering-sering online yach!!! Jangan lupa promosikan blog gua ini ke orang-orang SG hehe… Verin, kapan balik Indo lagi??? Jangan lupa oleh-oleh yach!!! Cing, good luck yach!!! Ati-ati di jalan!!! Awas kau kalo di sana jadi sombong!!! Sayonara, Yo!!!
-
Kalo yang perginya adalah orang yang dicintai, mungkin aku akan menyanyikan lagu ini untuknya:
Resah rintik hujan
Yang tak henti menemani
Sunyinya malam ini
Sejak dirimu jauh dari pelukan
Selamat jalan kekasih kejarlah cita-cita
Jangan kau ragu tuk melangkah
Demi masa depan
Dan segala kemungkinan
Atau mungkin juga aku akan menyanyikan lagu ini:
Tak pernah kusangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kau tinggalkan begitu saja
Sekian lamanya kita berdua
Tak kusangka cepat berlalu
Tuk mencari kesombiongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
Sayang sungguh sayang, betapa malang nasibku… Lagu di atas ternyata hanyalah kenangan belaka… Mana berani diriku menyanyikan lagu tersebut di hadapan gadis yang kucintai…
Ketika gadis yang kucintai (seperti biasa, kita sebut saja namanya ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut) hendak pergi melanjutkan study, aku justru tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuknya… Mau kasi barang, tapi kmrn kan baru kasih kalung… Lagian kalo kasi yang aneh-aneh ntar kalo ga dibawa repot lagi… Haduh, kasi apa yach??? Lagian si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut kasi tau perginya dadakan amat sich, jadi kan belom persiapan apa-apa…
Singkat cerita, sore itu kami mengadakan farewell party kecil-kecilan… Speechless… Gatau mau ngomong apa… Andai saat itu di sebelahku ada lampu Aladdin, pasti aku akan meminta 3 permintaan berikut:
-
Supaya si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut dikasi umur panjang dan bisa sehat selalu
-
Supaya si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut dalam hidupnya bisa bahagia selalu
-
Supaya si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut batal perginya *muka Iblis* ^_^V
Tetapi Tuhan berkehendak lain… Apapun keinginanku, ia tetap akan berangkat keesokan harinya… Perasaanku sedih bercampur bahagia… Sedih karena harus berpisah dengannya, sedangkan bahagia karena aku tahu bahwa study-nya tersebut sangatlah bermanfaat bagi masa depannya kelak…
Untuk mengantar kepergian teman-temanku, biasanya aku menyiapkan sebuah hadiah atau surprise untuk mereka… Tetapi kali ini justru aku tidak menyiapkan hadiah apapun untuk orang yang kucintai… Di jam-jam terakhir menjelang kepergiannya, aku datang ke rumahnya hanya sekadar untuk mengobrol dan menemaninya nonton film… Aku tahu bahwa selama setahun kami tidak mungkin bisa bertemu dan bertatap muka langsung, maka tidak ada salahnya kan memberikan perhatian lebih kepadanya di saat-saat terakhir seperti ini?!
*) Sebab, segala sesuatu yang dapat dibeli dengan uang adalah tidak berharga dan segala sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang sangatlah besar nilainya.
Aku telah banyak melakukan kesalahan kepada si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut… Oleh karenanya, kali ini aku tidak mau melakukan kesalahan lagi yang bisa membuatnya menjauh dariku… Sejak awal aku berkenalan dengannya sampai dengan kepergiannya, kami sering sekali ribut karena hal-hal kecil… Kesalahpahaman-kesalahpahaman kecil bisa merembet jadi masalah besar dan pertengkaran pun tak terhindari lagi… Ketika aku meminta kepadanya untuk berubah, ia pasti selalu menolak dan berbalik menyerangku… Ketika aku bertanya apa kesalahanku, dia pasti bilang gatau…
Menjelang kepergiannya ini, aku selalu berharap agar hubungan kami bisa baik-baik saja… Akhirnya dia pun pergi meninggalkan Indonesia… Bulan-bulan awal hubungan kami biasa-biasa saja, tidak terjadi apa-apa… Pada sampai suatu ketika, sifat anak-anaknya keluar lagi… Dia marah-marah kepadaku untuk sesuatu hal yang ga jelas… *damn* Kejeduk apa toh semalem???
Pusink ga sich ngadepin orang kaya gini??? Mau ngotot kalo diriku ga bersalah, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya sich pasti nantinya dia makin tambah marah… Mau ngalah pura-pura dia yang bener juga nanti dianya malah semakin menjadi… Apa boleh dikata, nasi sudah menjadi bubur…
Kalo kata Firman Tuhan kan kalo ditampar pipi kanan kasi aja tuh pipi kiri… Kalo kata orang dunia itu GOBLOK!!! Aku pun pasrah saja sama ‘yang di atas’ sampai suatu ketika aku membaca postingan di blog temanku berikut ini:
Ada 2 benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombongkan diri kepada sahabatnya : “Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak”
Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya. Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana.
Aturannya : “Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang”
Besi dan air pun mulai berlomba: Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu. Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.
Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.
Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini.
Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.
Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua.
Score air dan besi 2 : 0
Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua. Besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : “Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !”
Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini, tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan.
Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0
Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras.
Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.
Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.
Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil ekalipun. Ia tidak putus asa.
Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap. Inilah Mujizat!!!
Aku sadar bahwa selama ini seringkali aku membalas ulah si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut dengan kata-kataku yang kasar… Pengen banget dech rasanya nampar orang yang menyebalkan kaya dia itu… Kali ini aku mencoba berubah, menanggapi sikapnya dengan kasih… Aku berjanji, sejahat apapun sikapnya kepadaku, aku akan tetap bersikap baik kepadanya… Beberapa waktu kemudian pun akhirnya keluar kata-kata ini dari mulutku:
“Semua orang akan bersikap baik kepadamu ketika kamu bersikap baik kepadanya, tetapi orang yang benar-benar baik kepadamu akan selalu bersikap baik kepadamu walaupun kamu bersikap jahat kepadanya…”
*) b0chun adalah orang baik, jadi b0chun harus selalu bersikap baik kepadanya walaupun banyak orang mengatakan bahwa sangat beruntung jika dapat bersahabat dengan orang baik dan tidak dikenal oleh orang jahat…
Walaupun sikapnya selalu dingin kepadaku, tetapi aku selalu berusaha untuk bersikap baik kepadanya, dan pada suatu hari keajaiban pun terjadi… Tiba-tiba saja ia mengajakku berbicara dan meminta maaf atas kesalahannya tersebut… Ia mengakui bahwa selama ini ia telah bersikap jahat terhadapku bla bla bla… Saat ini sikapnya sudah berubah jauh… Saat ini dia adalah seorang sahabat terbaik yang dapat mengerti keadaanku… Walaupun aku tidak dapat bercerita lengkap tentangnya di sini, tetapi melalui postingan aku hanya mau mengucapkan terima kasih atas semua yang sudah kamu lakukan buat saya selama ini…
*) Sebab, sekeras-kerasnya batu, lama-kelamaan akan terkikis juga oleh air…