Hari itu langit di atas UNPAR cerah tak berawan, bertolak belakang dengan suasana hatiku yang menebar halilintar di tengah hujan badai… Kilat-kilat ganas menyambar gedung 9 (Fakultas Ekonomi); aku yang menjelma menjadi dewa Zeus sedang murka saat itu… Angin topan besar memporak-porandakan pepohonan di kompleks UNPAR… Mahasiswa yang sedang kuliah lari pontang-panting menyelamatkan diri… Banyak korban berjatuhan… Perasaan bersalah pun mulai menghantui pikiranku… Kemarahanku yang hanya ditujukan kepada 1 orang saja ternyata telah menelan banyak korban jiwa…
Lalu aku pun berubah wujud menjadi landak… Banyak orang menganggapku sebagai binatang yang lucu, tetapi coba saja kalo berani… Duri-duriku yang tajam terbukti telah sukses melukai siapa saja yang menyentuhku… Yang ingin kukatakan kepada semua orang saat itu hanyalah 2 kata saja: “Jangan mendekat!!!”
Setelah beberapa lama diam menunggu, menunggu, dan menunggu dalam wujud seekor landak, akhirnya dia yang sejak tadi kunanti muncul juga di hadapanku… Namanya Venus… Dia baru saja selesai bimbingan seminar/skripsi… Ingin rasanya kusambar dia dengan petir berkekuatan 1000 Volt sampai gosong, tapi entah kenapa, di hadapannya, kesaktianku ini mendadak lenyap begitu saja…
Di dekatnya, semua niat jahatku sepertinya sirna… Walaupun sebenarnya aku masih kesal dengan sikapnya yang tidak adil terhadapku, tetapi akhirnya aku memutuskan untuk berubah wujud menjadi malaikat baik hati yang bernama Mars…
Mars: “Hai, Venus!!! Gimana bimbingannya tadi?”
Venus: “Bukan urusan loe!!! Uda yach gua mau pulang!!! Sopir gua uda nungguin dari tadi…”
Venus pun berlari menuju mobilnya… Perasaan Mars kacau karena ia tidak tahu sebenarnya apa kesalahan yang telah ia perbuat sehingga Venus marah besar terhadapnya… Untuk mencari tahu hal tersebut, ia pun mencoba bertanya melalui sms kepada Venus:
“Venus, kamu tuh kenapa sich sebenernya??? Emangnya saya salah apa ke kamu sehingga kamu bisa marah besar gini ke saya???”
“Uda lah ga usa nanya-nanya… Loe pikir aja sendiri kenapa gua marah ke loe!!! Gua benci sama loe!!! Mulai sekarang loe ga usa telepon-telepon & sms gua lagi…”
Membaca sms tersebut, hati Mars hancur berkeping-keping… Venus adalah wanita yang dicintainya… Apapun akan dia lakukan untuk membuat Venus bahagia… Namun, apa yang terjadi kini justru malah sebaliknya… Mars merasa bahwa dia telah melakukan yang terbaik untuk Venus, tetapi hal tersebut justru malah membuat Venus marah besar terhadap Mars… Celakanya, Mars bahkan tidak tahu apa kesalahannya yang telah membuat Venus benci terhadapnya… Di pikirannya, apa yang telah dia lakukan tersebut adalah benar… Mars menjadi pusing karenanya… Ia mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Venus… Dan beberapa saat kemudian Venus mengirim sms berikut:
“Gua benci sama loe!!! Loe suka berlama-lama kalo gua minta tolong periksain tugas sama periksain skripsi!!! Padahal kalo ke orang laen loe biasanya periksanya cepet!!! Gua benci sama omongan loe yang bilang kalo loe rela lakuin apa aja buat gua!!! Loe bohong!!!”
Venus tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Mars… Venus adalah someone special bagi Mars… Ketika diminta memeriksa tugas/skripsi untuk Venus, Mars melakukannya dengan penuh ketelitian, membolak-balik halaman demi halaman agar di tugas Venus tidak terdapat kesalahan sekecil apapun… Mars telah terbiasa mengoreksi skripsi untuk teman-temannya dan ia dapat melakukannya dengan cepat… Tetapi, jika yang harus diperiksa adalah milik Venus, maka ketelitian untuk memeriksanya haruslah extra, dan hal ini tentunya memakan waktu yang lebih lama… Venus tidak mengerti hal ini… Venus menganggap Mars bekerja tidak serius… Venus menganggap Mars berusaha untuk memperlambat kerjanya agar Venus menyelesaikan skripsi melebihi deadline yang telah ditetapkan…
Mars, yang merasa dirinya benar, berusaha menjelaskan hal ini kepada Venus, tetapi Venus yang keras hati tidak mau menerima penjelasan Mars dan ia juga bersikeras tidak akan memaafkan Mars… Menurut Venus, Mars terlalu sering melakukan kesalahan yang sama…
Mars berpikir bahwa ia telah melakukan semua yang terbaik untuk Venus… Mars mengorbankan banyak waktu di tengah kesibukannya hanya untuk Venus, tetapi Venus bisanya hanya marah-marah saja… Mars telah dengan bersungguh hati mengoreksi tugas/skripsi milik Venus, tetapi Venus malah menganggap Mars lambat dan enggan dimintai tolong olehnya… Ketika Venus berulang tahun dulu. Mars telah bersusah payah menyiapkan hadiah special untuk Venus; bagi Mars hadiah tersebut adalah pemberian special karena Mars sangat menyukai barang tersebut, tetapi ketika menerima hadiah pemberian Mars sepertinya Venus tidak suka, dia menganggap Mars tidak mengerti kesukaannya…
Hari demi hari terus bergulir dan kesalahpahaman demi kesalahpahaman pun silih berganti… Mars yang tidak kuat dengan keadaan ini memutuskan untuk menjauhi Venus saja dahulu, menunggu sampai suasana hati Venus membaik, baru setelah itu Mars mencoba membicarakan hal ini baik-baik dengan Venus…
Melihat sikap Mars yang mulai menjauh darinya, kemarahan Venus ternyata makin menjadi… Ia menganggap Mars tidak peduli lagi terhadapnya dan berusaha untuk menjauhinya… Venus menjadi makin benci terhadap Mars… Ia menegaskan sekali lagi kepada Mars agar Mars tidak usah lagi menelepon atau mengirim sms kepada Venus… Sikap Venus yang biasa hangat berubah menjadi sangat dingin…
Melihat keadaan yang seperti ini sepertinya tidak ada lagi yang dapat dilakukan Mars selain introspeksi dirinya sendiri… Mars ingat ketika dulu Venus memintanya menunggu, Mars telah melakukannya dengan setia, ketika dulu Venus membutuhkan sesuatu, Mars selalu ada di samping Venus menemani… Mars pasti akan menuruti semua keinginan Venus jika Mars tahu apa sebenarnya yang Venus inginkan… Tetapi, jika Mars bertanya kepada Venus seperti: “Sebenernya Venus pengen apa sich?” atau pertanyaan seperti tadi: “Sebenernya Mars salah apa sich ke Venus?”, Venus pasti akan menjawab: “Gatau!!! Cari tau aja sendiri!!!”…
Mars tidak tahu apa keinginan Venus, karenanya ia selalu melakukan sesuatu yang menurutnya itu adalah hal terbaik untuk Venus… Tetapi inilah yang kemudian terjadi: Venus selalu menganggap bahwa Mars tidak peduli terhadapnya… Di mata Venus semua yang dilakukan oleh Mars selalu salah, padahal Mars telah memberikan yang terbaik bagi Venus…
Venus berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan Mars berkata ingin menjadi matahari, bukan kupu-kupu yang bisa terus menemani bunga…
Venus berkata ingin menjadi bulan dan Mars ingin tetap menjadi matahari… Venus menjadi bingung karena bulan dan matahari tidak akan pernah bisa bertemu, tetapi Mars tetap ingin menjadi matahari…
Venus berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan Mars berkata bahwa ia akan selalu menjadi matahari…
Venus tersenyum pahit dan kecewa… Venus telah berubah tiga kali namun Mars tetap keras kepala ingin menjadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama Venus…
Mars merenung sendiri dan menatap matahari… Saat Venus jadi bunga, Mars ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup… Matahari akan memberikan segalanya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang, dan terus hidup sebagai bunga yang cantik… Walau matahari tahu bahwa ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu-kupu lah yang akan menari bersama bunga, namun ia tetap memberi tanpa pamrih… Inilah yang disebut: CINTA!!!
Saat Venus menjadi bulan, Mars tetap menjadi matahari agar bulan terus dapat bersinar indah dan dikagumi… Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang peduli terhadap matahari? Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut…Ini disebut dengan PENGORBANAN, menyakitkan memang, namun sangat layak untuk cinta…
Saat Venus jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh di atas langit bahkan di atas matahari, Mars selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapanpun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya… Matahari rela melepaskan Phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya untuk Phoenix… Matahari selalu ada untuk Phoenix kapanpun ia mau kembali walau Phoenix tidak selalu ada untuk matahari… Tidak ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya… Ini disebut dengan KESETIAAN, walau ditinggal pergi tetap menanti dan mau memaafkan…
Bandung, 3 Maret 2009