Apr 07 2009

Sozzis: Kuat bertahan sampai kapan?

Published by b0chun at 2:27 am under All about MARKETING!!!

sozzis

Data di atas didapat dari majalah Marketing bulan April 2009… Melihat hasil tersebut aku tergelitik untuk membuat tulisan ini… Mengapa??? Tak lain dan tak bukan karena dulu juga aku sempat melakukan penelitian yang sama terhadap top-of-mind konsumen sosis di kota Bandung…

Cara melakukan penelitian di atas mudah saja, cukup dengan membuat pertanyaan sebagai berikut:

“Sebutkan 1 merek sosis yang Anda ketahui!!!”

Dan akhirnya didapat hasil seperti pada tabel di atas, di mana jika kita menjumlahkan persentasenya, akan didapati hasil sebesar 100%!!!

Penelitianku dahulu sedikit berbeda… Jika di sini hanya diminta menyebutkan 1 merek sosis saja, maka aku meminta responden menyebutkan 3 merek sosis yang mereka ketahui…

Ternyata (jika tidak salah) sebesar 100% responden menyebutkan merek Sozzis ini, atau bisa dibilang top-of-mind nya sebesar 100%… Wow… Fantastis!!! Semua orang ternyata aware loh terhadap produk sosis merek Sozzis…

Salah satu strategi perusahaan untuk melakukan penetrasi pasar memang bisa dengan menggunakan generic brand… Jika didukung dengan promosi yang baik, produk-produk yang menyandang merek generik ini akan dengan sangat mudah sekali dikenal oleh konsumen… Hal ini terbukti dengan adanya awareness konsumen yang sangat tinggi terhadap produk sosis merek Sozzis… Tetapi, hal ini mau berlangsung sampai kapan???

Banyak produk ternyata gagal di pasar Indonesia justru karena nama mereknya yang generik… Jika masih 1 atau 2 merek saja mungkin itu hanya kebetulan semata… Namun jika jumlahnya sudah mencapai 90 buah lebih (saya berhasil menemukan lebih dari 90 buah merek di Indonesia yang dirugikan karena namanya yang generik), maka apa mau dikata???

Sudah barang tentu produk sosis merek Sozzis ini awalnya diuntungkan karena nama mereknya yang generik, tetapi lama kelamaan, saya berani jamin, pastilah ia menderita kerugian yang besar karena namanya yang generik tersebut, seperti produk keju merek Qeju berikut:

qeju

Jika sosis merek Sozzis dapat dikategorikan masih sebagai produk baru, maka produk keju merek Qeju yang sudah lama berada di pasaran ternyata hanya sanggup meraih mind share sebesar 2,3% saja… Jika konsumen tidak memiliki mind share yang baik, maka mereka juga tidak akan memiliki heart share yang baik… Hal ini akan berdampak pada market share/penjualan perusahaan yang buruk…

Nama bagi seseorang sama halnya dengan merek untuk sebuah produk, yang mana salah satu fungsinya adalah sebagai pembeda

Dalam kehidupan sehari-hari pastilah kita sering menemukan banyak orang yang memiliki nama panggilan, yang seringkali nama panggilannya tersebut tidak ada mirip-miripnya dengan nama aslinya… Ada yang menyangkutpautkan dengan sifat orang itu, ada juga yang menyangkutpautkan dengan kejadian-kejadian tertentu, nama teman dekat orang tersebut, dan sebagainya…

Misalnya saja nama beberapa temanku berikut ini: Angga, Cahaya, Ebel, Kuss-Kuss, Bokep, Polos, Mesum, dll (dan lupa lagi)… Jika kalian penasaran dengan nama asli mereka, ternyata mereka semua bernama DAVID!!! Pasaran banget yach!!! Apakah kalian sadar, umumnya orang yang memiliki nama panggilan itu adalah orang-orang yang namanya pasaran, sehingga nama, yang salah satu fungsinya sebagai pembeda, telah kehilangan fungsinya tersebut…

Namaku Ivan, merupakan nama yang sangat pasaran… Karenanya tidak heran jika kemudian banyak nama panggilan untuk orang-orang yang bernama Ivan: b0chun, Ceper, T*t*t, Ivan Aussie, Ivan Y***i (diikuti dengan nama ceweqnya), dsb…

Ini adalah kejadian nyata di UNPAR:

Orang ga jelas: “Chun, temenin ikut kelasnya Pa Budi yux…”

Aku: “Pa Budi mana???” *Pa Budi di UNPAR kan ada banyak… Ada Budiharto, ada Budi Mulia, dsb…*

Nah loh… Repot kan kalo kaya gini… Pemberian nama itu haruslah unik, agar dapat menjadi pembeda… Perhatiin dech… Nama orang kaya Faustine, Viryamarchyo, dsb; mana pernah sich mereka dikasi nama panggilan sama temen-temennya… Kenapa??? Karena pada dasarnya nama mereka sudah unik…

Aku memiliki 3 orang teman yang namanya mirip-mirip:

  1. Sheila
  2. Shelia
  3. Shella

Walaupun nama mereka bertiga mirip, tetapi pada dasarnya satu sama lain masih memiliki perbedaan, baik dalam penulisan dan pengucapan…

Tidak demikian halnya dengan produk sosis merek Sozzis… Walaupun dalam penulisannya berbeda, tetapi dalam pengucapannya orang cenderung menyebut hal yang sama, sehingga dalam proses pembelian konsumen, hal tersebut dapat sangat merugikan pihak perusahaan…

Jadi, masi kuat bertahan sampai kapan Sozzis???

Bookmark and Share

Random Posts

Tags

2 Responses to “Sozzis: Kuat bertahan sampai kapan?”

  1. R9on 07 Apr 2009 at 11:50 pm

    nama g ga gitu pasaran tp kenapa g dipanggil bua** yah????

  2. b0chunon 07 Apr 2009 at 11:54 pm

    Itu karena loe memang BUAYA!!!

Comments RSS

Leave a Reply

You can add images to your comment by clicking here.

Search