Apr 11 2009

Telur paskah!!!

Published by b0chun at 3:52 pm under Serba-serbi

easter-egg

Banyak sekolah minggu dan taman kanak-kanak serta sekolah dasar Kristen merayakan Paskah dengan berlomba mencari telur. Telur ayam atau telur itik yang sudah direbus dan dihias dengan aneka warna disembunyikan di antara semak di taman. Lalu anak-anak berlomba mencarinya. Ada juga perlombaan menghias telur. Telur itu diberi topi atau jenggot dan digambar menjadi badut berhidung merah atau tukang sulap bertopi tinggi dan sebagainya.

Kemudian pernahkah Anda perhatikan bahwa di kartu ucapan selamat Paskah, biasanya selain gambar bunga ada juga gambar kelinci? Nah, apa hubungan Paskah dengan telur dan kelinci? Hubungan secara langsung sebenarnya tidak ada. Inilah latar belakang lahirnya tradisi merayakan Paskah dengan telur dan kelinci.

Tradisi
Pada jaman abad-abad permulaan, di Inggris orang sudah mengenal Dewi Eostre (di Jerman: Dewi Austro) sebagai Dewi Musim Semi atau Dewi Kesuburan dan perpanjangan hidup, yang kira-kira dapat dibandingkan dengan Dewi Sri di Indonesia.

Hari Paskah selalu jatuh di sekitar hari-hari perayaan Dewi Eostre itu. Karena itu lambat laun orang mengambil alih perayaan Dewi Oestre itu. Kata Inggris dan Jerman untuk Paskah yaitu Easter atau Ostern, diambil dari nama Dewi Eostre atau Austro itu. Juga kegiatan perayaan itu diambil alih dan diberi dengan isi yang baru.

Bagitulah telur yang semula adalah lambang cikal bakal kehidupan diambil alih menjadi lambang bangkitnya kehidupan. Kelinci yang semua adalah lambang kesuburan (karena dapat berkembang biak dengan cepat) diambil alih dan diberi arti Paskah, yaitu lambang kehidupan yang berlimpah dalam Kristus.

Bagi orang di belahan bumi utara, Paskah bertepatan dengnan musim semi. Musim semi adalah musim yang memperlihatkan munculnya kembali kehidupan. Pohon-pohon yang selama musim gugur dan musim dingin menjadi gundul, kini mulai bertunas. Bunga mulai bermekaran. Binatang-binatang mulai keluar dari perlindungannya, kehidupan dimulai lagi.

Demikianlah orang-orang Kristen sejak jaman itu mengambil alih perayaan itu. Lambang telur dan kelinci pun diambil alih dan dijadikan lambang bahwa oleh kebangkitan Kristus, hidup kita dimulai lagi secara baru untuk menjadi hidup yang bersemi dan berlimpah.

Buka Esensi
Ingat, telur dan kelinci itu hanyalah aksesoris atau hiasan Paskah yang dipakai untuk membuat orang Kristiani lebih mendalami arti Paskah. Jangan sampai hal-hal yang aksesoris itu dikultuskan atau disembah, dan pengorbanan Kristus yang merupakan esensi Paskah justru dilupakan serta terlupakan.

Selama lebih dari 100 tahun, anak-anak datang ke halaman gedung putih pada hari Senin setelah Paskah, untuk ikut berburu telur paskah. Dengan begitu banyaknya acara yang berlangsung, muncul komersialisasi. Dan ironisnya, buka Tuhan Yesus yang ditonjolkan, melainkan telur dan kelinci Paskah.

Hati-hati, kalau yang aksesoris itu pamornya melebihi yang esensi lebih baik ditinggalkan dan kembali fokus memberitakan esensi, yaitu Tuhan Yesus. Jangan sampai, ketika Paskah tiba, kita menjadi sukacita, bukan karena memperingati kebangkitan Yesus, melainkan menanti datangnya lomba mencari telur.

Lebih jauh, rentang waktu yang lama membuat orang banyak mulai lupa dan menganggap remeh pengorbanan Yesus di kayu salib, bahkan ada yang menyebut peristiwa itu sebagai dongeng atau cerita kuno yang sangat dramatis dan menguras air mata.

Tidak sedikit orang-orang Kristiani yang terharu dan menangis tersedu-sedu ketika melihat penayangan film penyaliban Kristus “Passion of the Christ”, tetapi tidak memahami betapa Dia telah meniti jalan penderitaan untuk menebus dosa-dosa manusia, termasuk mereka yang menonton. “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan DiriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:8)

Bagi banyak orang, Paskah identik dengan telur yang akan dibagi-bagikan, tetapi sesungguhnya Paskah adalah kemenangan Kristus, yang mengalahkan kuasa maut (kematian) melalui kebangkitanNya. Tanpa kebangkitan-Nya, iman Kristen menjadi sia-sia belaka. Tanpa kebangkitan-Nya maka kepercayaan kita kepada-Nya tidak berarti apa-apa dan kita tetap akan mengalami kebinasaan karena dosa. Tetapi sebaliknya, karena kebangkitan-Nya kita sekarang memiliki pengharapan dan masa depan yang pasti.

Sumber: renungan-harian-kita

Bookmark and Share

Random Posts

Tags

4 Responses to “Telur paskah!!!”

  1. thzon 12 Apr 2009 at 1:53 am

    stuju, liat esensiny, jgn cm senang2ny aja.

    Yesus berkorban buat kita, dan smga kita nga kan mlupakan itu.

    jadilah umat kristiani yg lbh baik lg slalu

  2. b0chunon 12 Apr 2009 at 1:55 am

    AMIN!!!

    Happy Easter all…

  3. cyberderryon 06 Apr 2010 at 12:00 pm

    esensinya adalah … paskah bisa dikatakan lahirnya sebuah komunitas yang akan mewujudkan kerajaan Tuhan Allah dimuka bumi, seperti yesus mewujudkan yerusalem pada masanya, well… will see…

  4. ocha kimjungon 13 Jun 2010 at 9:10 am

    mau dong kapan kapan di kirimin telur ester
    jadi pengen makan ……..deh!
    lagian aneh aneh aja seh

    mikir ke!secakep cakepnya telur kalo busuk juga ga enak!dasar….

Comments RSS

Leave a Reply

You can add images to your comment by clicking here.

Search