Apr 23 2009
Apa itu MENANG?
Banyak orang mengajarkan kita bahwa kegagalan merupakan awal dari kesuksesan dan kekalahan merupakan awal dari kemenangan… Kalimat yang berisi kata-kata penghiburan tersebut, secara tidak sadar ternyata telah membentuk mindset di otak kita bahwa jika ada yang menang, pastilah ada yang kalah… Kita bisa menang hanya saja jika kita berhasil mengalahkan lawan-lawan kita… Dan kekalahan menjadi sesuatu yang sangat tabu, menyakitkan, dan hina… Buktinya, di Indonesia didapati banyak caleg yang bunuh diri karena sadar mereka telah kalah… Dan jika menang??? So pasti mereka semua akan merasa bangga karena telah berhasil mengalahkan rival-rivalnya, ato bahasa kerennya ‘bersenang-senang di atas penderitaan orang lain’… Fenomena ini sepertinya sudah mendarah daging dalam diri masyarakat Indonesia… Oh, Tuhan!!!
Dalam kehidupan sehari-hari juga hal yang serupa sering terjadi… Misalnya saja dalam dunia pendidikan: agar dapat meraih ranking pertama, seorang siswa tega berbuat jahat terhadap lawannya dengan mencuri buku-buku pelajaran milik orang tersebut… Dalam dunia bisnis: agar dapat meraih keuntungan yang besar, seorang pedagang minuman berusaha melakukan monopoli dengan melarang pedagang minuman lain untuk berjualan di daerahnya… Hal seperti itu dilakukan agar mereka bisa memenangkan persaingan… Mereka berpikir, untuk memenangkan persaingan, tentunya harus ada pihak lain yang kalah (baca: dirugikan).
Intinya: Gua menang, loe kalah!!! Gua untung, loe rugi!!! Gua rugi, loe harus rugi lebih gede lagi!!!
Itulah sebabnya kenapa kemudian muncul istilah: CINTA DITOLAK DUKUN BERTINDAK!!! *Loh?! Koq ga nyambung yach…*
…….
Ketika kuliah dulu, saya sering belajar bareng temen-temen sekelas… Saya juga sering ngajarin orang-orang untuk mata kuliah tertentu… Dan ternyata, banyak juga dari orang-orang itu yang nilai akhirnya jauh lebih tinggi dari saya… Apakah saya kemudian merasa rugi dengan kekalahan saya??? Tidak!!! Saya justru merasa bangga bisa membuat mereka semua meraih hasil yang memuaskan… Ternyata, semakin sering saya ngajarin orang, kemampuan saya juga semakin meningkat loh… Bagi saya, untuk mendapatkan nilai A tidak harus dengan membuat orang lain mendapatkan nilai yang lebih rendah dari itu, tetapi sebenarnya kita semua mampu meraih nilai A bersama-sama… KEMENANGAN ITU BUKAN DIRAIH DENGAN CARA MEMBUAT ORANG LAIN KALAH, TETAPI KEMENANGAN ITU DAPAT DIRAIH BERSAMA-SAMA…
…….
Untuk sukses dalam dunia bisnis juga ternyata kita harus mampu bekerjasama, bukan hanya dengan para supplier dan distributor kita, tetapi juga dengan pesaing utama kita… Loh?!
Di Bandung ada Cihampelas yang terkenal sebagai pusat jeans dan Cibaduyut yang terkenal sebagai sentra sepatu kulit… Jika Anda ingin mencoba masuk ke dalam dua bisnis ini saya berani jamin bahwa mereka semua akan menerima Anda dengan sebaik-baiknya, karena bagi mereka pesaing dapat memberikan dampak yang positif bagi toko mereka (baca: dapat meramaikan toko/meningkatkan penjualan mereka)…
Alkisah, di suatu kota ada 2 buah hotel berbintang 5 yang letaknya bersebelahan… Jika kita menjadi pemilik salah satu hotel tersebut dan dihadapkan pada situasi ini, mungkin kita akan menganggap hotel di sebelah adalah musuh sehingga kita harus berhati-hati… Tetapi, ternyata kedua hotel ini menggalang kerja sama yang baik… Jika kamar di Hotel A penuh, mereka akan melemparkannya ke Hotel B, dan begitu sebaliknya… Ternyata, dalam bisnis kita harus dapat memanfaatkan pesaing kita agar kita bisa sama-sama menang dan meraih keuntungan…
Dalam negosiasi juga ada istilah yang dikenal sebagai win-win solution… Misalkan ada 2 orang yang berniat patungan membeli pizza ukuran small… Melihat porsi makan keduanya, mereka lalu melakukan negosiasi: si A berhak atas 70% bagian, sedangkan si B hanya 30% sisanya… Tetapi, karena merasa bahwa 30% bagian itu kurang, maka si B melakukan negosiasi agar jatahnya ditambah menjadi 40%… Si A ga terima jatahnya dikurangi, karena baginya 70% bagian juga masih kurang…
Jika mereka tetep ngotot menuntut bagian yang lebih, maka ujung-ujungnya pasti ada 1 pihak yang menang dan ada 1 pihak yang kalah, atau mungkin juga keduanya kalah karena masing-masing mendapat jatah pizza yang kurang…
Sebaiknya, di sini mereka dapat melakukan win-win solution… Walaupun jatah si A tetap hanya 70% dan jatah si B tetap hanya 30% saja, tetapi mereka dapat membeli pizza dengan ukuran lebih besar… Raguler size mungkin, atau ukuran large… Dengan demikian, kedua belah pihak akan mendapatkan nilai yang lebih, tidak ada yang merasa diuntungkan dan dirugikan…



