Archive for April, 2009

Apr 15 2009

Blog ini mati suri?!

Published by b0chun under Tulisan ga penting

Iya betul… Terhitung tanggal 15 April 2009, pada jam 00:00 WIB tepat, b0chun beneran mau berenti nulis… Jadi, postingan ini adalah tulisan terakhirnya dia hahaha…

Adapun alasan utamanya dia mau berenti nulis adalah sebagai berikut:

  1. blog yang satu ini baru berusia 2 bulan lebih, tetapi postingan yang ada sekarang sudah berjumlah 196 buah; merupakan jumlah yang sangat banyak bukan untuk sebuah blog baru yang usianya masih sangat dini ini?!
  2. setelah diselidiki, ternyata dari 196 buah postingan, hampir setengahnya bukan merupakan tulisanku pribadi, alias nyolong dari tetangga yang entah siapa (semua artikel hasil nyolong di bagian bawahnya ditulis sumbernya)
  3. kategori di blog ini jumlahnya terlalu banyak, pengelompokannya masi kacau, dan isinya juga ga jelas tentunya
  4. blog ini ga jelas mau dibawa ke mana, isi tulisannya ga fokus, tampilannya masih acak-acakan, ngga banget lah pokonya

Untuk itulah, terhitung mulai sekarang, si b0chun mau berenti nulis aja dan mencoba memperbaiki content dari si blog bayi ini… Mungkin nanti ada beberapa bagian dan beberapa postingan yang akan di-delete, tetapi sepertinya hal tersebut tidak masalah dalam rangka meningkatkan mutu blog ini, mengingat saat ini sudah banyak visitor yang berkunjung ke sini…

Terhitung mulai hari ini, isi blog ini hanya berbicara mengenai 2 hal saja:

  1. catatan harian seorang b0chun; mulai dari kisah dodol-nya, ulasannya mengenai arti kehidupan, sampai dengan petualangannya mencari cinta yang sedang main petak umpet, semuanya dech ada di sini…
  2. segala sesuatu yang berhubungan dengan marketing dan segala sesuatu yang bisa bermanfaat bagi mereka yang sedang menyusun seminar/skripsi pasti nanti aku update terus di sini, so don’t worry oks…

Ke depannya, isi blog ini murni adalah hasil tulisanku sendiri, tidak akan ada lagi kegiatan mengcopy-paste seperti yang sudah-sudah, kecuali untuk 1 kategori saja: Watak berdasarkan…

Tepat pada tanggal 23 April nanti, blog ini berusia 3 bulan saja… Walaupun usianya yang masih sangat dini, tetapi aku berharap kehadiran blog ini dapat bermanfaat bagi kita semua… Jika ada kata-kata yang kurang berkenan kiranya bisa dimaafkan, dan jika ada kesalahan-kesalahan dalam penulisan kiranya bisa diberi masukan yang membangun…

Tidak lupa juga saya menyampaikan bahwa sebagian besar artikel tentang kehidupan, cinta, dan marketing yang ada di sini, ditulis berdasarkan pemikiran penulis… Jika ada pemikiran-pemikiran yang kurang pas di hati, diharapkan Anda semua dapat memberikan komentar yang membangun, agar blog ini dapat bergerak ke arah yang lebih baik lagi, karena sebenarnya misi blog ini adalah:

  1. dapat menyalurkan pemikiran-pemikiran penulis, baik itu tentang marketing, panduan seminar/skripsi, all about life/love, dsb; agar pikiran kita semua  menjadi terbuka terhadap hal-hal baru
  2. agar penulis dapat belajar dan instropeksi diri dari komentar-komentar pembaca yang membangun

Kurang lebih selama 8 hari ke depan mungkin kalian tidak dapat lagi menikmati tulisan-tulisanku di sini… Saat itulah aku akan mencoba mengedit keseluruhan blog ini… Nantikan tulisanku berikutnya pada tanggal 23 April 2009, bertepatan dengan ulang tahun blog ini yang ke 3 bulan… Wakakaka… Lucu juga, umur 3 bulan aja koq dirayain… Gpp lah, secara ini kan blog pertamaku gitu loh… Jadi maklum aja kalo kesannya kampungan hahaha…

Tak lupa aku juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

  • para pembaca setia blog ini: Lanjutkan perjuanganmu!!! Kita buat blog ini semakin baik lagi ke depannya!!! Kritikan dan sarannya selalu saya tunggu…
  • pihak-pihak yang sudah membantu mempromosikan blog ini kepada papa, mama, cici, koko, pacar, teman, mertua, mantu, dsb dsb dsb…
  • pihak-pihak yang telah berbagi pikiran dengan penulis
  • pihak-pihak yang selalu mendukung blog ini
  • Emon, terima kasih atas bantuan teknisnya seputar masalah domain, hostingan, install program, dsb…

Setelah dipikir-pikir, akhirnya aku memutuskan untuk membuang total beberapa kategori berikut ini:

  • F.R.I.E.N.D.S
  • Hobbies and interest
  • Jalan-jalan
  • Wisata Kuliner

Semoga dengan dibuangnya 4 buah kategori tersebut, pembahasan di blog ini dapat menjadi lebih fokus lagi… Pekerjaan pun dimulai:

  1. melanjutkan postingan yang belum selesai
  2. edit tampilan blog
  3. melakukan pengkategorian ulang
  4. dan masih banyak lagi hal-hal lainnya yang tak dapat diuraikan satu-persatu di sini *kesannya kaya apa aja*

Terakhir, selama proses maintenance *keren amat sich bahasanya* blog ini, saya mohon komentar, kritik dan saran yang membangun dari Anda semua… Terima kasih!!!

4 responses so far

Apr 14 2009

Office boy paling terkenal di Indonesia

Published by b0chun under Tulisan ga penting

Mamat, pesuruh di kantor kami dikenal suka omong gede, ngakunya kenal sama semua orang beken di negeri ini.

Tingkahnya itu kadang-kadang ngeselin. Suatu waktu, bossnya penasaran dan ingin membuktikan bualannya.

“Oke, Boss!!!” kata si Mamat, “Sebutin aja deh nama orangnya yang ane kagak kenal!!!”

“Coba buktiin you kenal nggak sama si Meriem Bellina!!!”

“Beres, Boss!!! Yuk kita ke pengadilan. Maklum si Meriem ‘kan lagi ngegugat-cerai lakinya.”

Di pengadilan, menunggu sebentar, nggak lama kemudian muncul Meriam diiringi pengacaranya. Begitu lewat di depan si Mamat, langsung si Meriem negor: “Eh, Mat ke mana aja udah lama nggak keliatan?”, diiringi cium pipi kiri dan kanan ala selebritis. “‘Ntar kalo urusan udah selesai main ya ke rumah!!!”

Sejenak si boss terpana, tapi tak lama kemudian dia ngomong:

“Ah, saya masih belum yakin. Kali kebetulan aja. Ayo sekarang tunjukin kalo you kenal sama si Liem Sioe Liong!”

“Beres boss!!!”

Esoknya mereka menunggu di lobby gedung BCA yg diagunin ke BPPN itu. Tak lama kemudian muncullah si taipan diiringi bodyguard-nya.

Melihat si Mamat, eh si taipan nyamperin: “Haiyya, Mat. Tumben elu baru nongol. Owe udah lama nyariin elu. Kemana ajah? Yuk keatas dulu, kita ngopi sebentar!!!”

“Wah, ‘koh, ane lagi banyak urusan nih. Kamsia deh. Kapan-kapan ane pasti mampir lagi.”

Si taipan nyautin: “Iya dah. Jangan lupa ya”, sambil tangannya menyisipkan sesuatu ke kantong si Mamat.

Beberapa saat si boss melongo menyaksikan semua adegan pembicaraan. Tapi si boss masih penasaran, katanya:

“Oke deh, saya udah hampir percaya semua yang saya saksikan. Tapi ini test yang terakhir. Coba buktiin kalo you kenal sama Gus Dur!”

“Yakh boss, terang ane kenal, ‘kan saben hari nongol di TV.”

“Bukan itu maksudku, tapi kenalnya kenal beneran”, sergah si boss.

“Beres deh boss, ‘kan hari Minggu ada Gus Dur di Senayan. Ntar kita ke sana.”

Hari Minggu sungguh luar biasa, ribuan massa sudah luber di Senayan.

“Wah, boss kalo gini caranya susah juga ya. Gimana caranya dia tau ane ada di sini. Tapi… gini aja deh, Boss. Boss tunggu aja di sini. Boss liat aja nanti ane keluar di podium barengan ame Gus Dur. Ane kenal kok sama Banser-Banser yang tugas di podium.”

Ditunggu-tunggu, setengah jam kemudian tepuk tangan bergemuruh nyambut Gus Dur keluar dari podium, dan… keluar dengan digandeng si Mamat disebelahnya.

Di sebelah satunya jelas si Yenny, putrinya. Tak lama kemudian si Mamat balik mau nemuin boss-nya. Kaget dia nemuin bossnya pingsan dikelilingi Petugas P3K, jangan- jangan serangan jantung.

Setelah ditunggu beberapa lama kemudian, pelan-pelan dia ngomong ke si bossnya: “Boss, boss kenapa ente”. Nggak lama si boss buka matanya, setengah berbisik “Nggak apa-apa. Aku nggak apa-apa.”

“Abis kenapa bisa kejadian begini?!”, tanya si Mamat.

“Tadi waktu you keluar bareng Gus Dur di podium, orang di sebelah saya ngomong: EH, SIAPA TUH YANG DIGANDENG SI MAMAT???”

One response so far

Apr 13 2009

Surat cintaku yang ke-23

Published by b0chun under Tulisan si DODOL!!!

Bandung, 13 April 2009

Sayang,

Keputusanmu amatlah membingungkan… Melalui surat ini aku ingin memberitahumu bahwa sebenarnya aku tahu… Aku tahu apa yang terjadi… Aku tahu apa alasanmu menolak diriku untuk yang ke-23 kalinya…

Aku sadar diriku terlalu baik untukmu… Aku sadar, diriku ini terlalu berharga bagi kebanyakan orang… Aku tahu betul bahwa sebenarnya kamu mencintaiku setengah mati… Aku selalu tahu ketika kamu berbohong terhadapku… Sorot matamu itu tidak bisa menipu… Aku tahu senyummu itu hanya pura-pura saja ketika kamu menolak cintaku… Sebenarnya waktu itu kamu ingin menangis tersedu-sedu… Untunglah aku tahu diri dan tak ingin mempermalukanmu di hadapanku, karenanya saat itu aku langsung mengucapkan salam perpisahan kita…

Kemarin aku bermimpi kamu muncul di hadapanku dan berkata kalo kamu sayang padaku, kalo kamu suka banget sama aku, hanya akulah orang yang kamu mau sekarang, dan bahwa saat ini kamu benar-benar takut banget kehilangan diriku… Hal itulah yang membuatku benar-benar yakin bahwa sebenarnya kamu hanya takut saja…

Aku sadar akan hal itu… Tentunya, kalo kita jadian nanti kamu akan selalu merasa cemburu kepadaku, karena… ketika kita jalan berdua pasti banyak ceweq-ceweq cantik mencuri-curi pandang ke arahku… Kamu pasti emosi ketika melihat mereka tebar pesona kepadaku… Kamu pasti ga sanggup melihatku sibuk telp/sms-an terus dengan para fans-ku… Kamu juga pasti repot mencari informasi tentang ceweq-ceweq agresif tersebut… Aku tahu, sebenarnya hal itulah yang selalu kamu takutkan jika jadian denganku…

Maafkan aku yang seringkali membuatmu menangis karena kesempurnaanku… Aku hanya dapat berdoa, supaya suatu saat nanti kamu siap menjadi pacarku… Saat itu, kita akan hidup bahagia selamanya, seperti yang telah digariskan Tuhan untuk kita berdua…

With love,

-Lelaki pujaanmu-

9 responses so far

Apr 13 2009

Dunia Sunyi Para Peneliti

Published by b0chun under Berita ga penting

Ketika memutuskan menjadi peneliti, mereka sudah tahu bakal berkutat di dalam laboratorium yang kaku, kegiatan lapangan, dan tenggelam di antara tumpukan buku. Mereka juga sudah tahu bahwa menjadi peneliti di negeri ini sulit menjadi kaya raya. Harap maklum, gaji kebanyakan peneliti di sini baru cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejak 1996, Basril Abbas terlibat dalam proyek bank jaringan yang dikembangkan Badan Tenaga Nuklir (Batan). Hari-harinya banyak dia habiskan di laboratorium untuk mengumpulkan, meneliti, dan memproses berbagai jaringan tubuh manusia dan hewan, seperti jaringan tulang dan amnion (selaput ketuban). Jaringan tulang digunakan untuk menyembuhkan penyakit tulang, sementara amnion untuk luka bakar.

”Saya bekerja di laboratorium sekitar 4-5 jam sehari. Kalau ada pekerjaan di laboratorium yang tidak bisa ditinggal, saya lembur,” ujar Basril di Kantor Batan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Laboratorium tempat Basril bekerja sederhana saja. Hanya ada beberapa lemari, mesin, dan lemari pendingin. Catnya serba putih. Suasananya sunyi, kaku, dan dingin.

Jika tidak ada kegiatan di laboratorium, Basril duduk di meja kerja untuk membuat laporan hasil penelitian. Meja kerjanya terletak di ruangan berukuran sekitar 4 x 6 meter. Di sana masih ada lima meja kerja peneliti lain, seperangkat kursi tamu sederhana, dan rak buku yang saling berimpitan. Suasananya agak sesak dan berantakan.

Sekilas aktivitas sehari-hari Basril tampak monoton. Datang pukul 08.00 dan pulang pukul 16.00. Kalau tidak di laboratorium, dia berkutat menulis laporan di meja kerja. Yang dia teliti sejak tahun 1996 pun tak beranjak dari jaringan tubuh manusia dan hewan.

Apa tidak bosan? ”Tidaklah. Itu kan sudah pekerjaan sehari-hari,” katanya.

Seperti Basril, peneliti di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Rintis Noviyanti (40), juga tidak ada bosannya meneliti nyamuk malaria sejak 1993 sampai sekarang. Setahun sekali, selama dua bulan, ia keluar masuk daerah-daerah yang banyak nyamuk malarianya, seperti Timika (Papua) dan Sumba (NTT), untuk mengumpulkan sampel. Risikonya, kapan saja Rintis bisa terjangkit malaria.

Sepulang mengumpulkan sampel, doktor biologi molekuler parasit malaria dari University of Melbourne, Australia, ini menenggelamkan diri di laboratorium 5-6 jam sehari. Setelah penelitian usai, Rintis berkutat di ruang kerjanya untuk menulis paper hasil penelitian. Selama 17 tahun meneliti malaria, dia telah memublikasikan enam hasil penelitiannya di jurnal internasional.

Untuk menekan kejenuhan bekerja, Rintis mengisi waktu senggangnya dengan nonton film, mendengarkan musik, dan belanja di mal. ”Biar hidup gue seimbang. Kalau enggak gitu, enggak asyik ha-ha-ha,” ujar peneliti yang tampak gaul dan suka berbicara elu-gue ini.

Soal gaji

Apa sebenarnya yang dicari para peneliti dengan menenggelamkan diri bertahun-tahun di laboratorium atau lapangan?

Rintis mengatakan, dia mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul seputar malaria. Sialnya, semakin mendalami malaria, pertanyaan yang muncul justru semakin banyak. Ini yang membuat Rintis penasaran. ”Sampai sekarang gue bertanya-tanya mengapa vaksin malaria belum ada,” ujarnya.

Penelitian memang seperti kegiatan tanpa ujung. ”Selama dunia berputar, hasil sebuah penelitian terus dikembangkan lagi. Saya dulu melanjutkan penelitian orang lain. Kalau saya pensiun, penelitian ini akan dilanjutkan peneliti lain,” ujar Basril.

Sri Sunarti Purwaningsih, peneliti bidang kependudukan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan, peneliti pada dasarnya mengabdi pada ilmu pengetahuan. ”Kami enggak mikirin duit,” katanya.

Mungkin itu sebabnya peneliti di Indonesia tidak bisa kaya. Apalagi, gaji peneliti—terutama yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS)—tidak besar. Sri Sunarti tidak bersedia menyebutkan berapa gajinya sebagai peneliti berstatus PNS. Namun, dia memberikan gambaran, gajinya tidak cukup untuk membeli buku-buku ilmu pengetahuan yang mahal-mahal.

”Buku (terbitan luar negeri), ibaratnya, seharga 100 dollar-an (sekitar Rp 1.100.000), gaji cuma Rp 3 juta. Kalau beli pakai kocek pribadi, saya kewalahan.”

Basril mengatakan, gajinya hanya cukup untuk kebutuhan keluarganya dengan tiga anak. Itu pun kadang kurang. ”Waktu anak kedua saya masuk SMA, saya harus menghadap kepala SMA meminta keringanan uang pangkal,” kata Basril, peneliti berstatus PNS dengan Golongan III D.

Rintis menambahkan, gaji sebagai peneliti di Eijkman juga tidak besar. ”Masih jauhlah dibanding gaji teman-teman saya yang bekerja di perusahaan multinasional,” ujarnya.

Laksana Tri Handoko, peneliti di Pusat Penelitian Fisika LIPI yang berkantor di Serpong, Banten, justru menepis anggapan bahwa gaji peneliti kecil. Peneliti berpendidikan S-3 dengan status PNS Golongan III C, gaji dasarnya memang hanya Rp 1,7 per bulan. Namun, mereka masih mendapat tambahan dari honor penelitian.

Untuk peneliti pemula (kategori terendah), honor penelitiannya Rp 27.500 per jam dengan batasan maksimal empat jam per hari atau 20 jam per minggu. ”Dari satu judul penelitian saja, seorang peneliti muda sudah mendapat tambahan Rp 2,2 juta per bulan. Padahal, dalam setahun seorang peneliti rata-rata menggarap dua judul penelitian,” katanya.

Berdasarkan pengalaman Handoko, peneliti pemula di timnya rata-rata mengantongi uang Rp 6 juta per bulan. Kalau dia mengajar di universitas, pemasukannya bertambah lagi.

Meski begitu, kata Handoko, standar gaji peneliti di Indonesia memang tidak memungkinkan peneliti menjadi kaya raya, tetapi juga tidak akan membuat miskin. Handoko sendiri hidup sederhana. Rumahnya di Jalan Merdeka, Depok II, tidak ada sentuhan kemewahan sedikit pun, tetapi juga tidak ada tanda-tanda kemiskinan.

Bagi sebagian peneliti, hambatan utama mereka dalam berkarier bukan masalah gaji kecil, melainkan dana penelitian yang minim dan dukungan pemerintah yang kurang. Sri Sunarti mengungkapkan, berdasarkan hitungan Dikti Depdiknas, dana untuk satu orang peneliti per proyek penelitian adalah Rp 50 juta. ”Tetapi di LIPI masih sekitar Rp 26 juta,” katanya.

Basril mengeluhkan hal yang sama. Karena dana minim, katanya, sering kali penelitian molor. Harusnya bisa dua tahun selesai, molor jadi bertahun-tahun.

Handoko tidak mempersoalkan minimnya dana penelitian. Kalau dana besar tetapi sumber daya manusianya belum siap melakukan riset berkualitas, malah mubazir.

”Makanya, saya tidak pernah protes atau menuntut DPR agar menaikkan dana penelitian di APBN. Lebih baik tingkatkan dulu SDM-nya.”

Handoko menambahkan, di Indonesia peneliti belum dievaluasi berdasarkan sistem penilaian karya. ”Akibatnya, mau penelitiannya berkualitas atau tidak, hasilnya dimuat di jurnal bergengsi internasional atau jurnal ecek-ecek lokal, honornya sama. Itu yang membuat peneliti kurang termotivasi untuk membuat penelitian kelas dunia,” ujar Handoko.

Sebagian peneliti juga berharap pemerintah ikut menyosialisasikan hasil penelitian mereka kepada masyarakat agar bisa dimanfaatkan. Kalau tidak, kasihan peneliti. Sudah menghabiskan umur di laboratorium yang sunyi, eh… hasil penelitiannya hanya masuk laci.

Sumber: kompas.com

One response so far

Apr 12 2009

Seputar gedung tua di Bandung

Published by b0chun under Berita ga penting

Liputan6.com, Bandung. Gedung Driekleur peninggalan zaman Belanda di Kota Bandung meraih penghargaan sebagai gedung terbaik dalam renovasi bangunan cagar budaya di ibukota Provinsi Jawa Barat. Penghargaan diberikan Bandung Development Watch (BDW) di Bandung, kemarin. Demikian diungkapkan Yulianti Tanyadji, perwakilan BDW, Ahad (12/4).

Gedung yang berlokasi di pertigaan Dago Jalan Sultan Agung tersebut saat ini ditempati Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). BTPN dianggap berhasil mengalihfungsikan bangunan bersejarah menjadi bangunan komersial. Bangunan bersejarah yang dimodernisasi tanpa meninggalkan unsur sejarah dalam bangunannya.

Selain gedung BTPN, Hotel Concordia dan Cafe Dakken turut masuk dalam daftar nominasi sebagai Gedung Terbaik dalam Renovasi Bangunan Cagar Budaya di Bandung. Hotel Concordia memperoleh 24,2 persen suara. Sementara Cafe Dakken mengumpulkan 22,3 persen suara.

Sementara itu, untuk kategori Gedung Terburuk dalam Renovasi Bangunan Cagar Budaya di Bandung dinobatkan kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Petronas di Jalan Dago. SPBU ini meraup 41,7 persen suara dari total pemilih 60 orang.

Dikatakan Yulianti, Jalan Dago tidak diperuntukkan bagi SPBU. Keberadaannya juga merusak kawasan rindang Jalan Dago. Selain SPBU Petronas, kafe The Palais Dago dan Jet Set Factory Outlet menempati urutan kedua dan ketiga sebagai gedung terburuk. The Palais Dago memperoleh 20 persen suara, sementara Jetset FO memperoleh 18,3 persen suara

No responses yet

 Page 2 of 8 « 1  2  3  4  5 » ...  Last » 

Search