Belajar dari AQUA

Agar konsumen mau menukar uang yang mereka miliki dengan suatu barang/jasa, tentunya produk yang ditawarkan tersebut harus memiliki utility: the want-satisfying power of a good or service (Boone & Kurtz, 2010). Adapun utility sendiri terbagi menjadi empat jenis:

  1. Form: conversion of raw materials and component into finished goods and services. Contoh: Di Jepang, harga air putih (air yang layak minum) adalah GRATIS, tetapi ada juga convenience store yang menyediakan air isi ulang Reverse Osmosis dan tentunya kita harus membayar sejumlah uang tertentu untuk mendapatkannya. Atau, jika menginginkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) botolan, maka kita perlu mengeluarkan uang dalam jumlah yang lebih besar lagi. Walaupun ketiganya sama-sama air minum, tetapi harganya bisa berbeda. Yang membuatnya menjadi berbeda adalah BENTUK dari produk yang ditawarkan dan kuncinya ada di proses produksi.
  2. Time: avaibility of goods and services when consumers want them. Contoh: Di Indonesia, mungkin masih jarang ada apotek yang buka 24 jam non stop. Suatu saat, di tengah malam saya butuh obat tertentu dan saya menemukan ada apotek yang masih buka. Walaupun saya tahu harganya di-mark-up lebih mahal, tetapi apa boleh buat, toh saat itu juga saya butuh. Contoh lainnya adalah Circle K, walau harganya relatif lebih mahal dari minimarket yang lain, tetapi pada umumnya konsumen rela membayar lebih, ketika pada suatu waktu mereka benar-benar membutuhkan barang tertentu. Hanya WAKTU-lah yang membedakannya.
  3. Place: avaibility of goods and services an convenient locations. Contoh: Kita bisa mendapatkan produk AMDK merek AQUA dengan harga Rp 2000,- di minimarket terdekat. Tetapi, jika kita membelinya di café, produk yang sama dijual seharga Rp 10.000,- atau jika kita membelinya di hotel bintang lima, sekurangnya kita harus mengeluarkan uang Rp 40.000,- untuk mendapatkan sebotol produk AMDK merek AQUA. Di mana letak perbedaannya?! TEMPAT!!!
  4. Ownership/possesion: ability to transfer title to goods or services from marketer to buyer. Merupakan sejumlah uang yang harus diserahkan oleh konsumen kepada produser untuk mendapatkan hak atas kepemilikan barang yang dibeli dari produser tersebut.

…….

Sebenarnya, penjelasan di atas merupakan konsep dasar Marketing. Tetapi, kita juga bisa mengambil pelajaran lain dari uraian tersebut. Kehidupan kita juga sama seperti produk AQUA. Lingkungan tempat kita berada mencerminkan harga kita. Pertanyaannya adalah: di mana kita tinggal sekarang?! Di minimarket, di café, atau di hotel bintang lima?! Jika kita berada di lingkungan yang baik, kita bisa berkembang ke arah yang lebih baik. Tetapi jika lingkungan kita buruk, kita akan menjadi kerdil. Orang yang sama, dengan bakat dan kemampuan yang sama, jika hidup dalam lingkungan yang berbeda, nilainya juga akan berbeda. INGAT: Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

“Dalam 5 tahun ke depan, perkembangan Anda akan tergantung pada siapa yang Anda follow di Twitter.” ~ Merry Riana

“… dan perkembangan Anda juga bergantung dari status siapa yang Anda baca di Facebook.” ~ Ivan Prasetya

A friend is someone who understands your past, believes in your future, and accepts you just the way you are. A true friend is someone who thinks that you are a good egg even though he knows that you are slightly cracked. Truly great friends are hard to find, difficult to leave, and impossible to forget.

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

3 Responses to “Belajar dari AQUA”

  1. thz-fenrir says:

    it’s a nice post, but still i prefer your old post.

    ni ada masalah d bagian tengah post cun, asa kurang bridge-ny antara crita 4 form dan pas mau masuk ke moral lesson-nya.

    ntah gmn, cm kurang bridge aja kl mnrt gw mah.

    sorry to critize, but thats my opinion.
    hope it will be useful.
    thx

  2. Farido says:

    Harga Aqua yang berbeda2 di tempat berbeda menunjukkan adanya Place Value Of Money, analgi dengan Time Value of Money 🙂

    • Bener banget, Mas Farido!!!
      Terima kasih banyak untuk masukannya…
      Tetapi yang terpenting untuk dilakukan saat ini adalah nge-lab…
      Masa tiap hari datang ke lab ketika orang lain sudah akan beranjak meninggalkan lab sich HaHaHa…

Leave a Reply

See also: