Cara Cari Topik yang PASTI Langsung Diterima Dosen Pembimbing

“Koko, semester depan saya skripsi nich, mending dosen pembimbingnya siapa yach?!”

“Aduh, pusink nich seminar. Mending topiknya apa yach biar gampang?!”

“Koko, skripsi saya topiknya pengen tentang SERVQUAL biar gampang, tapi perusahaannya apa yach?!”

Untuk pertanyaan pertama, sayang sekali sepertinya saat ini sayah tidak perlu memberikan rekomendasi dosen berdasarkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, karena setau saya sich saat ini dosen pembimbingnya uda ga bisa milih lagi kaya dulu, semuanya ditentuin sama si TU. Bener ga yach?! Jadi sarannya cuman 1 aja dech: “Sabar menerima nasib yach, Nak!!! Siapapun itu, percayalah dia adalah dosen pembimbing terbaik untukmu.”

Untuk pertanyaan lainnya, bolehlah dikasi masukan dikit. Hhmmm… Masalah topik, pusink juga nich mau mulai dari mana. Tapi yang pasti selalu mulailah dari penemuan gejala dan masalah. **klik di sini untuk lebih jelasnya**

Masalah adalah segala sesuatu yang menyimpang dari teori yang seharusnya dan berdampak negatif bagi perusahaan. Sedangkan gejala adalah fenomena masalah yang nampak ke permukaan.

Saran saya pribadi sich sebaiknya jangan ngotot nentuin topik dulu tanpa tahu ada masalah apa di sana. Yang lebih parah adalah belum apa-apa biasanya tetep saja ada mahasiswa yang uda dateng dengan judul lengkap, tanpa tahu permasalahannya terlebih dahulu.

Ingat: Selalu mulailah dari penemuan gejala & masalah!!!

Misal: lagi jalan-jalan nich, terus liat ada toko yang ga laku, mungkin ini bisa jadi gejala awal. Atau paz lagi ngobrol-ngobrol sama temen,  dia bilang kalo rasa makanan di tempat A ga enak jadi dia gamau balik lagi ke sana, ato pelayanan di tempat B kurang menyenangkan jadi dia kecewa dan cerita ke orang lain supaya jangan ke sana. Bisa jadi gejala awal buat riset marketing nich, kalo diangkat jadi topik skripsi dijamin dech GA AKAN ADA DOSEN YANG BERANI NGEBANTAH TOPIK KAYA GINI, ASAL DIAWALI DARI PENEMUAN GEJALA DAN MASALAH YANG BENAR!!! Jadi, buat kamu-kamu yang topiknya ditolak teruz, ayo donk berusaha mulai dari sini. Kalo tuh dosen masi nolak juga, hmm gmn yach, DIJAMIN LAH 99,9% DIA GA AKAN NOLAK!!! TRUST ME!!! Selain topiknya langsung di-acc juga tentunya nanti paz sidang pasti relatif  aman dech hehehe…

Kalo bidang MSDM sich liat aja ada ga pegawe yang ga betah, liat perusahaan yg turn over nya tinggi, liat karyawan yang ngerasa ga puas sama gaji, dsb.

Bidang MK, cari dech perusahaan yg ratio keuangannya bermasalah, cari perusahaan2x yang utangnya kegedean/cash flow-nya buruk, dsb.

Bisang MO liat aja perusahaan2x yang banyak memproduksi barang cacat, perusahaan2x yang sering telat produksinya, yang antriannya panjang, dsb.

Apapun itu, mulailah dari pencarian sesuatu yang menyimpang dari teori yang ada dan berdampak negatif. Saya yakin, minimal kalian sudah 3 tahun duduk di bangku kuliah, pasti banyak lah teori-teori yang kita dapat, masa sich cari penyimpangan 1 aja ga bisa?!

“Ko Ivan, saya mau neliti J.Co. sama Dunkin. Gara-gara ada J.Co penjualan Dunkin merosot tuh.” >>> Kata siapa?! Mana datanya?!

“Hhmmm… Kalo mau neliti ttg Esia bisa ga?! Soalnya dulu awalnya dia pasang tarif murah banget, kayanya bisa ngerugiin perusahaan dech.” >>> Walaupun ga semuanya dari Esia, tapi si Bakrie taun 2008 sempet jadi orang terkaya no. 1 di bangsa ini, Bung!!! Jangan ngasal kalo ngomong!!!

“Mau tentang XL aja ah, soalnya banyak orang yang ga puas  sama  Di UNPAR aja sinyalnya minus mulu.” >>> Kalo ga puas, kenapa market share XL naek teruz?!

“Skripsi tentang Sanaflu aja ah, dapet datanya nich, penjualannya meningkat dari Oktober sampe Maret, tapi paz April sampe September turun, lagian penjualan dia di kota Bandung kalah jauh sama pesaingnya: Decolgen!!!” >>> Ya iya lah di kota mah kalah jauh, secara target marketnya dia buat di desa. Lagian wajar kali kalo penjualannya turun di bulan April sampe September, itu kan musim kemarau, di mana orang-orang biasanya sehat walafiat, ga kaya di musim hujan. Ati-ati loh banyak produk musiman sifatnya kaya gini.

Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang penentuan gejala dan masalahnya ngawur, bukan merupakan masalah penelitian, tapi merupakan masalah peneliti.

Ati-ati dengan data, jangan melihat sekilas-sekilas, lihatlah secara utuh dan analisalah mengapa angka seperti pada di data tersebut bisa terjadi. Misalnya jika penjualan yang turun ternyata disebabkan karena atribut produknya yang jelek sehingga tidak diminati konsumen, maka dapat dibuat skripsi dengan judul: “Pengaruh Persepsi Konsumen pada Atribut Produk terhadap Niat Beli”

Hipotesis yang akan diuji adalah: Persepsi konsumen pada atribut produk berpengaruh positif terhadap niat belinya, jika ingin niat belinya baik maka persepsinya juga harus baik >>> sarannya mungkin akan berupa bagaimana cara memperbaiki atribut produk yang ada.

HATI-HATI:

Jangan pernah membuat skripsi dengan judul “Pengaruh Persepsi Konsumen pada Atribut Produk terhadap PENJUALAN/PROFIT”

Mengapa?!

Karena persepsi konsumen dilihat dari sisi konsumen, sedangkan penjualan/profit dinilai dari sudut pandang perusahaan.

Jangan pernah melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, karena hasilnya tidak akan valid dan tidak akan mengukur dengan baik.

Tetapi, jika didapati kasus seperti Sanaflu di atas yang penjualannya turun terus selama bulan April sampai September, maka mungkin kita dapat membuat skripsi dengan judul: “Pengaruh Cuaca terhadap Penjualan”

Hipotesis yang diuji: Jika cuaca buruk maka penjualan tinggi dan sebaliknya…

Maka saran yang akan diajukan adalah: JADILAH DUKUN CUACA!!!

Ada beberapa alasan mengapa kita harus melakukan penelitian bermula dari penemuan gejala dan masalah, salah satunya agar penelitian kita bermakna dan bermanfaat.

Kalo kita nemuin gejala niat beli ulang jeblok gara-gara SERVQUAL-nya jelek, maka saran yang bermanfaat kurang lebih adalah: “Loe bagusin donk TERAR-nya!!!”

Tapi kalo kita nemuin gejala bahwa penjualan telur di Carrefour meningkat gara-gara setiap pembelian 1 kg telor dikasi souvenir tertentu dan saran kita adalah: “Pertahankan!!!”, maka saran kita menjadi tidak bermanfaat karena, maaf mengutip kata-kata seseorang: ITU MAH NENEK-NENEK OMPONG JUGA TAU!!! (baca: Buat apa donk dilakukan penelitian kalo sebelom dilakukan penelitian juga sarannya uda diketahui terlebih dahulu?!

Catatan: JANGAN BAWA-BAWA JUDUL SKRIPSI DI HARI PERTAMA BIMBINGAN, ntar bisa-bisa ada dosen yang bilang gini: Loe ML aja belom, tau bakal punya anak cewe apa cowo aja belom, uda maen hajar kasi nama aja. Kambing makan cingcau dah: KACAU!!!

Sebagai info: Saya pribadi bimbingan skripsi teramat sangat lama sekali, sebentar lagi jadi jenderal bintang empat, tetapi saya baru menetapkan judul skripsiku tercinta tepat 1 minggu sebelom daftar sidang, setelah semua isi skripsi beres.

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

3 Responses to “Cara Cari Topik yang PASTI Langsung Diterima Dosen Pembimbing”

  1. thx tipnya, sangat membantu sekali..

  2. arya liberty says:

    sarannya bagus ko. tapi semuanya. tentang bisnis dan marketing ya. ga ada contoh kasus broadcast hehehe

  3. Can you tell us more about this? I’d want
    to find out more details.

Leave a Reply to Free SoftwarePSR.exe

See also: