Dosa-Dosa Variabel Ordinal dan Interval

Variabel (vary + able) adalah segala sesuatu yang bervariasi dan variasinya tersebut dapat dibedakan menjadi empat skala (scale):

  1. NOMINAL
  2. ORDINAL
  3. INTERVAL
  4. RATIO

Nominal itu merupakan tingkatan paling rendah, dimana variasinya hanya sekedar beda saja, tidak ada tingkatan sama sekali. Contohnya: ceweq cowoq, golongan darah, suku, agama, dsb. **hanya menyatakan beda saja, tidak ada tingkatan sama sekali**

Tingkatan kedua adalah ordinal. Di sini variasinya tidak hanya menyatakan beda saja, tetapi sudah menyatakan tingkatan, tapi jaraknya tidak menunjukkan interval yang sama. Contoh: bayi anak-anak remaja dewasa lansia, juara 1 2 3, dsb.

Tingkatan selanjutnya dinamakan interval: menyatakan beda, menyatakan tingkatan, dan jarak antar variabelnya juga sama, tetapi nol nya tidak mutlak. Contoh: suhu, IPK, dsb.

Pertanyaan: Apakah 50 derajat Celcius berarti panasnya 2 kali dari 25 derajat Celcius?!

Jika Anda menjawab YA, berarti Anda belum paham betul apa itu makna dari nol mutlak. Pada nol mutlak, angka nol berarti NIHIL alias ga ada apa-apa. Misalnya tinggi, berat, dsb. Dan jika saya berkata bahwa di depan saya ada si Dudung yang tingginya 0 cm dan beratnya 0 kg, berarti dia sebenarnya tidak ada.

Tetapi untuk masalah suhu apakah hal ini berlaku?! Coba dech rubah itu Celcius jadi Farenheit ato jadi Kelvin ato apa keq, apakah nilai pada Farenheit yang setara dengan 50 derajat Celcius panasnya menunjukkan 2 kali angka yang setara dengan 25 derajat Celcius?!

Dan 1 hal lagi: pada skala interval nol nya tidak mutlak >>> 0 derajat Celcius BUKAN berarti tidak ada suhunya, 0 derajat di sini hanya menunjukkan tingkatan saja. Apakah seseorang yang IPK nya 0 berarti bahwa dia ga punya otak dan ga ada nilainya?! Ga punya otak mungkin (makna konotasi ini, bukan denotasi) tapi tentunya nilainya tetep ada, yaitu: NOL!!!

Tingkatan terakhir adalah ratio. Di sini variasinya menunjukkan perbedaan, ada tingkatannya, jaraknya sama, dan nol nya mutlak. Contoh: berat, tinggi, panjang, dsb.

Jika panjang pendek saja termasuk nominal (hanya menyatakan beda), jika di tengahnya disisipkan ‘sedang’ menjadi panjang-sedang-pendek, maka variasinya dapat berubah menjadi ordinal, karena sudah ada tingkatan walaupun jaraknya ga sama. Tetapi jika kita berkata bahwa panjang minus sedang sama dengan sedang minus pendek (pa-s = s-pe) **intervalnya sama**, maka dia bisa naek kelas menjadi interval, dan jika jaraknya sudah sangat jelas, misal panjang = 50 cm, sedang = 40 cm, dan pendek = 30 cm maka dia merupakan variabel ratio.

Dua kasta paling rendah, yaitu nominal dan ordinal, termasuk ke dalam NON PARAMETRIK, artinya: variabel ini tidak dapat dioperasikan secara matematis.

Misalnya Anda melakukan penelitian mengenai orang yang setiap minggu datang ke gereja, dan dibuat penomoran sebagai berikut: (1) bayi, (2) anak-anak, (3) remaja, (4) dewasa, dan (5) lanjut usia

Ternyata Anda mendapati hasil bahwa yang datang itu ada 50 orang nomor 2 dan 50 orang nomor 4, dengan rata-rata 3. Dan karena 3 merupakan angka untuk remaja, jadi kesimpulannya yang datang tiap Minggu ke gereja RATA-RATA adalah remaja.

Apakah hal tersebut benar?!

Fakta: tidak ada satu pun remaja di sana, yang datang hanyalah orang tua dewasa yang membawa anak-anaknya

Ingat: variabel ordinal termasuk non parametrik, yang tidak dapat dioperasikan secara Matematis seperti interval dan ratio (parametrik). Jika kita dapat merata-rata suhu ruangan pada jangka waktu tertentu, maka untuk kasus usia ini kata RATA-RATA menjadi SALAH BESAR!!! Seharusnya kita bilang: KEBANYAKAN yang dateng anak-anak dan dewasa: PAKE MODUS DAN BUKAN PAKE MEAN!!!

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

2 Responses to “Dosa-Dosa Variabel Ordinal dan Interval”

  1. nevy says:

    ini kan nentuin skala, kalo nentuin indikator itu gimana ya? misalnya tentang pengetahuan konsumen.. apa cuma promosi aja? tx b4 :)

  2. Sabar yach, pembahasannya belum sampai situ.

    Tetapi saya jelaskan garis besarnya dulu:
    Tentunya harus lihat dulu TEORI-nya apa, lalu KONSEP-nya bagaimana, dibuat OPERASIONALISASI VARIABEL, lalu baru bisa ditentukan INDIKATOR-nya apa saja.

    Untuk gampangnya, indikator tersebut dapat ditemui di jurnal.

    Semoga membantu.

Leave a Reply

See also: