[Think Black] Mengapa skripsiku menjadi terkenal di UNPAR?

Hari gini, siapa sich yang ga kenal b0chun?! Jawabannya: BANYAK!!! Kalo ga percaya coba aja tanya sama seluruh penduduk Tokyo tentang nama ini, dijamin ga akan ada yang kenal. Hal serupa juga bakal terjadi kalo kalian menanyakannya kepada penduduk [B]erlin, [O]klahoma, [C]anada, [H]awaii, [U]ruguay, dan [N]igeria. Kenapa bisa begitu?! Hanya orang bodoh saja yang masih bertanya kenapa… **merupakan penggalan dari sini**

Mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya siapa aku sebenarnya.  Aku adalah seorang mahasiswa yang GAGAL meraih impian untuk melanjutkan study ke TEKNIK INDUSTRI UNPAR. Alasan utamanya tentu saja bukan karena aku gagal menempuh test masuk untuk jurusan tersebut, tetapi karena ketika di SMA dulu aku GAGAL masuk ke jurusan IPA. **kalian dapat membaca kisah lengkapnya di sini**

Karena sebagian besar teman-temanku memilih jurusan Manajemen di UNPAR, maka tidak ada salahnya kan jika aku juga mengikuti jejak mereka?!  Tentu saja jawabannya: SALAH!!! Singkat cerita, terdamparlah aku di Manajemen UNPAR dengan biodata sebagai berikut:

Nama: Ivan Prasetya
NPM: 2003120158
Tanggal lulus: 9 Februari 2008
Tanggal wisuda: 1 Maret 2008

However, graduation is not the end, it’s just the beginning. Perjalanan hidupku pun dimulai pada tanggal 9 Februari 2008. Tanggal tersebut mungkin merupakan salah satu tanggal keramat dalam hidupku, karenanya pada tanggal tersebut aku memperingatinya sebagai tanggal kelahiran kembali blog baruku ini. Mengapa aku menggunakan istilah kelahiran kembali?! Untuk penjelasan lengkapnya bisa klik di sini.

Dan kesimpulannya, hari ini di 3 tahun yang lalu:

Wisuda!!! Wisuda!!! Wisuda!!!

**poto bareng temanku tercinta**

Sebelum menjawab pertanyaan pada judul postingan, aku akan menjelaskan bagaimana  agar Anda bisa menjadi ‘terkenal’. Menurutku pribadi, bukan merupakan hal yang sulit agar nama Anda bisa dihafal oleh dosen. Anda tinggal memilih: apakah Anda ingin menjadi mahasiswa yang benar-benar genius atau menjadi mahasiswa yang benar-benar bodoh. The difference between genius and stupidity is: genius has its limits!!!

Aku memiliki banyak teman dekat yang akhirnya menjadi lulusan terbaik di UNPAR. Sepertinya sangat sulit untuk mengalahkan kepintaran mereka. Karenanya, aku mencoba agar bisa menjadi salah satu lulusan tercepat. Dan hal tersebut aku buktikan dengan berhasil lulus semua mata kuliah tidak lebih dari 3 tahun alias 6 semester saja. It’s so amazing, right?! **mulai jadi artis dech**

Tetapi perjuangan belum berakhir, jika teman-temanku menyusun theoritical framework minimal menggunakan dua variabel, sepertinya aku belum sanggup mengikuti jejak mereka. Aku ini kan bodoh, biarlah aku hanya menggunakan satu variabel saja. **mungkin karena hal ini akhirnya proposal skripsiku selalu kena reject oleh dosen pembimbing tercinta**

Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang gagal, hal tersebut dibuktikan dengan gagalnya aku menjadi lulusan tercepat. Jika teman-temanku rata-rata menyusun skripsi maksimal hanya 2 semester saja, ternyata aku pribadi harus menyelesaikannya dalam waktu tak kurang dari 4 semester. That was GREAT!!! **gimana ga jadi terkenal coba**

Terlepas dari beberapa kebodohanku di atas, ternyata ketika sidang skripsiku tersebut mendapat pujian dari semua dosen penguji. Menurut mereka skripsiku sangat bagus dan bermutu. Walaupun mereka adalah dosen senior, tetapi menurutku pendapat mereka semua SALAH BESAR!!! Skripsiku bukannya bagus, tetapi skripsiku BEDA!!! Mengapa mereka semua bilang bahwa skripsiku bagus?! Yach, tak lain dan tak bukan karena mereka TIDAK PUNYA PEMBANDING!!!

Jika kalian berkunjung ke ruangan 9522, di sana ada sebuah lemari besar yang berisi banyak sekali skripsi. Cobalah buka pintu lemari tersebut dan  kalian akan dengan mudahnya menemukan skripsiku tercinta. Dapatkah kalian menemukannya?!

**aku punya perpustakaan skripsi sendiri di rumah**

That’s better to be a little bit different
than to be a little bit better!!!

———

Moral dari cerita ini: Menjadi lebih baik itu penting, tetapi membuat sesuatu yang beda adalah lebih penting lagi. Dengan membuat  penelitian yang lain daripada yang lain, tentunya kita akan berkontribusi positif terhadap perkembangan ilmu yang ada.

Kita harus belajar dari masa lalu dan jangan terjebak dalam kesalahan masa lalu. Sejauh ini aku telah melakukan cukup banyak riset dan riset tercepat yang pernah aku lakukan hanya membutuhkan waktu 6 hari saja, mulai dari penentuan topik, pembuatan kuesioner, pengambilan data, pengolahan data, penulisan paper, dan akhirnya di-submit ke international conference.

Dengan banyak membaca tulisan-tulisanku di sini,  aku harap kalian semua  bisa belajar dari kesalahan-kesalahanku di masa lalu. Aku pribadi tidak pernah mengajarkan membuat penelitian secara cepat, tetapi aku selalu menekankan agar penelitian yang dibuat dilakukan dengan cara yang benar. Jika suatu penelitian sudah dilakukan dengan cara yang benar, tentunya kita semua tidak akan buang-buang uang, waktu, dan tenaga kan?!

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

3 Responses to “[Think Black] Mengapa skripsiku menjadi terkenal di UNPAR?”

  1. thz-fenrir says:

    the importance of differentiation

  2. Jovita says:

    ini tuh mksdnya skripsi nya warna item??
    koq boleh??
    klo mo warna pink boleh gaa??
    hahaa

  3. cosmic bingo says:

    This web site is really a stroll-by for the entire information you wanted about this and didn’t know who to ask. Glimpse right here, and you’ll undoubtedly discover it.

Leave a Reply

See also: