Uji hypo-thesis statistik dan penelitian: one-tailed vs. two-tailed test

Hypothesis berasal dari dua kata, yaitu: HYPO yang berarti di bawah dan THESIS berarti pernyataan yang belum dibuktikan kebenarannya (an unproved statement put forward as a premise in an argument). Jadi, secara harfiah HIPOTESIS berarti DUGAAN SEMENTARA yang belum diuji kebenarannya. Uma Sekaran & Roger Bougie (2010) mendefinisikan hypothesis as tentative, yet testable, statement, which predicts what you expect to find in your empirical data. Hipotesis dibuat berdasarkan TEORI yang digunakan ketika menyusun theoritical framework atau bisa juga dibuat berdasarkan penalaran yang LOGIS. Dalam sebuah penelitian bisa hanya terdapat satu buah hipotesis saja atau bisa juga lebih.

Directional & nondirectional hypothesis

Nondirectional hypothesis dibuat jika si peneliti BELUM TAHU ARAH dari hipotesis yang dibangunnya, apakah pengaruhnya positif/negatif, lebih dari/kurang dari, dsb.

Contoh NONDIRECTIONAL HYPOTHESIS:

H0: β = 0
H1: β ≠ 0

Nondirectional hypothesis di-UJI STATISTIK menggunakan two-tailed test. Karena arahnya belum diketahui secara pasti, untuk significance level = 5%, kita membagi dua daerah penerimaan H0, menjadi 2,5% di kiri dan 2,5% di kanan seperti tampak pada gambar berikut:

Tolak H0 jika nilai |t-value| > 1.96.

Berkebalikan dengan nondirectional hypothesis, DIRECTIONAL HYPOTHESIS dibuat ketika si peneliti SUDAH TAHU ARAH dari hipotesis yang dibangunnya, apakah pengaruhnya positif/negatif, lebih dari/kurang dari, dsb.

Contoh DIRECTIONAL HYPOTHESIS:

H0: β ≥ 0
H1: β < 0

Hipotesis di atas di-UJI STATISTIK dengan one-tailed test (significance level = 5%):

Tolak H0 jika nilai |t-value| > 1.645.

UNTUK KEDUA UJI STATISTIK DI ATAS:
Daerah abu-abu: REJECT H1, ACCEPT H0

Daerah biru: ACCEPT H1, REJECT H0

Dalam UJI STATISTIK untuk REGRESI, dengan me-reject Ho, tentunya kita akan menerima H1: SIGNIFIKAN!!! Signifikan di sini berarti bahwa variabel yang diuji memiliki pengaruh yang berarti terhadap keseluruhan model regresi. Contoh:

y = 2,1 + 0,3 x1 + 0,5 x2 – 0,7 x3

Jika variabel x1 SIGNIFIKAN, artinya setiap kenaikan variabel x1 sebesar 1 akan mempengaruhi kenaikan y sebesar 0,3. Tetapi, jika variabel x1 TIDAK SIGNIFIKAN, setiap kenaikan x1 belum tentu memiliki pengaruh yang berarti pada perubahan y. Jika kasus seperti ini terjadi, kita harus membuang variabel x1 dan membuat model regresi baru.

———

Untuk mengetahui lebih jelas tentang hipotesis, bisa dilihat pada artikel berikut:

[1] Membuat Theoritical Framework dan Hipotesis

[2] CONTOH Hipotesis Penelitian dan Hipotesis Statistik

———

Setelah melakukan UJI HIPOTESIS STATISTIK, sekarang kita akan melakukan UJI HIPOTESIS PENELITIAN.

Contoh NONDIRECTIONAL HYPOTHESIS:

Ada pengaruh antara banyaknya tugas yang diberikan dengan tingkat depresi.
H0: β = 0
H1: β ≠ 0

Kita akan menerima H0 jika besarnya β = 0, yang berarti tidak ada pengaruh antara banyaknya tugas yang diberikan dengan tingkat depresi. Dalam two-tails test, kita akan menerima H1 jika β ≠ 0, tidak peduli arahnya positif atau negatif.

Berbeda dengan uji hipotesis statistik yang bertujuan untuk melihat signifikansi, UJI HIPOTESIS PENELITIAN bertujuan untuk menguji DUGAAN AWAL si peneliti apakah sesuai dengan harapannya atau tidak dan diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang terjadi.

Pada contoh di atas, dengan diterimanya H1 berarti bahwa ada pengaruh antara banyaknya tugas yang diberikan dengan tingkat depresi.

Contoh DIRECTIONAL HYPOTHESIS:

Pelatihan yang dilakukan perusahaan akan berpengaruh pada berkurangnya tingkat ketidakhadiran karyawan.
H0: β ≥ 0
H1: β < 0

Misalkan untuk contoh di atas kita mendapati hasil regresi sebagai berikut:

y = 3,5 + 0,7 x

Dari hasil di atas, berarti bahwa semakin sering dilakukan training, ternyata tingkat ketidakhadiran karyawan semakin meningkat. Tentu saja kita harus mereject H1 dan menerima H0 karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan dugaan awal.

Hal tersebur terjadi untuk kasus one-tailed. Tetapi jika kita menggunakan two-tailed test, tentu saja kita akan mereject H1 dan menerima H0 karena kita memiliki β = +0,7 ≠ 0 sedangkan hipotesis yang diuji adalah:

H0: β = 0
H1: β ≠ 0

Karena alasan tersebut, tidak salah kan jika saya ngotot untuk selalu menggunakan one-tailed?! **tentu saja jika kita sudah tahu jelas arahnya, apakah positif atau negatif**

Selain itu juga, misalkan kita mendapati hasil |t-value| = 1,7. Untuk UJI HIPOTESIS STATISTIK menggunakan two-tailed (significance level = 5%), tentu saja kita akan me-reject-nya (TIDAK SIGNIFIKAN) karena |t-value| < 1,96. Tetapi, jika menggunakan one-tailed test, tentu saja kita akan menerimanya (SIGNIFIKAN), karena |t-value| > 1,645.

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

6 Responses to “Uji hypo-thesis statistik dan penelitian: one-tailed vs. two-tailed test”

  1. cella says:

    Ko,mau nanya dong kalo untuk uji validitas Y pelu di uji ga?terus one tailed apa two tailed ya?thanks

  2. [1] Untuk variabel Y tetap harus dilakukan uji validitas & reliabilitas

    [2] Untuk uji validitas dan reliabilitas ga ada one-tailed dan two-tailed

    [3] Untuk selengkapnya bisa dilihat di sini: http://www.b0chun.com/blog/index.php/2011/02/22/validity-vs-reliability/

    • Luis Tavares says:

      Saya seorang Mahasiswa, setelah saya membaca artikel yang ada tentang hypotesis, namun saya masih bingung karena hasil penelitian saya setelah dilakukan uji statistik tidak singnificant,bagaimana solusinya, apakh tetap malanjutkan atau tidak, namum advisor bilang itu dilanjutkan krn itulahhasil penelitian,mohon bantuan,terimak kasih banyak

  3. Ivan Prasetya says:

    Dulu ada penelitian eksperimental dengan hipotesis sebagai berikut:

    Semakin terang nyala lampu, maka kinerja karyawan akan semakin termotivasi.

    Eksperimen pun dilakukan:

    [1] pertama nyala lampu redup, lalu dilihat kinerjanya

    [2] lampu dijadikan lebih terang, ternyata kinerjanya meningkat

    [3] lampu dijadikan lebih terang lagi, kinerja juga meningkat

    [4] lampu diredupkan, seharusnya kinerja menurun, tetapi kinerja tetap meningkat

    Dalam riset ini, hipotesis DITOLAK!!!

    Tetapi, ternyata penelitian ini malah mengeluarkan TEORI BARU. Ternyata, karyawan merasa ‘dimainkan’ dan mereka takut, sehingga mereka bekerja sungguh-sungguh. Selain itu juga ada yang namanya learning curve.

    Kalo ga salah, dari riset ini dikembangkan teori tentang Locus of Control dan tentang Hofstede theory.

    Kalo salah maaf, saya juga lupa tepatnya bagaimana.

    Tetapi yang pasti, dari hipotesis yang ditolak tersebut berhasil menjadi TEORI YANG MELEGENDA.

    Sebagai info tambahan, banyak juga penemuan2x hebat di dunia yang dihasilkan karena hipotesis yang ditolak.

    So, why not?!

    Hipotesis ditolak = ga masalah, yang jangan adalah manipulasi data agar hipotesis diterima.

    Berikan saja alasan yang logis dan masuk akal, kalo perlu didukung teori, mengapa hipotesis Anda ditolak.

    Semoga membantu.

    Good luck.

  4. shitalaras says:

    mas saya mau tanya, dalam langkah penyusunan hipotesis H0 dan hipotesis alternatif Ha untuk uji hipotesis dengan uji t. dengan hipotesis opersional1 : kepemilikan institusi tidak berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan csr,
    Ha1 : kepemilikan institusi berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan csr
    H02 : leverage tidak berpengaruh negtif terhadap luas pengungkapan csr
    Ha2 : leverage berpengaruh negatif thd luas pengungkapan csr.

  5. ncus says:

    Mas Ivan yang saya hormati. saya menemukan banyak masalah dalam penelitian skripsi. antara lain Populasinya penelitiannya hanya ada 47 siswa, maka dari itu saya menggunakan teknik sampling total. Masalahnya saya belum paham dengan hipotesis yang akan saya gunakan, karena kalau tidak ada sampel dalam arti mengambil seluruh anggota populasi, maka hipotesis statistiknya tidak ada. selain itu teknik analisis datanya, seperti pengujian hipotesis, pengujian normalitas datanya saya juga belum paham. bagaimana solusinya mas ivan?

    terima kasih

Leave a Reply

See also: