Kata-kata POSITIF itu berdampak negatif?!

JANGAN LIHAT!!!

JANGAN BUKA!!!

JANGAN BACA!!!

Sekali lagi: JANGAN BACA!!!

Yach… koq dibaca juga sich?!

———

Namaku Ivan. Aku dilahirkan sebagai seorang yang narsis abiZzZzzZz (baca: dapat mensyukuri segala sesuatu pemberian Tuhan). Sejak kelas 1 SMP aku memiliki seorang sahabat dekat. Saking dekatnya, aku sering banget bernarsis-narsis ria dengannya; bahkan papa-mamanya, cicinya, suami cicinya (8 tahun yang lalu mereka menikah), sampai dengan sepupu-sepupunya juga sering banget menjadi korban kenarsisanku hahaha… Kasian dech mereka!!!

Ceritanya, 8 tahun yang lalu, ketika aku baru lulus SMA, cicinya sahabatku ini menikah dengan si koko. kEBETULAN pada saat itu  aku lagi rajin-rajinnya main ke rumah sahabatku ini, sehingga jadi sering dech ketemu dengan si cici & si koko. Dan keisenganku pun dimulai:

Aku: “Ci, nanti kalo punya anak dikasi nama Ivan yach, biar ganteng kaya saya hehehe…”

Si cici: “Tenang!!! Kalo gua punya anak dijamin dech ga akan gua kasi nama Ivan, takut ancur kaya loe…”

Ternyata, yang menjadi korban kenarsisanku tersebut bukan hanya si cici dan si koko saja, tetapi sekeluarga besar semuanya menyuarakan hal yang sama: “Si cici kalo punya anak nanti ga mungkin dech dinamain Ivan!!!”

Saking seringnya aku bernarsis-narsis ria, mungkin dalam 1 minggu minimal 1 kali salah satu anggota keluarga sahabatku tersebut menyuarakan hal yang serupa: “Pokonya apapun yang terjadi, gua gamau ada keluarga gua yang dikasi nama Ivan!!! Gawat nanti kacau kaya loe!!!” **kejamnya dunia**

Tak terasa 1 tahun telah berlalu dan si cici melahirkan bayinya yang imut. Dan tahukah kalian nama apa yang diberikan untuk bayi tersebut?! Jika kalian menebak bahwa nama bayi tersebut adalah IVAN, tebakan kalian BENAR!!!

>>> IVAN = Rudi & Vania <<<

Dalam percobaannya dengan air *klik untuk melihat gambar hasil penelitian tentang air*, Masaru Emoto berhasil membuktikan bahwa kata-kata yang positif dapat membuat kristal air menjadi indah, sedangkan kata-kata yang negatif akan membuat kristal air tampak buruk.

Jika penggunaan kata-kata saja dapat mempengaruhi air yang bukan merupakan makhluk hidup, tentunya pemilihan kata-kata juga akan berpengaruh kepada kita manusia, yang merupakan makhluk hidup. Tahukah kalian bahwa 70% tubuh manusia terdiri dari air?! Itulah sebabnya mengapa penggunaan kata-kata yang positif/negatif akan sangat berpengaruh pada kehidupan kita.

Saya juga sering mendengar banyak orang berkata untuk berhati-hati dengan lidah, karena apa yang dikatakan lidah itu pula yang akan terjadi. Tetapi, dari kasus nama Ivan di atas, bukankah yang terjadi justru malah sebaliknya?!

Jika berjalan-jalan ke toko buku, kita mungkin akan menemukan banyak sekali buku yang membahas tentang positive thinking. Intinya, para penulis buku itu ingin mengatakan kepada pembaca agar mereka dapat selalu berpikir positif, karena dengan pikiran yang positif, hidup kita akan berubah ke arah yang positif pula. Tetapi, ternyata hal tersebut salah besar:

Banyak mahasiswa berkata: “Saya tidak mau ujian saya nilainya jelek!!!” dan hasilnya mereka tidak lulus.

Ketika menghadapi krisis global, banyak karyawan berkata: “Saya tidak akan di-PHK!!!” dan hasilnya banyak dari mereka yang sekarang menganggur.

Papi saya suka berkata: ‘Kalo tutup pintu pelan-pelan, ntar engselnya rusak!!!’ Saya sich tutup pintu semaunya aja, tapi buktinya yang rusak malah pintunya dia tuh, pintu yang di kamar saya malah baik-baik aja hahaha…

Saya mau skripsi saya beda + bagus >>> semua dosen penguji memberikan pujian atas skripsi saya. Saya gamau skripsi saya lama-lama >>> kata dosen pembimbing saya sich saya membuat skripsi selama 4 semester lamanya huhuhu…

Ada seseorang yang berkata: “Saya tidak mau anak saya diberi nama Ivan!!!” tetapi justru hal itulah yang terjadi.

Apa yang kita katakan itu jugalah yang akan kita dapatkan!!! Masa sich?! Koq kenyataannya bertolak belakang semua yach?!

Melalui tulisan ini, saya ingin menyadarkan Anda semua pada 1 hal:

ALAM HANYA MERESPON KATA-KATA YANG POSITIF SAJA!!! JIKA ANDA MENGELUARKAN KATA-KATA YANG NEGATIF, MAKA HASILNYA TETAP AKAN POSITIF!!!

Loh?! Koq bisa begitu?! Inilah penjelasannya:

Pernah dengar istilah ‘cinta dan benci itu bedanya setipis kertas’? Mengapa?! Karena kita akan melakukan hal yang sama ketika kita mencintai atau membenci seseorang: kita akan selalu memikirkan terus orang itu!!! Tetapi, alam bawah sadar kita tidak dapat membedakan mana perasaan suka mana perasaan benci, yang dia tahu hanyalah: Kita selalu memikirkan orang tersebut!!! Dan ketika punya anak nanti, hati-hati jika anak Anda tidak mirip dengan orang yang Anda cintai, tetapi justru malah mirip dengan orang yang Anda benci, karena ternyata Anda lebih sering memikirkan orang yang Anda benci daripada orang yang Anda cintai.

Dalam bahasa Indonesia, ada yang disebut sebagai kalimat inti. Jika ada kalimat: ‘Andi tidak suka dengan sikap Shinta yang terkesan sok tahu dan sombong itu.’ maka inti kalimat tersebut adalah: ‘Andi suka sikap Shinta.’ Sesungguhnya, teori b0chun nomor 2 mengatakan bahwa alam akan merespon kalimat inti dari pikiran kita saja. Ketika seseorang berkata: ‘Saya tidak mau anak saya dinamakan Ivan’, alam meresponnya: ‘Saya mau anak saya dinamakan Ivan’; dan sesungguhnya hal itulah yang terjadi.

Mengapa banyak anak masih mencontek padahal gurunya setiap kali berkata: ‘Jangan mencontek!!!’ Seharusnya di sini Anda sudah bisa menjawab: Karena sesungguhnya yang didengar alam bawah sadar para siswa adalah perintah untuk mencontek!!! Mengapa banyak orang masih merokok padahal di mana-mana telah dipasang tulisan: Jangan merokok di area ini!!! Memang tepat sepertinya istilah yang berkata bahwa: Peraturan dibuat untuk dilanggar!!! Walaupun iklan rokok sangatlah dibatasi, seperti hanya boleh beriklan pada jam-jam tertentu (malam hari) dan dalam iklannya tidak diperbolehkan menampilkan adegan seseorang yang sedang merokok dsb; penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya tulisan inilah yang menjadi penyebab utama para perokok terdorong untuk merokok: PERINGATAN PEMERINTAH: MEROKOK TIDAK BAIK UNTUK KESEHATAN bla… bla… bla…

Dikutip dari The Secret: “Anda mungkin pernah melihat bagaimana seseorang yang memiliki kekayaan yeng besar kehilangan kekayaannya, tetapi dalam waktu yang sebentar berhasil mendapatkan kekayaannya kembali yang sama besarnya. Dalam kasus ini, terlepas dari apakah mereka menyadarinya atau tidak, yang terjadi adalah karena pikiran dominan mereka adalah tentang kekayaan, inilah yeng menyebabkan mereka mendapatkan kekayaannya kembali. Mereka membolehkan pikiran yang menakurkan tentang kehilangan kekayaan memasuki benak mereka sampai pikiran yang menakutkan itu menjadi pikiran dominannya. Mereka membalikkan keseimbangan tentang pikiran tentang kekayaan kepada pikiran tentang takut kehilangan kekayaan, sehingga mereka kehilangan semua kekayaannya. Tetapi, setelah mereka kehilangan semuanya, ketakutan akan kehilangan menjadi menghilang, dan mereka membalikkan lagi keseimbangan ke pikiran dominan tentang kekayaan dan kekayaan mereka kembali lagi.”

Dalam suatu tes psikologi, biasanya kita akan diminta memilih satu dari dua pernyataan yang paling mencerminkan diri kita:

  • Saya tidak mudah putus asa. >>> kalimat negatif
  • Saya suka bekerja keras. >>> kalimat positif

Yang manakah pilihan Anda?! Walaupun kalimat tersebut sekilas terkesan mirip, tetapi ternyata dari jawaban Anda dapat terlihat apakah Anda termasuk seorang yang pesimis atau optimis.

Kita lihat lagi contoh berikut:

  • Saya tidak miskin.
  • Saya kaya.

Jika melihat sekilas, mungkin kedua kalimat di atas maknanya sama. Tetapi marilah kita gali lebih dalam. Saya kaya >>> artinya yach saya memang seorang yang kaya raya. Tetapi untuk Saya tidak miskin belum tentu saya kaya. Hidup pas-pas an, serba berkecukupan tergolong tidak miskin, tetapi juga tidak kaya.

Dan ketika Anda berkata SAYA TIDAK MISKIN, alam akan meresponnya sebagai SAYA MISKIN!!!

Jadi kesimpulannya: BERPIKIRLAH POSITIF dengan menggunakan KATA-KATA dan KALIMAT POSITIF!!!

———

Ketika saya berkata:

Jangan pikirkan GAJAH!!!

Apa yang ada di dalam pikiran Anda?!


======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

5 Responses to “Kata-kata POSITIF itu berdampak negatif?!”

  1. Valen Slenge'an says:

    ,, pas keTika w baca “jangan pikirkan gajah”.,
    . eh., maLah diinaikin gajah.,
    . Gillaa..

  2. Cash says:

    Check that off the list of things I was cofsenud about.

  3. Hallo,Ik zat te denken om mee aan te melden voor €24,95, maar ik ben eerst aan het uitzoeken of ze nu betrouwbaar zijn. Ik twijfel ontzettend. Ik ben al een keer belazerd en dit voelt ook al weer zo. Heeft iemand ervaring met deze site??Groetjes Sandra

  4. merasakan manfaat lebih setelah membaca posting anda, salam ngeblog. dan sukses sll.

  5. subhanallah..sederhana tapi mendalam maknanya. sesuatu yg kita ketahui namun tak pernah kita sadari,membuka pikiran dan hati saya.

Leave a Reply

See also: