Deduktif vs. Induktif

Melanjutkan tulisan saya di sini, pada postingan kali ini saya ingin memperdalam apa beda antara DEDUKTIF dan INDUKTIF. Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa PENELITIAN bahasa Inggrisnya adalah re-search:  ”re-” artinya kembali dan “search” artinya mencari. Jadi secara harafiah, re-search artinya mencari kembali dan yang dicari kembali adalah KEBENARAN.

Kebenaran sendiri dapat digolongkan menjadi empat kategori: [1] kebenaran deduktif, [2] kebenaran induktif, [3] kebenaran pragmatis, dan [4] kebenaran hakiki. Namun, dalam penelitian ilmiah, kita hanya mengenal dua jenis kebenaran, yaitu: DEDUKTIF dan INDUKTIF.

Kebenaran DEDUKTIF berarti bahwa segala sesuatu dianggap benar jika ada pendahulunya (yang dianggap benar). Sedangkan dalam kebenaran INDUKTIF, segala sesuatu dianggap benar jika dapat diobservasi secara inderawi (dapat ditangkap oleh panca indera manusia) dan dapat dibuktikan secara empiris.

Dalam gambar The Wheel of Science di atas, sebuah riset bisa bermula dan berakhir pada tempat yang tidak sama (Aldine deGruyter,  1971).

Riset saya di sini dimulai dari OBSERVATIONS (saya mencari tahu merek-merek apa saja yang namanya menjadi generik), EMPIRICAL GENERALIZATIONS (dari ratusan merek generik yang saya temui, saya berusaha mencari apa saja kerugian dan keuntungan yang dialami perusahaan jika mereknya menjadi generik; selain itu juga saya mencari tahu hal-hal apa saja yang dapat membuat nama suatu merek menjadi generik), THEORIES (saya mencoba membangun suatu teori baru dari hasil penelitian saya pada ratusan merek generik), dan diakhiri dengan penarikan HYPOTHESES (hasil riset saya menghasilkan beberapa hipotesis tentang penggunaan generik brand di Indonesia).

Sedangkan untuk riset di sini, dimulai dari THEORIES (dimulai dengan mencari MASALAH yang merupakan segala sesuatu yang TIDAK SESUAI TEORI yang seharusnya dan BERDAMPAK NEGATIF). Dari penyimpangan-penyimpangan yang ada, peneliti mencoba membangun theoritical framework yang sesuai dengan TEORI yang ada, lalu menarik HYPOTHESES. Selanjutnya, untuk menguji hypotheses yang ada, peneliti melakukan OBSERVATIONS (bisa berupa wawancara, kuesioner,  pengamatan langsung, dan menggunakan secondary data).

Penelitian INDUKTIF lebih bertujuan untuk CREATE/BUILDING NEW THEORY (basic research), sedangkan tujuan utama penelitian DEDUKTIF menurut saya pribadi ada dua: [1] prescription: ngebenerin masalah (applied research), dan [2] THEORY EXTENTION.

Jika kita belajar bahasa Indonesia, maka kita akan menemukan bahwa nama lain paragraf INDUKTIF adalah khusus-umum (kalimat utama terletak di akhir paragraf, paragraf dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus dan diakhiri dengan kalimat utama yang bersifat umum), sedangkan nama lain paragraf DEDUKTIF adalah umum-khusus (kalimat utama terletak di awal paragraf, paragraf dimulai dengan kalimat utama yang bersifat umum lalu menuju penjelasan yang bersifat khusus).

Penelitian INDUKTIF sifatnya dari KHUSUS ke UMUM:
[1] OBSERVATIONS: emas ketika dipanaskan memuai, tembaga ketika dipanaskan memuai, timah ketika dipanaskan memuai, dsb.
[2] EMPIRICAL GENERALIZATIONS: ketiganya merupakan logam dan ketiganya ketika dipanaskan akan memuai.
[3] CREATE NEW THEORY: logam ketika dipanaskan akan memuai

Penelitian DEDUKTIF sifatnya dari UMUM ke KHUSUS:
[1] THEORY: logam ketika dipanaskan akan memuai
[2] HYPOTHESES: apakah emas, tembaga, timah, perak, platinum, dsb. ketika dipanaskan akan memuai (karena semuanya merupakan logam)
[3] OBSERVATIONS: menguji apakah emas, tembaga, timah, perak, platinum, dsb. ketika dipanaskan akan memuai atau tidak
>>> THEORY EXTENTION: Ternyata teori yang ada juga berlaku untuk timah, perak, platinum, dan logam-logam lainnya.

Penelitian INDUKTIF biasanya lebih bersifat KUALITATIF dan bisa juga dilakukan dengan EXPERIMENT, mencari data dari berbagai sumber untuk menciptakan theory baru. Sedangkan penelitian DEDUKTIF biasanya lebih bersifat KUANTITATIF.

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

Leave a Reply

See also: