Apa arti uang bagi Anda?!

Sebagian orang beranggapan bahwa keadaan KAYA itu adalah baik, namun KEINGINAN UNTUK MENJADI KAYA adalah hal buruk. Mengapa?! Karena jika tujuan hidup kita adalah untuk menjadi kaya, maka kemungkinan besar kita akan menghalalkan berbagai cara untuk mencapainya. Oleh karena itu, seringkali keinginan untuk menjadi kaya sering disebut sebagai pintu masuk dosa.

Saya adalah seorang anak yang dilahirkan di tengah keluarga sederhana. Selama ini saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi orang yang super kaya dan bergelimang harta. Saya hanya berdoa agar saya selalu dapat menjadi berkat dan supaya hidup saya dapat berguna bagi orang lain.

Saya selalu berpikir: Untuk apa menjadi kaya jika saya tidak dapat menjadi berkat?! Saya lebih memilih untuk menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, namun dapat berguna bagi orang lain.

Saya melihat bahwa ternyata banyak juga orang kaya yang pelit dan egois. Mereka berpikir bahwa semua orang yang ingin sukses, haruslah bekerja keras seperti mereka. Jika ada orang yang kerjanya hanya bermalas-malasan saja, sudah sepatutnya mereka tidak makan. Pemikiran kedua datang karena jika mereka selalu membantu orang yang kesusahan, ketika di masa mendatang si orang yang kesusahan ini menghadapi kessulitan yang sama, maka ia tetap akan membutuhkan bantuan orang lain dan tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi, jika ada orang yang sedang kesusahan, biarkan saja, biarkan mereka belajar mandiri mengatasi kesulitannya tersebut.

Berbanding terbalik dengan kenyataan di atas, ternyata banyak juga orang yang tulus membantu orang lain yang kesusahan, justru ketika keadaan mereka juga tidak kalah kesusahannya dengan orang yang mereka bantu tersebut.

Berikut adalah cuplikan dari Kick Andy Show yang ditayangkan pada tanggal 16 September 2011, dengan judul: “Ketika Hati Bicara”.

Apa  yang dilakukan para narasumber di Kick Andy memang luar biasa. Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi yang melilit, mereka ternyata masih mau berbagi kepada orang yang “membutuhkan”. Kejadian yang terekam kamera pada beberapa episode program “Tolong” dan “Minta Tolong” yang ditayangkan SCTV dan RCTI itu setidaknya bisa membuat cermin diri kita,  maukah kita memberi pertolongan  kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita.

Rinto Kanafi misalnya. Pria berusia 43 tahun yang kehilangan kaki karena kecelakaan itu tiba-tiba dihadapkan kepada seseorang yang minta tolong kepadanya. Seorang ‘talent’ yang sudah dipersiapkan sebelumnya berpura-pura minta tolong kepadanya untuk mengantarkan kiriman roti kepada salah seorang pemesan yang sedang berulang tahun. Sang talent sudah berupaya mencari “korban”untuk menolong dirinya namun tidak berhasil, sehingga tibalah akhirnya bertemu dengan Rinto Kanafi yang kala itu sedang ada di depan kios rotan dan warung es kelapa muda. Setelah sang talent merengek, diluar dugaan, Rinto Kanafi yang hanya berkaki satu itu mengantarkan roti pesanan orang itu dengan biaya sendiri.

Kisah lainya adalah seorang sopir angkot yang sedang pusing memikirkan biaya pengobatan anaknya. Suprihatin, demikian nama sopir angkot itu didatangi seorang nenek yang mencoba menjual ikan asin sisa untuk membeli beras. Suprihatin ragu-ragu ketika akan menolong nenek itu karena ia sendiri juga dalam keadaan susah. Sang Nenek ternyata pantang menyerah dan terus ‘mencoba mengaganggu” Suprihatin untuk membeli ikan asinya. Ternyata hati Sang Sopir angkot akhirnya luluh dan menolong nenek itu membelikan beras sebanyak 10 kilogram. “Saya tidak tega melihat nenek  yang katanya cucunya sudah dua hari tidak makan. Saya jadi teringat nenek saya dulu,” ujar Suprihatin memberi alasan kenapa akhirnya dia mau menolong Sang Nenek.

Sementara apa yang dilakukan Karsimah benar-benar orang tidak percaya. Karsimah yang baru kehilangan suaminya akibat meninggal dunia itu kini berprofesi sebagai penambal ban di daerah Semarang, Jawa Tengah. Ia berprofesi sebagai penambal ban karena terpaksa menggantikan suaminya untuk mencari nafkah. Ketika sedang menunggu pelanggan, tiba-tiba datang seorang nenek yang pura-pura tersesat dan minta tolong dirinya untuk mengantar ke Salatiga. Karsimah tertegun sejenak melihat Sang Nenek yang katanya mengaku sudah  dua hari berusaha minta tolong kepada beberapa orang tapi tak satu pun yang bersedia menolong. Walau agak ragu-ragu, Karsimah kemudian menutup kios tambal ban nya dan segera menggandeng nenek dan menumpang bus  ke jurusan Salatiga.

Walau cerita di atas adalah sebuah program variety show untuk tontonan di salah satu acara televisi. Namun setidaknya tontonan yang dibuat Rumah Produksi Dreamlight itu bisa menjadi pengasah jiwa kita. Ternyata berdasarkan pengalaman para kru di lapangan, justru orang dari kalangan bawahlah yang ringan tangan membantu kepada orang yang membutuhkan. Mereka tanpa banyak pertimbangan langsung memberi bantuan. Kejadian itu sangat bertolak belakang dengan kalangan orang mampu dan kalangan atas yang kebanyakan selalu curiga dan individualistis.

Selama ini mungkin saya terlalu naif. Saya cenderung memilih menjadi ‘orang miskin’ yang dermawan, daripada menjadi orang kaya yang pelit. Dengan keadaan aaya yang serba pas-pasan, saya merasa saya mampu berbagi dengan banyak orang. Saya sadar sepenuhnya bahwa saya diberkati untuk menjadi berkat. Berikut adalah prinsip hidup saya yang pernah saya post menjadi status di facebook:

Berkat Tuhan itu seumpama buah mangga: ada bagian yang bisa kita makan, ada juga bagian yang HARUS kita bagikan. Ketika kita menabur benih di tempat yang benar, maka ia akan tumbuh dan menghasilkan buah yang banyak. Tetapi jika kita serakah (sampe pelok-peloknya juga dimakan), mati aja loe… Kita dapat menghitung berapa banyak biji dari 1 buah mangga, tetapi hanya Tuhan yang tahu berapa banyak buah dari 1 biji mangga.

Seorang rekan saya pernah berkata bahwa apa yang kita tabur, itu pula yang akan kita tuai dan apa yang kita tuai tersebut jumlahnya sama dengan apa yang kita tabur. Untuk hal yang satu ini saya akan tegas berkata: SALAH. Sesungguhnya, apa yang kita dapatkan itu jumlahnya selalu jauh lebih besar daripada apa yang dapat kita beri. **lain kali mungkin saya akan menulis artikel khusus berkenaan dengan hal yang satu ini** Oleh karena itu, saya selalu berusaha memberi, walaupun mungkin keadaan saya sendiri agak berkecukupan. Tetapi tidak mengapa, toh saya merasa saya cukup, dan saya juga merasa bahagia jika saya dapat membantu orang lain.

Saya bahagia dengan keadaan saya yang serba berkecukupan. Bagi saya, yang terpenting adalah saya bisa selalu menjadi berkat bagi orang lain. Dan yang namanya berkat Tuhan itu tidak selalu berbicara mengenai uang. Tuhan telah menganugerahi saya kepintaran yang cukup, Tuhan telah menganugerahi saya kasih yang berlimpah, Tuhan telah menganugerahi saya keuangan yang cukup (walau terkadang pas-pasan), dan saya bersyukur karena saya dapat membagikannya kepada orang lain. Saya bersyukur karena saya bisa menjadi kepanjangan tangan Tuhan. Saya bersyukur karena saya diberkati untuk menjadi berkat.

Bagi saya, uang bukanlah segalanya. Saya sudah cukup puas dengan keadaan saya yang sekarang. Saya sudah cukup puas dengan keadaan keluarga saya yang harmonis. Saya berterima kasih kepada Tuhan karena Ia memberikan saya orang tua yang terbaik. Saya bersyukur karena saya masih bisa bersyukur…

———

Lain dahulu, lain sekarang. Saat ini pemikiran saya sudah sedikit berubah. Jika awalnya saya berpikir bahwa keinginan untuk menjadi kaya tidaklah baik, saya mau tegaskan bahwa saat ini, salah satu keinginan terbesar saya adalah untuk menjadi kaya.

Saya mungkin tidak membutuhkan banyak uang, tetapi dengan memiliki banyak uang, saya dapat membantu orang-orang yang saya cintai.

Memiliki banyak uang memang belum tentu menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya dengan memiliki banyak uang kita tidak menambah masalah.

Jika dengan memiliki uang sedikit saja kita dapat membantu banyak orang, bayangkan apa yang dapat kita lakukan dengan memiliki banyak uang.

Beberapa quotes di atas sempat saya post di facebook dan quotes tersebut juga lah yang telah merubah mindset saya selama ini.

Berikut saya lampirkan pula percakapan antara Merry Riana dan peserta seminar, yang dikutip dari bukunya ‘A Gift from a Friend’.

Merry Riana: Apakah uang adalah hal yang jahat?

A: Ya.

Merry Riana: Mengapa Anda menjawab demikian?

A: Karena uang, orang mencuri, menipu, berbohong, dan melakukan kejahatan lainnya.

Merry Riana: Apakah Anda pernah melihat orang melakukan tindakan baik dengan uang?

A: Contohnya?

Merry Riana: Uang dapat membangun sekolah yang menyediakan pendidikan untuk generasi muda. Uang dapat membangun rumah sakit guna menyembuhkan orang sakit. Uang dapat membangun tempat ibadah dan kegiatan sosial lainnya.

A: Kalau begitu, uang adalah netral. Uang hanyalah media alat tukar, suatu cara untuk membeli sesuatu.

Merry Riana: Nah, jadi sekarang Anda berpendapat bahwa uang itu netral, tidak jahat?

A: Jika Anda melihat dari sudut pandang itu, ya uang itu netral. Tetapi lebih sering menyebabkan perbuatan jahat daripada perbuatan baik, saya kira.

Merry Riana: Jadi, pada dasarnya Anda setuju bahwa uang tidak baik dan tidak juga jahat, pada dasarnya netral. Cara orang menggunakan uang yang membuatnya baik atau jahat, apakah itu betul?

A: Ya.

Merry Riana: Oke, sekarang saya akan bertanya lagi. Anggaplah di sebuah keluarga, kedua orangtua bekerja dan mereka tidak punya waktu yang cukup untuk anak-anaknya. Di keluarga yang lain, kedua orangtua tidak perlu bekerja lagi karena mereka punya cukup uang. Jadi, karena mereka tidak bekerja lagi, mereka punya cukup waktu bersama anak-anak. Keluarga manakah yang baik, yang pertama atau kedua?

A: Saya kira yang kedua. Tetapi, pada keluarga yang pertama, alasan orangtua bekerja keras adalah karena mereka mencari uang. Jadi, benarlah bahwa uang akan membawa masalah.

Merry Riana: Apakah benar bahwa uang yang menjadi penyebab masalah? Ataukah ketidakmampuan mengatur uang yang menyebabkan masalah? Keluarga kedua memiliki uang banyak dan mereka tidak dalam masalah.

A: Hmm…. Kalau begitu saya kira kemampuan untuk mengelola uanglah yang menyebabkan uang dapat menjadi baik atau jahat.

Merry Riana: Betul sekali. Uang itu seperti api, jika Anda tahu bagaimana menggunakannya dengan baik, hal itu akan memberikan keuntungan yang berlimpah seperti memberikan penerangan. Tetapi jika Anda kurang berhati-hati, hal itu juga dapat menyebabkan tragedi seperti kebakaran rumah. Keduanya adalah api yang sama, tetapi pada situasi yang satu memberikan keuntungan sedangkan pada situasi yang lain membawa kehancuran. Itu semua tergantung bagaimana kita menggunakannya.

A: Oke, itu menarik. Saya tidak pernah berpikir dengan cara itu sebelumnya.

Merry Riana: itulah sebabnya ada pepatah yang mengatakan “time is money”. Sebenarnya, kebalikannya juga benar, “uang adalah waktu”.

A: Apa maksudnya?

Merry Riana: Bayangkan Anda punya cukup uang untuk membayar seseorang untuk mengurus seluruh urusan rumah tangga Anda. Anda tidak perlu memasak, mencuci piring, mencuci baju, menyetrika, dan sebagainya. Jika ada seseorang yang melakukan pekerjaan tersebut untuk Anda, apakah Anda mempunyai lebih banyak waktu untuk diri Anda sendiri?

A: Ya.

Merry Riana: Jadi bukankah artinya Anda menukar uang Anda dengan waktu?

A: Betul.

Merry Riana: Jadi uang dapat membeli waktu. Memiliki banyak uang berarti memiliki lebih banyak waktu.

A: Iya betul.

Merry Riana: Sekarang, pertanyaan yang sulit untuk Anda. Apakah uang dapat membeli kesehatan?

A: Saya rasa tidak. Tapi, tunggu… tunggu… tunggu. Jika saya dapat menggunakan uang saya untuk makan makanan yang sehat setiap harinya, bukankah itu berarti saya bertambah sehat sebab saya punya lebih banyak uang?

Merry Riana: Ya. Anda mulai mengerti. Dengan uang anda dapat membayar seorang pelatih fitness pribadi sehingga Anda menjadi lebih disiplin dalam berolahraga. Dengan uang Anda dapat memeriksakan kesehatan Anda lebih sering sehingga jika ada penyakit bisa dideteksi lebih awal. Dengan uang Anda bisa pergi ke rumah sakit yang baik dan ditangani oleh dokter yang hebat jika Anda sakit. Semua ini adalah contoh bahwa pada kenyataannya uang dapat membeli kesehatan.

A: Wow… Ini adalah hal baru bagi saya. Uang dapat membeli waktu. Uang dapat membeli kesehatan. Sekarang saya dapat melihat bahwa uang dapat melakukan hal-hal yang luar biasa pada kehidupan saya juga.

Merry Riana: Saya lega akhirnya Anda mulai menyadarinya. Dan sekarang saatnya untuk pertanyaan yang paling sulit. Apakah uang dapat membeli kebahagiaan?

A: Dalam pikiran saya jawabannya tidak, tetapi saa tahu bahwa Anda pasti punya suatu penjelasan mengenai bagaimana uang dapat membeli kebahagiaan.

Merry Riana: Hahaha… Anda belajar dengan cepat. Oke, sekarang marilah kita mencari pengertian lebih dalam tentang hal ini dengan menggunakan cerita. Bayangkan Anda memiliki seorang pacar yang mengunjungi Anda pada saat Anda ulang tahun dan sebagai hadiah mengajak Anda jalan-jalan ke mal terdekat. Itu adalah situasi pertama. Pada situasi kedua, pacar Anda memberikan hadiah berupa perjalanan wisata romantis ke luar negeri selama 10 hari. Sekarang, sebelum saya menanyakan mana yang Anda pilih, izinkan saya meluruskan fakta-faktanya dulu. Pacar Anda adalah orang yang sama yang memberikan cintanya kepada Anda dengan jumlah yang sama. Satu-satunya perbedaan pada cerita ini hanyalah bentuk hadiahnya. Semua fakta yang lain sama. Nah, mana yang Anda pilih?

A: (Tersenyum) Tentu saja yang kedua.

Merry Riana: Bukankah Anda menjadi lebih senang jika mendapatkan hadiah yang kedua dibandingkan dengan yang pertama?

A: Tentu saja.

Merry Riana: Jadi, itulah faktanya. Semuanya sama, tetapi dengan uang lebih, Anda dapat membuat orang lain lebih bahagia. Kesimpulannya, uang juga dapat membeli kebahagiaan.

A: Benar, benar.

Merry Riana: Sekarang, setelah Anda tahu bahwa uang dapat membeli waktu, kesehatan, dan kebahagiaan, apakah Anda masih berpikir bahwa uang itu jahat?

A: Saya rasa tidak. Uang itu netral. Dan jika Anda dapat mengelolanya dengan baik, Anda dapat membeli semua hal penting yang disebutkan tadi.

Merry Riana: Ya. Tetapi dari semua pembicaraan kita, saya hanya ingin mengingakan bahwa uang BUKAN yang terpenting di dunia ini. Masih ada hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup ini.

A: Betul, seperti cinta, persahabatan, rasa hormat, keluarga, kepercayaan, kesetiaan. Saya percaya semua hal ini lebih penting daripada uang.

Merry Riana: Betul sekali. Uang bukanlah hal terpenting dalam hidup ini, tetapi uang dapat memengaruhi hal-hal terpenting dalam hidup ini. Uang dapat meningkatkan ungkapan cinta, uang dapat meningkatkan hubungan persahabatan, uang dapat meningkatkan kualitas kehidupan Anda, dan sebagainya. Jadi sebagai kesimpulan, apa arti uang sebenarnya bagi Anda?

A: Bagi saya, uang adalah salah satu sumber daya saya. Uang itu seperti energi. Saya dapat melakukan hal yang baik atau hal yang jahat dalam menggunakannya, tetapi pilihan itu tergantung pada saya.

UANG BISA MENJADI APA PUN,
TERGANTUNG CARA KITA MEMAKAINYA.

———

Mungkin pendapat saya tentang uang tidak sepenuhnya benar, tetapi mari kita lihat bagaimana pendapat Anda. Sesungguhnya, apa arti uang bagi Anda?!

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

One Response to “Apa arti uang bagi Anda?!”

  1. banyak skali ilmu yg bisa di ambil dari blog agan, terkadang sy merasa malu kalo baca tulisan bagus dan bnyk ilmu di dalamnya.

Leave a Reply

See also: