Apa arti BERSYUKUR bagi Anda?!

Sepertinya lama lampu merah di stopan Pasteur-Pasirkaliki hanya sekitar 2 menit saja . . . .

———

Dalam beberapa bulan terakhir, ada beberapa rekan yang curhat kepada saya; mulai dari masalah keluarga, masalah percintaan, masalah bisnis, dan lain sebagainya. Umumnya, saran saya hanyalah tiga hal berikut:

[1] Bersukacitalah senantiasa. (1 Tes 5: 16)
[2] Tetaplah berdoa. (1 Tes 5: 17)
[3] Keep positive. Mengucap syukurlah dalam segala hal. (1 Tes 5: 18a)

Ketika saya memberikan nasihat di atas, ternyata banyak juga dari mereka yang berkata seperti ini: “Ngomong sich gampang. Loe kan ga bisa ngerasain apa yang gua rasain saat ini. Coba kalo loe ada di posisi gua, gimana bisa bersyukur? Masalah gua saat ini bener-bener berat, apa yang bisa disyukuri coba?!”

Pada postingan kali ini, saya mencoba untuk share sedikit pengalaman saya, kenapa sich kita harus senantiasa mengucap syukur dalam segala hal.

Mengacu pada tulisan saya di sini (silakan klik untuk membaca), alasan pertama mengapa kita harus senantiasa mengucap syukur adalah karena kita percaya bahwa rencana Tuhan adalah rencana yang terbaik bagi kita, sebab ada tertulis: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer 29: 11)

There’s always a rainbow after the rain.

There are no mistakes, no coincidences. All events are blessings given to us to learn from.

Everything happens for a reason; if you don’t know the reason now, it will make sense with time, because everything will be okay in the end; if it’s not okay, it’s not the end.

Jika manusia harus melakukan fungsi Plan-Do-Check-Action atau fungsi manajemen lainnya, maka Tuhan hanya perlu melakukan fungsi PLAN saja, karena rencana-Nya sempurna dan tak pernah gagal.

Dan alasan kedua mengapa kita harus senantiasa mengucap syukur adalah karena kita tahu bahwa seburuk-buruknya kondisi kita saat ini, ternyata di luaran sana masih ada orang lain yang kondisinya lebih buruk lagi dari kita. Hidup itu harus seimbang dan jangan melulu memandang ke atas. Sekali-kali tengoklah ke bawah dan kita akan senantiasa bersyukur atas rahmat yang Tuhan berikan kepada kita.

———

Kemarin malam, kebetulan saya menghadiri acara HANG OUT: Friday Night Party yang diadakan di Bandung Trade Centre. Di acara tersebut, ada peluncuran band baru dari suatu gereja, ada miracle comedy, art exhibition, games, dan yang pasti ada FREE MEAL & DRINK hohoho… Acaranya lumayan seru, terlebih karena saya bisa berkumpul dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu.

Akhirnya, hari pun sudah larut malam dan kita semua harus berpisah pulang. Ternyata, di sana masih terdapat sisa makanan, dan ketika berpamitan dengan beberapa rekan panitia, mereka memberikan sisa makanan tersebut kepada saya. OK lah saya bawa aja, pikir saya. Paling tidak nanti di jalan bisa diberikan kepada pengamen, daripada kalo ditinggal di sini juga akhirnya jadi terbuang percuma.

Cerita pun dimulai ketika saya sedang mengendarai mobil melewati perempatan Pasteur-Pasirkaliki. Saat itu lampu stopan menyala merah dan saya harus mengehentikan mobil saya. Aksi saya pun dimulai:

Dalam 30 detik pertama ada seorang pengamen menghampiri mobil saya.

Saya: “Pa, ini ada makanan buat Bapak.”
Pengamen: “Ini nasi, Pa?!”
Saya: “Bukan, Pa. Mie goreng. Semoga bisa bermanfaat buat Bapak.”
Pengamen: “Terima kasih, Pa.” **sambil beranjak pergi**

Beberapa saat kemudian saya melihat seorang pemulung sedang membawa karung kotor yang entah berisi apa. Kejadian ini terjadi dalam 30 detik berikutnya.

Saya: “Pa, Pa, Pa…”
Pemulung: **hening, tanpa suara, bahkan melihat pun tidak**
Saya: “Pa, Pa…”
Pemulung: **tetap tidak melihat, gatau lagi mikirin apa**
Pengamen yang tadi: “Pa, itu dipanggil sama Bapak ini.”
Saya: “Pa, sini, Pa.” **sambil mengeluarkan tangan memangil dia**
Pemulung: **akhirnya datang menghampiri saya**
Saya: “Pa, ini ada sedikit makanan untuk Bapak.”
Pemulung: “Terima kasih banyak, Pa.”

Terjadi dalam 30 detik berikutnya.

Pemulung tersebut yang awalnya sedang berdiri sambil memegang karungnya, kini mulai berjalan ke bawah jembatan layang Pasteur, kemudian duduk di situ. Pemulung itu berpakaian kumuh, kusam, kotor, dan entah sudah berapa lama dia tidak mencuci tangannya. Sambil saya perhatikan, dia lalu membuka bungkusan makanan yang saya berikan dan langsung dengan lahap menyantapnya menggunakan tangannya yang kotor itu. Kesimpulannya: **dia sangat kelaparan**

Saat itu juga hati kecil saya langsung menjerit: Oh, Tuhan!!! Ternyata di sekitar saya masih banyak orang yang berada di bawah garis kemiskinan dah hidup tidak layak. Padahal beberapa waktu lalu saya sempat berdiskusi dengan Yuswohady dan beliau bercerita bahwa di tahun 2010, GDP Indonesia sudah mencapai USD 3000, yang berarti bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia sudah menurun. Tetapi kenyataannya . . . .

Beberapa waktu lalu juga saya sempat mendapatkan BBM yang intinya berisi bahwa penghasilan pengamen jalanan per bulannya bisa jauh melebihi lulusan S1 atau S2 sekalipun. Ketika bertemu dengan mereka juga kadangkala saya bukannya iba, tetapi malah cenderung menjadi kesal. Selama ini saya salah karena mengeneralisir pandangan saya terhadap mereka, toh ternyata pada kenyataannya tidak semua demikian.

———

Kejadian yang sangat singkat memang, terjadi tidak lebih dari 2 menit saja, tetapi hal tersebut cukup menggugah perasaan saya. Saya berterima kasih kepada Tuhan, karena lewat kejadian umum yang setiap hari biasa kita saksikan pun, ternyata Dia sedang mengajarkan saya satu pelajaran penting tentang BERSYUKUR.

Dalam satu minggu, saya mungkin bisa beberapa kali mengkonsumsi makanan sampah (baca: junk food) dengan merek-merek terkenal. Bandingkan dengan pemulung itu, dalam satu minggu, berapa banyak ‘sampah’ yang dia makan?!

Saya seringkali mengeluh ketika makanan yang ada di hadapan saya tidak enak. Bandingkan dengan pemulung itu, berapa kali dia pernah makan enak?!

Saya seringkali mengeluh ketika saya terlambat makan atau ketika makanan yang saya pesan datangnya lama. Bandingkan dengan pemulung itu, dalam satu minggu, berapa kali dia terlambat makan?!

Ketika makan, kadangkala saya tidak menghabiskannya dengan berbagai alasan. Bandingkan dengan pemulung itu, berapa banyak makanan sisa yang sudah dia habiskan?!

Jika dibandingkan secara detail, mungkin masih banyak lagi hal-hal lainnya yang belum disebutkan di atas. Tetapi, apapun itu, dengan sesekali melihat ke bawah, tentunya akan ada banyak hal-hal yang dapat kita syukuri, karena ternyata keadaan kita masih jauh lebih baik dari mereka.

Ada banyak berkat dan anugerah Tuhan yang dapat selalu kita syukuri dalam hidup kita. Ketika sedang menghadapi suatu permasalahan hidup, sesekali lihatlah ke bawah, carilah orang-orang di luaran sana yang kondisinya lebih buruk dari kita, dan belajarlah bersyukur.

Selalu ingatlah bahwa kita memiliki Tuhan yang besar. Jangan pernah berkata, “Hai, Tuhan!!! Saya punya masalah yang besar.” Teruslah ucapkan, “Hai, masalah!!! Saya punya Tuhan yang besar.” Dan kita dapat tetap bersyukur. Percayalah bahwa dengan bersyukur, maka masalah kita akan menjadi lebih ringan.

What doesn’t kill you make you stronger!!!  Percayalah bahwa kita pasti mampu melewati semua beban hidup yang ada, sebab ada tertulis: “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Mat 11: 30)

Ketika kita belum memiliki apa yang kita inginkan, syukurilah apa yang telah kita miliki.

Keep positive aLL!!!

Bersyukurlah karena kita masih bisa bersyukur!!!

———

Doa kepada Tuhan:

Tuhan…
Aku ingin tahu, mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini?
Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika aku ditampar pipi yang kiri?
Mengapa aku harus mencintai musuhku?
Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan?
Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?
Mengapa Kau ijinkan aku kehilangan dan gagal, namun aku harus tetap BERSYUKUR?
Tolong Tuhan, jawab aku supaya aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menanggung semua ini. Aku merasa beban hidupku terlalu berat untuk kujalani, Tuhan.

Jawab Tuhan:

Anak-Ku terkasih,
Tidakkah kau sadari bahwa mata-Ku selalu tertuju padamu?
Aku tahu saat kau diperlakukan tidak adil.
Aku melihat saat air matamu mengalir menahan perasaan jengkel yang tak terucapkan.
Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan.

Tapi tahukah kau bahwa Aku semakin mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas keburukan mereka?
Melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuat-Ku semakin mengasihimu.
Aku ijinkan itu semua terjadi supaya kau terlatih, makin hari makin sempurna dan menyerupai Aku.

Pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaan-Ku.
Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat, di mana tak ada seorangpun bisa menutupnya.
Dan Aku akan memberikan padamu kesempatan-kesempatan emas dimana tak seorangpun bisa mengambilnya.
Dan Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kau bayangkan.

Jadi, anak-Ku janganlah kau berpikir bahwa Aku mengabaikanmu, karena sesungguhnya mata-Ku ada di segala tempat mengawasi yang baik dan yang jahat.

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

3 Responses to “Apa arti BERSYUKUR bagi Anda?!”

  1. Tiya says:

    Inspiring sharing.. Thank you for the blessing.. GBU

  2. philip says:

    sangat menginspirasi, terima kasih ajakan untuk keep positive nya!
    tulisan ini jg mengingatkan sy untuk slalu hidup sederhana.. 🙂
    GBu

  3. free online stores like etsy

    Apa arti BERSYUKUR bagi Anda?! – GODISNOWHERE™

Leave a Reply

See also: