Wedding Speech for My Best Friend

Selamat malam,

Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat berdiri di pelaminan ini untuk menyampaikan sedikit speech di tengah Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian.

Pertama-tama ijinkanlah saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Ivan; tetapi biasanya Henry Tjahyady (alias Dede) dan Livita Chandra (alias Pipit) memanggil saya dengan sebutan Bochun.

Dede & Piet Wedding

Awalnya, saya merupakan teman dari Edy Tjahyady, yang merupakan saudara kandung dari Dede. Ketika kelas 2 SMA dulu, kebetulan kita janjian kerja kelompok bareng di rumah Edy di Lengkong Kecil. Pas pertama kali saya datang ke rumah Edy, waktu itu kebetulan yang membukakan pintu adalah seorang pria, tinggi, putih, dan pastinya . . . tampan. Saya pun berkata, “Permisi, Ko! Edy-nya ada?” Dan dia pun menjawab, “Oh, ada. Silakan masuk.”

Setelah bertemu dengan Edy, saya pun bertanya, “Dy, itu tadi yang bukain pintu siapa?”

“Oh, itu adik gua. Namanya Dede.”

Dalam hati: Ngapain juga gua manggil koko?!

Itu merupakan awal pertemuan saya dengan Dede. Tetapi, sejak pertemuan pertama tersebut, kita ga pernah contact sama sekali, sampai pada akhirnya kita dipertemukan kembali di UNPAR. Kebetulan di semester awal kuliah, kita ada beberapa mata kuliah yang sekelas. Dan sejak saat itu saya mulai dekat dengan Dede.

Menurut saya Dede itu orangnya baik, ramah, mudah bergaul, supel, care ke teman-temannya, menyenangkan, dan yang pasti membuat banyak orang ingin menjadi temannya.

With Friends

Persahabatan kita dimulai beberapa saat sebelum kita meninggalkan bangku kuliah. Waktu itu, dari hari Senin sampai Jumat, setelah beres kuliah kita suka makan babi dan babat bareng. Setiap hari Jumat juga kita biasanya nonton di Ciwalk bersama teman-teman UNPAR yang lain. Pada hari Sabtu biasanya kita karaoke-an bareng di NAV. Hari Minggu, paginya kadang suka ke gereja bareng, terus pulangnya lanjut jalan-jalan ke mall. Dan tujuan utama dari semua kegiatan tersebut hanyalah satu, yaitu: CARI CEWEQ . . . walaupun tidak pernah ketemu satu pun yang cocok, sampai kita lulus kuliah, sampai Dede malanjutkan sekolah ke Beijing, sampai dia pulang lagi ke Indo, dan sampai akhirnya . . . . kurang lebih satu tahun yang lalu saya pergi berdua dengannya dan dia cerita:

“Chun, beberapa hari yang lalu si koko nyuruh gua ke peternakan buat jual 6 ekor sapi punya dia. Setelah gua datang ke peternakan, ternyata yang punyanya itu ceweq seumuran kita, namanya Pipit. Orangnya baik, ramah, sederhana, dan kayanya sich ga macem-macem.”

Saya pun bilang ke dia, “Oh, kalo loe suka mah sok aja atuh coba kejer.”

Jujur, saya baru pertama kali bertemu orang yang ingin berkenalan dengan ceweq, memakai alibi mau jual sapi. Di luar dugaan, ternyata strategi ini berhasil.

Beberapa waktu kemudian, pas tengah malam Dede menelepon saya:

“Chun, si Pipit teh kan ternak anjing. Kemaren ini gua dikasih 1 ekor. Nah, sekarang gua mau tidur, tapi itu anak anjing ribut terus, gimana donk?!”

Dengan cueknya saya pun menjawab, “Ya udah, ajak tidur bareng aja sama loe. Loe kelonin sampe dia diem.”

Beberapa hari setelah kejadian itu, mungkin karena tidak sanggup mengurusnya, Dede pun mengembalikan anak anjing tersebut ke Pipit. Tetapi justru karena kejadian-kejadian unik tersebut, hubungan mereka akhirnya menjadi dekat, sampai akhirnya pada bulan Maret 2012 mereka jadian, dan pada hari ini mereka bisa melangsungkan pernikahannya.

Kesimpulannya, kisah cinta mereka dimulai dengan 6 ekor sapi dan 1 ekor anak anjing. Itulah alasannya mengapa tema pernikahan yang dipilih pada malam hari ini adalah peternakan.

Mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan tentang perjalanan kisah cinta mereka. Dan saya pun akan menutupnya dengan tiga buah doa dan harapan berikut:

The Three Musketeers

Pertama, sesungguhnya hakikat pernikahan bukanlah beristri atau bersuami, tetapi berkeluarga. Kita semua berdoa semoga kalian berdua dapat menjadi keluarga yang bahagia, harmonis, dan utuh.

Kedua, setelah menikah, kalian tidak diharuskan memiliki pikiran yang sama, tetapi seharusnya kalian dapat berpikir bersama. Selama pacaran, saya melihat sepertinya hubungan kalian baik-baik saja, tidak pernah ribut. Tetapi, seiring perjalanan waktu, mungkin akan ada masalah-masalah yang perlu kalian selesaikan, semoga kalian bisa mendiskusikannya bersama. Kata kuncinya di sini adalah komunikasi.

Dan yang terakhir, banyak orang bilang kalo cinta sejati itu tidak memiliki akhir yang indah. Mengapa?! Karena cinta sejati tidak pernah berakhir. Tentunya kita semua di sini berdoa semoga cinta kalian abadi selamanya.

Sekali lagi, congratulation to Dede and Pipit for your wedding celebration.

Cheers…

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

9 Responses to “Wedding Speech for My Best Friend”

  1. http://www./ says:

    Thanks for spending time on the computer (writing) so others don’t have to.

    • Polly says:

      Well maacmadia nuts, how about that.

    • The article is available online:Ford, Dexter. “Smog-spewing Susan.” Motorcyclist October 2009: page 28Go to your public or university library, and log in with your library card number. If they offer the Gale General OneFile database, browse to Motorcyclist magazine and search for “Susan Carpenter.” You should also be able to find the letters to the editor that ran in response, in December 2009. They have both the full text and PDFs of the magazine pages.

    • Lirachos; sois formidables, os merecéis todo el apoyo para realizar actividades en Lira, Muchas gracias por vuestra cariñosa acogida.y saludos a todos. Tenemos información de que mucha gente se ha quedado sin poder escuchar al grupo, tenéis la oprtunidad en el futuro de volver a brindarles a los vecinos de Lira, otro concierto.- Un saludo

    • http://www./ says:

      , it may not be worth the trouble to grow from seed. i've had a few foxies pop up after cold weather in mulch. they do really well, but they bloom heaviest right as the weather gets too hot for them! in other words, you need the head start provided by seedlings… call around, ask nurseries to order!

    • I am not a big fan of gold jewelry but look at it from an investment point of view:-) Love ur rings esp. the modern ring. I would love to wear rings like these but they really irritate my fingers and interfere in my typing so now just wear my wedding bad:(

  2. Self-awareness is the attribute top organizational leaders are lacking the most. Perhaps it is because they are so busy dealing with everyone else that they don’t take the time to reflect. Or…they don’t think they need to because ego gets in the way.Strategic self-awareness leads to success though resulting in authentic leadership. I love the use of assessments and personal coaching to achieve this, whether or not they are Hogan assessments. Great posts!

  3. bagus gan artikel nya, smog bisa terus mengajari kami para junior ini.

  4. lagi browsing dan menemukan artikel ini. bnyk faedah yg bisa diambil dari artikel agan, ga berbelit-belit dan mudah di dipahami.

Leave a Reply

See also: