Perenungan yang dalam tentang Teman Hidup

Pada postingan kali ini, saya hanya ingin share beberapa postingan Facebook yang ditulis beberapa tahun yang lalu. Topiknya tentu saja sesuai dengan judul postingan.

Ditulis pada 22 Juni 2012:

Intinya, kalo mau dapet ceweq, pertama-tama harus KERJA doeloe wkwkwk…

[Kej 2: 15] TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

[Kej 2: 18] TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Jadi, pertama-tama harus kerja dulu.

[Kej 2:19] Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

[Kej 2:20] Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

=======

Selanjutnya, baru dech dapet ceweq wkwkwk…

[Kej 2: 21] Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.

[Kej 2: 22] Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

[Kej 2: 23] Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”

Ditulis pada 3 Januari 2014:

Setelah bertapa dari pagi, saya baru ngerti sekarang apa arti sebenarnya dari ayat ini:

“It’s not good for the Man to be alone; I’ll make him a helper, a companion.” ~ Genesis 2: 18

Actually, The LORD God said ‘alone’, NOT ‘single’.

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan.” ~ Kejadian 2: 18

Dalam versi bahasa Indonesia, dikatakan bahwa TIDAK BAIK jika manusia itu SEORANG DIRI SAJA. Ini menegaskan bahwa MANUSIA ADALAH MAKHLUK SOSIAL.

Dan sebagai makhluk sosial, manusia merupakan makhluk yang lemah. Kita tidak memiliki bulu lebat untuk melindungi kita dari suhu panas dan dingin seperti beruang. Tidak memiliki cakar dan gigi yang tajam seperti harimau. Tidak memiliki kegesitan seperti serigala.

Berbeda dengan hewan yang setelah lahir anaknya bisa langsung berdiri dan berlari, atau hewan lainnya yang hanya membutuhkan waktu beberapa bulan bagi anaknya untuk bisa bertahan hidup, manusia sangatlah rapuh.

Bayi manusia membutuhkan waktu BERTAHUN-TAHUN untuk bisa bertahan hidup dan mengurus dirinya sendiri. Bayi manusia membutuhkan ORANG LAIN di luar dirinya (orang tuanya) untuk mengurusinya, memberinya makan, dan merawatnya.

Bayi belajar berbicara dari orang lain. Belajar menghitung dari orang lain. Belajar cara bersikap dan berinteraksi dari orang lain. Belajar mana yang boleh dilakukan dan yang mana tidak boleh dilakukan, semuanya dari orang lain.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan: Manusia tidak diciptakan untuk hidup sendiri. Kita selalu membutuhkan orang lain. Dan justru karena itulah manusia akhirnya menjadi spesies paling maju di muka bumi.

Jadi, kesimpulannya ayat tersebut tidak mengharuskan kita untuk berpasangan, tetapi untuk memperluas pergaulan (baca: memiliki kehidupan sosial yang baik).

Postingan tanggal 29 Desember 2016:

Pernikahan

======================================

PERHATIAN!!! Boleh copy-paste, tetapi mohon cantumkan sumber dengan linkback ke http://www.b0chun.com/. Terima kasih!!!

======================================

One Response to “Perenungan yang dalam tentang Teman Hidup”

  1. SEO services In Phoenix

    Perenungan yang dalam tentang Teman Hidup – GODISNOWHERE™

Leave a Reply

See also: