Archive for the 'Curhat' Category

Feb 09 2010

I’m back because of PLAGIARISM!!!

Pertama-tama saya mau berterima kasih kepada para pengunjung blog ini, karena walaupun sudah lama tidak terurus (alias sudah tidak pernah update tulisan di sini), tetapi ternyata masih banyak juga pengunjung blog ini…

Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan kepada diriku untuk terus menulis di sini, karena menurut mereka tulisan-tulisan di sini itu cukup menghibur dan juga kadang berisi informasi yang bermanfaat (terutama bagi anak-anak UNPAR)…

Eerrr… Tadi sore, sambil makan-makan, aku berbincang-bincang dengan seorang rekan dari ITB dan dia bercerita tentang plagiat thesis… Intinya dia menerangkan bahwa ada seorang mahasiswa yang kasus dengan dosennya karena dia dituduh plagiat thesis mahasiswa lain, padahal jelas-jelas itu adalah karyanya sendiri, tetapi rekannya yang plagiat tersebut ternyata lebih dahulu membawa proposal research kepada pembimbingnya, dan hebohlah masalah ini…

Lucu juga kedengerannya, tapi hal yang sama pun pernah menimpaku ketika aku masih kuliah di UNPAR dulu, aku menghasilkan suatu ide bisnis tertentu untuk mata kuliah Kewirausahaan dan ternyata ada kelompok lain yang meniru persis hasil karyaku tersebut… Untunglah si dosen yang bersangkutan tahu betul sebenarnya itu merupakan hasil karya siapa dan karena aku ini pendendam, maka kalo ga salah si plagiator itu akhirnya dimusuhin satu angkatan dech… Gua gitu loh, paling pinter kalo disuruh ngumbar keburukan orang, makanya laen kali kalo mau cari musuh tuh liat-liat doeloe Anda berhadapan dengan siapa wkwkwk… Iblis mode: ON!!!

Teruz masih membasah masalah plagiarism, seorang dosen senior-ku di UNPAR, dan seorang dosen senior di ITB juga pernah mengatakan hal yang sama:

  1. Minta dan maling itu bedanya tipis banget, kalo maling mah ga ngomong2x doeloe… Sama halnya dengan karya ilmiah, asalkan kita mencantumkan sumbernya, maka sejauh itu pula kita tidak akan dianggap plagiarism.
  2. Misalkan ada karya ilmiah berjudul: “Pengaruh Pemberian Diskon terhadap Niat Beli Konsumen Crocs™ di Kota Bandung tahun 2010″; jika kita ingin melakukan penelitian sejenis, asalkan kita merubah sedikit saja objek penelitiannya, seperti misalnya objek kita adalah konsumen di Jakarta, atau untuk produk Nike, maka kita sudah dapat menghasilkan penelitian baru. Atau jika ingin melakukan penelitian yang sama persis, mungkin kita dapat melakukan penelitian sejenis pada tahun yang berbeda, hal tersebut tentunya sudah dapat menghasilkan sebuah penelitian baru, asalkan kita mencantumkan hasil penelitian sebelumnya tentunya, agar tidak dianggap plagiarism. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah: Apa bedanya penelitian ini dengan penelitian sebelumnya? Apa kontribusinya? Ga bosen apa penelitiannya itu lagi itu lagi? Emangnya lahan penelitian hanya sedaun kelor?

UNPAR oh UNPAR… Walaupun demikian ternyata beberapa tahun terakhir ditemukan juga seorang dosen yang gamau nyidang karena anak yang mau disidangnya kedapatan plagiat. Koq bisa tau yach? Ya iya lah, secara itu anak yang hasil karyanya dicontek dulunya ketika pernah ga dilulusin sama itu dosen dan si ibu kayanya masih inget persis dech di mana kesalahan itu anak yang ga dia lulusin. Hebat bener lah ini anak, sampe-sampe titik komanya juga sama persis. Pertanyaan berikutnya: Si dosen pembimbing kerjaannya ngapain yach???

Itulah beberapa fakta yang ada di kampusku tercinta. UNPAR yang dulunya bagus, sekarang mulai terancam keberadaannya. Fakultas Ekonomi yang katanya mantabs, eh makin ke sini makin jelek donk nilai akreditasinya yang salah satunya disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  1. Tiga tahun lalu tim akreditasi datang ke perpus dan mereka menemukan skripsi yang tidak qualified. Tentulah ketadangan mereka didampingi oleh dosen-dosen senior dan coba bayangkan bagaimana perasaan dosen-dosen tersebut ketika anggota tim akreditasi kurang lebihnya berkata seperti ini: “Skripsi apaan nich kaya gini?!” Skripsi yang kualitasnya buruk mungkin disebabkan karena para mahasiswa tidak mengerti bagaimana seharusnya mereka melakukan penelitian, dan karenanya sejak saat itu mata kuliah Metlit di FE UNPAR sepertinya jadi banyak tugas. Tapi justru karena itulah pengetahuan mahasiswa tentang cara-cara melakukan penelitian menjadi lebih baik.
  2. Dahulu kala, di perpus lantai 3 UNPAR mahasiswa boleh dengan leluasa mem-foto semua skripsi yang ada. Enak banget kan buat yang males nyatet, tinggal foto, teruz hasil fotonya bisa langsung di-convert ke word, dan langsung copy paste aja dech buat dijadikan skripsi. Di tahun berikutnya, alias dua tahun yang lalu, seperti biasa si tim akreditasi dateng lagi berkunjung ke UNPAR tercinta. Sepertinya kualitas skripsi yang sidang akhir-akhir ini sedikit lebih baik dech karena kasus tahun lalu. Dan sialnya, seperti biasa tempat yang jadi momok untuk UNPAR adalah perpus. Bukan masalah kelengkapan buku dan banyak fotokopian, tetapi yang jadi masalah adalah karena di perpus lantai 3 ternyata banyak juga skripsi-skripsi yang banci kamera. Turun lagi dech akreditasinya huhuhu… Makanya sejak saat itu di perpus lantai 3 jadi ga boleh lagi ada yang bawa kamera…
  3. Akreditasi tahun terakhir gimana kabarnya yach???

Ngomongin akreditasi, sepertinya yang menjadi salah satu penilaiannya adalah seberapa banyak karya ilmiah yang di-publish ke luar dan seberapa banyak profesor/guru besar di universitas tersebut. Berdasarkan pengamatanku sekilas, sepertinya UNPAR masih kalah jauh dech masalah 2 hal tersebut jika dibandingkan universitas-universitas saingannya.

 Tersebutlah salah satu kebanggaan UNPAR (khususnya Fakultas FISIP) seorang yang dikagumi dan dihormati bernama Profesor Banyu. Di mata mahasiswanya, beliau adalah dosen teladan, orangnya baik, ramah, dan jelas ketika menerangkan materi kuliah. Namun, sungguh mengejutkan memang, karena per hari ini, tanggal 9 Februari 2009, berbagai media banyak memperbincangkan beliau karena masalah plagiarism. Ternyata ada beberapa karyanya (termasuk satu buah karyanya yang di-publish di bawah ini) yang dianggap plagiarism, sehingga gelar profesor termuda se-Indonesia ini haruslah dicopot dengan paksa.

Supaya tidak dianggap plagiarism juga, alangkah baiknya jika saya pun mencantumkan salah satu sumbernya:

http://www.detiknews.com/read/2010/02/09/171238/1296139/10/gelar-profesor-banyu-juga-akan-dicopot

Berita terkait mungkin dapat Anda cari sendiri via Google, karena ternyata banyak juga berita yang membahas masalah Prof Banyu yang dicabut gelar profesor-nya tersebut.

Berikut ini saya tampilkan salah satu tulisannya yang dianggap plagiarism: 

Plagiarism-01

Plagiarism-02

Plagiarism-03

Plagiarism-04

 UNPAR oh UNPAR…

Walaupun secara pribadi diriku ini tidak kenal dengan beliau, tetapi sebagai alumni UNPAR, sepertinya ga enak aja perasaan ini. Tapi apalah yang bisa kulakukan selain membuat tulisan ini dan mengkampanyekan kepada adik-adikku tercinta: STOP PLAGIARISM!!! Atau bahasa halusnya: Kalo mau plagiat itu tolong donk yang pinter dan harus pinter-pinter. Dan ini yang paling penting: CANTUMKAN REFERENSI di Daftar Pustaka. Sekalipun kalian mencontek dari skripsi orang lain, cantumkanlah skripsi yang kalian contek tersebut di daftar pustaka!!!

Haduuhhhh…

*no comment*

No responses yet

Apr 04 2009

I’m still here, my friends…

Published by b0chun under Curhat

Aku hobby koleksi nomer cantik… Saat ini saja aku memiliki 8 nomer aktif berikut HP-nya masing-masing satu… Merepotkan juga loh ternyata punya nomer sebanyak itu… Bayangkan saja, berapa banyak uang yang harus aku habiskan untuk memelihara nomer sebanyak itu agar tidak hangus…

Sebenarnya, tiap bulannya aku menjatah Rp 240.000,- untuk memelihara nomer-nomer tersebut dengan perincian sebagai berikut:

  1. XL [Rp 100.000,-] untuk digunakan sehari-hari
  2. Esia [Rp 25.000,-] untuk digunakan sehari-hari
  3. Im3 [Rp 25.000,-] suka dipake buat sms
  4. Fren [Rp 10.000,-] suka dipake internetan & telp ke LN
  5. simPATI [Rp 5.000,-] yang penting aktif, pulsanya masi > Rp 1 juta
  6. AS [Rp 5.000,-] yang penting aktif, pulsanya masi > Rp 700 rb
  7. Smart [Rp 20.000,-] dipake buat internetan di rumah & telp ke SG
  8. Three [Rp 50.000,-] dipake buat telp ke LN

NB: data di atas adalah data sebenarnya dan bukan merupakan hasil rekayasa

Jadi kalo ditotal-total, tiap bulannya abis dech uangku Rp 240.000,- dipake buat beli pulsa… Kalo dulu paz jamannya teman-temanku masi di Indo, mungkin pulsa Esiaku bener-bener boros banget… Hampir tiap hari aku ngegosip di telepon… Tetapi sekarang keadaan sudah berubah, entah kenapa pulsa Esiaku jadi irit banget… Yang boros malah pulsa Three, sering dipake buat telp ke Shanghai & Taiwan. Kalo Three-nya lagi sekarat, terpaksa dech ganti pake XL doeloe… Pulsa Fren juga cukup melarat, lantaran sering juga dipake buat telp ke Shanghai & Beijing… Kalo mau telp ke SG, saat ini cukuplah pake Smart aja hehe…

Dengan uang yang pas-pas an, tentu saja aku harus mempertimbangkan bagaimana caranya agar semua nomerku itu bisa tetap aktif dan berfungsi dengan mengandalkan Rp 240.000,- saja per bulannya… Bayangkan jika Rp 240.000,- itu aku pakai semua hanya untuk mengaktifkan 1 atau 2 nomor saja, maka sudah dapat dipastikan, nomor-nomorku yang lainnya akan hangus… Dan sudah pasti, tentunya aku takkan menginginkan hal tersebut sampai terjadi bukan?!

…….

Walaupun aku memiliki banyak nomer dan selalu exist di dunia maya, tetapi sepertinya banyak temen-temanku yang mempertanyakan keberadaanku… Mereka aneh kenapa aku yang dulunya tiap malam minggu selalu beredar di mall-mall, sekarang tiap malem minggu kerjaannya malah bobho trz di rumah… ZzZzzZz…

Begini teman… 1 hari itu ada 24 jam… Kita misalkan 24 jam tersebut dengan uang Rp 240.000,- tadi dan kedelapan nomerku itu kita misalkan sebagai 8 kegiatanku sehari-hari…

 Logikanya sederhana sekali: Jika aku menghabiskan Rp 240,000,- ku hanya untuk mengaktifkan 1 nomor saja, maka ke-7 nomerku yang lainnya akan mati… Jika aku menghabiskan Rp 240.000,- ku hanya untuk mengaktifkan 2 nomor saja, maka ke-6 nomorku yang lainnya akan mati, dan seterusnya…

Maka, supaya mereka semua bisa hidup, tentunya aku harus memberi mereka semua makan bukan??? Nah, cara aku memberi mereka makan sudah ditunjukkan pada proporsi di atas…

Kegiatanku dari pagi sampai sore aku ibaratkan sebagai nomer XL… Jika dibandingkan dengan nomer lainnya, bisa dibilang nomer XL-ku mungkin merupakan nomor yang paling jelek di antara semuanya (dan kenyataannya begitu)…  Tetapi mengapa kesannya dia adalah nomer paling kusayang, dengan memberikan jatah pulsa terbanyak, yaitu sebesar Rp 100.000,-?!

Sebenarnya, jika aku tidak memberinya pulsa Rp 100.000,- juga dia pasti tetap hidup koq… Walaupun di iklannya dibilang kalo pake XL itu irit, tetapi pada kenyataannya XL boros juga tuh… Hate it… Pemborosan waktu itu namanya…

Acara main tiap minggu aku ibaratkan sebagai nomer simPATI… Kenapa tiap bulan aku hanya men-supply dia pulsa Rp 5.000,- saja???  Serasa anak tiri yach?! Eits, tunggu dulu… Kalo kalian belom tau, pulsa dia  masi 1 juta lebih loh, ngapain juga ngisi banyak-banyak… Walaupun pulsa yang aku berikan padanya sangatlah kecil, TAPI AKU BENAR-BENAR PALING SAYANG KEPADANYA, mengingat sisa pulsanya yang masih 1 juta lebih… Kalo dia ilang mati dech… Mana nomernya juga bagus lagi… Hiks…

Walaupun nomerku banyak, aku selalu memelihara mereka baik-baik, tidak ingin ada hal buruk terjadi pada salah satu dari mereka… I love them all… Ga ada anak emas dan ga ada anak tiri… Satu sama lain saling melengkapi sesuai dengan fungsinya masing-masing…

Dunia telah berubah… Kalo tadinya aku sering menggunakan Esia, sekarang terpaksa aku harus merubah media menggunakan Three, Smart, dan Fren untuk menelepon mereka yang pindah study ke Shanghai, Taiwan, SG, Aussie, dsb…

Jika tadinya aku sering nonton film di bioskop pada malam minggu, karena saat ini tidak ada film yang rame, akhirnya sekarang aku lebih senang berburu buku di Gramedia, bertemu teman di dunia maya, bermain futsal/badminton/dotA, jalan-jalan paz tengah minggu, dan sebagainya…

Menurutku pribadi, yang namanya bermain dan berkumpul itu bisa dilakukan di mana saja & kapan saja… Apakah anggapan semacam itu salah???

13 responses so far

Mar 25 2009

I hate Farewell Party

Published by b0chun under Curhat

Definisi ‘farewell party’ (versi b0chun): Sebuah pesta hura-hura yang didanai oleh satu orang atau lebih, yang akan pergi jauh ke luar negeri (baik untuk menuntut ilmu atau pura-pura belajar >>>  padahal setiap hari kerjaannya hanya main melulu), yang biasanya mengundang hanya beberapa teman dekat saja dengan tujuan untuk pamer bahwa dirinya sanggup pergi ke luar negeri untuk kurun waktu lebih dari 6 bulan…

Farewell sendiri dapat disalah artikan menjadi ‘far-a-way’ yang berarti suatu tempat yang jauh… Apapun itu, saya pribadi tetap benci dengan yang namanya farewell… Adapun alasannya adalah sebagai berikut:

  1. Kalo misalnya yang bikin farewell party-nya temen yang ga deket-deket amat: “Ngapain juga sich loe ngundang-ngundang gua??? Mau pamer yach???” >>> Tetapi berdasarkan pengalaman sich yach, ga pernah ada tuh orang yang ga deket-deket amat ngundang saya dateng ke farewell-nya dia huhuhu…
  2. Kalo yang ngundangnya temen yang dekettttttt banget: Yow, jangan pergi plz… Ntar ga ada lagi orang yang ngenalin gua ke ceweq-ceweq cantik… Dhe, jangan pergi donk!!! Ntar ga ada lagi yang bisa jadi supir gua… Chun, anjrit loe ngasi kado ga bilang-bilang gua… Hixhixhix… Jane,  jangan lama-lama yach perginya… Ntar kalo siang ga ada yang nemenin gua makan lagi dunx… Tom, di sana sering-sering online yach!!! Jangan lupa promosikan blog gua ini ke orang-orang SG hehe… Verin, kapan balik Indo lagi??? Jangan lupa oleh-oleh yach!!! Cing, good luck yach!!! Ati-ati di jalan!!! Awas kau kalo di sana jadi sombong!!! Sayonara, Yo!!!
  3. Kalo yang perginya adalah orang yang dicintai, mungkin aku akan menyanyikan lagu ini untuknya:

Resah rintik hujan
Yang tak henti menemani
Sunyinya malam ini
Sejak dirimu jauh dari pelukan

Selamat jalan kekasih kejarlah cita-cita
Jangan kau ragu tuk melangkah
Demi masa depan
Dan segala kemungkinan

Atau mungkin juga aku akan menyanyikan lagu ini:

Tak pernah kusangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kau tinggalkan begitu saja
Sekian lamanya kita berdua

Tak kusangka cepat berlalu
Tuk mencari kesombiongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku

Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu

Sayang sungguh sayang, betapa malang nasibku… Lagu di atas ternyata hanyalah kenangan belaka… Mana berani diriku menyanyikan lagu tersebut di hadapan gadis yang kucintai…

Ketika gadis yang kucintai (seperti biasa, kita sebut saja namanya ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut) hendak pergi melanjutkan study, aku justru tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuknya… Mau kasi barang, tapi kmrn kan baru kasih kalung… Lagian kalo kasi yang aneh-aneh ntar kalo ga dibawa repot lagi… Haduh, kasi apa yach??? Lagian si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut kasi tau perginya dadakan amat sich, jadi kan belom persiapan apa-apa…

Singkat cerita, sore itu kami mengadakan farewell party kecil-kecilan… Speechless… Gatau mau ngomong apa… Andai saat itu di sebelahku ada lampu Aladdin, pasti aku akan meminta 3 permintaan berikut:

  1. Supaya si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut dikasi umur panjang dan bisa sehat selalu
  2. Supaya si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut dalam hidupnya bisa bahagia selalu
  3. Supaya si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut batal perginya *muka Iblis* ^_^V

Tetapi Tuhan berkehendak lain… Apapun keinginanku, ia tetap akan berangkat keesokan harinya… Perasaanku sedih bercampur bahagia… Sedih karena harus berpisah dengannya, sedangkan bahagia karena aku tahu bahwa study-nya tersebut sangatlah bermanfaat bagi masa depannya kelak…

Untuk mengantar kepergian teman-temanku, biasanya aku menyiapkan sebuah hadiah atau surprise untuk mereka… Tetapi kali ini justru aku tidak menyiapkan hadiah apapun untuk orang yang kucintai… Di jam-jam terakhir menjelang kepergiannya, aku datang ke rumahnya hanya sekadar untuk mengobrol dan menemaninya nonton film… Aku tahu bahwa selama setahun kami tidak mungkin bisa bertemu dan bertatap muka langsung, maka tidak ada salahnya kan memberikan perhatian lebih kepadanya di saat-saat terakhir seperti ini?!

*) Sebab, segala sesuatu yang dapat dibeli dengan uang adalah tidak berharga dan segala sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang sangatlah besar nilainya.

Aku telah banyak melakukan kesalahan kepada si ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut… Oleh karenanya, kali ini aku tidak mau melakukan kesalahan lagi yang bisa membuatnya menjauh dariku… Sejak awal aku berkenalan dengannya sampai dengan kepergiannya, kami sering sekali ribut karena hal-hal kecil… Kesalahpahaman-kesalahpahaman kecil bisa merembet jadi masalah besar dan pertengkaran pun tak terhindari lagi… Ketika aku meminta kepadanya untuk berubah, ia pasti selalu menolak dan berbalik menyerangku… Ketika aku bertanya apa kesalahanku, dia pasti bilang gatau

Menjelang kepergiannya ini, aku selalu berharap agar hubungan kami bisa baik-baik saja… Akhirnya dia pun pergi meninggalkan Indonesia… Bulan-bulan awal hubungan kami biasa-biasa saja, tidak terjadi apa-apa… Pada sampai suatu ketika, sifat anak-anaknya keluar lagi… Dia marah-marah kepadaku untuk sesuatu hal yang ga jelas… *damn* Kejeduk apa toh semalem???

Pusink ga sich ngadepin orang kaya gini??? Mau ngotot kalo diriku ga bersalah, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya sich pasti nantinya dia makin tambah marah… Mau ngalah pura-pura dia yang bener juga nanti dianya malah semakin menjadi… Apa boleh dikata, nasi sudah menjadi bubur…

Kalo kata Firman Tuhan kan kalo ditampar pipi kanan kasi aja tuh pipi kiri… Kalo kata orang dunia itu GOBLOK!!! Aku pun pasrah saja sama ‘yang di atas’ sampai suatu ketika aku membaca postingan di blog temanku berikut ini:

Ada 2 benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombongkan diri kepada sahabatnya : “Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak”

Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya. Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana.

Aturannya : “Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang”

Besi dan air pun mulai berlomba: Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu. Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.

Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.

Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini.

Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.

Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua.

Score air dan besi 2 : 0

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua. Besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : “Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !”

Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini, tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan.

Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0

Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras.

Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.

Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil ekalipun. Ia tidak putus asa.

Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap. Inilah Mujizat!!!

Aku sadar bahwa selama ini seringkali aku membalas ulah si  ceweq-cantik-nan-imut-jadi-sebaiknya-namanya-tidak-disebut dengan kata-kataku yang kasar… Pengen banget dech rasanya nampar orang yang menyebalkan kaya dia itu… Kali ini aku mencoba berubah, menanggapi sikapnya dengan kasih… Aku berjanji, sejahat apapun sikapnya kepadaku, aku akan tetap bersikap baik kepadanya… Beberapa waktu kemudian pun akhirnya keluar kata-kata ini dari mulutku:

“Semua orang akan bersikap baik kepadamu ketika kamu bersikap baik kepadanya, tetapi orang yang benar-benar baik kepadamu akan selalu bersikap baik kepadamu walaupun kamu bersikap jahat kepadanya…”

*) b0chun adalah orang baik, jadi b0chun harus selalu bersikap baik kepadanya walaupun banyak orang mengatakan bahwa sangat beruntung jika dapat bersahabat dengan orang baik dan tidak dikenal oleh orang jahat…

Walaupun sikapnya selalu dingin kepadaku, tetapi aku selalu berusaha untuk bersikap baik kepadanya, dan pada suatu hari keajaiban pun terjadi… Tiba-tiba saja ia mengajakku berbicara dan meminta maaf atas kesalahannya tersebut… Ia mengakui bahwa selama ini ia telah bersikap jahat terhadapku bla bla bla… Saat ini sikapnya sudah berubah jauh… Saat ini dia adalah seorang sahabat terbaik yang dapat mengerti keadaanku… Walaupun aku tidak dapat bercerita lengkap tentangnya di sini, tetapi melalui postingan aku hanya mau mengucapkan terima kasih atas semua yang sudah kamu lakukan buat saya selama ini…

*) Sebab, sekeras-kerasnya batu, lama-kelamaan akan terkikis juga oleh air…

5 responses so far

Mar 03 2009

Kisah cinta Mars dan Venus

Published by b0chun under Curhat

hate_loveHari itu langit di atas UNPAR cerah tak berawan, bertolak belakang dengan suasana hatiku yang menebar halilintar di tengah hujan badai… Kilat-kilat ganas menyambar gedung 9 (Fakultas Ekonomi); aku yang menjelma menjadi dewa Zeus sedang murka saat itu… Angin topan besar memporak-porandakan pepohonan di kompleks UNPAR… Mahasiswa yang sedang kuliah lari pontang-panting menyelamatkan diri… Banyak korban berjatuhan… Perasaan bersalah pun mulai menghantui pikiranku… Kemarahanku yang hanya ditujukan kepada 1 orang saja ternyata telah menelan banyak korban jiwa…

Lalu aku pun berubah wujud menjadi landak… Banyak orang menganggapku sebagai binatang yang lucu, tetapi coba saja kalo berani… Duri-duriku yang tajam terbukti telah sukses melukai siapa saja yang menyentuhku… Yang ingin kukatakan kepada semua orang saat itu hanyalah 2 kata saja: “Jangan mendekat!!!”

Setelah beberapa lama diam menunggu, menunggu, dan menunggu dalam wujud seekor landak, akhirnya dia yang sejak tadi kunanti muncul juga di hadapanku… Namanya Venus… Dia baru saja selesai bimbingan seminar/skripsi… Ingin rasanya kusambar dia dengan petir berkekuatan 1000 Volt sampai gosong, tapi entah kenapa, di hadapannya, kesaktianku ini mendadak lenyap begitu saja…

Di dekatnya, semua niat jahatku sepertinya sirna… Walaupun sebenarnya aku masih kesal dengan sikapnya yang tidak adil terhadapku, tetapi akhirnya aku memutuskan untuk berubah wujud menjadi malaikat baik hati yang bernama Mars…

Mars: “Hai, Venus!!! Gimana bimbingannya tadi?”

Venus: “Bukan urusan loe!!! Uda yach gua mau pulang!!! Sopir gua uda nungguin dari tadi…”

Venus pun berlari menuju mobilnya… Perasaan Mars kacau karena ia tidak tahu sebenarnya apa kesalahan yang telah ia perbuat sehingga Venus marah besar terhadapnya… Untuk mencari tahu hal tersebut, ia pun mencoba bertanya melalui sms kepada Venus:

“Venus, kamu tuh kenapa sich sebenernya??? Emangnya saya salah apa ke kamu sehingga kamu bisa marah besar gini ke saya???”

“Uda lah ga usa nanya-nanya… Loe pikir aja sendiri kenapa gua marah ke loe!!! Gua benci sama loe!!! Mulai sekarang loe ga usa telepon-telepon & sms gua lagi…”

Membaca sms tersebut, hati Mars hancur berkeping-keping… Venus adalah wanita yang dicintainya… Apapun akan dia lakukan untuk membuat Venus bahagia… Namun, apa yang terjadi kini justru malah sebaliknya… Mars merasa bahwa dia telah melakukan yang terbaik untuk Venus, tetapi hal tersebut justru malah membuat Venus marah besar terhadap Mars… Celakanya, Mars bahkan tidak tahu apa kesalahannya yang telah membuat Venus benci terhadapnya… Di pikirannya, apa yang telah dia lakukan tersebut adalah benar… Mars menjadi pusing karenanya… Ia mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Venus… Dan beberapa saat kemudian Venus mengirim sms berikut:

“Gua benci sama loe!!! Loe suka berlama-lama kalo gua minta tolong periksain tugas sama periksain skripsi!!! Padahal kalo ke orang laen loe biasanya periksanya cepet!!! Gua benci sama omongan loe yang bilang kalo loe rela lakuin apa aja buat gua!!! Loe bohong!!!”

Venus tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Mars… Venus adalah someone special bagi Mars… Ketika diminta memeriksa tugas/skripsi untuk Venus, Mars melakukannya dengan penuh ketelitian, membolak-balik halaman demi halaman agar di tugas Venus tidak terdapat kesalahan sekecil apapun… Mars telah terbiasa mengoreksi skripsi untuk teman-temannya dan ia dapat melakukannya dengan cepat… Tetapi, jika yang harus diperiksa adalah milik Venus, maka ketelitian untuk memeriksanya haruslah extra, dan hal ini tentunya memakan waktu yang lebih lama… Venus tidak mengerti hal ini… Venus menganggap Mars bekerja tidak serius… Venus menganggap Mars berusaha untuk memperlambat kerjanya agar Venus menyelesaikan skripsi melebihi deadline yang telah ditetapkan…

Mars, yang merasa dirinya benar, berusaha menjelaskan hal ini kepada Venus, tetapi Venus yang keras hati tidak mau menerima penjelasan Mars dan ia juga bersikeras tidak akan memaafkan Mars… Menurut Venus, Mars terlalu sering melakukan kesalahan yang sama…

Mars berpikir bahwa ia telah melakukan semua yang terbaik untuk Venus… Mars mengorbankan banyak waktu di tengah kesibukannya hanya untuk Venus, tetapi Venus bisanya hanya marah-marah saja… Mars telah dengan bersungguh hati mengoreksi tugas/skripsi milik Venus, tetapi Venus malah menganggap Mars lambat dan enggan dimintai tolong olehnya… Ketika Venus berulang tahun dulu. Mars telah bersusah payah menyiapkan hadiah special untuk Venus; bagi Mars hadiah tersebut adalah pemberian special karena Mars sangat menyukai barang tersebut, tetapi ketika menerima hadiah pemberian Mars sepertinya Venus tidak suka, dia menganggap Mars tidak mengerti kesukaannya…

Hari demi hari terus bergulir dan kesalahpahaman demi kesalahpahaman pun silih berganti… Mars yang tidak kuat dengan keadaan ini memutuskan untuk menjauhi Venus saja dahulu, menunggu sampai suasana hati Venus membaik, baru setelah itu Mars mencoba membicarakan hal ini baik-baik dengan Venus…

 Melihat sikap Mars yang mulai menjauh darinya, kemarahan Venus ternyata makin menjadi… Ia menganggap Mars tidak peduli lagi terhadapnya dan berusaha untuk menjauhinya… Venus menjadi makin benci terhadap Mars… Ia menegaskan sekali lagi kepada Mars agar Mars tidak usah lagi menelepon atau mengirim sms kepada Venus… Sikap Venus yang biasa hangat berubah menjadi sangat dingin…

Melihat keadaan yang seperti ini sepertinya tidak ada lagi yang dapat dilakukan Mars selain introspeksi dirinya sendiri… Mars ingat ketika dulu Venus memintanya menunggu, Mars telah melakukannya dengan setia, ketika dulu Venus membutuhkan sesuatu, Mars selalu ada di samping Venus menemani… Mars pasti akan menuruti semua keinginan Venus jika Mars tahu apa sebenarnya yang Venus inginkan… Tetapi, jika Mars bertanya kepada Venus seperti: “Sebenernya Venus pengen apa sich?” atau pertanyaan seperti tadi: “Sebenernya Mars salah apa sich ke Venus?”, Venus pasti akan menjawab: “Gatau!!! Cari tau aja sendiri!!!”…

Mars tidak tahu apa keinginan Venus, karenanya ia selalu melakukan sesuatu yang menurutnya itu adalah hal terbaik untuk Venus… Tetapi inilah yang kemudian terjadi: Venus selalu menganggap bahwa Mars tidak peduli terhadapnya… Di mata Venus semua yang dilakukan oleh Mars selalu salah, padahal Mars telah memberikan yang terbaik bagi Venus…

Venus berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan Mars berkata ingin menjadi matahari, bukan kupu-kupu yang bisa terus menemani bunga…

Venus berkata ingin menjadi bulan dan Mars ingin tetap menjadi matahari… Venus menjadi bingung karena bulan dan matahari tidak akan pernah bisa bertemu, tetapi Mars tetap ingin menjadi matahari…

Venus berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan Mars berkata bahwa ia akan selalu menjadi matahari…

Venus tersenyum pahit dan kecewa… Venus telah berubah tiga kali namun Mars tetap keras kepala ingin menjadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama Venus…

Mars merenung sendiri dan menatap matahari… Saat Venus jadi bunga, Mars ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup… Matahari akan memberikan segalanya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang, dan terus hidup sebagai bunga yang cantik… Walau matahari tahu bahwa ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu-kupu lah yang akan menari bersama bunga, namun ia tetap memberi tanpa pamrih…  Inilah yang disebut: CINTA!!!

Saat Venus menjadi bulan, Mars tetap menjadi matahari agar bulan terus dapat bersinar indah dan dikagumi… Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang peduli terhadap matahari? Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut…Ini disebut dengan PENGORBANAN, menyakitkan memang, namun sangat layak untuk cinta…

Saat Venus jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh di atas langit bahkan di atas matahari, Mars selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapanpun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya… Matahari rela melepaskan Phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya untuk Phoenix… Matahari selalu ada untuk Phoenix kapanpun ia mau kembali walau Phoenix tidak selalu ada untuk matahari… Tidak ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya… Ini disebut dengan KESETIAAN, walau ditinggal pergi tetap menanti dan mau memaafkan…

Bandung,  3 Maret 2009

3 responses so far

Search