Archive for the 'Panduan seminar & skripsi' Category

May 26 2010

Research Problem?

Published by b0chun under Panduan seminar & skripsi

Kisah tenggelamnya Titanic sangat legendaris. Banyak tulisan yang menceritakan dan menjelaskan tentang peristiwa tenggelamnya kapal ini, bahkan sempat sampai di-film-kan.

titanic_0

Hampir semua orang tahu bahwa Titanic tenggelam karena menabrak gunung es dalam perjalanan menuju Kutub Utara. Banyak orang  juga berpendapat bahwa tenggelamnya kapal tersebut disebabkan hukuman Tuhan  akibat kesombongan manusia yang lupa pada kekuasaan Tuhan.

Menjelang keberangkatannya, kapten kapal dengan congkaknya menyatakan bahwa kapal mewah dan besar tersebut tak akan pernah tenggelam di lautan, karena teknologi yang diterapkan benar-benar paling canggih saat itu. Namun kenyataannya?! Ternyata semua itu diluar dugaan sang kapten kapal.

iceberg-covered7

Di atas merupakan gambar dari gunung es. Sebenarnya mudah saja bagi kapten kapal untuk menghindari gunung es tersebut. Tetapi ternyata ada satu hal yang tidak dia sadari, yaitu: Seberapa besar gunung es yang ada di hadapannya tersebut. Gunung es yang tampak tersebut ternyata hanya 10% saja dari keseluruhannya. Keseluruhan gunung es tersebut terlihat pada gambar berikut:

iceberg

Sang kapten kapal hanya fokus menghindari visual gunung es yang ada di hadapannya, tanpa mengetahui masalah apa yang sebenarnya dia hadapi. Hal yang serupa pun sering terjadi dalam perusahaan. Banyak pemimpin perusahaan fokus mengurus masalah yang ada di hadapannya, seperti: ketika penjualan menurun, dia sibuk beriklan agar penjualan meningkat; ketika banyak pelanggan komplain, dia sibuk melatih customer service agar dapat menanggapi keluhan pelanggan dengan baik, dsb.

Bagi pemilik perusahaan, mungkin hal-hal tersebut merupakan masalah. Tetapi, dari sudut pandang researcher, hal tersebut hanyalah merupakan gejala. Di sini saya akan membahasnya dari kacamata seorang researcher.

Saya seringkali melakukan penelitian terapan (applied research) yang mana tujuannya adalah untuk menyelesaikan masalah yang ada. Adapun definisi masalah sendiri adalah: segala sesuatu yang TIDAK SESUAI dengan teori yang ada dan BERDAMPAK NEGATIF bagi perusahaan.

Pada contoh di atas, penjualan yang menurun dan komplain dari pelanggan sebenarnya hanya merupakan gejala saja. Gejala merupakan fenomena masalah yang tampak di permukaan. Gejala merupakan 10% gunung es yang tampak. Masalah akan menimbulkan gejala. Dan untuk gejala yang sama belum tentu masalahnya juga sama.

Contoh: Jika ketika di-starter mobil kita tidak mau menyala, hal tersebut merupakan gejala, lalu apa masalahnya? Bisa jadi bensin kita yang habis, atau aki-nya soak, atau karburatornya kotor, atau masalah pada busi, dan masih banyak lagi kemungkinan lainnya.

Alangkah mudahnya kita menemukan gejala, tetapi untuk mengetahui apa masalahnya terkadang amatlah sulit. Dahulu saya pernah mengalami pengalaman buruk dengan desktop di rumah. Entah kenapa hard disk saya corrupt teruz, ga bisa digunakan untuk menyimpan data. Selama kurang lebih 2 bulan saya coba ini itu, mulai dari format hard disk, install ulang Windows, sampai mengganti power supply, dan masih banyak lagi usaha-usaha lainnya. Ternyata masalahnya bukan itu semua, masalahnya hanyalah satu: ada sebuah kabel yang tidak support hard disk saya tersebut. Dan kabel tersebut harganya hanya 4rb rupiah saja.

Gila ga sich, saya uda cape setengah mati plus keluar duid banyak banget buat ganti ini itu, eh ternyata masalahnya cuman di kabel sialan seharga Rp 4rb aja. Yach, emang sulit menemukan masalah itu, tetapi kalo masalahnya uda ketauan di mana, pasti dech benerinnya gampang.

Begitu juga untuk di perusahaan. Penjualan yang buruk bukan semata-mata disebakan oleh kurangnya promosi, bisa saja karena harganya terlalu mahal, atau kualitas produknya buruk, atau brand image-nya jelek, atau orang gatau gmn cara dapetin itu produknya, dan masih banyak lagi kemungkinan2x yang lainnya. Tetapi, jangan takut. Jika permasalahan intinya sudah diketahui, kita kan punya teori yang berfungsi sebagai obat untuk memecahkan masalah yang ada. Dan jika masalah tersebut sudah berhasil diatasi, pasti dech gejala yang muncul, seperti penjualan yang buruk, banyaknya konsumen yang komplain, dsb juga akan menghilang dengan sendirinya.

Dan dalam melakukan applied research, yang namanya menemukan GEJALA + MASALAH itu merupakan suatu hal yang WAJIB. Masalah di sini berarti benar2x masalah yang ada di lapangan, bukan semata-mata merupakan masalah peneliti (karena ingin melakukan penelitian itu).

Dan dengan ini saya menyatakan 2 hal berikut:

NO PROBLEM = NO RESEARCH

NO RESEARCH = NO PROBLEM

Untuk apa melakukan riset jika tidak ada masalah yang hendak dipecahkan. Dan jika tidak ada yang melakukan riset tersebut juga gpp, daripada cape2x riset tapi ga ada gunanya. ^_^V

No responses yet

Feb 09 2010

I’m back because of PLAGIARISM!!!

Pertama-tama saya mau berterima kasih kepada para pengunjung blog ini, karena walaupun sudah lama tidak terurus (alias sudah tidak pernah update tulisan di sini), tetapi ternyata masih banyak juga pengunjung blog ini…

Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan kepada diriku untuk terus menulis di sini, karena menurut mereka tulisan-tulisan di sini itu cukup menghibur dan juga kadang berisi informasi yang bermanfaat (terutama bagi anak-anak UNPAR)…

Eerrr… Tadi sore, sambil makan-makan, aku berbincang-bincang dengan seorang rekan dari ITB dan dia bercerita tentang plagiat thesis… Intinya dia menerangkan bahwa ada seorang mahasiswa yang kasus dengan dosennya karena dia dituduh plagiat thesis mahasiswa lain, padahal jelas-jelas itu adalah karyanya sendiri, tetapi rekannya yang plagiat tersebut ternyata lebih dahulu membawa proposal research kepada pembimbingnya, dan hebohlah masalah ini…

Lucu juga kedengerannya, tapi hal yang sama pun pernah menimpaku ketika aku masih kuliah di UNPAR dulu, aku menghasilkan suatu ide bisnis tertentu untuk mata kuliah Kewirausahaan dan ternyata ada kelompok lain yang meniru persis hasil karyaku tersebut… Untunglah si dosen yang bersangkutan tahu betul sebenarnya itu merupakan hasil karya siapa dan karena aku ini pendendam, maka kalo ga salah si plagiator itu akhirnya dimusuhin satu angkatan dech… Gua gitu loh, paling pinter kalo disuruh ngumbar keburukan orang, makanya laen kali kalo mau cari musuh tuh liat-liat doeloe Anda berhadapan dengan siapa wkwkwk… Iblis mode: ON!!!

Teruz masih membasah masalah plagiarism, seorang dosen senior-ku di UNPAR, dan seorang dosen senior di ITB juga pernah mengatakan hal yang sama:

  1. Minta dan maling itu bedanya tipis banget, kalo maling mah ga ngomong2x doeloe… Sama halnya dengan karya ilmiah, asalkan kita mencantumkan sumbernya, maka sejauh itu pula kita tidak akan dianggap plagiarism.
  2. Misalkan ada karya ilmiah berjudul: “Pengaruh Pemberian Diskon terhadap Niat Beli Konsumen Crocs™ di Kota Bandung tahun 2010″; jika kita ingin melakukan penelitian sejenis, asalkan kita merubah sedikit saja objek penelitiannya, seperti misalnya objek kita adalah konsumen di Jakarta, atau untuk produk Nike, maka kita sudah dapat menghasilkan penelitian baru. Atau jika ingin melakukan penelitian yang sama persis, mungkin kita dapat melakukan penelitian sejenis pada tahun yang berbeda, hal tersebut tentunya sudah dapat menghasilkan sebuah penelitian baru, asalkan kita mencantumkan hasil penelitian sebelumnya tentunya, agar tidak dianggap plagiarism. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah: Apa bedanya penelitian ini dengan penelitian sebelumnya? Apa kontribusinya? Ga bosen apa penelitiannya itu lagi itu lagi? Emangnya lahan penelitian hanya sedaun kelor?

UNPAR oh UNPAR… Walaupun demikian ternyata beberapa tahun terakhir ditemukan juga seorang dosen yang gamau nyidang karena anak yang mau disidangnya kedapatan plagiat. Koq bisa tau yach? Ya iya lah, secara itu anak yang hasil karyanya dicontek dulunya ketika pernah ga dilulusin sama itu dosen dan si ibu kayanya masih inget persis dech di mana kesalahan itu anak yang ga dia lulusin. Hebat bener lah ini anak, sampe-sampe titik komanya juga sama persis. Pertanyaan berikutnya: Si dosen pembimbing kerjaannya ngapain yach???

Itulah beberapa fakta yang ada di kampusku tercinta. UNPAR yang dulunya bagus, sekarang mulai terancam keberadaannya. Fakultas Ekonomi yang katanya mantabs, eh makin ke sini makin jelek donk nilai akreditasinya yang salah satunya disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  1. Tiga tahun lalu tim akreditasi datang ke perpus dan mereka menemukan skripsi yang tidak qualified. Tentulah ketadangan mereka didampingi oleh dosen-dosen senior dan coba bayangkan bagaimana perasaan dosen-dosen tersebut ketika anggota tim akreditasi kurang lebihnya berkata seperti ini: “Skripsi apaan nich kaya gini?!” Skripsi yang kualitasnya buruk mungkin disebabkan karena para mahasiswa tidak mengerti bagaimana seharusnya mereka melakukan penelitian, dan karenanya sejak saat itu mata kuliah Metlit di FE UNPAR sepertinya jadi banyak tugas. Tapi justru karena itulah pengetahuan mahasiswa tentang cara-cara melakukan penelitian menjadi lebih baik.
  2. Dahulu kala, di perpus lantai 3 UNPAR mahasiswa boleh dengan leluasa mem-foto semua skripsi yang ada. Enak banget kan buat yang males nyatet, tinggal foto, teruz hasil fotonya bisa langsung di-convert ke word, dan langsung copy paste aja dech buat dijadikan skripsi. Di tahun berikutnya, alias dua tahun yang lalu, seperti biasa si tim akreditasi dateng lagi berkunjung ke UNPAR tercinta. Sepertinya kualitas skripsi yang sidang akhir-akhir ini sedikit lebih baik dech karena kasus tahun lalu. Dan sialnya, seperti biasa tempat yang jadi momok untuk UNPAR adalah perpus. Bukan masalah kelengkapan buku dan banyak fotokopian, tetapi yang jadi masalah adalah karena di perpus lantai 3 ternyata banyak juga skripsi-skripsi yang banci kamera. Turun lagi dech akreditasinya huhuhu… Makanya sejak saat itu di perpus lantai 3 jadi ga boleh lagi ada yang bawa kamera…
  3. Akreditasi tahun terakhir gimana kabarnya yach???

Ngomongin akreditasi, sepertinya yang menjadi salah satu penilaiannya adalah seberapa banyak karya ilmiah yang di-publish ke luar dan seberapa banyak profesor/guru besar di universitas tersebut. Berdasarkan pengamatanku sekilas, sepertinya UNPAR masih kalah jauh dech masalah 2 hal tersebut jika dibandingkan universitas-universitas saingannya.

 Tersebutlah salah satu kebanggaan UNPAR (khususnya Fakultas FISIP) seorang yang dikagumi dan dihormati bernama Profesor Banyu. Di mata mahasiswanya, beliau adalah dosen teladan, orangnya baik, ramah, dan jelas ketika menerangkan materi kuliah. Namun, sungguh mengejutkan memang, karena per hari ini, tanggal 9 Februari 2009, berbagai media banyak memperbincangkan beliau karena masalah plagiarism. Ternyata ada beberapa karyanya (termasuk satu buah karyanya yang di-publish di bawah ini) yang dianggap plagiarism, sehingga gelar profesor termuda se-Indonesia ini haruslah dicopot dengan paksa.

Supaya tidak dianggap plagiarism juga, alangkah baiknya jika saya pun mencantumkan salah satu sumbernya:

http://www.detiknews.com/read/2010/02/09/171238/1296139/10/gelar-profesor-banyu-juga-akan-dicopot

Berita terkait mungkin dapat Anda cari sendiri via Google, karena ternyata banyak juga berita yang membahas masalah Prof Banyu yang dicabut gelar profesor-nya tersebut.

Berikut ini saya tampilkan salah satu tulisannya yang dianggap plagiarism: 

Plagiarism-01

Plagiarism-02

Plagiarism-03

Plagiarism-04

 UNPAR oh UNPAR…

Walaupun secara pribadi diriku ini tidak kenal dengan beliau, tetapi sebagai alumni UNPAR, sepertinya ga enak aja perasaan ini. Tapi apalah yang bisa kulakukan selain membuat tulisan ini dan mengkampanyekan kepada adik-adikku tercinta: STOP PLAGIARISM!!! Atau bahasa halusnya: Kalo mau plagiat itu tolong donk yang pinter dan harus pinter-pinter. Dan ini yang paling penting: CANTUMKAN REFERENSI di Daftar Pustaka. Sekalipun kalian mencontek dari skripsi orang lain, cantumkanlah skripsi yang kalian contek tersebut di daftar pustaka!!!

Haduuhhhh…

*no comment*

No responses yet

May 06 2009

Nilai t-table

Published by b0chun under Panduan seminar & skripsi

Berdasarkan hasil statistik, ternyata banyak juga orang yang mampir ke blog ini hanya untuk mencari nilai t-table… Kebanyakan mereka datang dari google dan terdampar di sini… Jika sebelumnya saya memberikan cara mengeluarkan nilai r-table dan t-table menggunakan SPSS, maka pada kesempatan kali ini saya berusaha menyajikan nilai r-table untuk tingkat signifikansi (α) sebesar 10%, 5%, dan 2,5%…

…….

α = 2,5%

1          12.706204736174694

2          4.302652729749464

3          3.1824463052835568

4          2.7764451051977934

5          2.5705818356149996

6          2.446911851144865

7          2.3646242515927836

8          2.306004135199141

9          2.2621571627982036

10        2.228138851986273

11        2.2009851600916384

12        2.178812829667226

13        2.1603686564627855

14        2.1447866879177915

15        2.1314495455597537

16        2.1199052992212204

17        2.1098155778332712

18        2.1009220402409796

19        2.093024054408238

20        2.085963447265778

21        2.0796138447275805

22        2.0738730679039086

23        2.068657610418918

24        2.0638985616278855

25        2.0595385527531422

26        2.0555294386427057

27        2.0518305164801043

28        2.048407141795054

29        2.0452296421325005

30        2.042272456301025

31        2.039513446396186

32        2.036933343459868

33        2.0345152974490985

34        2.0322445093174726

35        2.0301079282500827

36        2.0280940009801833

37        2.026192463028837

38        2.0243941639116865

39        2.022690920036474

40        2.02107539030598

41        2.019540970441077

42        2.018081702818138

43        2.0166921992275197

44        2.0153675744434487

45        2.014103388880522

46        2.0128955989191066

47        2.0117405137294377

48        2.010634757623903

49        2.0095752371289017

50        2.0085591121004174

51        2.0075837703154926

52        2.006646805061342

53        2.005745995317517

54        2.0048792881877078

55        2.0040447832887853

56        2.0032407188475094

57        2.0024654592906455

58        2.001717484144869

59        2.000995378087904

60        2.000297822013883

61        1.999623584994573

62        1.9989715170330025

63        1.9983405425203635

64        1.9977296543173086

65        1.997137908391621

66        1.9965644189519238

67        1.9960083540249143

68        1.9954689314294642

69        1.994945415106846

70        1.9944371117707926

71        1.9939433678452272

72        1.9934635666614795

73        1.9929971258894537

74        1.9925434951805328

75        1.9921021540018355

76        1.9916726096442647

77        1.9912543953879795

78        1.9908470688112787

79        1.9904502102297248

80        1.9900634212540254

81        1.9896863234564997

82        1.989318557136153

83        1.9889597801747485

84        1.9886096669752977

85        1.9882679074768075

86        1.9879342062386047

87        1.9876082815886476

88        1.987289864830757

89        1.986978699505857

90        1.9866745407033453

91        1.986377154418204

92        1.9860863169507066

93        1.9858018143453948

94        1.98552344186617

95        1.9852510035050823

96        1.98498431152203

97        1.9847231860135413

98        1.9844674545080603

99        1.9842169515859867

100      1.9839715185231337

…….

α = 5%

1          6.313751514675038

2          2.9199855803537242

3          2.353363434667148

4          2.131846786326294

5          2.015048373333023

6          1.943180280501719

7          1.894578604728004

8          1.859548037530897

9          1.8331129326562354

10        1.8124611228116738

11        1.795884818704041

12        1.7822875556493158

13        1.770933395986865

14        1.7613101357748822

15        1.753050355692561

16        1.7458836762762344

17        1.7396067260750567

18        1.7340636066175201

19        1.729132811521349

20        1.7247182429207633

21        1.7207429028118555

22        1.7171443743802146

23        1.7138715277470191

24        1.7108820799094013

25        1.7081407612518669

26        1.7056179197592392

27        1.7032884457220867

28        1.7011309342658942

29        1.6991270265334573

30        1.6972608865939183

31        1.6955187825458244

32        1.6938887483836649

33        1.6923603090303017

34        1.6909242551868142

35        1.6895724577802198

36        1.6882977141167699

37        1.687093619596218

38        1.6859544601666872

39        1.684875121711178

40        1.683851013335603

41        1.68287800213266

42        1.6819523574674808

43        1.681070703202475

44        1.6802299765720679

45        1.6794273926522978

46        1.6786604135568148

47        1.6779267216418094

48        1.677224196124292

49        1.6765508926167982

50        1.675905025163039

51        1.6752849504248568

52        1.6746891537259725

53        1.6741162367030404

54        1.6735649063521054

55        1.6730339652898483

56        1.672522303075513

57        1.672028888460893

58        1.6715527624547957

59        1.671093032103838

60        1.6706488649045665

61        1.6702194837736812

62        1.6698041625119493

63        1.6694022217067515

64        1.6690130250240223

65        1.6686359758474911

66        1.6682705142275653

67        1.6679161141073673

68        1.667572280796653

69        1.6672385486684875

70        1.6669144790558887

71        1.666599658328462

72        1.6662936961314767

73        1.665996223771363

74        1.6657068927339622

75        1.6654253733224964

76        1.665151353404635

77        1.6648845372581436

78        1.664624644506547

79        1.664371409136492

80        1.6641245785895913

81        1.6638839129225451

82        1.6636491840290049

83        1.663420174918819

84        1.663196679048844

85        1.662978499701841

86        1.6627654494090058

87        1.6625573494128034

88        1.6623540291668377

89        1.6621553258696313

90        1.661961084030092

91        1.6617711550616412

92        1.6615853969031673

93        1.6614036736648266

94        1.661225855296436

95        1.6610518172771864

96        1.6608814403247678

97        1.6607146101229409

98        1.6605512170656744

99        1.660391156016921

100      1.660234326085285

…….

α = 10%

1          3.0776835371752544

2          1.8856180831641267

3          1.63774435369618

4          1.5332062740589432

5          1.4758840486350044

6          1.4397557472359002

7          1.4149239276240748

8          1.3968153095472169

9          1.3830287383966295

10        1.3721836411103319

11        1.3634303180205376

12        1.3562173340232024

13        1.3501712887800514

14        1.3450303744546483

15        1.3406056078504511

16        1.3367571673273106

17        1.333379389721624

18        1.3303909435699042

19        1.3277282090267921

20        1.3253407069850383

21        1.3231878738651688

22        1.3212367416133526

23        1.3194602398161537

24        1.3178359336731447

25        1.316345072673863

26        1.314971864270511

27        1.3137029128292643

28        1.3125267815926607

29        1.3114336473015435

30        1.3104150253913898

31        1.3094635494946392

32        1.3085727931295081

33        1.307737124450879

34        1.3069515871264274

35        1.3062118020160245

36        1.3055138855362354

37        1.3048543814976108

38        1.3042302038904858

39        1.30363858862126

40        1.3030770526071798

41        1.3025433589533724

42        1.3020354871824966

43        1.3015516076821603

44        1.3010900596887855

45        1.300649332250216

46        1.300228047706928

47        1.2998249473116494

48        1.2994388786713817

49        1.2990687847477334

50        1.2987136941947914

51        1.298372712848358

52        1.2980450162097341

53        1.2977298427910504

54        1.2974264882090607

55        1.2971342999309223

56        1.2968526725897835

57        1.2965810437989982

58        1.2963188904044036

59        1.296065725122045

60        1.2958210935157073

61        1.2955845712752094

62        1.2953557617605589

63        1.2951342937828754

64        1.2949198195951515

65        1.294712013070635

66        1.2945105680482774

67        1.2943151968280227

68        1.2941256287999618

69        1.2939416091939873

70        1.2937628979376392

71        1.2935892686112114

72        1.2934205074909504

73        1.2932564126714514

74        1.293096793259979

75        1.2929414686356522

76        1.2927902677678424

77        1.2926430285879094

78        1.2924995974098854

79        1.292359828395413

80        1.2922235830590922

81        1.2920907298110278

82        1.2919611435326939

83        1.2918347051842096

84        1.291711301439452

85        1.291590824347374

86        1.291473171017078

87        1.291358243324753

88        1.2912459476407754

89        1.2911361945752484

90        1.2910288987408582

91        1.2909239785312188

92        1.2908213559138741

93        1.290720956236896

94        1.290622708047674

95        1.2905265429234143

96        1.2904323953121013

97        1.2903402023837058

98        1.290249903890262

99        1.2901614420344563

100      1.2900747613465007

 

2 responses so far

Jan 28 2009

Operasionalisasi Variabel (Opvar)

Published by b0chun under Panduan seminar & skripsi

Uda lama nich gua ga nulis yang ginian… Kali ini gua share dikit lah masalah opvar… Knp kali ini kata-katanya pake ‘gua’ dan bukan ’saya’ atau ‘aku’ ?! Yach suka-suka gua donk… Gua yang nulis koq u yg sewot sich…

Intinya, materi ini kayanya hampir ga pernah didapet di bahan kuliahan… Jujur gua sendiri juga gatau dapet ini bahan dari mana… Jadi, mau percaya sukur, ngga juga gpp koq… Setidaknya, di blog ini ada 3 hukum yang berlaku:

  1. b0chun selalu benar
  2. b0chun tidak pernah salah
  3. kalo b0chun salah, liat pernyataan nomor 1

Opvar itu kependekan dari operasionalisasi variabel… Kalo diterjemahkan secara harakiri, eh harafiah, artinya yach uda jelas kan: Gmn sich cara kita membuat supaya si variabel-variabel penelitian itu bisa beroperasi/berfungsi/mengukur sebagaimana mestinya…

*Duh, jadi lupa mau nulis apa, tadi si Pipin telp bimbingan sidang…*

Sebenernya opvar nyangkut ke masalah validitas… Pengertian validitas sendiri dapat dilihat di sini… Validitas berhubungan dengan kuesioner, apakah si kuesioner sudah mengukur dengan baik atau belum… Nah, si kuesioner ini datangnya dari apa yang sering kita sebut sebagai opvar…

Gimana sich cara bikin opvar??? Nyontek dari skripsi orang laen??? Bisa aja sich, tapi belum tentu tepat hasilnya, belum tentu dapat mengukur dengan baik…

Seharusnya opvar ini dibuat atas dasar:

TEORI >>> KONSEP >>> VARIABEL >>> SUB VARIABEL

Untuk definisi beberapa bahasa dewa di atas, mohon maaf gua sndr juga gatau, kalo u mau jelas mah tanya aja sana sama dosen metlit… Di sini gua kasi contonya aja dech…

Misalnya gua mau bikin opvar untuk variabel X: “tingkat kerajinan marketing bank”; maka hal pertama yang harus gua lakukan adalah mencari TEORI tentang kerajinan…

Let’s say: Kerajinan adalah keadaan di mana seseorang melakukan segala kewajibannya secara bertanggung jawab…

Umum banget yach??? Ya iya lah, masa ya iya donk… Namanya juga teori, yach pasti kaya gini… Ga percaya??? Liat buku Kotler coba, cari definisi jasa, pasti dia kasi definisi jasa secara umum; bukan definisi jasa restoran, jasa karaoke, jasa hotel, apalagi jasa pijet plus-plus…

Kalo teori tentang kerajinan tadi sifatnya sangat umum, maka selanjutnya kita buat yang namanya KONSEP: “rajin untuk mahasiswa”

Mengapa perlu yang namanya konsep???
Karena, rajin untuk mahasiswa = belajar sehari 10 jam;
rajin untuk dosen = dalam 1 minggu pegang 12 kelas, bikin penelitian 1 bulan 2 biji, datang ngajar tepat waktu, pergi ga dijemput pulang ga diantar;
rajin untuk pembokat = nyapu lantai 1 jam 10 kali, ngepel sehari 100 kali, cuci baju sehari sekali, sebentar lagi masuk RS kena tifus;
rajin untuk tukang parkir = rajin lari kesana-kemari…

TEORI yang sifatnya umun tersebut kemudian kita buat pembatasan KONSEP “rajin untuk siapa”, karena tingkat kerajinan untuk tiap profesi itu kan beda-beda…

Nah, setelah terbentuk apa yang namanya konsep, skrg kita bisa mulai bikin VARIABEL apa aja sich yang menunjukkan tingkat kerajinan marketing bank…

Cari donk bahannya yang menjelaskan tentang hal ini, atau jika tidak ditemukan, kita bikin aja preliminary research untuk mencari sendiri variabel-variabelnya… Misalnya preliminary research-nya diberi pertanyaan ini kepada para nasabah dan kepala cabang suatu bank:

Sebutkan 5 faktor yang menjadi dasar penilaian kerajinan marketing bank!!!

Dan misalnya si responden menjawab sebagai berikut:

  1. ketepatan datang kantor
  2. hasil lending/funding yang didapat
  3. frekuensi dan banyak melakukan sales call
  4. seberapa sering bolos kerja
  5. frekuensi kunjungan ke nasabah

Nah, uda dapet kan indikator-indikator dari tingkat kerajinan marketing bank… Ini bisa menjadi variabel yang akan digunakan dalam opvar… Dan jika variabel-variabel ini bisa dipecah-pecah lagi, maka akan menjadi SUB VARIABEL, misal:

Salah satu VARIABEL-nya:
sales call

SUB VARIABEL:

  • frekuensi melakukan sales call - nasabah exist
  • frekuensi melakukan sales call - calon nasabah
  • frekuensi melakukan sales call - maintain nasabah
  • banyak melakukan sales call - nasabah exist
  • banyak melakukan sales call - calon nasabah
  • banyak melakukan sales call - maintain nasabah

Kalo opvarnya uda jadi kaya gini, lanjut dech bikin kuesioner…

Gampang kan?!

No responses yet

Jan 15 2009

Elemen penting dalam presentasi yang efektif

Semua orang bisa berpresentasi, tapi tidak semua orang dapat presentasi
dengan efektif. Ada 6 elemen penting yang anda harus perhatikan pada saat
presentasi.

1. Persiapan, ini merupakan elemen paling penting pada saat
presentasi.Berapa kali anda mempersiapkan segala hal untuk presentasi anda ?
Secara umum biasanya anda harus menghabiskan 30 jam untuk persiapan dan
“rehearse” untuk setiap jam presentasi. Gunakan tape recorder dan videotape
untuk dapat mengetahui umpan balik dari latihan presentasi anda.

2. Berikan diri anda, jangan ragu untuk memberikan contoh dan bila
perlu pengalaman anda pribadi yang mendukung materi presentasi anda. Ini
merupakan cara jitu untuk melibatkan diri anda dengan audiens dan sharing
dengan mereka.

3. Tetap Relax, kondisi ini hanya bisa didapat jika anda melakukan
persiapan yang cukup. Fokuslah terhadap pesan yang anda ingin sampaikan dan
bukan pada audiens. Gunakan gesture yang cukup dan latih kalimat awal
pembuka presentasi anda. Audiens biasanya kan menilai kita pada 30 detik
awal pertama presentasi.

4. Gunakan humor yang cukup, ini bukan berarti anda jadi pelawak di
depan audiens. Buatlah humor yang alami dari pengalaman diri anda ataupun
dari materi yang anda bawakan dan jangan pernah menjadikan audiens sebagai
obyek lawakan anda.

5. Gunakan gesture dan body languange, komunikasi visual jauh lebih
efektif daripada suara, jadi jangan lupa untuk menggunakan gesture dan body
languange. Tidak ada salahnya anda mencoba tiga tempat presentasi yakni di
tengah stage, kiri stage dan kanan stage. Jika anda bergerak dari datu
posisi ke posisi yang lain pastikan kontak mata anda dengan audiens selalu
terjaga.

6. Perhatikan semua detail, pastikan anda mengetahui profil audiens,
jumlah audiens, waktu dan kondisi tempat presentasi. Pastikan anda membawa
alat bantu visual dan handout untuk mempermudah presentasi anda.

No responses yet

 Page 1 of 4  1  2  3  4 »

Search