Archive for the 'Tulisan si DODOL!!!' Category

Apr 13 2009

Surat cintaku yang ke-23

Published by b0chun under Tulisan si DODOL!!!

Bandung, 13 April 2009

Sayang,

Keputusanmu amatlah membingungkan… Melalui surat ini aku ingin memberitahumu bahwa sebenarnya aku tahu… Aku tahu apa yang terjadi… Aku tahu apa alasanmu menolak diriku untuk yang ke-23 kalinya…

Aku sadar diriku terlalu baik untukmu… Aku sadar, diriku ini terlalu berharga bagi kebanyakan orang… Aku tahu betul bahwa sebenarnya kamu mencintaiku setengah mati… Aku selalu tahu ketika kamu berbohong terhadapku… Sorot matamu itu tidak bisa menipu… Aku tahu senyummu itu hanya pura-pura saja ketika kamu menolak cintaku… Sebenarnya waktu itu kamu ingin menangis tersedu-sedu… Untunglah aku tahu diri dan tak ingin mempermalukanmu di hadapanku, karenanya saat itu aku langsung mengucapkan salam perpisahan kita…

Kemarin aku bermimpi kamu muncul di hadapanku dan berkata kalo kamu sayang padaku, kalo kamu suka banget sama aku, hanya akulah orang yang kamu mau sekarang, dan bahwa saat ini kamu benar-benar takut banget kehilangan diriku… Hal itulah yang membuatku benar-benar yakin bahwa sebenarnya kamu hanya takut saja…

Aku sadar akan hal itu… Tentunya, kalo kita jadian nanti kamu akan selalu merasa cemburu kepadaku, karena… ketika kita jalan berdua pasti banyak ceweq-ceweq cantik mencuri-curi pandang ke arahku… Kamu pasti emosi ketika melihat mereka tebar pesona kepadaku… Kamu pasti ga sanggup melihatku sibuk telp/sms-an terus dengan para fans-ku… Kamu juga pasti repot mencari informasi tentang ceweq-ceweq agresif tersebut… Aku tahu, sebenarnya hal itulah yang selalu kamu takutkan jika jadian denganku…

Maafkan aku yang seringkali membuatmu menangis karena kesempurnaanku… Aku hanya dapat berdoa, supaya suatu saat nanti kamu siap menjadi pacarku… Saat itu, kita akan hidup bahagia selamanya, seperti yang telah digariskan Tuhan untuk kita berdua…

With love,

-Lelaki pujaanmu-

9 responses so far

Mar 16 2009

Pemuda itu tidak memiliki KTP (part 2)

Published by b0chun under Tulisan si DODOL!!!

Melanjutkan postingan kemarin, maka postingan kali ini masih berkisar seputar KTP, KTP, dan KTP… Aku baru sadar, ternyata yang namanya KTP itu penting loh… Bayangkan saja, ketika suatu saat kalian pergi dugem dan pada saat itu ada razia; kalian tertangkap basah oleh polisi, padahal kalian tidak dapat menunjukkan identitas diri, maka apa yang akan terjadi??? Dijamin dech kalian pasti digiring ke kantor polisi terdekat dan minimal kalian harus merogoh kocek untuk ‘berdamai’ dengan si polisi…

Menyadari hal tersebut, berdasarkan komitmen kemarin, maka pada hari ini aku pergi ke kantor kelurahan yang terletak di Jalan Septictank untuk membuat KTP baru… Fotocopy kartu keluarga telah aku siapkan, tak lupa disertai selembar pas photo warna berukuran 3×4 cm… Di kantor kelurahan aku bertemu dengan Bapak Memed (bukan nama sebenarnya)*waduh mati gua lupa nama aslinya* dan beliau meminta kelengkapan sebagai berikut:

  1. KTP lama
  2. kartu keluarga
  3. 1 buah pas photo berukuran 3×4 cm
  4. uang sebesar Rp 25.000,-
  5. surat pengantar dari RT

Syarat no 1 s/d 4 tentunya dapat aku penuhi saat itu juga, tetapi syarat no. 5??? Makjang… Gagal lagi dech bikin KTP-nya huhuhu… Aku pun pulang ke rumah dengan tangan hampa, dengan hati hancur, disertai dengan isak tangis yang menggebu-gebu… Huuu… Kaya abiz diapain aja…

Intinya hari itu hari Senin dan aku meminta ijin ke petugas kelurahannya untuk kembali hari selasa besok untuk menyerahkan surat pengantar RT (yang harus aku minta terlebih dahulu ke Pa RT-nya)… Aku pun menitipkan psa photo dan fotocopy kartu keluarga ke si Pa Memed tadi (tuh kan mampus gua gara-gara lupa namanya) untuk dapat diproses terlebih dahulu… Si Pa Bukan-Nama-Sebenarnya ini menjanjikan bahwa KTP-ku akan selesai pada hari Rabu jika Selasa besok aku menyerahkan surat pengantar RT-nya…

Mendengar hal itu, tiba-tiba aku bersemangat 5×9 = 45… Langsung saja aku pergi ke rumah pemilik RM Ampera, ketua RT-ku saat ini, untuk meminta surat pengantar… Pintu kuketuk, pagar kulompati, penjaga rumah kukencani *beuh* dah hasilnya: “Oh, bapaknya lagi pergi, pulangnya malam kayanya…”

Damn… Nanti malam kan aku futsal…

“Mas, kalo besok pagi Bapaknya ada jam berapa???”

“Oh, jam 7-an aja coba…”

Gila, pagi bener yach jam 7… Aku kan babiQ, biasa juga bangunnya siang… Tapi gpp lah, demi selembar surat pengantar… Selasa itu aku bangun jam 7 kurang 5… Bangun tidur ku terus cuci muka, tidak lupa menggosok gigi, setelah itu aku ganti baju dan siap-siap pergi ke rumah itu RT… Kunci kuambil, pintu kubuka, dan tiba-tiba:

*Pok!!!* Segumpal kertas tebal jatuh tepat mengenai mukaku… Sebenarnya aku menguasai ilmu silat tingkat tinggi dan mampu menghindar lebih cepat dari bayanganku sendiri, namun apa boleh dikata, saat itu aku berada pada kondisi terburukku: Masih ngantuk karena baru tidur 3 jam saja… Dasar tukang koran sialan… Awas kau lempar koran ga liat-liat dulu… Gua timpuk pake duid gobanan baru rasa loe… Ggrrr…

Huhuhu… Pagi yang mengejutkan… Setelah insiden koran tersebut, aku pun bergegas pergi ke rumah Pa RT yang rajin bekerja mengendarai kuda supaya baik jalannya… Kali ini satpam yang menyambutku berbeda dengan yang kemarin sore dan ketika kutanyakan apakah Pak RT-nya ada atau tidak dia pun segera menjawab:

“Oh, Bapak lagi ke Jakarta… Mungkin 2 atau 3 hari baru kembali…”

Gubraks!!! *jatuh dari kursi*

No responses yet

Mar 16 2009

Pemuda itu tidak memiliki KTP (part 1)

Published by b0chun under Tulisan si DODOL!!!

Huxhuxhux… Sekian lama menganggur, sampai saat ini belum dapet kerjaan baru nich… Kasian banget yach nasibku… Sebenernya postingan kali ini hanya berbicara seputar masalah KTP aja sich, mau share sedikit tentang kemalesanku dalam membuat itu kartu kecil yang berinisial 3 huruf…

Ceritanya KTP-ku habis masa berlakunya tanggal 6 Agustus 2008 (bertepatan dengan ulang tahunku yg ke-23)… Tapi sialnya, sampe saat ini aku belom perpanjang itu KTP-nya hahaha… Padahal skrg kan uda tanggal 16 Maret 2009 dini hari… Gilaaa… Uda lama banget yach?!

Sebenernya ada beberapa hal yang membuatku males bikin itu KTP:

  1. Ketika masih di Danamon dulu, aku pernah diminta KTP buat bikin NPWP, paz aku bilang kalo KTP-nya uda expired, eh si bagian SDM-nya bilang, “Kalo gitu coba pake KTP yang lama dulu aja… Gpp koq, kan nomernya tetep sama!!!” Walhasil, gagal dech perpanjang KTP-nya hahaha…
  2. Bbrp waktu lalu aku sempet apply credit card BCA Carrefour, paz aku bilang kalo KTP-nya expired, eh si mbaknya memperbolehkan pake SIM, dah terbukti Credit Card Carrefour BCA-nya di-approve dengan limit yang lumayan… Gagal lagi dech perpanjang KTP-nya…
  3. Kmrn ini aku lagi jalan-jalan ke IP, teruz ketemu sama marketing credit card Citibank yang notabene adalah teman SMA-ku… Dia memelas memohon agar aku apply itu credit card Citibank… Banyak promo katanya dan yang pasti free annual fee taun pertama… Nothing to lose lah pikirku… Aku pun apply, tapi KTP-nya kan expired dan dia bilang harus pake KTP, ga bisa pake SIM… Dasar marketing licik, akhirnya temanku ini bilang kalo nanti dia mau photoshop KTP-ku, ngerubah tahun expirednya dari 2008 menjadi 2013… Sekali lagi: Aku gagal perpanjang KTP…

Tetapi, di malam yang sesunyi ini, aku memutuskan bahwa BESOK AKU HARUS PERPANJANG KTP dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Bbrp waktu lalu si Lei pernah telp bilang kalo aku dapet pre-approve credit card Danamon… Sebenernya, uda pasti jadi itu credit card-nya, tapi syaratnya mutlak kalo aku harus menyerahkan fotocopy KTP…
  2. Si Bobby maksa-maksa teruz suruh aku bikin credit card Mega… Kata officer dianya, credit card-ku uda pasti di-approve yang Gold, tapi sekali lagi, syaratnya mutlak harus pake KTP…
  3. Temanku yang di Citibank merasa kasihan dengan nasibku yang masih menganggur ini… Dia ingin menarikku jadi marketing freelance-nya Citibank… Dan syarat mutlaknya adalah: Harus menyerahkan fotocopy KTP yang masih berlaku… Jelas lah aku bilang kalo KTP-ku belum diperpanjang dan menawarkan SIM sebagai gantinya, tetapi supervisor dia dengan tegasnya bilang: “Ga bisa!!! Harus KTP!!!” Sial banget ga sich?! Masa gara-gara KTP doank jadi ga bisa kerja huhuhu… Makanya aku memutuskan besok harus bangun pagi dan langsung pergi ke kantor kelurahan bikin KTP…

Ngomong-ngomong soal kerjaan, sebenernya aku sedang memikirkan untuk buka usaha saja… Usaha apa yach yang bisa sukses dengan modal yang relatif kecil??? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, aku memposisikan diri jadi sebagai seorang dosen UNPAR yang diharuskan memberikan solusi atas permasalahan tersebut…

Sebagai seorang dosen, mungkin aku akan bertanya balik ke orang yang mengemukakan pertanyaan tersebut: “Apa yang kamu bisa?”

Aku bisa apa yach?! Kalo teman-temanku bilang sich katanya aku cocok jadi dosen pembimbing skripsi… Bisa jadi prediksi mereka benar, secara selama ini aku sudah membimbing puluhan skripsi gitu loh… Beberapa di antaranya sempat diabadikan menjadi foto berikut ini:

skripsi

Tadi aku iseng-iseng browsing di internet eh nemu link ini:

http://skripsiku.com/

Tau ga, dia jual skripsi dalam bentuk soft copy dan hard copy @ Rp 450.000,- (baca: empat ratus lima puluh ribu rupiah)… Kayanya sich jualan dia laku tuh… Enak banget yach cuman kolektor skripsi bisa dapet duid banyak gitu… Ngakunya sich itu koleksi skripsi yang terdiri dari ribuan judul didapet dari universitas-universitas ternama… Tapi sori-sori kata yach, menurutku di universitas sekelas UNPAR sekalipun masi banyak tuh skripsi-skripsi yang ga mutu… Kalo sampah aja bisa jadi duit, kayanya masuk ke bisnis ini lumayan enak dech…

*berpikir sebentar*

Di rumahku ada kali kira-kira 50 buah skripsi: 50 x 450rb = 22.500rb

Weqz… *ngitung ga pake kalkulator nich* Tapi kayanya bener dech hasil perkaliannya jadi dua puluh dua juta lima ratus ribu rupiah…

Oi… Ayo donk pada beli skripsi koleksiku… *muka iblis*

Terus kmrn juga kan ceritanya aku baru ngajarin Metlit (selama 5 jam) ke si Lizhen & Pau-Pau… Terus si Li bilang katanya di daerah Dago sana ada tempat les skripsi gitu, bayarannya Rp 150.000,- aja sekali pertemuan…

*muka iblis lagi*

Ayo donk pada les skripsi ke saya 1 kali pertemuan Rp 149,999,- aja… (ini namanya psychological price) *biar gaya jadi pake istilah ilmiah, kan sekalian promosi ceritanya haha…*

Terus dulu juga sempet ada temen yg bayar orang buat ngolahin data dia (yang hanya uji validitas, reliabilitas, dan regresi) seharga Rp 350.000,-

Mahal bngt dech bayarannya, secara itu cuman kerjaan 5 menit beres gitu loh… Tapi yang bikin aku tertawa adalah: uda mah bayar mahal-mahal, salah lagi ngolah datanya… *teu baleg* Mending juga bayar ke aku Rp 349.999,- saja dech, dijamin tuntas… tas… tasss…

Kabur doeloe ah sebelom ditimpukin sama dosen-dosen UNPAR… Sambil berharap ga ada yang baca postingan ini… *Loh?! Kalo gitu ngapain ditulis donk?!*

Kalo mau baca lanjutannya klik di sini yach…

3 responses so far

Mar 06 2009

Ngelamar kerja ato ngelamar istri???

Published by b0chun under Tulisan si DODOL!!!

Kmrn aku datang ke Career Days-nya FE UNPAR… Ga gitu banyak sich perusahaannya… Tapi liat-liat doeloe aja dech sapa tau ada yang lemayan… Uda pusing-pusing sebanyak 2 keliling, akhirnya aku memasukkan CV ke 4 perusahaan (karena bawa CV-nya juga cuman 4): Yogya dan BNP salah duanya… *ceritanya lagi belajar bahasa Malaysia nich*

Ada sedikit kejadian menarik paz di BNP:

Aku: “Mbak.. Saya mau lamar, masukin CV aja yach???”

Si mbak: “Kamu Ivan kan???” *ini si mbak ditanya apa malah balik nanya yang laen* Eh, tapi terkenal juga yach gua di kalangan mbak-mbak… *weqz*

Aku: “Eh, i. iya.. Kamu sapa yach? Sori lupa…” *padahal emang gatau apa-apa*

Si mbak: “Gua Apriyani, dulu kita se-SD bareng…”

Aku: “Oh, iya… Inget-inget…” *siapa yach???*

Si mbak: “Mau ngelamar buat apa?”

Aku: “Marketing… Titip CV nya yach… Thankx loh…”

…….

Setelah itu aku pusing-pusing lagi dan tepat di pusingan (pusing-pusing = keliling-keliling/muter-muter) ketiga, gatau kenapa aku koq jadi tertarik mencoba ke Ron 88 yach?! Tapi… CV-nya kan… uda abiZzZzzZz… Gmn donk??? Akal punya siasat, licik punya otak, akhirnya aku balik lagi ke itu stand BNP…

Aku: “Eh, Apriyani… Bole pinjem CV yang tadi ga plz??? Saya mau coba masukin lagi ke yang laen, tapi CV nya kurang, jadi mau saya copy…”

Apriyani: “Susah tau carinya…” *sambil berusaha nyari walau disertai dengan make up jutex* “Nich…”

Aku: “Thankx yach…”

…….

Ini kejadian jam 8 pagi tadi:

“Goyang dombrettt… etttt… Goyang dombret…”, HP ku menjerit minta diangkat…

“Halo…” *hoahhmmm*

“Halo, dengan Bapak Ivan?! Ini kita dari Ron 88, bisa ga jam 10 nanti dateng ke Soekarno-Hatta 349 buat interview? Deket banget koq sama Inhoftank… Tepat di seberangnya Adira, di sebelahnya Mekar Wangi… Gmn???” *sumpah ini mah cuman 3 menit dari rumah*

“Iya bisa-bisa…” *ZzZzzZz…*

…….

Jam 10 aku sampai di kantor Ron 88 dan langsung diminta ngisi form gitu dech… Ya ampun, banyak amat yang harus diisinya… Dan ada 1 nomor yang aku sendiri juga gatau apa jawabannya… Pertanyaannya sich simple:

“Untuk posisi apa Anda melamar di perusahaan kami?”

Makjang… Kmrn ini aku ngelamar jadi apa yach??? Ga mungkin ngasal-ngasal nich, karena di bawahnya masi banyak pertanyaan menyangkut hal ini… Masa mau nanya ke si mbaknya sich??? Tengsin lah… Tar.. Tar… Kmrn kan aku masukin lamaran bareng si Pitong… Telp aja dech…

Weqz… Nomer si Pitong koq ga ada di HP yach??? *panik mode: ON* “Gun, smsin nomer si Pitong plz… Urgent!!! Thx…” Sms balesan dari si Gun pun tiba… Lalu aku sms si Pitong, tapi karena sms yang ditunggu-tunggu ga dateng-dateng, aku pun memutuskan untuk menelepon tuh anak… Eh, sialnya ga diangkat-angkat pula… Dzigh… Awas kau gentong!!!

Entah dapet insting darimana, tapi seolah-olah saat itu di telingaku ada orang berbisik: “Purchasing!!!” dan sekarang tibalah giliranku di-interview… Pertanyaan-pertanyaan interview standar sich, salah satunya dia bertanya hal ini kepadaku:

Si mbak: “Selain ke sini kamu ngelamar ke mana lagi?”

Aku: “BNP!!!” *Huu… Pengen banget dech bisa kerja di bank lagi hahaha…*

Si mbak: “Oh, adik saya di sana loh bagian SDM-nya…”

Mendadak serasa ada benang merah ditembakkan menembus kepalaku…

Aku: “Oh, Apriyani?”

Si mbak: “Kenal yach??? Koq tau saya cicinya??? Mukanya mirip yach emang???”

Aku: “Iya mirip banget!!! Dia itu temen SD saya, kmrn paz ke UNPAR dia nyapa saya, ini CV nya juga dapet ngopy dari dia dulu hehe…”

Si mbak: “Oh, gitu toh… Ngomong-ngomong, kamu uda ada pacar???” *Loh??? Koq nanya ini???*

Aku: “Belommm… Eemmm… Lagi nunggu sich sebenernya…”

Si mbak: “Oh, sama dd gua aja tuh mau ga?!”

Aku: “Hahaha…”

Si mbak: “Coba ngelamar ke Ateja juga ga???”

Aku: “Ngga… Emangnya di sana ada sapa lagi???”

Si mbak: “Ada temennya dede gua… Lica… Lica gt namanya…”

Aku: “Oh, Melica… SDM juga kan dia di sana…”

Si mbak: “Oh, kenal juga yach???”

Aku: “Iya, kenal…”

Si mbak: “Hahaha… Jadi ga fokus nich ngobrolnya… Uda dech balik lagi ke topik pembicaraan: Jadi loe lebih minat ke mana??? Lebih milih gua ato dede gua????

*speechless* :(

6 responses so far

Feb 28 2009

Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit!!!

Published by b0chun under Tulisan si DODOL!!!

28_feb_09

lempar-topi

Ketika kecil dulu, mungkin ada yang bercita-cita menjadi presiden, walaupun mungkin ia sendiri tidak sadar betapa beratnya tanggung jawab yang harus dipikul seorang kepala negara… Mungkin ada pula yang bercita-cita menjadi insinyur dan tidak kesampaian karena saat ini gelar tersebut telah berubah nama menjadi ST!!! Tetapi, apapun impian kita di masa kecil dahulu, sepertinya kedua orang tua kita kerap kali mendorong kita untuk menggantungkan cita-cita kita setinggi-tingginya…

TK, SD, SMP, SMA, hingga jenjang kuliah kita tempuh langkah demi langkah, dan sesuai dengan berjalannya waktu, target dan impian kita pun kian bertambah… Kita yang dulunya bercita-cita hanya meraih gelar sarjana saja, mungkin kini sadar bahwa menjadi sarjana saja tidak cukup… Setelah lulus menjadi sarjana dan diwisuda, beberapa berencana melanjutkan kuliah ke jenjang S2, sedangkan  beberapa sisanya yang terlalu tinggi menggantungkan cita-citanya akan melakukan tindakan berikut untuk meraih cita-citanya tersebut:

ngapain-sich

malez-edit

12 responses so far

 Page 1 of 4  1  2  3  4 »

Search