<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GODISNOWHERE™</title>
	<atom:link href="http://www.b0chun.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.b0chun.com/blog</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 18:27:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Lagi-lagi tentang SKRIPSI</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2012/02/03/lagi-lagi-tentang-skripsi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lagi-lagi-tentang-skripsi</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2012/02/03/lagi-lagi-tentang-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 20:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ivan Prasetya]]></category>
		<category><![CDATA[Re-search Methods for Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan memang tidak pernah memberikan ujian yang lebih berat daripada kemampuan umat-Nya, tetapi terkadang beberapa dosen pembimbing memberikan ujian yang jauh lebih berat daripada kemampuan mahasiswanya. Mungkin banyak dari mahasiswa yang membenarkan pernyataan di atas. Tetapi, apakah kenyataannya benar demikian?! Sebelum saya membahas permasalahan di atas, silakan jawab dahulu beberapa soal berikut: &#8212;&#8212;&#8212; SOAL #1.1 [...]<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2012/02/03/lagi-lagi-tentang-skripsi/">Lagi-lagi tentang SKRIPSI</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800080;">Tuhan memang tidak pernah memberikan ujian yang lebih berat daripada kemampuan umat-Nya, tetapi terkadang beberapa dosen pembimbing memberikan ujian yang jauh lebih berat daripada kemampuan mahasiswanya.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mungkin banyak dari mahasiswa yang membenarkan pernyataan di atas. Tetapi, apakah kenyataannya benar demikian?!</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum saya membahas permasalahan di atas, silakan jawab dahulu beberapa soal berikut:</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>SOAL #1.1</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan menggunakan sebuah pensil, buatlah empat garis lurus yang saling berhubungan TANPA TERPUTUS (tanpa mengangkat pensil sama sekali) dan melintasi kesembilan titik yang ada!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/9-titik.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-959" title="9 titik" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/9-titik.jpg" alt="" width="453" height="453" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>SOAL #1.2</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong>Bagaimana cara membelah kue berikut menjadi 8 potongan yang sama besar, hanya dengan melakukan 3 kali potongan menggunakan sebuah pisau?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-04-at-2.25.50-AM.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-960" title="Screen Shot 2012-02-04 at 2.25.50 AM" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-04-at-2.25.50-AM.png" alt="" width="416" height="417" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>SOAL #2</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Temukan kesalahan dalam kalimat berikut:</p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #008000;">Didalam kalimat ini terdapat tiga kekesalahan.</span></h3>
<h3 style="text-align: center;"></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>SOAL #3</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Temukan darimana lubang berikut dapat muncul:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/269891_10150310587677214_673197213_9485873_7097397_n.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-969" title="quiz" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/269891_10150310587677214_673197213_9485873_7097397_n.jpeg" alt="" width="400" height="351" /></a></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify;">Sebenarnya, dosen pembimbing tidak pernah memberikan ujian yang jauh lebih berat daripada apa yang seharusnya diuji. Yang jadi permasalahan adalah kualitas riset di negara kita yang masih begitu rendah. Sangat memprihatinkan memang. Dan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas hal ini tentunya adalah para dosen pembimbing skripsi/tugas akhir. Oleh karena itu, saat ini mereka sedang gencar menggenjot mahasiswanya untuk membuat sebuah riset yang berkualitas.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify;">Berikut ini saya lampirkan surat edaran Dikti yang memuat ketentuan bagi mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3 untuk memuat karya ilmiahnya di jurnal ilmiah. Ketentuan ini berlaku bagi lulusan setelah Agustus 2012.</span></p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/03/09280630/Syarat.Lulus.S1.S2.S3.Harus.Publikasi.Makalah" target="_blank">Syarat Lulus S-1, S-2, S-3: Harus Publikasi Makalah</a></strong></p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/430884_2628254141393_1106512097_32005938_1554266978_n.jpeg"><img class="size-full wp-image-978 alignleft" title="Surat Keputusan" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/430884_2628254141393_1106512097_32005938_1554266978_n.jpeg" alt="" width="518" height="515" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #333399;">JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran bernomor 152/E/T/2012 terkait publikasi karya ilmiah. Surat tertanggal 27 Januari 2012 ini ditujukan kepada Rektor/Ketua/Direktur PTN dan PTS seluruh Indonesia. Seperti dimuat dalam laman www.dikti.go.id, surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso itu memuat tiga poin yang menjadi syarat lulus bagi mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3 untuk memublikasikan karya ilmiahnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #333399;">Disebutkan bahwa saat ini jumlah karya ilmiah perguruan tinggi di Indonesia masih sangat rendah. Bahkan, hanya sepertujuh dari jumlah karya ilmiah perguruan tinggi di Malaysia. Oleh karena itu, ketentuan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah karya ilmiah di Indonesia. Apa saja bunyi ketentuan itu?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #333399;">[1] Untuk lulus program Sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #333399;">[2] Untuk lulus program Magister harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang terakreditasi Dikti.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #333399;">[3] Untuk lulus program Doktor harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit pada jurnal internasional.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify; color: #333399;">Ketentuan ini berlaku mulai kelulusan setelah Agustus 2012. Kompas.com menghubungi Dirjen Dikti Djoko Santoso dan berjanji akan memberikan penjelasan lebih jauh mengenai ketentuan ini pada hari ini, Jumat (3/2/2012).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #333399;">Beberapa waktu lalu terungkap bahwa jurnal perguruan-perguruan tinggi Indonesia yang terindeks dalam basis data jurnal dan prosiding penelitian internasional, seperti Scopus dan Google Scholar, masih sangat rendah. Tak hanya karya ilmiah para mahasiswa, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Eky S Soeria Soemantri juga mengakui minimnya hasil penelitian para peneliti Indonesia yang dipublikasikan dalam jurnal penelitian internasional.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #333399;">&#8220;Itu makanya para peneliti harus diberikan pelatihan agar memiliki kemahiran dalam menulis,&#8221; kata Eky kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.</span></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya, ketentuan baru ini cukup berat memang, mengingat kualitas riset kita yang masih di bawah rata-rata. Saya sudah cukup lama berkecimpung di dunia riset, terutama riset yang berhubungan dengan marketing dan manajemen. Saya juga seringkali menjadi konsultan skripsi, tugas akhir, thesis, dan lain sebagainya. Selama menjadi konsultan, hati kecil saya seringkali berteriak:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] Koq (topik/metodologi) risetnya gini lagi gini lagi sich?! **bosen dan uda ketebak hasilnya bakal kaya gimana**</p>
<p style="text-align: justify;">[2] Ini hal-hal ga penting (format penulisan, margin, font, kerapihan tulisan, dsb.) koq selalu jadi bahan perdebatan sich?! **justru hal-hal yang penting ngga dibahas**</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #000000;">[3]</span> **Masalah adalah segala sesuatu yang tidak sesuai dengan TEORI yang seharusnya dan berdampak negatif** </span>Mana teorinya?! Sumbernya dari mana?! Terpercaya ga?! Bisa dipertanggung-jawabkan ga?! JANGAN NGARANG!!!</p>
<div>
<p style="text-align: justify;">Dan kesimpulannya: Kalo risetnya gitu-gitu terus, gimana bisa masuk jurnal ilmiah?! Ga dibantai paz sidang aja uda untung banget kayanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang benar sich ada beberapa dosen yang membolehkan mahasiswanya membuat riset dengan kualitas jauh di bawah standar, dan memang benar bahwa riset dengan kualitas seperti itu juga bisa lulus dengan baik, bahkan tidak jarang juga yang mendapatkan nilai akhir A. Tetapi, apakah mereka merasa puas dengan pencapaian seperti itu?! Apakah mereka merasa bangga dengan hasil skripsi mereka sendiri?! Mungkin kalian yang membaca ini akan berkata: &#8220;Ah, kalo saya sich yang penting lulus aja dengan cepat.&#8221; ATAU &#8220;Itu kan mereka aja yang idealis, kalo saya sich yang penting bisa beres dan cepat dapet gelar uda cukup dech.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sudah banyak menemukan mahasiswa yang memiliki pemikiran seperti itu pada awalnya. Dan apa yang terjadi?! Ternyata mereka SEMUA menyesal dan merasa tidak puas dengan hasil pencapaiannya sendiri. Mereka berpikir, &#8220;Ah, seandainya dari dulu saya serius mengerjakan skripsi saya, mungkin hasilnya akan jauh lebih baik daripada yang sekarang, secara saya juga sudah meluangkan tenaga dan waktu yang sangat besar.&#8221; Tetapi sekarang semuanya sudah terlambat. Dan ternyata, penyesalan terbesar muncul bukan atas apa yang telah kita lakukan, tetapi atas apa yang tidak kita lakukan. Jadi, lakukanlah yang semustinya Anda lakukan agar tidak menyesal kemudian.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #e618a4;">SELAMA INI, BANYAK MAHASISWA YANG BERPIKIR BAHWA UNTUK MEMBUAT RISET YANG BERKUALITAS, PASTILAH MEMBUTUHKAN WAKTU YANG LAMA, DAN TERNYATA ANGGAPAN TERSEBUT SALAH BESAR.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan pengalaman saya, untuk level skripsi, dari awal penentuan topik sampai dengan selesai, idealnya hanyalah dibutuhkan waktu 3 bulan saja. Sudah banyak mahasiswa (khususnya mahasiswa FE UNPAR) yang membuktikan hal tersebut. Dan hasilnya?! Sebagian besar dari mereka akhirnya mendapat pujian karena pencapaian yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan untuk mahasiswa yang membuat skripsi secara asal-asalan?! Ternyata banyak juga yang dari mereka sudah mengambil skripsi selama 2 semester atau lebih dan masih belum lulus juga karena masih harus revisi ini itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #e618a4;">JIKA KALIAN INGIN TAHU BAGAIMANA CARA MENYUSUN SKRIPSI/PENELITIAN ILMIAH SECARA BENAR, IKUTI TERUS PEMBAHASAN YANG AKAN SAYA TULIS DI BLOG <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/" target="_blank"><span style="color: #0000ff;">b0chun.com</span></a></span> INI.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun, sedikitnya ada 3 modal utama yang perlu kalian semua siapkan untuk memulai membuat sebuah riset yang baik. Ketiga hal tersebut adalah:</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>JAWABAN #1 : Think Out of The Box</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang yang tidak dapat menjawab soal ini karena mereka dibatasi oleh kotak pikirannya. Mereka hanya berpikir tentang cara-cara lama, tanpa mau mengembangkan cara-cara baru. Hal itulah yang membuat kreatifitas mereka mati.</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/jawaban-9-titik.jpg"><img class="aligncenter" title="jawaban 9 titik" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/jawaban-9-titik.jpg" alt="" width="431" height="427" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penulisan skripsi pun demikian. Ternyata banyak mahasiswa yang terperangkap dalam topik/metodologi yang sudah ada sebelumnya, tanpa mau berusaha mengembangkannya. Mereka cenderung hanya mau mengikuti contoh skripsi yang sudah ada (di perpustakaan), dan tidak pernah mau belajar dari jurnal-jurnal ilmiah/text book keluaran terbaru. Hal itulah yang membuat kualitas riset kita sulit untuk ditingkatkan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/cake.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-962" title="cake" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/cake.gif" alt="" width="298" height="250" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah cara ntuk membelah kue tersebut menjadi 8 potongan:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] belah kue tersebut secara horisontal (menjadi 2 potong kue sama besar)</p>
<p style="text-align: justify;">[2] belah kue tersebut secara vertikal (menjadi 4 potong kue sama besar)</p>
<p style="text-align: justify;">[3] belah kue tersebut di tengah-tengah antara bagian atas dan bawahnya (menjadi 8 potong kue sama besar)</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>JAWABAN #2: Adalah jauh lebih penting CONTENT daripada CONTEXT</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kesalahan kalimat tersebut adalah:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] &#8220;Didalam&#8221; seharusnya menjadi &#8220;Di dalam&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">[2] &#8220;kekesalahan&#8221; seharusnya menjadi &#8220;kesalahan&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, ternyata banyak orang yang tidak dapat menemukan kesalahan ketiga. Mereka hanya fokus melihat context-nya saja, tanpa memperhatikan content-nya. Dalam penulisan skripsi pun banyak yang demikian. Kecenderungan mahasiswa adalah menjadi idealis untuk hal format penulisan, tanda baca, margin, font, EYD, tebal kertas, penjilidan, dsb; tanpa terlalu peduli pada content skripsinya, apakah risetnya tersebut bermutu/berguna atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua kesalahan di atas merupakan context, sedangkan kesalahan terakhir terletak pada content-nya. Seharusnya, angka &#8220;tiga&#8221; diganti menjadi &#8220;dua&#8221;, namun banyak yang tidak berani merubahnya. Tanya kenapa?!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-04-at-2.46.39-AM.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-963" title="content vs. context" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-04-at-2.46.39-AM.png" alt="" width="372" height="307" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Adalah lebih penting kualitas riset Anda, daripada bagaimana Anda mengemasnya.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>JAWABAN #3: Gunakan TEORI yang sesuai</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang tidak dapat menjawab soal ini karena mereka tidak memiliki teori yang tepat. Banyak orang berpikir bahwa ada yang salah dengan gambarnya, namun mereka sendiri tidak yakin dengan jawaban mereka. Sebenarnya di sini bukan masalah apa jawaban kalian, tetapi bagaimana kalian berargumen mempertahankan jawaban kalian tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memecahkan soal ini, ada beberapa teori yang dapat digunakan. Saya sendiri akan mencoba memecahkan soal ini menggunakan teori Trigonometri.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/TrigonometryTriangle.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-970" title="TrigonometryTriangle" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/TrigonometryTriangle.png" alt="" width="400" height="300" /></a>tan A = a/b</p>
<p style="text-align: center;">Dari soal di atas:</p>
<p style="text-align: center;">tan (sudut lancip)▲merah ≠ tan (sudut lancip)▲hijau</p>
<p style="text-align: center;">3/8 ≠2/5</p>
<p style="text-align: center;">**padahal jika dilihat dari gambar besarnya SAMA**</p>
<p style="text-align: justify;">Seharusnya besar sudut lancip dan tumpul segitiga merah dan hijau tidaklah sama. Namun, jika dilihat di gambar, besar sudut keduanya adalah sama. Hal ini jelas membuktikan bahwa ada yang salah dengan (kotak-kotak) pada gambar tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya benar-benar yakin dengan jawaban saya karena saya didukung oleh teori yang kuat. Umumnya jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi adalah penelitian terapan (applied research) dan bersifat deduktif. Dalam penelitian ini, teori dianggap benar, tetapi penerapannya salah, oleh karenanya menimbulkan masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penelitian terapan, penggunaan TEORI YANG SESUAI &amp; TEPAT sangatlah dibutuhkan. Namun sayangnya, banyak juga mahasiswa yang cari gampang dengan mengutip teori dari skripsi lain yang tidak relevan.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya saja, saya meneliti tentang tingkat kerajinan direktur di PT X. Saya melihat bahwa ada skripsi lain yang juga meneliti tentang tingkat kerajinan. Lalu saya mengutip teori yang ada di skripsi tersebut dan mendapatkan indikator tingkat kerajinan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] banyaknya waktu yang diluangkan untuk mengerjakan PR setiap harinya</p>
<p style="text-align: justify;">[2] banyaknya buku pelajaran yang dibaca setiap bulannya</p>
<p style="text-align: justify;">[3] banyaknya waktu yang dihabiskan untuk belajar di perpustakaan</p>
<p style="text-align: justify;">[4] banyaknya tugas yang dikerjakan dan dikumpulkan tepat waktu</p>
<p style="text-align: justify;">[5] dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun teori tentang kerajinan tersebut adalah benar, tetapi apakah penggunaannya sudah tepat?! Mungkin ketika membaca tulisan saya di sini, kalian semua bisa tersenyum puas, namun ketika kalian sendiri yang berada pada situasi di atas, apakah kalian juga akan terjebak pada hal yang sama?!</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, untuk bisa sukses dalam membuat riset (skripsi/tugas akhir), saya benar-benar berharap semoga kalian semua setidaknya memiliki ketiga modal di atas:</p>
<p style="text-align: justify;">[1]<strong> Think out of the Box</strong>: Be creative!!! Do inovate or die. Jika kalian hebat, kalian bisa menjadi nomor satu. tetapi, jika kalian unik, kalian jadi satu-satunya. Jangan menunggu terinspirasi dulu baru menulis, tetapi mulailah menulis, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu. Jangan menunggu contoh dulu baru bergerak mengikuti, tetapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.</p>
<p style="text-align: justify;">[2]<strong> Utamakan kualitas content-nya, bukan context-nya</strong>: Kunci utama menikmati kopi, bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.</p>
<p style="text-align: justify;">[3]<strong> Pilihlah TEORI yang sesuai untuk riset kita</strong>: Jangan selalu nyontek dari skripsi di perpustakaan, tetapi mulailah gunakan jurnal-jurnal ilmiah. If you steal from one author: It’s PLAGIARISM!!! If you steal from many: It’s RE-SEARCH!!!</p>
</div>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2012/02/03/lagi-lagi-tentang-skripsi/">Lagi-lagi tentang SKRIPSI</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2012/02/03/lagi-lagi-tentang-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa arti uang bagi Anda?!</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2011/12/06/apa-arti-uang-bagi-anda/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apa-arti-uang-bagi-anda</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2011/12/06/apa-arti-uang-bagi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 01:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[b0chunism™]]></category>
		<category><![CDATA[John Mandrake]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang beranggapan bahwa keadaan KAYA itu adalah baik, namun KEINGINAN UNTUK MENJADI KAYA adalah hal buruk. Mengapa?! Karena jika tujuan hidup kita adalah untuk menjadi kaya, maka kemungkinan besar kita akan menghalalkan berbagai cara untuk mencapainya. Oleh karena itu, seringkali keinginan untuk menjadi kaya sering disebut sebagai pintu masuk dosa. Saya adalah seorang anak [...]<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/12/06/apa-arti-uang-bagi-anda/">Apa arti uang bagi Anda?!</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebagian orang beranggapan bahwa keadaan KAYA itu adalah baik, namun KEINGINAN UNTUK MENJADI KAYA adalah hal buruk. Mengapa?! Karena jika tujuan hidup kita adalah untuk menjadi kaya, maka kemungkinan besar kita akan menghalalkan berbagai cara untuk mencapainya. Oleh karena itu, seringkali keinginan untuk menjadi kaya sering disebut sebagai pintu masuk dosa.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya adalah seorang anak yang dilahirkan di tengah keluarga sederhana. Selama ini saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi orang yang super kaya dan bergelimang harta. Saya hanya berdoa agar saya selalu dapat menjadi berkat dan supaya hidup saya dapat berguna bagi orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya selalu berpikir: Untuk apa menjadi kaya jika saya tidak dapat menjadi berkat?! Saya lebih memilih untuk menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, namun dapat berguna bagi orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya melihat bahwa ternyata banyak juga orang kaya yang pelit dan egois. Mereka berpikir bahwa semua orang yang ingin sukses, haruslah bekerja keras seperti mereka. Jika ada orang yang kerjanya hanya bermalas-malasan saja, sudah sepatutnya mereka tidak makan. Pemikiran kedua datang karena jika mereka selalu membantu orang yang kesusahan, ketika di masa mendatang si orang yang kesusahan ini menghadapi kessulitan yang sama, maka ia tetap akan membutuhkan bantuan orang lain dan tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi, jika ada orang yang sedang kesusahan, biarkan saja, biarkan mereka belajar mandiri mengatasi kesulitannya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbanding terbalik dengan kenyataan di atas, ternyata banyak juga orang yang tulus membantu orang lain yang kesusahan, justru ketika keadaan mereka juga tidak kalah kesusahannya dengan orang yang mereka bantu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah cuplikan dari <a href="http://www.kickandy.com/theshow/1/1/2171/read/KETIKA-HATI-BICARA.html" target="_blank">Kick Andy Show</a> yang ditayangkan pada tanggal 16 September 2011, dengan judul: &#8220;Ketika Hati Bicara&#8221;.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Apa  yang dilakukan para narasumber di Kick Andy memang luar biasa. Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi yang melilit, mereka ternyata masih mau berbagi kepada orang yang “membutuhkan”. Kejadian yang terekam kamera pada beberapa episode program “Tolong” dan “Minta Tolong” yang ditayangkan SCTV dan RCTI itu setidaknya bisa membuat cermin diri kita,  maukah kita memberi pertolongan  kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Rinto Kanafi misalnya. Pria berusia 43 tahun yang kehilangan kaki karena kecelakaan itu tiba-tiba dihadapkan kepada seseorang yang minta tolong kepadanya. Seorang ‘talent’ yang sudah dipersiapkan sebelumnya berpura-pura minta tolong kepadanya untuk mengantarkan kiriman roti kepada salah seorang pemesan yang sedang berulang tahun. Sang talent sudah berupaya mencari “korban”untuk menolong dirinya namun tidak berhasil, sehingga tibalah akhirnya bertemu dengan Rinto Kanafi yang kala itu sedang ada di depan kios rotan dan warung es kelapa muda. Setelah sang talent merengek, diluar dugaan, Rinto Kanafi yang hanya berkaki satu itu mengantarkan roti pesanan orang itu dengan biaya sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Kisah lainya adalah seorang sopir angkot yang sedang pusing memikirkan biaya pengobatan anaknya. Suprihatin, demikian nama sopir angkot itu didatangi seorang nenek yang mencoba menjual ikan asin sisa untuk membeli beras. Suprihatin ragu-ragu ketika akan menolong nenek itu karena ia sendiri juga dalam keadaan susah. Sang Nenek ternyata pantang menyerah dan terus ‘mencoba mengaganggu” Suprihatin untuk membeli ikan asinya. Ternyata hati Sang Sopir angkot akhirnya luluh dan menolong nenek itu membelikan beras sebanyak 10 kilogram. “Saya tidak tega melihat nenek  yang katanya cucunya sudah dua hari tidak makan. Saya jadi teringat nenek saya dulu,” ujar Suprihatin memberi alasan kenapa akhirnya dia mau menolong Sang Nenek.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Sementara apa yang dilakukan Karsimah benar-benar orang tidak percaya. Karsimah yang baru kehilangan suaminya akibat meninggal dunia itu kini berprofesi sebagai penambal ban di daerah Semarang, Jawa Tengah. Ia berprofesi sebagai penambal ban karena terpaksa menggantikan suaminya untuk mencari nafkah. Ketika sedang menunggu pelanggan, tiba-tiba datang seorang nenek yang pura-pura tersesat dan minta tolong dirinya untuk mengantar ke Salatiga. Karsimah tertegun sejenak melihat Sang Nenek yang katanya mengaku sudah  dua hari berusaha minta tolong kepada beberapa orang tapi tak satu pun yang bersedia menolong. Walau agak ragu-ragu, Karsimah kemudian menutup kios tambal ban nya dan segera menggandeng nenek dan menumpang bus  ke jurusan Salatiga.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Walau cerita di atas adalah sebuah program variety show untuk tontonan di salah satu acara televisi. Namun setidaknya tontonan yang dibuat Rumah Produksi Dreamlight itu bisa menjadi pengasah jiwa kita. Ternyata berdasarkan pengalaman para kru di lapangan, justru orang dari kalangan bawahlah yang ringan tangan membantu kepada orang yang membutuhkan. Mereka tanpa banyak pertimbangan langsung memberi bantuan. Kejadian itu sangat bertolak belakang dengan kalangan orang mampu dan kalangan atas yang kebanyakan selalu curiga dan individualistis.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selama ini mungkin saya terlalu naif. Saya cenderung memilih menjadi &#8216;orang miskin&#8217; yang dermawan, daripada menjadi orang kaya yang pelit. Dengan keadaan aaya yang serba pas-pasan, saya merasa saya mampu berbagi dengan banyak orang. Saya sadar sepenuhnya bahwa saya diberkati untuk menjadi berkat. Berikut adalah prinsip hidup saya yang pernah saya post menjadi status di <a href="http://www.facebook.com/b0chun" target="_blank">facebook</a>:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Berkat Tuhan itu seumpama buah mangga: ada bagian yang bisa kita makan, ada juga bagian yang HARUS kita bagikan. Ketika kita menabur benih di tempat yang benar, maka ia akan tumbuh dan menghasilkan buah yang banyak. Tetapi jika kita serakah (sampe pelok-peloknya juga dimakan), mati aja loe&#8230; Kita dapat menghitung berapa banyak biji dari 1 buah mangga, tetapi hanya Tuhan yang tahu berapa banyak buah dari 1 biji mangga.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Seorang rekan saya pernah berkata bahwa apa yang kita tabur, itu pula yang akan kita tuai dan apa yang kita tuai tersebut jumlahnya sama dengan apa yang kita tabur. Untuk hal yang satu ini saya akan tegas berkata: SALAH. Sesungguhnya, apa yang kita dapatkan itu jumlahnya selalu jauh lebih besar daripada apa yang dapat kita beri. **lain kali mungkin saya akan menulis artikel khusus berkenaan dengan hal yang satu ini** Oleh karena itu, saya selalu berusaha memberi, walaupun mungkin keadaan saya sendiri agak berkecukupan. Tetapi tidak mengapa, toh saya merasa saya cukup, dan saya juga merasa bahagia jika saya dapat membantu orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya bahagia dengan keadaan saya yang serba berkecukupan. Bagi saya, yang terpenting adalah saya bisa selalu menjadi berkat bagi orang lain. Dan yang namanya berkat Tuhan itu tidak selalu berbicara mengenai uang. Tuhan telah menganugerahi saya kepintaran yang cukup, Tuhan telah menganugerahi saya kasih yang berlimpah, Tuhan telah menganugerahi saya keuangan yang cukup (walau terkadang pas-pasan), dan saya bersyukur karena saya dapat membagikannya kepada orang lain. Saya bersyukur karena saya bisa menjadi kepanjangan tangan Tuhan. Saya bersyukur karena saya diberkati untuk menjadi berkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi saya, uang bukanlah segalanya. Saya sudah cukup puas dengan keadaan saya yang sekarang. Saya sudah cukup puas dengan keadaan keluarga saya yang harmonis. Saya berterima kasih kepada Tuhan karena Ia memberikan saya orang tua yang terbaik. Saya bersyukur karena saya masih bisa bersyukur&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Lain dahulu, lain sekarang. Saat ini pemikiran saya sudah sedikit berubah. Jika awalnya saya berpikir bahwa keinginan untuk menjadi kaya tidaklah baik, saya mau tegaskan bahwa saat ini, salah satu keinginan terbesar saya adalah untuk menjadi kaya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Saya mungkin tidak membutuhkan banyak uang, tetapi dengan memiliki banyak uang, saya dapat membantu orang-orang yang saya cintai.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Memiliki banyak uang memang belum tentu menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya dengan memiliki banyak uang kita tidak menambah masalah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Jika dengan memiliki uang sedikit saja kita dapat membantu banyak orang, bayangkan apa yang dapat kita lakukan dengan memiliki banyak uang.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Beberapa quotes di atas sempat saya post di facebook dan quotes tersebut juga lah yang telah merubah mindset saya selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut saya lampirkan pula percakapan antara Merry Riana dan peserta seminar, yang dikutip dari bukunya &#8216;A Gift from a Friend&#8217;.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Apakah uang adalah hal yang jahat?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Ya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Mengapa Anda menjawab demikian?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Karena uang, orang mencuri, menipu, berbohong, dan melakukan kejahatan lainnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Apakah Anda pernah melihat orang melakukan tindakan baik dengan uang?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Contohnya?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Uang dapat membangun sekolah yang menyediakan pendidikan untuk generasi muda. Uang dapat membangun rumah sakit guna menyembuhkan orang sakit. Uang dapat membangun tempat ibadah dan kegiatan sosial lainnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Kalau begitu, uang adalah netral. Uang hanyalah media alat tukar, suatu cara untuk membeli sesuatu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Nah, jadi sekarang Anda berpendapat bahwa uang itu netral, tidak jahat?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Jika Anda melihat dari sudut pandang itu, ya uang itu netral. Tetapi lebih sering menyebabkan perbuatan jahat daripada perbuatan baik, saya kira.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Jadi, pada dasarnya Anda setuju bahwa uang tidak baik dan tidak juga jahat, pada dasarnya netral. Cara orang menggunakan uang yang membuatnya baik atau jahat, apakah itu betul?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Ya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Oke, sekarang saya akan bertanya lagi. Anggaplah di sebuah keluarga, kedua orangtua bekerja dan mereka tidak punya waktu yang cukup untuk anak-anaknya. Di keluarga yang lain, kedua orangtua tidak perlu bekerja lagi karena mereka punya cukup uang. </span><span style="color: #008080;">Jadi, karena mereka tidak bekerja lagi, mereka punya cukup waktu bersama anak-anak. Keluarga manakah yang baik, yang pertama atau kedua?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Saya kira yang kedua. Tetapi, pada keluarga yang pertama, alasan orangtua bekerja keras adalah karena mereka mencari uang. Jadi, benarlah bahwa uang akan membawa masalah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Apakah benar bahwa uang yang menjadi penyebab masalah? Ataukah ketidakmampuan mengatur uang yang menyebabkan masalah? Keluarga kedua memiliki uang banyak dan mereka tidak dalam masalah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Hmm&#8230;. Kalau begitu saya kira kemampuan untuk mengelola uanglah yang menyebabkan uang dapat menjadi baik atau jahat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Betul sekali. Uang itu seperti api, jika Anda tahu bagaimana menggunakannya dengan baik, hal itu akan memberikan keuntungan yang berlimpah seperti memberikan penerangan. Tetapi jika Anda kurang berhati-hati, hal itu juga dapat menyebabkan tragedi seperti kebakaran rumah. Keduanya adalah api yang sama, tetapi pada situasi yang satu memberikan keuntungan sedangkan pada situasi yang lain membawa kehancuran. Itu semua tergantung bagaimana kita menggunakannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Oke, itu menarik. Saya tidak pernah berpikir dengan cara itu sebelumnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: itulah sebabnya ada pepatah yang mengatakan &#8220;time is money&#8221;. Sebenarnya, kebalikannya juga benar, &#8220;uang adalah waktu&#8221;.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Apa maksudnya?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Bayangkan Anda punya cukup uang untuk membayar seseorang untuk mengurus seluruh urusan rumah tangga Anda. Anda tidak perlu memasak, mencuci piring, mencuci baju, menyetrika, dan sebagainya. Jika ada seseorang yang melakukan pekerjaan tersebut untuk Anda, apakah Anda mempunyai lebih banyak waktu untuk diri Anda sendiri?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Ya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Jadi bukankah artinya Anda menukar uang Anda dengan waktu?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Betul.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Jadi uang dapat membeli waktu. Memiliki banyak uang berarti memiliki lebih banyak waktu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Iya betul.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Sekarang, pertanyaan yang sulit untuk Anda. Apakah uang dapat membeli kesehatan?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Saya rasa tidak. Tapi, tunggu&#8230; tunggu&#8230; tunggu. Jika saya dapat menggunakan uang saya untuk makan makanan yang sehat setiap harinya, bukankah itu berarti saya bertambah sehat sebab saya punya lebih banyak uang?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Ya. Anda mulai mengerti. Dengan uang anda dapat membayar seorang pelatih fitness pribadi sehingga Anda menjadi lebih disiplin dalam berolahraga. Dengan uang Anda dapat memeriksakan kesehatan Anda lebih sering sehingga jika ada penyakit bisa dideteksi lebih awal. Dengan uang Anda bisa pergi ke rumah sakit yang baik dan ditangani oleh dokter yang hebat jika Anda sakit. Semua ini adalah contoh bahwa pada kenyataannya uang dapat membeli kesehatan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Wow&#8230; Ini adalah hal baru bagi saya. Uang dapat membeli waktu. Uang dapat membeli kesehatan. Sekarang saya dapat melihat bahwa uang dapat melakukan hal-hal yang luar biasa pada kehidupan saya juga.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Saya lega akhirnya Anda mulai menyadarinya. Dan sekarang saatnya untuk pertanyaan yang paling sulit. Apakah uang dapat membeli kebahagiaan?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Dalam pikiran saya jawabannya tidak, tetapi saa tahu bahwa Anda pasti punya suatu penjelasan mengenai bagaimana uang dapat membeli kebahagiaan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Hahaha&#8230; Anda belajar dengan cepat. Oke, sekarang marilah kita mencari pengertian lebih dalam tentang hal ini dengan menggunakan cerita. Bayangkan Anda memiliki seorang pacar yang mengunjungi Anda pada saat Anda ulang tahun dan sebagai hadiah mengajak Anda jalan-jalan ke mal terdekat. Itu adalah situasi pertama. Pada situasi kedua, pacar Anda memberikan hadiah berupa perjalanan wisata romantis ke luar negeri selama 10 hari. Sekarang, sebelum saya menanyakan mana yang Anda pilih, izinkan saya meluruskan fakta-faktanya dulu. Pacar Anda adalah orang yang sama yang memberikan cintanya kepada Anda dengan jumlah yang sama. Satu-satunya perbedaan pada cerita ini hanyalah bentuk hadiahnya. Semua fakta yang lain sama. Nah, mana yang Anda pilih?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: (Tersenyum) Tentu saja yang kedua.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Bukankah Anda menjadi lebih senang jika mendapatkan hadiah yang kedua dibandingkan dengan yang pertama?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Tentu saja.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Jadi, itulah faktanya. Semuanya sama, tetapi dengan uang lebih, Anda dapat membuat orang lain lebih bahagia. Kesimpulannya, uang juga dapat membeli kebahagiaan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Benar, benar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Sekarang, setelah Anda tahu bahwa uang dapat membeli waktu, kesehatan, dan kebahagiaan, apakah Anda masih berpikir bahwa uang itu jahat?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Saya rasa tidak. Uang itu netral. Dan jika Anda dapat mengelolanya dengan baik, Anda dapat membeli semua hal penting yang disebutkan tadi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Ya. Tetapi dari semua pembicaraan kita, saya hanya ingin mengingakan bahwa uang BUKAN yang terpenting di dunia ini. Masih ada hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Betul, seperti cinta, persahabatan, rasa hormat, keluarga, kepercayaan, kesetiaan. Saya percaya semua hal ini lebih penting daripada uang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Merry Riana: Betul sekali. Uang bukanlah hal terpenting dalam hidup ini, tetapi uang dapat memengaruhi hal-hal terpenting dalam hidup ini. Uang dapat meningkatkan ungkapan cinta, uang dapat meningkatkan hubungan persahabatan, uang dapat meningkatkan kualitas kehidupan Anda, dan sebagainya. Jadi sebagai kesimpulan, apa arti uang sebenarnya bagi Anda?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">A: Bagi saya, uang adalah salah satu sumber daya saya. Uang itu seperti energi. Saya dapat melakukan hal yang baik atau hal yang jahat dalam menggunakannya, tetapi pilihan itu tergantung pada saya.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008080;">UANG BISA MENJADI APA PUN,<br />
</span><span class="Apple-style-span" style="color: #008080;">TERGANTUNG CARA KITA MEMAKAINYA.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin pendapat saya tentang uang tidak sepenuhnya benar, tetapi mari kita lihat bagaimana pendapat Anda. Sesungguhnya, apa arti uang bagi Anda?!</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/12/06/apa-arti-uang-bagi-anda/">Apa arti uang bagi Anda?!</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2011/12/06/apa-arti-uang-bagi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Kondominium</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2011/12/01/kisah-kondominium/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kisah-kondominium</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2011/12/01/kisah-kondominium/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 06:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[b0chunism™]]></category>
		<category><![CDATA[John Mandrake]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Kisah berikut saya kutip dari buku &#8220;A GIFT FROM A FRIEND&#8221; yang ditulis oleh Merry Riana. Sepasang pengantin muda baru saja memutuskan membeli sebuah apartemen baru. Apartemen baru ini terletak di lantai 72. Setelah mereka memberikan pembayaran tanda jadi untuk apartemen tersebut, kunci apartemen pun diserahkan kepada mereka. Mereka sangat bersemangat. Sesudah mendapatkan kuncinya, mereka [...]<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/12/01/kisah-kondominium/">Kisah Kondominium</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kisah berikut saya kutip dari buku &#8220;A GIFT FROM A FRIEND&#8221; yang ditulis oleh <a href="http://www.merryriana.com/" target="_blank">Merry Riana</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/A-Gift-From-A-Friend.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-912" title="A-Gift-From-A-Friend" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/A-Gift-From-A-Friend.jpg" alt="" width="282" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sepasang pengantin muda baru saja memutuskan membeli sebuah apartemen baru. Apartemen baru ini terletak di lantai 72.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mereka memberikan pembayaran tanda jadi untuk apartemen tersebut, kunci apartemen pun diserahkan kepada mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka sangat bersemangat. Sesudah mendapatkan kuncinya, mereka ingin pergi ke lantai 72 untuk melihat apartemen baru mereka. Yang membuat mereka lebih bersemangat lagi, kondominium itu hanya terletak di sebelah kantor pemasaran tempat mereka membayar tanda jadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka pun cepat-cepat menuju kondominium itu dan mencari lift untuk naik ke lantai 72, tempat unit apartemen mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka sangat kecewa saat tahu bahwa sistem lift sedang diperbaiki. Tetapi, karena sangat antusias untuk melihat apartemen baru, mereka tidak keberatan naik lewat tangga menuju ke lantai 72. Jadi mereka pun mulai naik.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mencapai lantai 21, pasangan ini mulai merasa lelah. Karena mengetahui bahwa perjalanan mereka masih jauh, mereka memutuskan untuk meninggalkan tas mereka di lantai 21 dan melanjutkan naik tangga lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, mereka naik sampai lantai 45. Rasa lelah sudah sangat mereka rasakan saat itu. Mereka mulai saling menyalahkan karena memutuskan naik lewat tangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka bahkan mulai menyalahkan satu sama lain karena memutuskan untuk membeli apartemen di lantai yang tertinggi. Tetapi, karena sudah terlanjur naik ke lantai 45, dan tinggal 27 lantai lagi, mereka memutuskan untuk terus naik.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika mereka sampai di lantai 60, mereka sudah tidak saling bicara. Mereka berpikir ide naik tangga sampai lantai 72 ini adalah ide yang konyol. Mereka memutuskan untuk diam saja dan tidak berbicara mengenai hal itu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, mereka mencapai tujuan akhir mereka, lantai 72. Mereka sampai di depan pintu dan mereka masih bisa tersenyum lemah ketika saling berpandangan. Sejenak mereka saling menunggu untuk mengambil kunci dan membuka pintu apartemen mereka, sampai akhirnya mereka menyadari bahwa mereka telah meninggalkan kuncinya di lantai 21 bersama tas mereka.</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Kita semua memiliki impian ketika kita masih kecil, apakah itu menjadi dokter, guru, pilot, pengusaha, dan lain sebagainya. Tetapi, ketika kita mencapai usia 21 tahun, umumnya kita mengikuti orang kebanyakan. Kita melepaskan impian kita dan melanjutkan hidup kita sama seperti teman-teman kita yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika mencapai usia 45 tahun, kita mulai merasa kecewa dengan kondisi hidup kita dan mulai menyalahkan semua orang lain, kecuali diri kita sendiri. Saya belum berusia 45, dan saya tidak yakin benar bagaimana perasaan orang-orang yang berumur 45. Tapi setelah mengamati orang-orang berusia patuh baya di sekitar saya, saya menyadari bahwa kebanyakan dari mereka kecewa dengan pekerjaan mereka. Mereka kecewa dengan keadaan keuangan mereka. Di satu sisi, mereka tertekan oleh kebutuhan untuk membiayai orang tua mereka setelah mereka pensiun. Berapa pun gaji yang mereka dapat akan selalu mengalir lagi untuk membayar semua tagihan, cicilan pinjaman, biaya hidup, dan sebagainya. Jangankan liburan, mereka bahkan tidak tahu umur berapa mereka akan dapat berhenti bekerja dan pensiun.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu mereka mulai menyalahkan semua orang. Mereka menyalahkan Tuhan karena membiarkan situasi buruk ini menimpa mereka. Mereka menyalahkan pemerintah karena mengenakan tarif pajak yang tinggi dan tidak menyediakan kesempatan dan peluang yang cukup bagi mereka. Mereka menyalahkan orang tua mereka karena tidak menyediakan kesempatan dan peluang yang cukup bagi mereka. Mereka menyalahkan orangtua mereka karena tidak bekerja cukup keras sehingga tidak dapat memberikan warisan yang cukup. Mereka menyalahkan anak-anak karena tidak belajar cukup giat untuk mendapatkan beasiswa yang meringankan beban keuangan mereka. Daftar keluhan ini berlanjut terus&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika mencapai usia 60 tahun, mereka biasanya tidak bisa berkata banyak lagi. Saya melihat begitu banyak orang tua di umur tersebut yang tidak banyak lagi berkomunikasi dengan orang lain. Mereka hanya menjalani hidup dan menunggu waktu mereka tiba. Mungkin mereka tidak berkomunikasi banyak lagi karena mereka menyesal akan hidup mereka yang tidak mencapai apa pun atau tidak melakukan sesuatu yang berbeda ketika mereka masih muda. Saya tidak tahu. Saya hanya menduga.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat mencapai usia 72 tahun, ketika menyadari bahwa waktu mereka telah tiba untuk berkata selamat tinggal, mereka hanya dapat berkata demikian sambil meneteskan air mata yang mengalir di pipi. Mereka mungkin berpikir: Apa yang mungkin terjadi jika saya tidak melepaskan impian saya ketika saya masih berusia 21? Apakah kisah hidup saya akan berbeda?</p>
<p style="text-align: justify;">Gambaran ini mungkin terlihat suram bagi kita setelah kita membaca kisah ini. Tetapi, ini bukanlah akhir perjalanan kita. Apa yang saya gambarkan di sini adalah untuk membantu agar Anda bisa melihat masa depan, kehidupan apa yang Anda jalani jika Anda membuang impian ketika Anda masih muda.</p>
<p style="text-align: justify;">Moral kisah ini adalah jangan lepaskan impian Anda dan jangan menukarnya dengan kesempatan atau peluang yang &#8220;salah&#8221;. Kesempatan yang &#8220;salah&#8221; dapat datang secara tersamar sebagai kesempatan yang sepertinya nyaman dan kesempatan kerja yang sepertinya cocok setelah Anda lulus sekolah. Tapi, jika kesempatan itu tidak membawa Anda lebih dekat pada impian Anda, apa gunanya?</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk masuk ke pintu apartemen impian, Anda akan memerlukan kuncinya. Jangan pernah menjatuhkan kunci itu. Tidak ada seorang pun yang dapat memberikan kunci duplikat kepada Anda. Bahkan tidak juga pekerjaan yang stabil dengan bayaran yang baik.</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/12/01/kisah-kondominium/">Kisah Kondominium</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2011/12/01/kisah-kondominium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dimakan sayang?!</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2011/11/20/dimakan-sayang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dimakan-sayang</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2011/11/20/dimakan-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 08:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[b0chun]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri SAKURA[ta]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah beberapa foto makanan yang saya sendiri juga ga tega untuk memakannya: [1] pudding tete (rasa susu), dibeli di Dotonbori, Namba, Osaka, Japan [2] Kue Kitty, dibeli di Asakusa, Tokyo, Japan [3] Hello Kitty Cookies, dibeli di Sanrio Store, Tokyo, Japan [4] naruto Doraemon, buatan Mbak Santi [5] imut banget yach?! (dapet dari [...]<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/11/20/dimakan-sayang/">Dimakan sayang?!</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berikut ini adalah beberapa foto makanan yang saya sendiri juga ga tega untuk memakannya:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] pudding tete (rasa susu), dibeli di Dotonbori, Namba, Osaka, Japan</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/pudding_01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-887" title="pudding_01" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/pudding_01.jpg" alt="" width="403" height="302" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/pudding_02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-888" title="pudding_02" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/pudding_02.jpg" alt="" width="432" height="576" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/pudding_03.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-889" title="pudding_03" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/pudding_03.jpg" alt="" width="432" height="576" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">[2] Kue Kitty, dibeli di Asakusa, Tokyo, Japan</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/Kue-Kitty.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-892" title="Kue Kitty" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/Kue-Kitty.jpg" alt="" width="420" height="354" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/kue-kitty-2_.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-899" title="kue kitty 2" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/kue-kitty-2_.jpg" alt="" width="333" height="333" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">[3] Hello Kitty Cookies, dibeli di Sanrio Store, Tokyo, Japan</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/Kaleng-Kitty.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-900" title="Kaleng Kitty" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/Kaleng-Kitty.jpg" alt="" width="432" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/IMG01303-20111002-0058.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-894" title="IMG01303-20111002-0058" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/IMG01303-20111002-0058.jpg" alt="" width="480" height="640" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/IMG01320-20111003-0022.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-895" title="IMG01320-20111003-0022" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/IMG01320-20111003-0022.jpg" alt="" width="480" height="640" /></a></p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/IMG00569-20111006-0709.jpg"><img class="aligncenter" title="IMG00569-20111006-0709" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/IMG00569-20111006-0709.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a></p>
<p>[4] naruto Doraemon, buatan Mbak Santi</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/64051_479647312213_673197213_6986026_4086113_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-897" title="64051_479647312213_673197213_6986026_4086113_n" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/64051_479647312213_673197213_6986026_4086113_n.jpg" alt="" width="406" height="419" /></a></p>
<p>[5] imut banget yach?! (dapet dari seorang teman)</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/-michelle.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-898" title="imuuttt" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/-michelle.jpg" alt="" width="333" height="283" /></a></p>
<p>Dari semuanya, mana yang paling kalian suka?!</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/11/20/dimakan-sayang/">Dimakan sayang?!</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2011/11/20/dimakan-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TAHU vs. TIDAK TAHU</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2011/08/24/tahu-vs-tidak-tahu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tahu-vs-tidak-tahu</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2011/08/24/tahu-vs-tidak-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 17:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[b0chunism™]]></category>
		<category><![CDATA[John Mandrake]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Jika dikelompokkan berdasarkan pengenalan akan dirinya sendiri, manusia dapat digolongkan menjadi empat tipe: Tipe pertama adalah MEREKA YANG TAHU BAHWA MEREKA TAHU. Mereka adalah orang-orang yang PINTAR yang sadar betul akan kemampuan dirinya sendiri. Tidak mudah berdebat dengan orang-orang tipe ini, karena mereka sadar betul siapa dirinya, didukung dengan pengetahuan mereka yang luas. Tipe kedua [...]<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/08/24/tahu-vs-tidak-tahu/">TAHU vs. TIDAK TAHU</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jika dikelompokkan berdasarkan pengenalan akan dirinya sendiri, manusia dapat digolongkan menjadi empat tipe:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;">Tipe pertama adalah <span style="color: #000000;"><strong>MEREKA YANG TAHU BAHWA MEREKA TAHU</strong></span>. Mereka adalah orang-orang yang PINTAR yang sadar betul akan kemampuan dirinya sendiri. Tidak mudah berdebat dengan orang-orang tipe ini, karena mereka sadar betul siapa dirinya, didukung dengan pengetahuan mereka yang luas.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Tipe kedua adalah <span style="color: #000000;"><strong>MEREKA YANG TAHU BAHWA MEREKA TIDAK TAHU</strong></span>. Mereka ini adalah tipe orang yang RENDAH HATI. Mereka sadar betul akan kekurangannya dan mereka mengakuinya. Jika orang pada tipe kedua ini mau berusaha keras mengantisipasi ketidaktahuan mereka, di kemudian hari tentunya mereka akan meraih kesuksesan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993300;">Tipe ketiga adalah <span style="color: #000000;"><strong>MEREKA YANG TIDAK TAHU BAHWA MEREKA TAHU</strong></span>. Orang-orang pada tipe ketiga ini adalah orang-orang yang POTENSIAL. Sebenarnya mereka mampu, tetapi mereka tidak menyadari kemampuannya tersebut. Jika kemampuannya tersebut diasah dengan baik, mereka akan memiliki keunggulan yang kompetitif. Saya memiliki seorang teman dekat dan seringkali saya iri dengan kemampuan yang dimilikinya. Tetapi sayangnya, dia seringkali malah minder dengan dirinya sendiri. Beberapa kali saya berusaha memotivasi dia. Dan sebagai hasilnya, dia yang tadinya merasa tidak mampu, akhirnya dapat juga menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik; karena sebenarnya dia mampu, hanya saja dia tidak sadar akan kemampuan dirinya sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800080;">Tipe keempat . . . nah ini dia tipe yang picabokeun: <span style="color: #000000;"><strong>MEREKA YANG TIDAK TAHU BAHWA MEREKA TIDAK TAHU</strong></span>. Mereka ini adalah tipe orang yang SOK TAHU dan cenderung KERAS KEPALA UNTUK MEMPERTAHANKAN SESUATU HAL YANG SALAH. Mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah mereka tahu, padahal hal tersebut salah. Ternyata, banyak juga loh orang-orang dengan tipe seperti ini. <span style="color: #ff0000;"><del>**sebenarnya inilah latar belakang saya menulis artikel ini HaHaHa**</del></span> Menurut saya pribadi, hal tersebut terjadi karena dua alasan: [1] Mereka benar-benar tidak tahu bahwa mereka tidak tahu, dan [2] Walaupun mereka tahu bahwa mereka tidak tahu juga tetapi mereka gengsi mengemukakan ketidaktahuannya tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang jadi pertanyaan adalah: <strong>ANDA TERMASUK TIPE YANG MANA?!</strong></p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/08/24/tahu-vs-tidak-tahu/">TAHU vs. TIDAK TAHU</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2011/08/24/tahu-vs-tidak-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Begini seharusnya cara naek bus di Jepun!!!</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2011/08/07/begini-seharusnya-cara-naek-bus-di-jepun/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=begini-seharusnya-cara-naek-bus-di-jepun</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2011/08/07/begini-seharusnya-cara-naek-bus-di-jepun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 16:26:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>b0chun</dc:creator>
				<category><![CDATA[b0chun]]></category>
		<category><![CDATA[My LIFE]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri SAKURA[ta]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, sarana transportasi umum yang paling penting adalah kereta. Menurut saya, jalur kereta di daerah Tokyo dan sekitarnya sudah sangat baik, bahkan daerah-daerah terpencil seperti tempat tinggal saya pun memiliki akses kereta. Rata-rata jarak antara stasiun kereta yang satu dengan yang lainnya adalah sekitar 3 sampai 5 KM. Jika [...]<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/08/07/begini-seharusnya-cara-naek-bus-di-jepun/">Begini seharusnya cara naek bus di Jepun!!!</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, sarana transportasi umum yang paling penting adalah kereta. Menurut saya, jalur kereta di daerah Tokyo dan sekitarnya sudah sangat baik, bahkan daerah-daerah terpencil seperti tempat tinggal saya pun memiliki akses kereta. Rata-rata jarak antara stasiun kereta yang satu dengan yang lainnya adalah sekitar 3 sampai 5 KM. Jika ingin bepergian ke suatu tempat, kita cukup menggunakan kereta saja, walaupun biasanya harus ditambah dengan berjalan kaki selama 5-10 menit.</p>
<p style="text-align: justify;">Cerita pun dimulai ketika minggu lalu saya pergi ke Fukuoka seorang diri. Di sana sarana transportasi yang paling sering diigunakan untuk bepergian di dalam kota adalah bus. Berikut saya lampirkan rute bus yang digunakan untuk bepergian dari hostel tempat saya tinggal:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/IMG_0186.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-840" title="Bus Route" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/IMG_0186.jpg" alt="" width="377" height="514" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu saya ingin pergi ke Canal City Hakata, berarti saya harus menggunakan bus nomer 114 dari Mizuho Bus Stop menuju Canal City Hakata-mae. Karena selama di Jepun sama sekali saya belum pernah menggunakan bus (baca: ke mana-mana selalu menggunakan kereta), maka saya pun menanyakan kepada penjaga hostel bagaimana cara bayar/cara beli tiket bus dan berikut adalah penjelasannya:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] ambil tiket ketika masuk bus **gampang lah, tinggal ngikutin orang laen yang juga naek**</p>
<p style="text-align: justify;">[2] paz turun bayar 180 Yen (tarif dari Mizuho ke Hakata City)</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh, hanya begitu saja pikirku!!!&#8221;, dan petualangan pun akhirnya dimulai.</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah cara naek bus versi b0chun:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] Pergi ke Mizuho Bus Stop.</p>
<p style="text-align: justify;">[2] Melihat peta dan mencari di mana letak Mizuho dan Canal City.</p>
<p style="text-align: justify;">[3] Menghitung berapa banyak stasiun dari Mizuho ke Canal City **karena saya sama sekali tidak mengerti bahaasa Jepun, daripada mendengarkan/membaca nama terminal tempat di mana bus berhenti saat ini, lebih baik menghitung berapa banyak stasiun antara tempat asal dan tempat tujuan**</p>
<p style="text-align: justify;">[4] Menunggu bus datang dan naik, tidak lupa mengambil tiket di pintu masuk. **di tiket tertera bahwa terminal asal adalah nomer 27**</p>
<p style="text-align: justify;">[5] Memasang stop watch dan siaga jika waktu tempuh mendekati 17 menit **waktu kedatangan dan keberangkatan kereta di Jepun SANGAT tepat waktu dan untuk bus cukup tepat waktu**</p>
<p style="text-align: justify;">[6] Siaga melihat display tarif di depan bus dan bersiap turun ketika terminal nomer 27 sudah menunjukkan tarif sebesar 180 Yen.</p>
<p style="text-align: justify;">[7] Memperhatikan orang lain bagaimana cara membayar bus. **karena saya sama sekali tidak tahu bagaimana caranya**</p>
<p style="text-align: justify;">[8] Ketika waktu di stop watch sudah mendekati 17 menit dan tarif di display sudah menunjukkan angka 180, saya pun sibuk mencari papan bertuliskan Canal City Hakata-mae.</p>
<p style="text-align: justify;">[9] Setelah menemukan papan nama yang dimaksud dan setelah bus berhenti, saya pun bersiap turun.</p>
<p style="text-align: justify;">[10] Saya lalu memasukkan tiket ke kotak yang disediakan di sebelah sopir dan memasukkan koin 2 x 100 Yen ke lubang yang tersedia.</p>
<p style="text-align: justify;">[11] Ga berapa lama kemudian keluarlah kembaliannya.</p>
<p style="text-align: justify;">[12] Saya mengambil kembalian dan segera berjalan keluar bus.</p>
<p style="text-align: justify;">[13] Saya melihat kembaliannya, ternyata ada 1 x 100 Yen, 1 x 50 Yen, dan 5 x 10 Yen.</p>
<p style="text-align: justify;">[14] **kabuurrr**</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan berikut merupakan cara naik bus yang benar:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] Naek bus dari pintu belakang dan keluar melalui pintu depan (di sebelah sopir).</p>
<p style="text-align: justify;">[2] Ketika naik bus, ambillah tiket di mesin kecil yang ada di sebelah pintu. Nomer yang di-print di tiket menentukan berapa besar tarif yang akan dibayarkan ketika turun nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">[3] Display di dekat sopir menunjukkan nama terminal pemberhentian selanjutnya dan besarnya tarif dari masing-masing terminal asal. Untuk melihat besarnya tarif, tinggal cocokkan saja nomer yang ada di tiket dengan besarnya tarif di display.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/Bus-in-Japan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-842" title="Bus in Japan" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/Bus-in-Japan.jpg" alt="" width="175" height="281" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">[4] Ketika akan berhenti, pencetlah tombol merah di pinggir bus. Dengan memencet tombol merah, artinya ada penumpang yang mau turun di pemberhentian selanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">[5] Kita harus membayar tarif bus dengan menggunakan uang pas. Jika tidak memiliki uang pas, kita dapat menukarkannya terlebih dahulu di mesin penukar uang yang ada di sebelah sopir.</span></p>
<p style="text-align: justify;">[6] Ketika akan keluar, masukkan tiket dan uang pas ke dalam kotak yang ada di sebelah sopir.</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulan: Ternyata dengan mengikuti cara versi b0chun, Anda bisa naek bus secara GRATIS!!!</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/08/07/begini-seharusnya-cara-naek-bus-di-jepun/">Begini seharusnya cara naek bus di Jepun!!!</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2011/08/07/begini-seharusnya-cara-naek-bus-di-jepun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Am I a Kitty Lover?! (part 2)</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2011/07/04/am-i-a-kitty-lover-part-2/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=am-i-a-kitty-lover-part-2</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2011/07/04/am-i-a-kitty-lover-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 01:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[b0chun]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri SAKURA[ta]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[**lanjutan dari sini: Am I a Kitty Lover?! (part 1)** Kitty @ Sanrio Puroland, Tama Center, Tokyo, Japan: Make a wish: Calon adik ipar: Calon mertua: I ♥ Kitty~ (to be continued) **lanjutan di facebook** **lihat juga: Am I a Kitty Lover?! (part 1)** Am I a Kitty Lover?! (part 2) is a post from: GODISNOWHERE™<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/07/04/am-i-a-kitty-lover-part-2/">Am I a Kitty Lover?! (part 2)</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">**lanjutan dari sini: <a href="http://www.b0chun.com/blog/index.php/2011/07/03/am-i-a-kitty-lover/" target="_blank">Am I a Kitty Lover?! (part 1)</a>**</p>
<p style="text-align: justify;">Kitty @ Sanrio Puroland, Tama Center, Tokyo, Japan:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P113015811.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-735" title="P1130158" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P113015811.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P113018411.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-737" title="P1130184" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11301841.jpg" alt="" width="500" height="234" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302111.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-738" title="P1130211" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302111.jpg" alt="" width="500" height="497" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302211.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-739" title="P1130221" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302211.jpg" alt="" width="500" height="486" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302271.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-740" title="P1130227" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302271.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302291.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-741" title="P1130229" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302291.jpg" alt="" width="500" height="370" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302311.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-742" title="P1130231" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302311.jpg" alt="" width="500" height="393" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302361.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-743" title="P1130236" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302361.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302801.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-744" title="P1130280" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302801.jpg" alt="" width="500" height="429" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302851.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-745" title="P1130285" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302851.jpg" alt="" width="500" height="580" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302861.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-746" title="P1130286" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302861.jpg" alt="" width="500" height="419" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302881.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-747" title="P1130288" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302881.jpg" alt="" width="500" height="360" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302991.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-748" title="P1130299" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11302991.jpg" alt="" width="500" height="850" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303161.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-749" title="P1130316" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303161.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303171.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-750" title="P1130317" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303171.jpg" alt="" width="500" height="570" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303291.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-751" title="P1130329" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303291.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303361.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-752" title="P1130336" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303361.jpg" alt="" width="500" height="667" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303591.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-753" title="P1130359" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303591.jpg" alt="" width="500" height="354" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303931.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-754" title="P1130393" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303931.jpg" alt="" width="500" height="401" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303981.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-755" title="P1130398" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11303981.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-756" title="P1130401" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304011.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304041.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-757" title="P1130404" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304041.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304081.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-758" title="P1130408" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304081.jpg" alt="" width="500" height="742" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304101.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-759" title="P1130410" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304101.jpg" alt="" width="500" height="675" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304291.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-760" title="P1130429" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304291.jpg" alt="" width="500" height="426" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304791.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-761" title="P1130479" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304791.jpg" alt="" width="500" height="368" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304801.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-762" title="P1130480" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304801.jpg" alt="" width="500" height="682" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304821.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-763" title="P1130482" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304821.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Make a wish:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11301721.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-765" title="P1130172" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11301721.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Calon adik ipar:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11301811.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-764" title="P1130181" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11301811.jpg" alt="" width="500" height="815" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Calon mertua:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304711.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-766" title="P1130471" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304711.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">I ♥ Kitty~</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304681.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-767" title="P1130468" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304681.jpg" alt="" width="500" height="405" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304351.jpg">(</a>to be continued) **lanjutan di <a href="http://www.facebook.com/b0chun" target="_blank">facebook</a>**</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P113043511.jpg"><img class="aligncenter" title="P1130435" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11304351.jpg" alt="" width="500" height="358" /></a></p>
<p>**lihat juga: <a href="http://www.b0chun.com/blog/index.php/2011/07/03/am-i-a-kitty-lover/" target="_blank">Am I a Kitty Lover?! (part 1)</a>**</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/07/04/am-i-a-kitty-lover-part-2/">Am I a Kitty Lover?! (part 2)</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2011/07/04/am-i-a-kitty-lover-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Am I a Kitty Lover?! (part 1)</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2011/07/03/am-i-a-kitty-lover/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=am-i-a-kitty-lover</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2011/07/03/am-i-a-kitty-lover/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 13:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[b0chun]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri SAKURA[ta]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[&#62;&#62;&#62; lihat juga: Am I a Kitty Lover?! (part 2) &#60;&#60;&#60; iPhone 4 and me: Kitty in kimono @ Asakusa, Tokyo, Japan: Belanja pernak-pernik Kitty @ Harajuku, Tokyo, Japan: Kitty @ Shinjuku, Tokyo, Japan: Kitty @ Odaiba, Tokyo, Japan: Hello Kitty Cafe @ Seoul, South Korea Belanja pernak-pernik Kitty @ Harajuku, Tokyo, Japan: Swarovski @ Omotesando Hills, [...]<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/07/03/am-i-a-kitty-lover/">Am I a Kitty Lover?! (part 1)</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&gt;&gt;&gt; lihat juga: <a href="http://www.b0chun.com/blog/index.php/2011/07/04/am-i-a-kitty-lover-part-2/" target="_blank">Am I a Kitty Lover?! (part 2)</a> &lt;&lt;&lt;</p>
<p>iPhone 4 and me:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/164504_10150122807087214_673197213_7913746_1592748_n1.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-716" title="iPhone 4 with me" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/164504_10150122807087214_673197213_7913746_1592748_n1.jpg" alt="" width="345" height="576" /></a></p>
<p>Kitty in kimono @ Asakusa, Tokyo, Japan:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/219057_2036442635796_1386124254_32367135_7415539_o11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-717" title="Kitty in kimono" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/219057_2036442635796_1386124254_32367135_7415539_o1-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p>Belanja pernak-pernik Kitty @ Harajuku, Tokyo, Japan:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/77622_10150108034832214_673197213_7622657_5956594_o1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-728" title="Stationery Kitty" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/77622_10150108034832214_673197213_7622657_5956594_o1.jpg" alt="" width="442" height="332" /></a></p>
<p>Kitty @ Shinjuku, Tokyo, Japan:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/196945_10150158639692214_673197213_8364337_6019317_n1.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-718" title="Kitty @ Shinjuku" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/196945_10150158639692214_673197213_8364337_6019317_n1.jpg" alt="" width="414" height="387" /></a></p>
<p>Kitty @ Odaiba, Tokyo, Japan:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/39580_497240507213_673197213_7280217_5172700_n1.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-719" title="Kitty @ Odaiba" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/39580_497240507213_673197213_7280217_5172700_n1.jpg" alt="" width="432" height="324" /></a></p>
<p>Hello Kitty Cafe @ Seoul, South Korea</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_018711.jpg"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_018711.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-720" title="@ Hello Kitty Cafe" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_01871-1024x832.jpg" alt="" width="491" height="399" /></a><br />
</a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/cup-of-kitty1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-721" title="A cup of Kitty" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/cup-of-kitty1.jpg" alt="" width="384" height="290" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_019411.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-722" title="@ Hello Kitty Cafe" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_01941-1024x703.jpg" alt="" width="491" height="338" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_019511.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-723" title="@ Hello Kitty Cafe" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_01951-1024x822.jpg" alt="" width="491" height="394" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_019611.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-724" title="@ Hello Kitty Cafe" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_01961-991x1024.jpg" alt="" width="476" height="491" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_019711.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-725" title="@ Hello Kitty Cafe" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_01971-759x1024.jpg" alt="" width="455" height="614" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_019911.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-726" title="@ Hello Kitty Cafe" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_01991-1024x884.jpg" alt="" width="491" height="424" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_020011.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-727" title="@ Hello Kitty Cafe" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_02001-1024x827.jpg" alt="" width="491" height="397" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Belanja pernak-pernik Kitty @ Harajuku, Tokyo, Japan:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/77622_10150108034832214_673197213_7622657_5956594_o11.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-728" title="Stationery Kitty" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/77622_10150108034832214_673197213_7622657_5956594_o1-1024x768.jpg" alt="" width="491" height="369" /></a></p>
<p id="id_4e1073fb37a741108284663">Swarovski @ Omotesando Hills, Tokyo, Japan:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_00571.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-731" title="Swarovski_001" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_00571.jpg" alt="" width="431" height="541" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Swarovski @ Harajuku, Tokyo, Japan:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_00601.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-732" title="Swarovski_002" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/IMG_00601.jpg" alt="" width="410" height="726" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11305021.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-733" title="Swarovski_003" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11305021.jpg" alt="" width="420" height="1016" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11305051.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-734" title="Swarovski_004" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/P11305051.jpg" alt="" width="448" height="1166" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">**silakan lihat lanjutannya di sini: <a href="http://www.b0chun.com/blog/index.php/2011/07/04/am-i-a-kitty-lover-part-2/" target="_blank">Am I a Kitty Lover?! (part 2)</a>**</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/07/03/am-i-a-kitty-lover/">Am I a Kitty Lover?! (part 1)</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2011/07/03/am-i-a-kitty-lover/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah siapa?!</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2011/06/29/salah-siapa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=salah-siapa</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2011/06/29/salah-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 22:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ivan Prasetya]]></category>
		<category><![CDATA[Re-search Methods for Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=697</guid>
		<description><![CDATA[Salah siapa?! is a post from: GODISNOWHERE™<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/06/29/salah-siapa/">Salah siapa?!</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/pusing-metlit1.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-698" title="pusing metlit" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/pusing-metlit1.jpg" alt="" width="333" height="333" /></a></p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/06/29/salah-siapa/">Salah siapa?!</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2011/06/29/salah-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Sakit **rumah = home, sakit = sick**</title>
		<link>http://www.b0chun.com/blog/2011/06/28/rumah-sakit-rumah-home-sakit-sick/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rumah-sakit-rumah-home-sakit-sick</link>
		<comments>http://www.b0chun.com/blog/2011/06/28/rumah-sakit-rumah-home-sakit-sick/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 14:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[John Mandrake]]></category>
		<category><![CDATA[My LIFE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.b0chun.com/blog/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Karena tsunami Jepang yang terjadi tanggal 11 Maret 2011 lalu, saya memutuskan untuk tinggal dulu sementara waktu di Bandung pada 22 Maret 2011 &#8211; 19 Mei 2011. Berikut adalah cuplikan percakapan yang terjadi setelah saya kembali ke Jepang: &#8220;Seriusan loe pengen pulang lagi?! Kan ini baru beberapa hari doank di Jepun.&#8221; &#8220;Iya beneran gua pengen cepet-cepet [...]<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/06/28/rumah-sakit-rumah-home-sakit-sick/">Rumah Sakit **rumah = home, sakit = sick**</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Karena <a href="http://www.b0chun.com/blog/index.php/2011/03/12/tsunami-japan-8-9-sr/" target="_blank">tsunami Jepang</a> yang terjadi tanggal 11 Maret 2011 lalu, saya memutuskan untuk tinggal dulu sementara waktu di Bandung pada 22 Maret 2011 &#8211; 19 Mei 2011. Berikut adalah cuplikan percakapan yang terjadi setelah saya kembali ke Jepang:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Seriusan loe pengen pulang lagi?! Kan ini baru beberapa hari doank di Jepun.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya beneran gua pengen cepet-cepet pulang, uda ga betah diem di sini. Kayanya ini gara-gara kemaren kelamaan diem di Bandung dech.&#8221;</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/Pengen-pulang.jpg"><img class="size-full wp-image-792 aligncenter" title="Pengen pulang" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/Pengen-pulang.jpg" alt="" width="327" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Aneh bin ajaib bukan sodara-sodara?! Baru aja beberapa hari meninggalkan rumah, koq sekarang uda homesick lagi?! Padahal waktu dulu pertama dateng boro-boro dech inget rumah, maen terus aja kepikirannya HaHaHa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah bertapa 7 hari 7 malam sambil merenung di dalam WC, akhirnya saya menemukan beberapa petuah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">Alasan pertama mengapa saya lebih memilih tinggal di Indonesia adalah karena 90% makanan Jepun dapat ditemui di Indonesia (khususnya Bandung), sedangkan 90% makanan Indonesia tidak dapat ditemui di Jepun. Yach, hal ini tentunya membuat saya selalu kangen dengan Bandung-ku tercinta. Dua bulan saya berada di Bandung dan ada dua hal rutin yang selalu saya lakukan setiap hari: [1] lunch dengan menu masakan tradisional Indonesia, dan [2] dinner di cafe-cafe terkenal <del>yang memberikan promo diskon 50%</del>. Saat ini ketika saya sudah kembali ke Jepun, hal tersebut tidak dapat lagi saya lakukan. Di sini, setiap harinya saya hanya makan makanan yang itu-itu saja, dengan rasa yang hambar tentunya. Sebenarnya makanan di sini banyak sekali variasinya, tetapi menurut saya rasanya tidak jauh berbeda, alias: **bosen chuy**</p>
<p style="text-align: justify;">Alasan kedua datangnya dari kerabat-kerabat terdekat. Hingga saat ini saya telah membina persahabatan dengan banyak orang dan banyak waktu saya dihabiskan bersama mereka. Ketika saya harus meninggalkan Bandung dan melanjutkan study di Jepun, saya merasakan ada sesuatu yang hilang. Jika saya biasanya bisa makan siang/makan malam bersama teman-teman saya, sekarang saya jauh dari mereka dan saya harus melakukannya sendirian. Jika setiap minggu saya rutin bermain futsal dan bad-mint-on, sekarang olah raga rutin yang saya lakukan adalah bersepeda atau lari dari apartemen ke kampus. Jika setiap malam minggu saya selalu berkumpul bersama teman-teman saya, sekarang yang bisa saya lakukan hanyalah kencan dengan laptop tercinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena beberapa alasan tersebut, kepulangan saya ke Bandung beberapa waktu yang lalu sempat meninggalkan kesan amat mendalam. Salah satunya ketika ada beberapa orang teman saya dari luar kota yang sengaja datang ke Bandung hanya untuk menemui saya dan mentraktir makan. Tentu saja saya sangat menghargai mereka. Tau peribahasa ini kan: the best gift you can give to someone is your time, because you&#8217;re giving them something you can never get back. **Oh my God!!!** Seniat itukah mereka?!</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika di Bandung, saya sempat menghadiri beberapa undangan pernikahan. Hari itu, teman saya menikah. Mungkin pernikahannya adalah private party, sehingga hanya beberapa teman dekat saja yang diundang dan saya termasuk salah satunya. **terharu** Bahkan hebatnya, saya juga sempat diundang oleh seseorang yang saya sendiri juga belum kenal, karena sebelumnya kita hanya sempat beberapa kali berkirim email. **setidaknya dia menghargai saya yang membantunya menyusun tugas akhir**</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, ada beberapa teman yang tiba-tiba memberi &#8216;hadiah&#8217; kepada saya. Ada yang membawakan berbagai jenis makanan kesukaan saya, ada pula yang memberi saya cross stitch dan kue hasil buatan sendiri. **terharu saya dibuatnya** Terima kasih Tuhan karena Engkau telah memberikan teman-teman yang sangat care kepada saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur saja, selama saya hidup, saya baru dua kali merasakan perasaan seperti ini: [1] ketika saya akan berangkat ke Jepun (waktu itu hampir semua kerabat dekat saya memberikan ini-itu kepada saya, hingga saya pusing dibuatnya dan menuliskan status ini di <a href="http://www.facebook.com/b0chun" target="_blank">facebook</a>: &#8220;Tahukah kamu bahwa sebagian besar barang yang kubawa adalah pemberian kalian semua?! Mulai dari tas, kaos kaki, bolpen, jaket, sweater, syal, Polo/T-Shirt, kemeja, dompet, dasi, laser pointer, kamus, sabun, _______, sampai celana dalem juga ada&#8230; Terima kasih banyak kepada keluarga besar dan teman2x yang selalu mendukungku.&#8221;), dan [2] ketika Maret 2011 kemarin saya pulang ke Indonesia (waktu itu saya merasakan banyak sekali orang yang care kepada saya, baik itu merupakan orang yang telah lama saya kenal. maupun orang yang baru saja saya kenal). Mungkin hanya saya sendiri yang dapat merasakan perasaan seperti itu, tetapi intinya satu: **saya benar-benar terharu dibuatnya**</p>
<p style="text-align: justify;">Selama dua bulan di Bandung, saya banyak berkenalan dengan orang-orang baru. Ternyata, beda grup main itu beda juga loh culture-nya. Suatu waktu, ketika baru berkenalan, ada seorang anak dari grup lain yang memecahkan gelas di sebuah cafe dan dia harus menggantinya dengan harga yang cukup mahal. Entah mengapa, tanpa mengeluh sedikit pun, kami semua akhirnya dengan sukarela menyumbangkan uang untuk biaya gelas yang pecah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya membahas hal ini karena permasalahan tersebut menimpa orang yang baru saja saya temui. Saya berpikir . . . andai saja . . . yach, andai saja yang memecahkan gelas adalah orang tua saya, walau pada akhirnya saya rela mengeluarkan uang untuk mengganti gelas yang dipecahkan, mungkin pada awalnya saya akan bersungut-sungut karenanya.</p>
<p style="text-align: justify;">That&#8217;s not a story, guys!!! That&#8217;s REAL!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah secara tidak sengaja, ketika sedang berjalan di tempat umum, kalian menyenggol seseorang tidak dikenal hingga dia terjatuh dan tanpa berpikir panjang kalian cepat-cepat  meminta maaf sambil membantunya bangkit berdiri?! Tetapi jika seseorang tidak dikenal itu adalah orang tua kalian, mungkin kalian akan berkata seperti ini, &#8220;Ngapain sich berdiri ngalangin jalan?!&#8221; **padahal jelas-jelas kalian yang salah**</p>
<p style="text-align: justify;">Jika hal tersebut pernah terjadi pada kalian, saya yakin bahwa orang tua kalian akan diam saja. Tetapi, di hati kecilnya mereka pasti akan menangis dan sedih karenanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, di hati kecil saya, ada suatu perasaan bersalah yang saya rasakan. Saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, mengapa saya begitu mudahnya terharu pada kebaikan kecil yang dilakukan orang-orang di sekitar saya kepada saya, padahal orang-orang itu belum tentu sudah kenal lama dan kenal dekat dengan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika ada teman saya yang sengaja datang dari luar kota untuk bertemu dengan saya, saya terharu. Ketika ada teman saya yang memberikan berbagai macam barang kepada saya, saya terharu. Ketika ada orang yang sengaja membuatkan makanan khusus untuk saya, saya terharu. Padahal mungkin mereka baru kali ini saja melakukannya kepada saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bandingkan dengan kedua orang tua saya. Ketika saya sedang sakit, mereka selalu ada buat saya, walau di tengah malam sekalipun. Ketika sudah lewat tengah malam dan saya belum pulang ke rumah, mereka selalu menelepon saya, tetapi saya pasti menjadi kesal karenanya. Ketika saya mau meneruskan study, mereka selalu mendukung saya, walaupun kondisi keuangan mereka juga sedang tidak baik. Seringkali mamih saya sengaja masak makanan untuk saya, tetapi saya jarang makan di rumah. Jika diuraikan, masih banyak lagi pengorbanan kedua orang tua saya untuk anak semata wayangnya ini, tetapi saya?! Biasa aja tuh, malah terkadang saya merasa risih.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya baru tau sekarang, bagaimana rasanya jauh dari orang-orang yang kita cintai, yang kita sayangi. Saya benar-benar bersyukur kepada Tuhan, karena dengan kepergian saya ke Jepun, saya bisa banyak belajar tentang hidup. Hiduplah untuk belajar, maka kita akan benar-benar belajar untuk hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata, di Bandung ada banyak orang-orang spesial yang membuat saya ingin segera pulang, sekaligus menguatkan saya agar tetap bertahan di sini. Melalui tulisan ini, saya ingin menghimbau kita semua agar kita selalu mencintai kedua orang tua kita selagi kita masih dapat melakukannya, jangan sampai kita menyesal kemudian. Selalu ingatlah pada hal berikut: Boyfri[end], girlfri[end], and fri[end] have the end, except for FAMILY:</p>
<h2 style="text-align: center;">[F]ather [A]nd [M]other, [I] [L]ove [Y]ou</h2>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/my-family1.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-693" title="my family" src="http://www.b0chun.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/my-family1.jpg" alt="" width="518" height="346" /></a></p>
<p style="text-align: center;">**happy family**</p>
<p><a href="http://www.b0chun.com/blog/2011/06/28/rumah-sakit-rumah-home-sakit-sick/">Rumah Sakit **rumah = home, sakit = sick**</a> is a post from: <a href="http://www.b0chun.com/blog">GODISNOWHERE™</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.b0chun.com/blog/2011/06/28/rumah-sakit-rumah-home-sakit-sick/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

