May 02 2009
Aku begini itu karena kamu!!!
Tulisan di bawah ini dibuat berdasarkan kenyataan, isinya tidak dilebih-lebihkan dan tidak dikurang-kurangi, semuanya ditulis sesuai dengan fakta yang ada… *Setelah membaca keseluruhan isi tulisan ini, SUMPAH gua juga ga ngerti sebenernya apa maksud dibuatnya tulisan ini… Semuanya seperti ada yang mengontrol jari-jariku untuk menulis semuanya ini…*
Namaku Ivan. Aku dilahirkan di Jakarta pada tanggal 6 Agustus 1985. Semasa kecil, kehidupan keluargaku berantakan, buktinya:
-
Waktu TK, aku sempat bikin gang anak nakal gitu dech di sekolah. Udah jelas lah tiap hari kerjaannya ngebikin nangis anak orang mulu, sampe-sampe banyak orang tua murid yang laporan ke guru tentang ulahku tersebut.
-
Waktu aku masih kecil, papa mamaku adalah perokok berat. Kaya kereta api banget dech pokonya, ngerokoknya ga berenti-berenti. Aku pun waktu umur 4 tahun perna tuh iseng-iseng mencoba rokok, bukan dihisap, tapi ditiup, sampe batuk-batuk. Mungkin karena trauma tersebut, sampai detik ini aku benci banget sama yang namanya rokok.
-
Waktu ulang tahunku yang ke-4, ada perayaan di rumahku di Jakarta. Saking nakalnya aku, saat itu aku memukul pembantuku dengan kayu besar. Setelah itu aku membuat nangis 2 anak tetangga sampe dimarahin papi-maminya.
-
Aku pernah iseng-iseng masukin rante doggie ke sikring pusat, alhasil waktu itu terjadi korsleting hebat dan aku kesetrum parah.
-
Karena kenakalanku, aku pernah dimasukkan ke dalam drum besar, lengkap dengan tutupnya. Walaupun aku menangis sejadi-jadinya dan meronta-ronta sekuat tenaga juga, tetap aja tenaga si papi masi menang.
-
Aku pernah hampir tewas karena terjatuh dari mobil yang sedang melaju kencang. Tetapi untunglah Tuhan berkehendak lain. Aku hanya lecet-lecet saja sekitar kaki dan tangan, tetapi selama seharian itu, serasa ada banyak pasir di dalam mulutku ngga ilang-ilang gatau kenapa.
-
Di dekat rumahku dulu, ada kali besar. Dalamnya mungkin bisa mencapai 1,5 meter dan airnya mengalir deras. Karena kenakalanku, tetangga sebelah rumahku pernah hampir tewas karena tercebur ke kali tersebut. Untunglah dia masi bisa berpegangan pada pipa air dan berhasil diselamatkan oleh tukang becak.
-
Suatu malam di rumahku, ketika aku sedang berada di atas tempat tidur: Terdengar suara tembakan dan kata-kata makian dari luar rumah. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi aku tahu suara itu datangnya dari papiku dan dua orang lainnya yang entah siapa. Tetapi yang jelas, keesokan harinya aku bisa melihat bekas luka di lengan papiku.
-
Aku pernah berantem dengan mamiku, sempat kejar-kejaran keliling komplek, pernah mencuri mainan di penjual mainan di sekolah ketika kelas 1 SD, sering bolos ekskul, pernah dijemur seharian di tengah lapangan sekolah, dan masih banyak lagi kenakalan-kenakalanku ketika SD dahulu.
Kejadian tersebut terjadi sebelum aku kelas 2 SD. Mungkin ketika aku kelas 2 SD, kedua orang tuaku mulai bersungguh-sungguh ikut Tuhan dan bertobat (sampai sekarang dan selama-lamanya, Amin!!!) Mereka yang tadinya sering memarahiku karena kenakalanku, sekarang mulai mendidikku dengan kasih sayang. Mereka pun sejak saat itu 100% berhenti merokok. Aneh memang, seorang perokok aktif dalam hitungan hari bisa berhenti merokok total (sampai detik ini dan selama-lamanya, Amin!!!), tetapi itulah karunia Tuhan!!! Thankx God for saving our family…
Kami sekeluarga pindah ke Bandung saat aku kelas 3 SD. Di Bandung kami aktif ke gereja di Gereja Imamat Rajani selama 4 tahun, lalu pindah ke GBI Api Kemuliaan-Nya. Melalui berbagai pelayanan, kami bisa bertumbuh dengan baik di sini. Aku memiliki banyak sahabat dekat yang selalu men-support-ku. Ketika awal kuliah, nama GBI Api Kemuliaan-Nya diganti menjadi GBI Kebonjati. Aku pun makin disibukkan oleh urusan gereja (dalam seminggu minimal 5 hari aku menyempatkan diri datang ke gereja), hingga suatu saat aku menjabat sebagai bendahara remaja.
Ada mungkin aku pelayanan di sini selama 5 tahun, tetapi ketika menjabat sebagai bendahara, aku baru tahu sifat asli teman-teman satu pelayananku. Uang yang seharusnya digunakan untuk pelayanan, malah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Melihat hal tersebut, jelas saja aku marah. Aku ga terima dan menentang mereka semua. Tetapi apa yang terjadi? Aku justru malah dikucilkan di sana sini. *Mendadak jadi inget nasehat si Thomas, Pa Wisnu, dkk.* Entah kenapa, pada saat yang bersamaan juga kedua orang tuaku ada kasus berat dengan seseorang di gereja. *Thankx H-J yang waktu itu uda mau merelakan rumahnya sebagai tempat nangisku, thankx juga buat semua saudara-saudara yang sudah men-support-ku…* Tidak pikir panjang lagi, aku pun lalu memutuskan untuk keluar secara paksa. Semua orang termasuk gembala sidangku saat itu concern banget menanggapi hal ini. Dalam 1 minggu kayanya ada kali 14 kali mereka kunjungan ke rumahku.
Tetapi aku tetap memutuskan untuk mundur dengan memberikan beberapa alasan, dan saat ini aku bersyukur banget karena setelah 6 bulan sejak kepergianku, di gereja tersebut ada beberapa kasus berikut:
-
Hampir semua orang mantan teman gerejaku tersebut sepertinya memusuhiku, entah ada gosip apa di sana, tetapi itulah yang sungguh-sungguh aku rasakan.
-
Ada pembimbing rohaniku (ceweq) yang pindah agama karena kawin dengan orang agama seberang.
-
Ada 2 orang kakak rohaniku, yang aktif banget pelayanan, ternyata malah meraih gelar MBA tanpa melalui jalur pendidikan. Mereka hamil di luar nikah.
-
Aku menyebut Natal tahun itu sebagai Natal berdarah. Di malam itu, ada 2 orang yang mengeluarkan darah karena berantem di dalam gereja pada saat acara Natal sedang berlangsung. Masalahnya sich sepele, hanya karena memperebutkan ceweq. Ternyata biang keroknya adalah pembimbing rohaniku dulu (cowoq).
-
Ada beberapa kasus pencurian properti gereja (salah satunya adalah misteri hilangnya komputer gereja) yang ternyata dilakukan oleh seorang pengurus pemuda (kalo ga salah).
-
Ada kasus penipuan yang dilakukan seorang pengurus gereja terhadap jemaat (urusan bisnis).
-
Tak heran jika akhirnya banyak juga jemaat yang ‘kabur’ dari sana ke tempat lain. Untung dech aku uda kabur duluan sebelom hal-hal tersebut menimpaku haha…
-
Selanjutnya, aku tidak tahu ada kasus apa lagi yang terjadi di sana. Tetapi aku merasa bersyukur banget dech uda bisa lepas dari sana. Ini gereja koq kesannya kaya penjara gitu yach?! Ckckck…
Walaupun aku sudah tidak di situ, tetapi aku masih memiliki banyak mata-mata yang dapat dipercaya. Semenjak kabur dari sana, aku jadi males banget ke gereja. Kesal banget dech rasanya sama orang-orang yang ngakunya alim, tapi kelakuan kaya setan.
Tak mudah bagiku untuk memaafkan mereka semua. Kecewa berat aku sama yang namanya gereja. Berbagai dukungan pun datang silih berganti. *Thankx banget lah pokonya buat semua yang uda dukung aku.* Tetapi, sungguh Tuhan itu baik. Walaupun aku tidak setia, tetapi Dia selalu setia. Kasih-Nya tidak pernah meninggalkanku.
?Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.” (1 Yoh 2:9-10)
Selama beberapa tahun hidupku berantakan. Tetapi untunglah sedikit demi sedikit aku mulai bisa memaafkan mereka. Aku belajar untuk tidak melihat-lihat lagi masa lalu dan mulai membuka lembaran baru. Dan Tuhan memberikan orang-orang ini yang membuatku banyak belajar tentang kehidupan:
-
My mother: Thankx, Mih!!! Mamih adalah the best mother in the world. Aku bisa seperti sekarang ini itu semuanya karena mamih. Kamulah orang yang selalu mengajariku banyak hal. Walaupun aku nakal dan sering membuatmu khawatir, tetapi mamih hampir ga pernah marah. Mamih selalu mengerti keadaanku. Mamih selalu mengorbankan segalanya untukku. Walaupun mamih lapar dan tidak ada makanan juga, mamih rela memberikan makanannya untukku. I love you so much, My Mom!!! Kamulah orang yang mengajariku apa itu kasih yang sesungguhnya. Mamih juga merupakan pembimbing rohaniku. Ketika aku malas ke gereja, ia selalu menyemangatiku. Ketika aku kesal dengan mantan teman gerejaku, ia selalu mendoakanku agar aku dapat memaafkan mereka. Setiap hari ia selalu berdoa untukku. Apapun itu. Ia selalu berdoa untuk seluruh segi kehidupanku. Ternyata benar lagu Nikita: ‘Di doa ibuku namaku disebut’
-
My father: Walaupun papih sering memarahiku, tetapi aku tahu itu adalah cara papih mendidikku. Aku tahu papih ga pengen sesuatu yang buruk menimpaku, karenanya papih memarahiku. Papih rela memberikan semuanya untukku, walaupun hal tersebut terasa berat bagi papih. Thankx, Dad!!! I love you so much…
-
Pa Wisnu: Bapak adalah orang yang menyebalkan, kalo kasi soal susah-susah, kalo kasih nilai pelit banget, kalo ditanya skripsi malah balik nanya ke saya, malah sempat melarang saya membuat penelitian tentang generic brand. Tetapi, thankx banget, Pa!!! Saya tahu itu semua adalah yang terbaik buat saya. Sebenarnya walaupun soal-soal yang Bapak kasi itu relatif susah, tetapi Bapak adalah seseorang yang ADIL!!! Hal itu jugalah yang memacu saya untuk belajar dan belajar lagi sampai saya bisa seperti sekarang ini. Bapak juga bukanlah tipe dosen yang asal mengajar, tetapi Bapak adalah tipe dosen yang mendidik, tidak mau langsung memberikan jawaban tetapi memacu kita untuk kreatif, karena sebenarnya itulah inti dari pendidikan. Bapak pernah melarang saya melakukan penelitian tentang generic brand juga karena Bapak sayang sama saya, Bapak tahu bahwa topik tersebut susah dan takut saya tidak mampu mengerjakannya, tetapi saya telah membuktikan hasilnya, Pak!!! Itu semua karena ANDA!!! Bapaklah yang telah mengajarkan saya banyak hal, bukan sekadar tentang Marketing dan Metlit saja, tetapi juga tentang kehidupan. Satu hal yang saya salut dari Bapak: Walaupun pintar dan berwawasan luas, tetapi Bapak tidak sombong dan pelit. Buktinya, walau kadang saya suka menanyakan pertanyaak ‘cetek’ juga tetapi Bapak selalu mau menjelaskannya secara antusias. Thankx, Pa!!! Banyak hal telah saya pelajari dari ANDA!!!
Melalui berbagai tulisanku di blog ini, banyak orang berterima kasih kepadaku karena menurut mereka, artikelku tersebut dapat membuka pikiran mereka, padahal aku sendiri juga tidak menyadarinya. Walaupun mungkin kalian juga tidak sadar, tetapi inilah beberapa orang yang telah merubah pola pikir dan mungkin juga telah merubah hidupku:
-
Faustine: Orang inilah yang telah mengajariku banyak hal tentang arti cinta yang sesungguhnya. Sebagian besar artikel tentang cinta di blog ini terinspirasi karena orang ini.
-
Julia: Pertama kali kenal sama anak ini gara-gara kelas SKB kayanya. Aku yang ga pernah nyatet dan selalu pinjem catetan dia. Ketika mau ujian ga ngerti juga dia rela mengorbankan waktunya demi ngajarin aku. Dan aku bisa lulus SKB juga itu semua karena jasa-jasanya. *Weqz, kaya pahlawan aja loe, Nyet!!!* Julia ini anaknya baek banget, karenanya, sama sepertiku, tak jarang kami memiliki banyak teman palsu, teman yang datang cuman kalo lagi butuh doank. Walaupun dia pintar, tetapi tak jarang dia suka pesimis akan segala sesuatunya. Walaupun dia cantik, ternyata dia juga sering minder. Aneh yach?! Menurutku dia ini termasuk tipe orang yang tidak tahu bahwa sebenarnya dia tahu. Kadang dia meragukan kemampuannya sendiri, padahal sebenarnya dia mampu meraih apa yang ingin dia raih. Banyak hal tentang positive thinking aku ajarkan kepada Faustine dan Julia, tetapi ternyata orang yang paling merasakan hasil dari ceramahku tersebut sepertinya bukanlah mereka berdua, melainkan diriku sendiri. Sering juga aku bete karena suatu hal, ternyata mereka berdua malah balik ceramah tentang hal-hal yang pernah aku ceritakan ke mereka. Yach, mungkin inilah yang disebut sebagai hukum alam itu. That’s what a friend are for…
-
Thomas: Dia adalah orang yang membuatku jadi suka nonton film di bioskop. Dia jugalah orang yang suka sharing denganku seputar masalah kehidupan. Dia sering menasehatiku dalam banyak hal. Thankx, buddy!!! Setidaknya jika aku ingin bercermin, aku bisa datang kepadanya haha…
-
Jimmy: Dia sebenarnya adalah sahabat pertamaku. Aku kenal dia ketika kelas 1 SMP dan masih bersahabat dekat sampai sekarang. Anaknya baik, agak pendiam, dan tak pernah marah. Banyak suka-duka kita lalui bersama dan banyak pula kejadian-kejadian konyol kita alami, seperti: “Oh, Fruit Tea ga ada!!! Adanya Pop Mie!!!” Dia banyak berperan dalam pembentukkan karakterku sehingga aku bisa menjadi seperti sekarang ini: suka ngegaring, jayus, ngerasa sok ganteng, narsis, dsb. Salahkan dia aja yach kalo ada yang protes!!!
-
Soso & Hentay: Dia adalah teman mainku sejak kelas 2 SMA dulu. Pokonya, segala sesuatu yang buruk datangnya dari mereka berdua aja. Mulai dari kebiasaan suka ngalong, kebiasaan begadang maen game, kebiasaan pulang subuh, kebiasaan ga tidur, dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. But, thankx buddy!!! You bring me a colorful life!!!
-
Dhe-Dhe: Ini adalah orang yang kalo ngomong ga pernah dikontrol, ceplas-ceplos banget, dan sialnya: biasanya yang dia omongin itu benar adanya. Dia sering banget menularkan paham-pahamnya yang aneh ke teman-temannya dan sialnya sering juga kita termakan oleh omongan-omongannya karena tidak memiliki kata-kata untuk menyangkalnya. Huks… Walaupun kesannya suka banyak omong, tetapi sebenarnya dia adalah orang yang rendah hati, dia selalu sadar dan mau mengakui segala kekurangannya. Patut diacungkan jempol dan patut untuk ditiru dech pokonya. Di samping itu, anak yang satu ini juga boros tiada tara. Dan kebiasaan buruk itu pun ternyata sekarang telah menular kepadaku huahuahua…
-
Yowan: Babi yang satu ini sebenernya mudah banget bersosialisasi dengan ceweq. Tapi karena keahliannya tersebut, dia juga seringkali mengalami masalah-masalah dalam kehidupannya. Ayo, Yow!!! Jangan suka mengeluh aja!!! Inget kata-kata gua: Selalu positive thinking!!! And everything will be allright… Mungkin tidak ada hal yang cukup berarti yang bisa aku pelajari dari dia, tetapi ternyata kehadirannya mampu menghadirkan orang-orang yang mampu memberikan pengaruh dalam kehidupanku.
-
Jane & Maureen: Mungkin dua orang inilah yang telah berhasil membuktikan kata-kataku, bahwa dengan usaha yang maksimal dibarengi oleh pikiran yang positif (plus doa tentunya), maka apa yang tadinya kita pikir tidak mungkin, justru hal itulah yang terjadi. Impossible means: I’mPossible!!! Thankx juga uda jadi teman curhatku selama ini…
-
Tjung Han: Kalo guru ibaratnya adalah pahlawan tanpa tanda jasa, kalo Tjung Han ibaratnya adalah pahlawan tanpa jasa. Misalnya saja kita lagi jalan di trotoar, terus ada mobil melintas, kalo dia ada di sebelah kita dijamin dech dia langsung narik kita dan berkata: “Awas, mobil!” Dan tentu saja kita akan refleks menjawab: “Ini kan trotoar, Cung!!!” Tetapi apapun itu, dia merupakan orang yang paling setia kawan. Untuk semuanya harus belajar sama dia dalam hal memegang janji. Selama aku kenal dengannya, dia belom pernah dech kayanya ingkar janji. Kalo dia uda bilang mau datang ke tempat A, ada hujan badai kek, ga ada kendaraan kek, ga peduli apapun itu, walaupun terkadang suka ngaret, tetapi percaya dech: Dia pasti datang!!!
-
Riema: Aku sendiri gatau apa dampaknya bagi kehidupanku, tetapi satu hal yang pasti: anak ini mampu memberikan pengaruh yang signifikan bagi sahabat-sahabatku, dan tentunya hal tersebut juga akan berpengaruh terhadapku secara tidak langsung.
-
Emon & Chan Lung: Orang-orang inilah yang banyak mengajariku seputar masalah komputer, mulai dari masalah hardware, software, dan masalah-masalah ga penting lainnya. Aku yang jadi rada ga gaptek ini pun tak lepas dari usaha keduanya haha…
-
Welly: Ini adalah temanku yang ga bisa marah… Walaupun uda dijailin segimana parahnya juga, dia pasti akan selalu tersenyum… Sabar banget gitu dech anaknya… Murah hati dan tentu saja murah senyum hehe…
-
Tamu-tamu tak diundang: Thankx banget buat teman-teman semasa kuliah dan mereka-mereka yang sudah mempercayakan skripsinya untuk aku corat-coret. Kalianlah yang telah membuat diriku yang seperti sekarang ini.
-
Dan masih banyak lagi nama-nama lainnya yang tidak dapat dituliskan satu-persatu.
Daftar di atas adalah orang yang telah membuatku seperti aku yang ada sekarang ini. Layaknya virus, mereka adalah orang-orang yang dapat menularkan ’sesuatu’ kepada lingkungannya. Dampaknya pun signifikan. Selain orang-orang di atas, ternyata ada beberapa orang lagi yang sebenernya ga deket-deket amat, tetapi melalui perilakunya, ternyata dapat membawa dampak yang positif bagiku:
-
Heli: Orang ini selalu berusaha menyemangatiku di saat aku lagi bete, di saat aku lagi stress, dsb. Thankx, Heli!!!
-
Verina & Kus Shel: Kalo aku lagi bete dan butuh teman ngobrol, seneng banget rasanya kalo bisa cerita-cerita bareng mereka berdua. Mereka adalah orang-orang yang selalu ceria dan sepertinya hampir ga pernah bete dech. Ternyata keceriannya tersebut bisa menular padaku dan membuatku yang lagi bete menjadi ceria kembali hahaha… Mungkin kalian ga sadar, tetapi itulah yang sering kurasakan.
-
Sheila: Ini adalah orang yang selalu bisa mengucap syukur dalam segala hal, untuk segala macam situasi dan kondisi. Dia juga selalu bersandar dan menyerahkan semuanya pada Tuhan!!! Ternyata kehadirannya bisa menjadi berkat bagi kehidupanku!!!
Ternyata, jika aku perhatikan, keempat orang di atas adalah orang yang rajin banget ke gereja. *Maap salah, ini bukan ukuran yang tepat!!!* Mereka adalah orang yang rajin bersekutu sama Tuhan dan ternyata mereka semua dapat memberikan dampak yang positif bagi hidupku: Sejak beberapa waktu yang lalu aku sudah memutuskan untuk bertobat dan bersungguh-sungguh lagi ikut Tuhan kaya dulu… AMIN!!!
“Tuhan, saat ini aku bertobat dan mau berbalik lagi ke jalan-Mu… Aku juga ingin diberkati untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekelilingku… Amin!!!”
Honestly speaking, sebenarnya aku pribadi juga gatau kenapa aku menulis tulisan ini… Ketika saku memulai menulis, aku justru gatau mau dibawa ke mana tulisan ini… Menit demi menit pun berlalu, sehingga akhirnya terbitlah artikel yang panjang ini… Adapun pesanku hanyalah satu:
Lingkungan kita akan mempengaruhi segala pikiran, sikap, dan perilaku kita… Oleh karena itu, pintar-pintarlah cari teman dan membina hubungan, sebab ada tertulis:
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33)
“Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)





Di negeri aslinya (Colorado) pun ada peringatan: “If you’re wearing crocs™, Be Careful!!!” Di Indonesia sendiri (khususnya di Jakarta dan Bandung), kita juga dapat melihat peringatan berikut di mall-mall: 



