Beasiswa NTUST

Entah mengapa, beberapa saat yang lalu mendadak saya teringat akan blog lama saya di WordPress. Iseng-iseng saya membukanya dan menemukan postingan dengan judul ‘Beasiswa NTUST’ berikut:

Hari ini, tanggal 9 Januari 2009, ada berita gembira dari seorang sahabat saya. Ternyata dia berhasil mendapatkan beasiswa di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Barusan saya sudah cek di website-nya dan nama dia ada di urutan ke-32. Selamat yach, teman!!! Semoga sukses di sana.

Btw, saya juga mau coba ke sana ah. Walaupun IPK-ku jelek dan TOEFL-ku ancur, tapi aku harus berusaha dulu semaksimal mungkin untuk mencoba. Jangan bicara ga mungkin ga mungkin dulu. Ingat, ga mungkin itu bahasa Inggris-nya: ImPosibble (baca: I’mPosibble), yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi: Saya mungkin!!!

Untuk itu, hal pertama yang harus saya lakukan adalah mencari info beasiswa dari kampus NTUST dulu tentunya. Lalu, hal kedua yang perlu dilakukan adalah cari tempat les TOEFL instant yang bagus HaHaHa…

Wish me luck yach teman-teman. Saya ingin mencoba apply scholarship, semoga aja bisa lolos (baca: lolos, BUKAN lulus). AMIN!!!

Membaca tulisan (saya sendiri) tersebut, saya teringat, atau bahkan telah melupakan beberapa hal berikut:

[1] Saya ingat, sampai kapanpun saya akan selalu ingat, bahwa saya memiliki beberapa teman lulusan NTUST.

[2] Saya lupa, bahkan saya sendiri tidak sadar, bahwa saya pernah menulis tulisan tersebut sebelumnya.

[3] Saya lupa, benar-benar lupa, bahwa dulu saya pernah berniat untuk mengajukan beasiswa ke NTUST . . . walaupun ternyata saya gagal . . . karena saya telah melupakan semuanya sebelum saya mengajukan beasiswa ke sana.

Lalu, mengapa saya meng-copy paste tulisan tersebut ke sini?! Inilah jawabannya:

Seperti yang pernah saya tulis di sini, jujur saja saya sendiri juga tidak tahu mengapa saya bisa terdampar di ITB, bahkan di TUS Japan. Yang jelas, ketika mendaftar di sana, saya sudah lupa bahwa dulu saya pernah berniat untuk mengajukan beasiswa di NTUST. Awalnya malah saya tidak tahu bahwa ITB menyediakan beasiswa bagi mahasiswanya. Jadi, ketika mendaftar, saya sama sekali tidak mengharapkan mendapatkan beasiswa, walaupun pada akhirnya ternyata saya mendapatkan beasiswa dari ITB dan TUS Japan.

Mengingat peristiwa tersebut, saat ini saya tersadar bahwa ternyata banyak impian masa kecil saya yang sekarang sudah menjadi kenyataan, walaupun saya tidak pernah ngotot untuk meraihnya . . . dan walaupun beberapa ada yang sedikit meleset, seperti ketika saya ingin mendapatkan beasiswa di NTUST, ternyata malah mendapatkan beasiswa di ITB & TUS Japan.

———

“Shoot for the moon. Even if you miss, you’ll land among stars!”

Walaupun banyak yang berkomentar pada quote Les Brown tersebut karena beberapa alasan, tetapi saya tetap senang menggunakannya. Intinya, teruslah bermimpi!!! Dare to dream big, sky is the limit!!!

Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, maka kamu akan dapat meraihnya . . . karena kan kamu sendiri yang menggantungkannya.

Jangan pernah berkata tidak mungkin. Impossible is only a word.

Nothing is impossible, the word itself says I’mPossible. There is always a [possible] in every kind of im[possible]. However, the possible can turn out to be [im]possible just because of [I’m].

Jangan pernah berhenti bermimpi dan berdoa yach, teman-teman!!! Percaya dech, ketika kita memimpikan dan meminta sesuatu, jika Tuhan menganggap hal tersebut baik bagi kita, pastinya Ia akan mengabulkannya, walaupun mungkin kita telah melupakannya.

Seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Sukses karena Beruntung?!

Jika diminta untuk memberikan penjelasan sederhana tentang KESUKSESAN dan KEBAHAGIAAN, maka saya akan mendefinisikannya sebagai berikut: Kesuksesan adalah ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Kebahagiaan adalah ketika kita menginginkan apa yang kita dapatkan.

Berdasarkan survey, didapati data bahwa ternyata banyak orang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, karena mereka sendiri tidak tahu apa yang mereka inginkan. Terkadang, mereka justru malah mendapatkan apa yang tidak mereka inginkan.

Jika saya diminta memilih ingin menjadi bahagia atau sukses, maka sudah pasti saya akan memilih keduanya. Mengapa?! Karena ternyata orang yang sukses belum tentu bahagia dan orang yang bahagia juga belum tentu sukses.

Pada postingan kali ini, saya akan mencoba sedikit mengulas tentang hal-hal yang diperlukan dalam bekerja, agar kita dapat meraih kesuksesan. Banyak orang berkata bahwa jika seseorang ingin sukses, maka ia harus memiliki minimal satu dari tiga hal berikut: [1] kemampuan/knowledge, [2] kemauan/ketekunan, dan [3] keberuntungan. Namun, menurut saya, kita membutuhkan semua hal berikut jika kita ingin sukses dalam bekerja:

———

1.  KERJA KERAS (kemauan/ketekunan)

Saya teringat Merry Riana pernah berkata: “Antara IMPIAN dan KENYATAAN ada yang namanya KERJA KERAS.” Saya sangat setuju dengan hal tersebut. Tentunya kita tidak mungkin dapat meraih mimpi kita jika tidak disertai dengan kerja keras. Set your goals high, and don’t stop until you get there. When it is obvious that the goals cannot be reached, don’t adjust the goals, adjust the action steps. Sekali lagi, kuncinya di sini adalah KERJA KERAS.

Lalu, mengapa banyak orang yang tidak mau bekerja keras?! Hal tersebut sempat terbersit dalam pikiran saya. Hal itu pula yang saya tanyakan kepada diri saya sendiri. Mungkin ini adalah alasannya: [1] mereka (termasuk saya) tidak memiliki GOAL dan alasan yang jelas mengapa harus bekerja keras, dan [2] mereka (lagi-lagi termasuk saya) berpikir bahwa jika dengan tidak bekerja keras saja kita sudah dapat menikmati hidup yang layak, untuk apa harus bekerja keras?!

Untuk menanggapi alasan kedua ini, saya teringat satu quote yang berbunyi: “God gives every bird its food, but He doesn’t throw it into its nest.” Memang benar bahwa burung di udara Tuhan pelihara, tetapi burung-burung tersebut tetap saja harus bekerja mencari makanannya sendiri. Dan pemeliharaan Tuhan itu hanya sampai batas cukup, tidak sampai berlimpah-limpah. Jika kita ingin SUKSES mencapai IMPIAN kita dengan hasil yang berlimpah-limpah, sekali lagi yang perlu kita lakukan adalah bekerja keras.

Success doesn’t come to you, you go to it.

———

2.  KERJA CERDAS (kemampuan/knowledge)

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis status di Facebook bahwa saya hanya mau kerja cerdas saja, tanpa kerja keras. Saya berpikir bahwa kerja keras itu hubungannya dengan otot, dan kerja cerdas hubungannya dengan otak. Tetapi setelah dipikir-pikir lagi, mungkin pernyataan saya tersebut keliru. Kerja keras, jika tidak disertai dengan kerja cerdas, maka akan buang-buang waktu dan tenaga, tanpa hasil yang maksimal. Kerja cerdas juga, jika tanpa disertai dengan kerjas keras, mungkin hasilnya akan di atas kertas saja, tidak terealisasi dengan maksimal.

Knowledge without work hard is only a daydream; work hard without knowledge is a nightmare.

———

3.  KERJA HOKI (keberuntungan)

Dalam filosofi China, huruf yang menggambarkan keberuntungan atau luck adalah huruf ‘fu’ berikut:karakter fu

Karena saya tidak mahir berbahasa China, maka saya mencoba Googling untuk mencari tahu apa sebenarnya makna dari huruf tersebut. Dari hasil penelusuran saya, ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa ternyata huruf ini terdiri dari dua karakter, yaitu: [1] kesempatan/opportunity, dan [2] persiapan/preparation.

Berdasarkan uraian di atas, mungkin tidak salah jika saya menyimpulkan bahwa KEBERUNTUNGAN adalah ketika KESEMPATAN bertemu dengan PERSIAPAN. Atau dengan kata lain, kita disebut SIAL jika kita tidak siap menangkap kesempatan yang datang.

Berikut akan saya lampirkan ideogram ‘fu’. Ideogram adalah tulisan gambar yang dibuat oleh orang China kuno untuk menuangkan maksud/ide/gagasan/perasaan ke dalam bentuk gambar. Ideogram ini telah berkembang sejak 5.000 tahun yang lalu dan masih digunakan sampai saat ini.

ideogram fu

Ideogram ‘fu’ ini mempunyai arti keberuntungan, berkat, hoki, dan kebahagiaan. Jika dijabarkan, tulisan gambar ini terdiri dari karakter yi (satu), kou (mulut/kata satuan untuk orang), tian (taman/lahan), dan juga Shen (Tuhan). Ideogram ini menceritakan tentang satu orang (Adam), yang berada di sebuah taman bersama dengan Tuhannya. Ingat, pada saat itu belum ada Hawa, manusia belum jatuh dalam dosa, suasana sangat tentram dan damai. Firman Tuhan mencatat bahwa saat itu Adam hidup di Eden; sebuah taman yang penuh dengan emas, kebahagiaan, kesehatan, dan berkat Tuhan.

Melalui karakter ‘fu’ ini kita diingatkan bahwa apabila kita mau hidup dalam keberuntungan, hoki, dan kebahagiaan, maka kita harus hidup dalam rencana Tuhan. Tuhan memiliki taman untuk kita masing-masing. Yang perlu kita lakukan adalah mengikuti rencana Tuhan dan tidak berjalan mendahului rencana-Nya.

Dalam ideogram di atas terlihat gambar Tuhan yang sedang memberkati seseorang sedang berdiri di atas tamannya. Jadi, jika ingin selalu beruntung, maka libatkanlah Tuhan dalam setiap aktivitas hidup kita, maka Tuhan akan memberkati kita dan taman kita.

Hidup yang BERAT akan menjadi hidup penuh BER[K]AT jika ada huruf ‘K’ di tengahnya. ‘K’ di sini dapat diartikan sebagai Kristus/Tuhan.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

———

4.  KERJA JUJUR

Jaman sekarang ini, sepertinya tidak terlalu sulit menemukan orang yang memiliki kemampuan tinggi dan kemauan keras. Namun, mungkin agak sulit menemukan orang yang jujur dan dapat dipercaya. Dalam setiap pekerjaan kita, Tuhan  ingin agar kita tidak hanya cerdik seperti ular, tetapi juga tulus seperti merpati. Tulus di sini memiliki makna kejujuran. Berikut dilampirkan beberapa janji Tuhan bagi mereka yang hidup jujur:

“Rumah orang jahat akan dibinasakan kelak, tetapi kemah orang saleh akan berbunga-bunga.”

“Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,”

“Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.”

———

5.  KERJA MAKSIMAL

Pada suatu kesempatan, saya pernah memberikan pertanyaan langsung kepada Merry Riana:

“Ci Merry, sebagai seorang yang sukses, tentunya Anda punya target donk?! Misalnya dalam satu bulan Anda memiliki target penghasilan sekian Rupiah, pernah ga sich target tersebut tidak tercapai? Lalu, apa yang Anda lakukan ketika target tersebut tidak tercapai?”

Dan berikut adalah jawabannya:

“Tentunya saya memiliki target seperti itu dalam hidup saya. Ketika saya awal-awal bekerja menawarkan produk finansial, pernah kejadian target penghasilan saya tidak tercapai. Ini menandakan bahwa saya harus bekerja lebih keras lagi ke depannya. Tetapi saya percaya bahwa apa yang saya tabur itu juga yang akan saya tuai. Jika kita sudah menabur dengan benar, walaupun sekarang belum membuahkan hasil, namun percayalah bahwa di kemudian hari kita pasti akan menuainya. Karenanya, waktu itu saya menargetkan diri saya sendiri untuk melakukan sebanyak 20 presentasi setiap harinya. Jika saya belum melakukan 20 presentasi per harinya, maka saya tidak akan pulang.”

Jawaban dari Merry Riana tersebut cukup menggugah pikiran saya. Banyak orang hanya berfokus pada hasil akhir, tanpa mau melalui proses yang benar. Tentu saja kita boleh berorientasi pada hasil, tetapi tetaplah fokus pada prosesnya.

Selama ini, mungkin kita sudah bekerja keras, namun kita heran mengapa hasilnya masih belum maksimal. Di dalam buku Mimpi Sejuta Dollar, diceritakan kisah perjuangan seorang Merry Riana yang bekerja mati-matian setiap harinya, bahkan ia sampai menangis putus asa karena kelelahan. Hari itu, ia ingin segera pulang tanpa menyelesaikan presentasinya. Ya, khusus untuk hari itu saja, dan ia akan melanjutkan presentasinya keesokan harinya. Namun, ternyata pacarnya (yang kini telah menjadi suaminya), bersikeras melarang Merry untuk pulang, karena pada hari itu ia belum selesai melakukan 20 presentasi. Akhirnya, Merry Riana pun mengusap air matanya, bangkit, dan lanjut bekerja hingga terget presentasi hari itu tercapai.

Kalo dipikir-pikir, kejam juga yach pacarnya, alias tega. Tetapi, ternyata pacarnya tersebut tahu bahwa jika ingin sukses, maka ia harus melakukan hal tersebut kepada Merry. Selalu ada harga yang perlu dibayar untuk mencapai kesuksesan. There is no growth in comfort zone and there is no comfort in growth zone.

Di sini saya hanya ingin menjelaskan bahwa kerja keras belum tentu merupakan kerja maksimal, tetapi kerja maksimal sudah pasti disertai dengan kerja keras.

Do your best and God will do the rest. Lakukanlah yang terbaik dan Tuhan akan melakukan sisanya.

———

6.  KERJA KOMPAK

Dalam setiap pekerjaan, tentunya kita tidak dapat bekerja seorang diri. Kita akan membutuhkan bantuan orang lain. Agar usaha kita dapat membuahkan hasil yang maksimal, tentunya kita harus selalu kompak dengan rekan kerja kita. Kita harus seia sekata dan mencegah terjadinya perpecahan, maka berkat Tuhan akan dicurahkan atas pekerjaan kita.

Perbedaan akan selalu ada. Ibarat sepasang sendal jepit, walaupun berbeda antara sisi kiri dan sisi kanan, namun mereka tetap harus kompak melangkah bergantian guna mencapai tujuan yang sama. Ciptakan TEAM yang kompak, and as a result: [T]ogether [E]veryone [A]chieve [M]ore/Miracle.

Wedding Speech for My Best Friend

Selamat malam,

Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat berdiri di pelaminan ini untuk menyampaikan sedikit speech di tengah Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian.

Pertama-tama ijinkanlah saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Ivan; tetapi biasanya Henry Tjahyady (alias Dede) dan Livita Chandra (alias Pipit) memanggil saya dengan sebutan Bochun.

Dede & Piet Wedding

Awalnya, saya merupakan teman dari Edy Tjahyady, yang merupakan saudara kandung dari Dede. Ketika kelas 2 SMA dulu, kebetulan kita janjian kerja kelompok bareng di rumah Edy di Lengkong Kecil. Pas pertama kali saya datang ke rumah Edy, waktu itu kebetulan yang membukakan pintu adalah seorang pria, tinggi, putih, dan pastinya . . . tampan. Saya pun berkata, “Permisi, Ko! Edy-nya ada?” Dan dia pun menjawab, “Oh, ada. Silakan masuk.”

Setelah bertemu dengan Edy, saya pun bertanya, “Dy, itu tadi yang bukain pintu siapa?”

“Oh, itu adik gua. Namanya Dede.”

Dalam hati: Ngapain juga gua manggil koko?!

Itu merupakan awal pertemuan saya dengan Dede. Tetapi, sejak pertemuan pertama tersebut, kita ga pernah contact sama sekali, sampai pada akhirnya kita dipertemukan kembali di UNPAR. Kebetulan di semester awal kuliah, kita ada beberapa mata kuliah yang sekelas. Dan sejak saat itu saya mulai dekat dengan Dede.

Menurut saya Dede itu orangnya baik, ramah, mudah bergaul, supel, care ke teman-temannya, menyenangkan, dan yang pasti membuat banyak orang ingin menjadi temannya.

With Friends

Persahabatan kita dimulai beberapa saat sebelum kita meninggalkan bangku kuliah. Waktu itu, dari hari Senin sampai Jumat, setelah beres kuliah kita suka makan babi dan babat bareng. Setiap hari Jumat juga kita biasanya nonton di Ciwalk bersama teman-teman UNPAR yang lain. Pada hari Sabtu biasanya kita karaoke-an bareng di NAV. Hari Minggu, paginya kadang suka ke gereja bareng, terus pulangnya lanjut jalan-jalan ke mall. Dan tujuan utama dari semua kegiatan tersebut hanyalah satu, yaitu: CARI CEWEQ . . . walaupun tidak pernah ketemu satu pun yang cocok, sampai kita lulus kuliah, sampai Dede malanjutkan sekolah ke Beijing, sampai dia pulang lagi ke Indo, dan sampai akhirnya . . . . kurang lebih satu tahun yang lalu saya pergi berdua dengannya dan dia cerita:

“Chun, beberapa hari yang lalu si koko nyuruh gua ke peternakan buat jual 6 ekor sapi punya dia. Setelah gua datang ke peternakan, ternyata yang punyanya itu ceweq seumuran kita, namanya Pipit. Orangnya baik, ramah, sederhana, dan kayanya sich ga macem-macem.”

Saya pun bilang ke dia, “Oh, kalo loe suka mah sok aja atuh coba kejer.”

Jujur, saya baru pertama kali bertemu orang yang ingin berkenalan dengan ceweq, memakai alibi mau jual sapi. Di luar dugaan, ternyata strategi ini berhasil.

Beberapa waktu kemudian, pas tengah malam Dede menelepon saya:

“Chun, si Pipit teh kan ternak anjing. Kemaren ini gua dikasih 1 ekor. Nah, sekarang gua mau tidur, tapi itu anak anjing ribut terus, gimana donk?!”

Dengan cueknya saya pun menjawab, “Ya udah, ajak tidur bareng aja sama loe. Loe kelonin sampe dia diem.”

Beberapa hari setelah kejadian itu, mungkin karena tidak sanggup mengurusnya, Dede pun mengembalikan anak anjing tersebut ke Pipit. Tetapi justru karena kejadian-kejadian unik tersebut, hubungan mereka akhirnya menjadi dekat, sampai akhirnya pada bulan Maret 2012 mereka jadian, dan pada hari ini mereka bisa melangsungkan pernikahannya.

Kesimpulannya, kisah cinta mereka dimulai dengan 6 ekor sapi dan 1 ekor anak anjing. Itulah alasannya mengapa tema pernikahan yang dipilih pada malam hari ini adalah peternakan.

Mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan tentang perjalanan kisah cinta mereka. Dan saya pun akan menutupnya dengan tiga buah doa dan harapan berikut:

The Three Musketeers

Pertama, sesungguhnya hakikat pernikahan bukanlah beristri atau bersuami, tetapi berkeluarga. Kita semua berdoa semoga kalian berdua dapat menjadi keluarga yang bahagia, harmonis, dan utuh.

Kedua, setelah menikah, kalian tidak diharuskan memiliki pikiran yang sama, tetapi seharusnya kalian dapat berpikir bersama. Selama pacaran, saya melihat sepertinya hubungan kalian baik-baik saja, tidak pernah ribut. Tetapi, seiring perjalanan waktu, mungkin akan ada masalah-masalah yang perlu kalian selesaikan, semoga kalian bisa mendiskusikannya bersama. Kata kuncinya di sini adalah komunikasi.

Dan yang terakhir, banyak orang bilang kalo cinta sejati itu tidak memiliki akhir yang indah. Mengapa?! Karena cinta sejati tidak pernah berakhir. Tentunya kita semua di sini berdoa semoga cinta kalian abadi selamanya.

Sekali lagi, congratulation to Dede and Pipit for your wedding celebration.

Cheers…

Mimpi Menang Lotere

Honestly speaking, saya sendiri juga gatau kenapa bisa memilih judul tersebut sebagai topik postingan kali ini. Namun satu hal yang pasti, seumur-umur saya tidak pernah bermimpi telah memenangkan sebuah lotere, dan pada kenyataannya . . . ternyata memang tidak pernah HaHaHa…

Well, singkat cerita, pada hari Sabtu tanggal 27 April 2013 yang lalu, saya datang ke Mall Istana Plaza karena permintaan seorang teman yang bekerja di sebuah bank swasta untuk membuka rekening tabungan dengan setoran awal senilai Rp 500.000. Saya juga tidak tahu kalau ternyata ada undian Lucky Dip untuk setiap nasabah yang membuka rekening. Seperti nasabah yang lain, setelah proses administrasi pembukaan rekening selesai, saya pun mencoba mengambil undian tersebut, dan tanpa disangka, saya berhasil memenangkan hadiah utama berupa sebuah HP Samsung Galaxy Ch@t: Thanks God!!!

Sebenernya lumayan juga sich bisa dapet sebuah HP Samsung Galaxy. Tapi kalo dipikir-pikir, koq dari dulu setiap saya dapet hadiah selalu berhubungan melulu sama HP yach?! Dapet hadiah mobil keq sekali-kali, kaya si . . . .

Eh, ngomongin masalah menang hadiah mobil, saya punya teman dekat dari SMA, yang beberapa waktu lalu berhasil membawa pulang hadiah utama dari sebuah mall di kota Bandung, berupa sebuah mobil SUZUKI Karimun Estillo warna kuning dengan nomor polisi . . . . lupa. Walaupun ternyata proses administrasinya memakan waktu yang lama (mungkin lebih dari 6 bulan), tapi toh pada akhirnya berhasil dibawa pulang juga tuh mobil. **envy**

Ketika saya sedang memikirkan hal tersebut (kenapa sich bisa-bisanya teman saya itu memenangkan mobil, sedangkan saya dari dulu ga pernah seberuntung dia), tiba-tiba saya teringat pada cuplikan film yang diambil dari novel “Eat, Pray, Love” karya Elizabeth Gilbert berikut:

Dikisahkan ada seorang laki-laki di Italia yang selalu berdoa di sebuah air mancur yang terdapat patung Santo di atasnya.

Tiap hari ia selalu berdoa dan berdoa dengan isi doa yang sama, “Oh Santo, tolonglah, tolonglah aku, buatlah aku memenangkan lotere.”

Ia terus berdoa seperti itu tiap harinya namun ia belum juga memenangkan lotere.

Suatu hari, saat dia sedang berdoa di depan air mancur itu seperti biasa, tiba-tiba patung Santo itu menjadi hidup.

Patung Santo itu bersujud di depan pemuda itu dan memohon, “Oh Tuan, tolonglah, tolonglah aku, belilah terlebih dahulu tiket loterenya.”

Sebuah kisah yang sederhana, namun telah menyadarkan saya akan beberapa hal:

[Pertanyaan] Sejak kecil, berapa kali saya pernah mengirimkan/memasukkan kupon undian?

[Jawaban] Hanya beberapa kali saja.

[Pertanyaan] Apa hasilnya?

[Jawaban] **payung cantik**

[Pertanyaan] Selanjutnya pertanyaan tentang teman saya, berapa kali dia pernah mengirimkan/memasukkan kupon undian?

[Jawaban] Saya kenal dia dari SMA. Dari waktu pertama kali kenal, saya sudah melihat dia rajin mengirimkan undian, mulai dari tutup botol Coca-Cola, undian Chiki, dan entah undian apa lagi dech yang dia kirimkan. Hal tersebut selalu dilakukan olehnya, setahu saya sich dia sudah seperti itu sejak tahun 2001 (12 tahun yang lalu).

[Pertanyaan] Dan hasilnya?

[Jawaban] Sama sekali tidak ada, sampai beberapa tahun lalu dia berhasil memenangkan sebuah mobil SUZUKI Karimun Estilo.

Suzuki Estilo

Saya yakin semua dari kita pasti punya mimpi atau cita-cita masa kecil. Untuk mewujudkan mimpi atau cita-cita tersebut, bagi sebagian besar orang hal tersebut bagaikan menang lotere, tidak semua orang mampu mewujudkannya.

Mungkin ada sebagian dari kita yang memiliki cita-cita ingin menjadi seorang dokter, atau astronot, atau memiliki cita-cita lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, mimpi tersebut pun sedikit demi sedikit mulai sirna. Mengapa?!

Karena kita tidak yakin kita mampu meraihnya. Sama halnya dengan lotere. Mengapa kita tidak membeli lotere jika kita ingin menang?! Alasannya sama, karena kita tidak percaya kita bisa menang. Dan kita berpikir, kalo belum tentu menang, ngapain juga buang-buang uang?!

Dalam kehidupan, banyak orang terinspirasi oleh impian mereka yang besar. Namun, setiap hari mereka cenderung melakukan rutinitas yang sama, tanpa pernah mau memperjuangkan impian mereka, dan sebagai hasilnya, mereka tidak mendapatkan apa yang mereka cita-citakan. Mereka tidak yakin mereka dapat mencapai impian mereka, karenanya mereka tidak mau berkorban waktu, uang, dan modal untuk mencapai impiannya tersebut.

Intinya, ketika kita punya impian, untuk mewujudkannya, pertama-tama kita harus percaya dahulu bahwa kita mampu mewujudkannya. Setelah itu, kita harus berusaha dan bayar harga untuk mewujudkan impian kita tersebut.

Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, dan percayalah bahwa kamu bisa meraihnya. Mengapa?! Karena kamu sendiri yang menggantungkannya, maka kamu pun akan mampu meraihnya.

“Whether you think you can or can’t, you’re right.” ~ Henry Ford

Sebagai penutup, berikut saya lampirkan artikel yang dulu pernah saya broadcast di BBM:

THiNk, When you were still a KiD, everything is PoSSible.
You put the BlanKeT over your back, Then you become a SUPERM@N.
You take your mom’s BRooM and ride on it, they you become a WITCh.
You climb up the TrEE, Not knowing that you might fell.
You simply MAdE IT.
You just had an IDeA and made it happened, because YoU BeliEVE.
You were then, CRe@TiVE with strong BeLieF.
As you become AdULT, Thing seems to be a little DiffERENT.
When you failed in your Ex@m, you Think, “I can NEvER make it.”
When you have a BRiLLiAnt marriage proposal, then you think, ”May be it’s NoT the right time.”
When you want to start a BUSiNesS, you think, ”May be it’s NoT as easY.”
When you are ALrEady in the BusiNess, you heard someone says do NoT take risk.
Then, When you have a BRiLLiAnt IdeA that can create more JObS for poorer nations, can provide a better LiVinG for more people, can make our nation PrOuD, can help the GRoWtH of our Nation, and can create a better WoRLd; and you said, “I am NoT SurE.”
You are still CrE@TivE but with more DoUbT.
Then YeaRS LateR, you heard someone had the same idea as yours.
What Makes him DifFeRenT from you?!
Its, His AcTion He puts his IDeA into Reality.
And he’s the most promising Creative Young EnterPreneur of the year.
His Action won him This Recongnition.
Then you started to think, How I wiSHedD I had taken AcTioN that Years ago.
ThINK when you were a KID…
If that idea came by when you were still a KiD.
Could you have taken ACTiOn?!
When Back then, you strongly BeLieVE, It is never too late.
You just need to have an IdEA and make it Happen, You still CaN . . . . . . . if you BeLievE.
CreativItY starts from a BeLieF.
Go ahead and run!!!

Nostalgia www.friendster.com

Berikut adalah tulisan saya yang dulu pernah di-post di blog lama pada tanggal 11 Januari 2009. Waktu itu lagi ngetop-ngetopnya Friendster, pengguna facebook pun masih sedikit, tidak seperti sekarang ini, dan kalau tidak salah saya pun pernah berkomentar seperti ini: “Apaan sich facebook?! Orang-orang pada pindah juga gua mah akan tetap setia dengan Friendster.” Tetapi apa buktinya sekarang?! Friendster hanyalah nama semata, bahkan semua orang telah melupakannya.

Mungkin banyak juga dari teman-teman yang bertanya: Kenapa sich Friendster bisa bangkrut, padahal tadinya dia kan market leader dengan memiliki market share yang sangat besar?! Apa sich kelebihan facebook/Twitter, sehingga dia berhasil mengubur Friendster sampai ke dasar bumi yang terdalam?! **halahhh**

Well, karena postingan kali ini bertema nostalgia, maka saya hanya akan menjawabnya secara singkat saja. Intinya, keberhasilan facebook/Twitter saat ini didukung dengan booming-nya perangkat smartphone/tablet seperti BlackBerry, Android, iPhone, iPad, dsb. Intinya, kita dapat men-download facebook/Twitter apps di perangkat smartphone/tablet kita, tetapi tidak dengan Friendster apps.

Ternyata, sebagian besar orang lebih senang mengakses facebook, Twitter, dsb. menggunakan perangkat smartphone/tablet yang bisa selalu ada dalam genggaman mereka. Hanya sedikit orang yang sengaja mengakses facebook/Twitter menggunakan perangkat komputer.

Lagi-lagi kesiapan teknologi-lah yang menghantarkan keberhasilan facebook/Twitter, sekaligus meneggelamkan Friendster. Andai saja saat itu perangkat smartphone/tablet sudah booming ketika Friendster masih naik daun, mungkin sejarah akan bercerita lain.

 

Comment Friendster 01

Bandung, 11 Januari 2011

Hari gini gatau Friendster?!
Dasar kuper kau HaHaHa…

Aku pertama kali membuat Friendster tahun 2004. tepatnya di bulan Maret. Waktu itu dunia per-Friendster-an masih sangat sepi sekali, orang masih banyak yang gatau apa itu Friendster. Followernya pun banyak yang meniru tampilan Friendster, mulai dari Frenster sampai Temanster. Dasar ga kreatip, jangan niru-niru orang donk, ciptakanlah sesuatu yang baru hehehe…

Walaupun saat ini market share-nya masih nomor satu, tetapi pesaing-pesaing potensial mulai bermunculan, mulai dari ngeceng[dot]com, sampai dengan facebook, yang tetap bertujuan untuk sosialisasi, tetapi dengan fitur dan benefit yang berbeda.

Maka dengan segala kelebihannya yang tidak dimiliki oleh Friendster, akhirnya banyak orang menambah (baca: menambah, bukan pindah) berbagai media sosial yang ada tersebut.

Jika di Friendster ada kecenderungan susah ngobrol, maka di facebook fitur ini dipermudah.

Di Friendster sendiri sebenarnya kita bisa mengirim private message ke teman/kerabat kita. Di Friendster juga awalnya ditampilkan kolom testimonial, di mana kita bisa mendapatkan kesan-kesan teman kita tentang kita yang akan terpampang di profile kita.

Saya masih ingat, kira-kira ada sekitar 50 testimonial yang pertama saya dapatkan dengan isi kurang lebih seperti ini:

“Hhmmm… Ngomong-ngomong soal b0chun, gua pertama kenal dia waktu SMA dulu. Dia itu anaknya baik, rajin, ramah, cakep, kaya, setia, suka menolong, gemar berkebun, menanam jagung, bla bla bla . . . .”

Intinya mereka semua bercerita tentang kelebihan dan kekurangan saya. Yach tepatlah jika ini dinamakan: TESTIMONIAL!!!

Tetapi bbrp waktu yang lalu, nama testimonial diganti menjadi comment oleh pihak Friendster. Tapi menurut saya pribadi sich testimonial dan comment maknanya mirip-mirip lah, ga ada bedanya.

Tapi lihatlah isi comment orang-orang belakangan ini:

“Hai, Chun. Kmrn gua sms koq ga dibales?! Sabtu besok maen yux mau ga? Kan uda lama nich ga ngumpul-ngumpul bareng.”

Lalu comment seperti ini biasanya mendapat balesan lagi:

“Oh, sori… Sms yang mana yach?! Gua kan ganti nomer jadi: 080989999. Maen mah hayu aja lah, tar calling-calling lagi yach.”

Nah, terlihat jelas kan fungsi comment di sini uda kaya private message aja, no HP yang rahasia pun bisa dibaca semua orang yang mampir. Fungsi private message-nya sendiri sebagian besar berisi spam message ga jelas.

Dan uniknya, orang-orang koq pada seneng yach kalo jumlah comment mereka tuh bejibun, kaya yang bangga banget gitu rasanya. Mungkin inilah yang menurut Maslow disebut social needs, bisa jadi sudah mencapai self-esteem atau mungkin juga self-actualization.

Comment Friendster 02