Apr 27 2009

Stress = MATI (True Story)

Published by b0chun under It's all about LIFE!!!

Hari itu, aku pergi ke Istana Plaza seorang diri seperti biasa dan pulangnya tidak lupa aku membeli J.Co Donuts… Rencananya sich itu donat mau dipake buat pengganjal perut di malam hari…

Tepat pukul 12.00 WIB tengah malam, ketika aku sedang berinternetan ria seorang diri (bener-bener sendirian loh, coz papi mami kan uda bobho, kedua doggie juga uda masuk kamar), aku mendengar ada suara-suara aneh di belakangku… Apakah itu setan?! Hhmmm… Bukan dech kayanya, soalnya yang bunyi-bunyi terus tuh suara kantong keresek gitu dech… Jadi, aku simpulkan saja itu adalah suara seekor tikus yang sedang bekerja mencari remah-remah roti di rumahku… *Whew*

Aku pun bingung harus gimana, karena biasanya di rumahku yang tugas menangkap tikus itu adalah si kedua doggie, tapi sekarang kan dia uda bobho pulas di kamar bonyok… Kalo gini situasinya, terpaksa dech nekat ambil pentungan buat mentung itu tikus… Aksi anarkis pun dilakukan, tetapi karena kelihaian si tikus, aku tidak dapat mencium keberadaannya lagi… *Emangnya ceweq yach pake dicium-cium segala haha…*

Karena plan A gagal, aku pun mulai menyusun plan B… Apa yach??? Siapin racun tikus??? Oh, no!!! Gawat tar kalo yang keracunnya bukan si tikus, tapi malah si doggie… Terlalu berisiko ah… Lebih aman kayanya pake jebakan tikus ato lem tikus aja yach… Tapi, aku kan ga punya itu semua huhuhu… Beberapa saat setelah otak ini dipakai berpikir, muncullah lampu pijar di atas kepalaku ini: ‘Yes!!! I’ve got the answer!!!’

Sebagai orang yang baik, aku pun berniat berbagi 3 buah Koko Krunch dengan si tikus, karena pikirku jika dia kenyang maka dia tidak akan mencoba mencari makanan lagi sehingga menimbulkan bunyi berisik… Koko Krunch pun aku letakkan di belakang rumah… Satu jam telah berlalu, tetapi si tikus masih saja mengorek-ngorek kantong kresek di dapur dan menimbulkan suara berisik…

Hhmmm… Mungkin makanannya kurang enak pikirku… Terpaksa dech kali ini aku berbagi secuil J.Co Donuts dengan si tikus… And finally… Si tikus diem juga alias ga ngacak-ngacak kantong kresek di dapur lagi… Hahaha… Hebat kan misiku kali ini berhasil… :)

Keesokan paginya, ketika baru saja bangun tidur, tiba-tiba si mami marah-marah ga jelas gitu dech: “Ivannn!!! Itu siapa yang naro donat sama Koko Krunch di lantai??? Semutnya banyak banget tau…”

Weqz… Maksud hati memberi makan si tikus, apa daya semut yang makan… Setelah mendengarkan penjelasanku, akhirnya si papi memutuskan utnuk membeli lem tikus… Pada malam harinya lem tikus pun dipasang, tidak lupa dengan makanannya…

Keesokan harinya, seperti perkiraan kami semua, itu si tikus nakal terperangkap lem donk hahaha… Kan ceritanya perangkapnya ditaro di sebelah kompor gitu… Si tikus besar yang bentuknya ga lucu itu meronta-ronta pengen lepas… Segala usaha telah dilakukannya, mulai dari telepon ke 911 sampai dengan pemadam kebakaran, dengan sandi morse yang berbunyi: Cit.. cit.. cit… *Loh?!* Namun, karena lem tikus yang ekstra hebat, konon katanya lebih kuat daripada ekstra glue sekalipun, apapun usaha yang dilakukan oleh si tikus tidak mampu merubah keadaan bahwa dia terperangkap… Makanya, Kus!!! Laen kali jangan nakal yach!!! Jangan suka nikus aja malem-malem… Ntar gendut loh… [Kata-kata ini mah seharusnya ditujukan ke si Kus Shel kalie hahaha... Peace...]

Karena ga lucu kalo si tikus langsung dibuang gitu aja, akhirnya aku memutuskan untuk ngejailin itu si tikus nakal… Aku pun mindahin itu tikus ke atas kompor (tetapi bukan di atas api loh ya) dan menyalakan api yang berjarak kurang lebih 15 cm dari si tikus… Asli ini mah rasanya cuman anget-anget aja, kalo lagi kedinginan juga tangan kita pasti jadi anget dech kalo dideketin ke api sejauh itu mah…

Tau ga apa yang terjadi??? Dalam 10 detik pertama si tikus menjerit-jerit ga jelas gitu dech: Ciitttt.. Ciiitttt… Ciiiaaattttt…. Dan tepat pada detik ke-15, mendadak suaranya ilang… Loh?! Knp pula ini si tikus koq mendadak jadi diem gini sich… Padahal kan belom sempet diapa-apain…

Sebagai seorang dokter yang ahli, aku pun mulai mendiagnosa… Pertama-tama aku mencoba mendengar detak jantungnya… Aku tekan-tekan perut si tikus dengan batang lidi dan si tikus tetap tidak bereaksi sama sekali… Sepertinya dia butuh pernapasan buatan dech… Walaupun kita telah mengetahui bahwa ciuman terpanas itu di atas kompor, tetapi siapa yang sudi memberikan pernapasan buatan ke tikus item yang bau ini???

Setelah sekian lama mendiagnosa, akhirnya si dokter ahli ini memutuskan bahwa si tikus nakal memang benar-benar sudah MATI dengan tenang di atas kompor karena serangan jantung!!!

Pesan moral dari cerita ini: Buat teman-temanku (terutama ceweq) yang suka stress, janganlah kiranya kalian sering-sering stress, karena berdasarkan pengalaman TERNYATA STRESS ITU DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN!!!

Eh, jadi inget nich cerita waktu masih semester awal di UNPAR… Konon katanya ada seorang mahasiswa yang mati mendadak di depan ruang dosen karena STRESS UJIAN!!! Ini cerita aku dengar dari dosen kalo ga salah… Tuh kan bener!!! TERNYATA STRESS DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN, BUKAN HANYA PADA TIKUS SAJA, TETAPI JUGA PADA MANUSIA!!!

Makanya jangan suka stress-stress yach teman-teman… Kan hidup itu untuk DINIKMATI, bukan untuk DITAKUTI…

Bookmark and Share

5 responses so far

Apr 25 2009

Value = Benefit / Cost

Published by b0chun under All about MARKETING!!!

Hari itu, ribuan orang dari berbagai tempat rela datang berdesak-desakan… Budaya antre sudah tidak berlaku lagi… Yang ada hanyalah saling dorong, saling gencet, dan saling serobot… Mereka semua berlomba-lomba untuk bisa sampai ke barisan depan… Banyak korban jiwa berjatuhan, bahkan ada yang sampai meninggal dunia…

Peristiwa tersebut bukan terjadi di acara konser dangdut, bukan pula acara demo… Mereka yang datang adalah mereka yang menganggap dirinya miskin… Mereka rela antre berdesak-desakan berjam-jam, didesak sana digencet sini hanya untuk mendapatkan uang sebesar Rp 200.000,- yang dikenal dengan nama BLT, singkatan dari Bantuan Langsung Tewas, eh… Bantuan Langsung Tunai maksudnya…

bantuan_langsung_tunai

Sebagai seseorang yang miskin, sepupu saya juga pernah melakukan hal serupa… Menurut ceritanya, waktu itu dia harus berdesak-desakan dengan beratus-ratus orang yang terlihat seperti uda ga makan 7 hari 7 malem gitu dech… Ada yang saling dorong, ada yang saling gencet dengan sikunya, banyak pula ceweq yang teriak-teriak ga jelas… Setelah berjuang selama kurang lebih 4 jam, akhirnya perburuan pun selesai… Dengan tawa penuh kemenangan, dia memamerkan 2 buah pasang sendal merek crocs™, hasil keringatnya selama berjam-jam… Ceritanya, hari itu crocs™ lagi ada diskon besar-besaran…

Beberapa foto antrean crocs™ di Senayan City:

antrean-di-lantai-enam

antrean-di-kasir

Kontras banget yach… Ketika sebagian orang rela antre untuk mendapatkan BLT yang jumlahnya hanya Rp 200.000,- saja; sebagian sisanya rela antre demi mengeluarkan uang minimal Rp 200.000,- But. that’s the fact!!!

…….

Senin, 20 April 2009, tepat pada pukul 11.00 WIB, saya pergi ke PVJ… Katanya sich mulai tanggal 20-24 April 2009 crocs™ lagi ada diskon up to 70%… Karena takut terlibat aksi saling hajar dan saling injek, makanya saya datang pagi-pagi pada jam kerja di hari pertama… Eh, ternyata uda lumayan penuh loh… Tapi untungnya berbagai aksi anarkis itu belum dimulai… Dan setelah pilih-pilih selama 1 jam kurang, akhirnya aku berhasil membawa pulang sebuah khaki/wasabi berikut…

crocs

Asli mahal banget nich sendal jepit… Harga normalnya Rp 599.000,- diskon 50% jadi tinggal Rp 299.500,- aja… Selain harganya yang mahal, ternyata crocs™ juga memiliki banyak dampak negatif:

  1. BERBAHAYA: karena sifatnya yang anti-slip menyebabkan banyak penggunanya yang terselip di escalator… Ketika penggunanya naik escalator, mereka sering tidak sadar menempelkan kakinya di pinggir escalator, sehingga sepatu mereka tersangkut, sedangkan escalator berjalan terus… crocs-rusakDi negeri aslinya (Colorado) pun ada peringatan: “If you’re wearing crocs™, Be Careful!!!” Di Indonesia sendiri (khususnya di Jakarta dan Bandung), kita juga dapat melihat peringatan berikut di mall-mall: mohon-tidak-menggunakan-alas-kaki-karet
  2. Rumah sakit di berbagai negara telah melarang penggunaan crocs™ karena adanya resiko infeksi ketika darah dari seseorang yang sedang sakit jatuh pada kaki seseorang melalui crocs™ yang berlubang di atasnya… Selain itu juga konon katanya crocs™ mampu menarik listrik statis yang dapat mempengaruhi peralatan medis…
  3. Katanya sepatu crocs™ bisa meledak dan menyebabkan serangan jantung… Hiiyyy… Syeremmm…

…….

Walaupun sepatu crocs™ ini banyak mendatangkan kerugian, tapi koq banyak banget yach yang belinya???

Dalam dunia marketing, ada yang dikenal sebagai VALUE yang didapat dengan membandingkan antara BENEFIT yang diterima dengan COST yang dikeluarkan…

Cost itu dibagi menjadi empat:

  1. monetary: jumlah uang yang dikorbankan untuk mendapatkan sepatu crocs™ >>> yang pasti mahal banget dech, ga worth it!!!
  2. effort: seberapa besar usaha yang dibutuhkan untuk mendapatkan product tersebut >>> bener-bener besar sech usahanya, kan harus desek-desekan, dorong-dorongan, dsb.
  3. time: berapa banyak waktu yang dikorbankan untuk mendapatkan si sepatu buaya >>> berdasarkan pengalaman di Senayan City sich bisa ngabisin waktu sekitar 5-6 jam an yach dari pertama antre sampe bisa sampe di depan kasirnya… Wogh!!!
  4. psychological: seberapa besar beban psikologi yang harus ditanggung >>> gengsi ga sich antre panjang-panjang cuman buat dapetin itu barang diskonan, terus kalo desek-desekan gitu ntar ada copetnya ga yach… Alasan lainnya untuk tidak menggunakan crocs™ sudah dibahas di atas, mulai dari mudah tersangkut di escalator sampai dapat menyebabkan kelainan jantung…

Adapun, benefit sendiri ada dua:

  1. functional benefit: keuntungan utama dari suatu product >>> Saya pribadi ga punya sendal jepit, karena butuh jadi beli dech terpaksa…
  2. emotional benefit: keuntungan secara emosional >>> gengsi donk kalo orang laen pake crocs™ sedangkan saya ngga…

Intinya, konsumen akan tetap membeli product Anda sekalipun mahal, asalkan mereka mengganggap bahwa product Anda tersebut bernilai atau memiliki value. Perusahaan dapat meningkatkan value dengan 4 cara:

  1. meningkatkan benefit, cost tetap
  2. menurunkan cost, benefit tetap (contoh: diskon up to 70%)
  3. meningkatkan benefit dan cost, di mana peningkatan benefit lebih besar daripada peningkatan cost
  4. menurunkan benefit dan cost, di mana penurunan cost lebih besar daripada penurunan benefit

…….

RELA ANTRE BERJAM-JAM DEMI GAYA!!!

”Kami mohon maaf kalau model, warna, dan ukuran yang tersedia tidak lengkap lagi. Yang ada hanya ukuran anak-anak dan yang besar-besar. Anda masih akan mengantre dua jam lagi.” Edna Caroline dan Stefanus Osa.

Begitu peringatan pegawai Crocs di awal antrean menuju hall lantai delapan Senayan City, Jumat (24/4).

Pemberitahuan habisnya sepatu produk China yang berada di bawah pemegang merek Colorado itu diungkapkan hampir setiap 10 menit sekali. Meski demikian, antrean kerumunan Crocs lovers alias pencinta sepatu atau sandal Crocs terus terlihat di areal lantai delapan.

Peringatan itu tidak mempan. Tidak ada orang yang meninggalkan antrean. Padahal, masih dua jam, dua lantai, dan sekitar 500 orang yang harus dilalui menuju lokasi Crocs Give Back.

Model-model terkenal dari Crocs, seperti sepatu dan sandal karet berlubang-lubang semacam Endeavor dan Hydro seharga Rp 550.000-Rp 699.000, dijual dengan diskon 70 persen. Ada juga diskon 30 dan 50 persen.

”Animo pengunjung jauh di atas ekspektasi kami, makanya kami sempat tambah kasir dari 15 jadi 27 orang,” kata Freddie Beh, Managing Partners-Creative Director PT Metrox Lifestyles, distributor Crocs.

Banyak pengunjung sudah mengantre sebelum mal Senayan City dibuka. Banyak yang kecewa karena antrean dibatasi sampai pukul 18.00. Pada hari pertama, antrean mencapai 2 kilometer dan perlu waktu lima jam. Tak sedikit yang datang lebih dari sekali. Keluar dari tempat penjualan, hampir pasti tangan kiri-kanan menenteng plastik hijau berisi produk Crocs.

Pembantu dan pengasuh anak dikerahkan. Bahkan, beberapa kereta bayi mengangkut Crocs yang membubung. Entah di mana bayinya.

Ada apa dengan Crocs?

Tin (55) duduk berselonjor kelelahan. Di sampingnya dua plastik berisi sepatu dan sandal buat keponakan dan cucunya. Dua temannya masih asyik memilih.

”Modelnya sebenarnya o’on, tapi semua di rumah saya pakai Crocs. Lagi pula orang lain punya, masa saya sendiri yang enggak,” kata warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang setahun terakhir memakai Crocs, ini.

Bambang (31), warga Depok, mengaku sudah lama tahu Crocs sebagai sepatu bolong-bolong berlambang buaya. Ia pernah membeli model yang sama dengan harga murah di Bata. Walaupun tahu ada barang tiruannya Rp 50.000 per pasang, Bambang tak tertarik gara-gara bahannya beda. Kaki bisa lecet. Begitu tahu dari kawannya kalau Crocs diskon gede-gedean, pria ini sepulang kantor segera ikut mengantre hampir dua jam.

Sementara Dion, siswa SMAN 78, bercerita, selama ini ia sering melihat kawannya memakai Crocs. Begitu ia mencoba, terasa nyaman. ”Kesannya santai, nyaman gitu,” katanya.

Kawannya, Aza, siswi SMAN 112, tidak menemukan model dan ukuran yang cocok. Ia mengaku telah mengoleksi enam pasang sepatu Crocs di rumah. ”Aku suka banget, warnanya bagus-bagus,” katanya.

Ayu, warga Bendungan Hilir, menyebut diskon ini penantian panjangnya. Memang tak masuk akal, hanya sepatu dan sandal karet harganya bisa mahal banget. Karena itu, mumpung diskon gede, ditambah ”dendam” antre berjam-jam, Ayu membeli enam pasang sekaligus.

Memilih di tengah produk yang ”dibiarkan” berantakan membuat konsumen tak segan-segan mengambil terlebih dahulu baru kemudian memilih. Tak heran, ada juga yang mengambil sepatu yang model dan warnanya sama, ternyata sama-sama sisi sebelah kanan.

Dunia konsumsi

Dulu, orang membeli sepatu atau sandal karena fungsinya sebagai alas kaki, bukan karena warnanya bagus atau bentuknya lucu. Namun, dunia konsumsi membongkar persepsi, yang ujungnya membuat kita mengonsumsi. Sementara harga menjadi sangat relatif alias kemahalannya dikontrol produsen.

”Ikutan tren juga sih, walau kalau dipikir-pikir, harganya gak worth it,” kata Charon Hukom (35), warga Bumi Serpong Damai, Tangerang, yang membeli empat pasang sepatu.

Sepatu dan sandal warna- warni itu, mulai dari hitam hingga merah muda dan oranye menyala, hadir lebih dari empat tahun lalu di Indonesia dengan iklan yang mengusung citra antibau, ergonomis, ringan, nyaman, dan antimikroba.

Freddie menyebutkan, Crocs mencitrakan diri sebagai sepatu yang bersifat ceria serta memberikan pemakainya kenyamanan dan kesehatan. ”Lewat acara ini, kami ingin bikin yang luar biasa. Kami ingin, dengan sepatu Crocs yang warna-warni, you can cover your life with colours,” katanya antusias.

Menurut Jean Baudrillard, filsuf Perancis yang suka menulis soal dunia konsumsi, agar bisa menjadi obyek konsumsi, sebuah benda harus menjadi simbol, bahkan memiliki pribadi.

Konsumen jadi merasa memiliki relasi pribadi dengan sebuah merek. Sebuah sepatu atau sandal tak lagi menjadi alas kaki, tetapi telah menjadi simbol dan bagian dari gaya hidup. Apa yang kita beli bukan produk sepatu. Karena kalau hanya sepatu atau sandal yang nyaman dan tidak bau, ada di mana-mana, bisa dibeli tanpa harus antre.

Apa yang kita inginkan adalah citra yang ditimbulkan sepatu dengan bentuk dan warna nyentrik untuk menunjukkan bahwa kita adalah pribadi unik dan menghargai kenyamanan.

Dunia konsumsi membuat eksistensi kita ditentukan bukan dari apa yang kita lakukan dalam interaksi dengan sesama, tetapi dari merek sepatu, tas, baju yang kita pakai, di mana kita makan, tinggal, dan berlibur.

Ada sekitar 70.000 pasang sepatu yang tersedia di acara Crocs Gives Back pada 21-24 April 2009. Sebagian besar adalah model dari musim lalu. Dari pengamatan, harga termurah sekitar Rp 120.000. Kalau rata-rata harga sepatu Rp 300.000, ada sekitar Rp 18,6 miliar uang yang beredar di sini.

”Acara diskon gede-gedean ini memang pertama kali dan diadakan di seluruh dunia. Tujuannya untuk bikin bisnis ritel punya energi baru di tengah economic crisis,” kata Freddie.

Pakar marketing, Rhenald Kasali, dalam buku terbarunya, Marketing in Crisis, menekankan agar berhati-hati melihat krisis. Daya beli menurun seakan dijungkirbalikkan Crocs.

Chief Creative Officer OMG Yoris Sebastian menyebutkan, pendorong penjualan Crocs adalah diskon.

Hanya dikatakan, hasil penelitian terbarunya tentang ”Word of Mouth Marketing” menyimpulkan bahwa satu konsumen akan menceritakan hal positif sebuah produk kepada tujuh orang lain. Namun, kalau produk itu buruk, seseorang berpotensi menceritakannya kepada 11 orang. Crocs tentu punya kesan tersendiri.

Sumber: kompas.com

Bookmark and Share

2 responses so far

Apr 24 2009

Kata-kata POSITIF itu berdampak NEGATIF?!

Published by b0chun under It's all about LIFE!!!

JANGAN LIHAT!!!

JANGAN BUKA!!!

JANGAN BACA!!!

Sekali lagi: JANGAN BACA!!!

Yach… Koq dibaca juga sich?!

———————–

Rabu, 22 April 2009 kemarin, aku pergi ke Jakarta seorang diri demi melampiaskan hasratku pada makanan berikut ini:

burger-king

Nyam3x… Enak banget nich si Burger King… Sebel yach di Bandung belom ada… Jadi kalo bener-bener ngidam harus sengaja dateng ke Jakarta dech huhuhu… Entah kenapa, ketika makan Burger King di Plaza Semanggi tiba-tiba aku kepikiran kejadian 6 tahun yang lalu…

Namaku Ivan… Aku dilahirkan sebagai seorang yang narsis abiZzZzzZz (baca: dapat mensyukuri segala sesuatu pemberian Tuhan)… Sejak kelas 1 SMP aku memiliki seorang sahabat dekat… Saking dekatnya, aku sering banget bernarsis-narsis ria dengannya; bahkan papa-mamanya, cicinya, suami cicinya (6 tahun yang lalu mereka menikah), sampai dengan sepupu-sepupunya juga sering banget menjadi korban kenarsisanku hahaha… Kasian dech mereka!!!

Ceritanya, 6 tahun yang lalu, ketika aku baru lulus SMA, cicinya sahabatku ini menikah dengan si koko dan pada saat itu juga aku lagi rajin-rajinnya main ke rumah sahabatku ini, sehingga jadi sering dech ketemu dengan si cici & si koko… Dan keisenganku pun dimulai:

Aku: “Ci, nanti kalo punya anak dikasi nama Ivan yach, biar ganteng kaya saya haha…”

Si cici: “Tenang!!! Kalo gua punya anak dijamin dech ga akan gua kasi nama Ivan, takut ancur kaya loe haha…”

Ternyata, yang menjadi korban kenarsisanku tersebut bukan hanya si cici dan si koko saja, tetapi sekeluarga besar semuanya menyuarakan hal yang sama: “Si cici kalo punya anak nanti ga mungkin dech dinamain Ivan!!!”

Saking seringnya aku bernarsis-narsis ria, mungkin dalam 1 minggu minimal 1 kali salah satu anggota keluarga sahabatku tersebut menyuarakan hal yang serupa: “Pokonya apapun yang terjadi, gua gamau ada keluarga gua yang dikasi nama Ivan!!! Gawat nanti kacau kaya loe!!!” *Huks… Kejamnya dunia…*

Tak terasa 1 tahun telah berlalu dan si cici melahirkan bayinya yang imut… Tahukah kalian nama apa yang diberikan untuk bayi tersebut?! Ya, tebakan kalian benar!!! Nama bayi tersebut ternyata: IVAN!!!

Dalam percobaannya dengan air *klik untuk melihat gambar hasil penelitian tentang air*, sebenarnya Masaru Emoto hendak membuktikan bahwa kata-kata yang positif dapat membuat kristal air menjadi indah, sedangkan kata-kata yang negatif akan membuat kristal air tampak buruk… 70% tubuh manusia terdiri dari air, sehingga penggunaan kata-kata yang positif/negatif akan sangat berpengaruh pada kehidupan kita…

Saya juga sering mendengar orang-orang bilang agar  berhati-hati dengan lidah, karena apa yang dikatakan lidah, itu pula yang akan terjadi… Tetapi, dari kasus di atas bukankah yang terjadi justru malah sebaliknya?!

Jika berjalan-jalan ke toko buku, kita mungkin akan menemukan banyak sekali buku yang membahas tentang positive thinking… Intinya, para penulis buku itu ingin mengatakan kepada pembaca agar mereka dapat selalu berpikir positif, karena dengan pikiran yang positif, hidup kita akan berubah ke arah yang positif pula… Tetapi, ternyata hal tersebut salah besar:

  • Banyak mahasiswa berkata: “Saya tidak mau ujian saya nilainya jelek!!!” dan hasilnya mereka tidak lulus…
  • Ketika menghadapi krisis global, banyak karyawan berkata: “Saya tidak akan di-PHK!!!” dan hasilnya banyak dari mereka yang sekarang menganggur…
  • Papi saya suka berkata: ‘Kalo tutup pintu pelan-pelan, ntar engselnya rusak!!!’ Saya sich tutup pintu semaunya aja, tapi buktinya yang rusak malah pintunya dia tuh, pintu yang di kamar saya malah baik-baik saja hahaha…
  • Saya mau skripsi saya different from others + bagus >>> beneran dapet pujian dari dosen-dosen loh… Saya gamau skripsi saya lama-lama >>> kata Pa Wisnu skripsi saya 4 semester huhuhu…
  • Ada seseorang yang berkata: “Saya tidak mau anak saya diberi nama Ivan!!!” tetapi justru hal itulah yang terjadi…

Apa yang kita katakan itu jugalah yang akan kita dapatkan!!! Masa sich?! Koq kenyataannya bertolak belakang semua yach?!

Melalui tulisan ini, saya ingin menyadarkan Anda semua pada 1 hal:

ALAM HANYA MERESPON KATA-KATA YANG POSITIF SAJA!!! JIKA ANDA MENGELUARKAN KATA-KATA YANG NEGATIF, MAKA HASILNYA TETAP AKAN POSITIF!!!

Loh?! Koq bisa begitu?! Inilah penjelasannya:

  1. Pernah dengar istilah ‘cinta dan benci itu bedanya setipis kertas’? Mengapa?! Karena kita akan melakukan hal yang sama ketika kita cinta atau benci terhadap seseorang: sama-sama akan memikirkan terus orang itu!!! Tetapi, alam bawah sadar kita tidak dapat membedakan mana perasaan suka mana perasaan benci, yang dia tahu hanyalah: Kita selalu memikirkan orang tersebut!!! Dan ketika punya anak nanti, hati-hati jika anak Anda tidak mirip dengan orang yang Anda cintai, tetapi justru malah mirip dengan orang yang Anda benci, karena Anda terlalu sering memikirkan orang yang Anda benci tersebut!!!
  2. Dalam bahasa Indonesia, ada yang disebut sebagai kalimat inti. Jika ada kalimat: ‘Andi tidak suka dengan sikap Shinta yang terkesan sok tahu dan sombong itu.’ maka inti kalimat tersebut adalah: ‘Andi suka sikap Shinta.’ Sesungguhnya, teori b0chun nomor 2 mengatakan bahwa alam akan merespon kalimat inti dari pikiran kita saja. Ketika seseorang berkata: ‘Saya tidak mau anak saya dinamakan Ivan’, alam meresponnya: ‘Saya mau anak saya dinamakan Ivan’; dan sesungguhnya hal itulah yang terjadi…
  3. Mengapa banyak anak masih mencontek padahal gurunya setiap kali berkata: ‘Jangan mencontek!!!’ Seharusnya di sini Anda sudah bisa menjawab: Karena sesungguhnya yang didengar alam bawah sadar para siswa adalah perintah untuk mencontek!!! Mengapa banyak orang masih merokok padahal di mana-mana telah dipasang tulisan: Jangan merokok di area ini!!! Memang tepat sepertinya istilah yang berkata bahwa: Peraturan dibuat untuk dilanggar!!! Walaupun iklan rokok sangatlah dibatasi, seperti hanya boleh beriklan pada jam-jam tertentu (malam hari) dan dalam iklannya tidak diperbolehkan menampilkan adegan seseorang yang sedang merokok dsb; penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya tulisan inilah yang menjadi penyebab utama para perokok terdorong untuk merokok: PERINGATAN PEMERINTAH: MEROKOK tidak BAIK UNTUK KESEHATAN bla… bla… bla…
  4. Dikutip dari The Secret: “Anda mungkin pernah melihat bagaimana seseorang yang memiliki kekayaan yang besar kehilangan kekayaannya, tetapi dalam waktu yang sebentar berhasil mendapatkan kekayaannya kembali yang sama besarnya. Dalam kasus ini, terlepas dari apakah mereka menyadarinya atau tidak, yang terjadi adalah karena pikiran dominan mereka adalah tentang kekayaan, inilah yeng menyebabkan mereka mendapatkan kekayaannya kembali. Mereka membolehkan pikiran yang menakutkan tentang kehilangan kekayaan memasuki benak mereka sampai pikiran yang menakutkan itu menjadi pikiran dominannya. Mereka membalikkan keseimbangan tentang pikiran tentang kekayaan kepada pikiran tentang takut kehilangan kekayaan, sehingga mereka kehilangan semua kekayaannya. Tetapi, setelah mereka kehilangan semuanya, ketakutan akan kehilangan menjadi menghilang, dan mereka membalikkan lagi keseimbangan ke pikiran dominan tentang kekayaan dan kekayaan mereka kembali lagi.”

Dalam suatu tes psikologi, biasanya kita akan diminta memilih satu dari dua pernyataan yang paling mencerminkan diri kita:

  • Saya tidak mudah putus asa. >>> kalimat negatif
  • Saya suka bekerja keras. >>> kalimat positif

Yang manakah pilihan Anda?! Walaupun kalimat tersebut sekilas terkesan mirip, tetapi ternyata dari jawaban Anda dapat terlihat apakah Anda termasuk seorang yang pesimis atau optimis…

Kita lihat lagi contoh berikut:

  • Saya tidak miskin.
  • Saya kaya.

Jika melihat sekilas, mungkin kedua kalimat di atas maknanya sama… Tetapi marilah kita gali lebih dalam… Saya kaya >>> artinya yach saya memang seorang yang kaya raya… Tetapi untuk Saya tidak miskin belum tentu saya kaya. Hidup pas-pas an, serba berkecukupan tergolong tidak miskin, tetapi juga tidak kaya…

Dan ketika Anda berkata SAYA TIDAK MISKIN, alam akan meresponnya sebagai SAYA MISKIN!!!

Jadi kesimpulannya: BERPIKIRLAH POSITIF dengan menggunakan KALIMAT YANG POSITIF juga, BUKAN DENGAN KALIMAT NEGATIF!!!

Bookmark and Share

24 responses so far

Apr 23 2009

Apa itu MENANG?

Banyak orang mengajarkan kita bahwa kegagalan merupakan awal dari kesuksesan dan kekalahan merupakan awal dari kemenangan… Kalimat yang berisi kata-kata penghiburan tersebut, secara tidak sadar ternyata telah membentuk mindset di otak kita bahwa jika ada yang menang, pastilah ada yang kalah… Kita bisa menang hanya saja jika kita berhasil mengalahkan lawan-lawan kita… Dan kekalahan menjadi sesuatu yang sangat tabu, menyakitkan, dan hina… Buktinya, di Indonesia didapati banyak caleg yang bunuh diri karena sadar mereka telah kalah… Dan jika menang??? So pasti mereka semua akan merasa bangga karena telah berhasil mengalahkan rival-rivalnya, ato bahasa kerennya ‘bersenang-senang di atas penderitaan orang lain’… Fenomena ini sepertinya sudah mendarah daging dalam diri masyarakat Indonesia… Oh, Tuhan!!!

Dalam kehidupan sehari-hari juga hal yang serupa sering terjadi… Misalnya saja dalam dunia pendidikan: agar dapat meraih ranking pertama, seorang siswa tega berbuat jahat terhadap lawannya dengan mencuri buku-buku pelajaran milik orang tersebut… Dalam dunia bisnis: agar dapat meraih keuntungan yang besar, seorang pedagang minuman berusaha melakukan monopoli dengan melarang pedagang minuman lain untuk berjualan di daerahnya… Hal seperti itu dilakukan agar mereka bisa memenangkan persaingan… Mereka berpikir, untuk memenangkan persaingan, tentunya harus ada pihak lain yang kalah (baca: dirugikan).

Intinya: Gua menang, loe kalah!!! Gua untung, loe rugi!!! Gua rugi, loe harus rugi lebih gede lagi!!!

Itulah sebabnya kenapa kemudian muncul istilah: CINTA DITOLAK DUKUN BERTINDAK!!! *Loh?! Koq ga nyambung yach…*

…….

Ketika kuliah dulu, saya sering belajar bareng temen-temen sekelas… Saya juga sering ngajarin orang-orang untuk mata kuliah tertentu… Dan ternyata, banyak juga dari orang-orang itu yang nilai akhirnya jauh lebih tinggi dari saya… Apakah saya kemudian merasa rugi dengan kekalahan saya??? Tidak!!! Saya justru merasa bangga bisa membuat mereka semua meraih hasil yang memuaskan… Ternyata, semakin sering saya ngajarin orang, kemampuan saya juga semakin meningkat loh… Bagi saya, untuk mendapatkan nilai A tidak harus dengan membuat orang lain mendapatkan nilai yang lebih rendah dari itu, tetapi sebenarnya kita semua mampu meraih nilai A bersama-sama… KEMENANGAN ITU BUKAN DIRAIH DENGAN CARA MEMBUAT ORANG LAIN KALAH, TETAPI KEMENANGAN ITU DAPAT DIRAIH BERSAMA-SAMA…

…….

Untuk sukses dalam dunia bisnis juga ternyata kita harus mampu bekerjasama, bukan hanya dengan para supplier dan distributor kita, tetapi juga dengan pesaing utama kita… Loh?!

Di Bandung ada Cihampelas yang terkenal sebagai pusat jeans dan Cibaduyut yang terkenal sebagai sentra sepatu kulit… Jika Anda ingin mencoba masuk ke dalam dua bisnis ini saya berani jamin bahwa mereka semua akan menerima Anda dengan sebaik-baiknya, karena bagi mereka pesaing dapat memberikan dampak yang positif bagi toko mereka (baca: dapat meramaikan toko/meningkatkan penjualan mereka)…

Alkisah, di suatu kota ada 2 buah hotel berbintang 5 yang letaknya bersebelahan… Jika kita menjadi pemilik salah satu hotel tersebut dan dihadapkan pada situasi ini, mungkin kita akan menganggap hotel di sebelah adalah musuh sehingga kita harus berhati-hati… Tetapi, ternyata kedua hotel ini menggalang kerja sama yang baik… Jika kamar di Hotel A penuh, mereka akan melemparkannya ke Hotel B, dan begitu sebaliknya… Ternyata, dalam bisnis kita harus dapat memanfaatkan pesaing kita agar kita bisa sama-sama menang dan meraih keuntungan…

Dalam negosiasi juga ada istilah yang dikenal sebagai win-win solution… Misalkan ada 2 orang yang berniat patungan membeli pizza ukuran small… Melihat porsi makan keduanya, mereka lalu melakukan negosiasi: si A berhak atas 70% bagian, sedangkan si B hanya 30% sisanya… Tetapi, karena merasa bahwa 30% bagian itu kurang, maka si B melakukan negosiasi agar jatahnya ditambah menjadi 40%… Si A ga terima jatahnya dikurangi, karena baginya 70% bagian juga masih kurang…

Jika mereka tetep ngotot menuntut bagian yang lebih, maka ujung-ujungnya pasti ada 1 pihak yang menang dan ada 1 pihak yang kalah, atau mungkin juga keduanya kalah karena masing-masing mendapat jatah pizza yang kurang…

Sebaiknya, di sini mereka dapat melakukan win-win solution… Walaupun jatah si A tetap hanya 70% dan jatah si B tetap hanya 30% saja, tetapi mereka dapat membeli pizza dengan ukuran lebih besar… Raguler size mungkin, atau ukuran large… Dengan demikian, kedua belah pihak akan mendapatkan nilai yang lebih, tidak ada yang merasa diuntungkan dan dirugikan…

Bookmark and Share

One response so far

Apr 15 2009

Blog ini mati suri?!

Published by b0chun under Tulisan ga penting

Iya betul… Terhitung tanggal 15 April 2009, pada jam 00:00 WIB tepat, b0chun beneran mau berenti nulis… Jadi, postingan ini adalah tulisan terakhirnya dia hahaha…

Adapun alasan utamanya dia mau berenti nulis adalah sebagai berikut:

  1. blog yang satu ini baru berusia 2 bulan lebih, tetapi postingan yang ada sekarang sudah berjumlah 196 buah; merupakan jumlah yang sangat banyak bukan untuk sebuah blog baru yang usianya masih sangat dini ini?!
  2. setelah diselidiki, ternyata dari 196 buah postingan, hampir setengahnya bukan merupakan tulisanku pribadi, alias nyolong dari tetangga yang entah siapa (semua artikel hasil nyolong di bagian bawahnya ditulis sumbernya)
  3. kategori di blog ini jumlahnya terlalu banyak, pengelompokannya masi kacau, dan isinya juga ga jelas tentunya
  4. blog ini ga jelas mau dibawa ke mana, isi tulisannya ga fokus, tampilannya masih acak-acakan, ngga banget lah pokonya

Untuk itulah, terhitung mulai sekarang, si b0chun mau berenti nulis aja dan mencoba memperbaiki content dari si blog bayi ini… Mungkin nanti ada beberapa bagian dan beberapa postingan yang akan di-delete, tetapi sepertinya hal tersebut tidak masalah dalam rangka meningkatkan mutu blog ini, mengingat saat ini sudah banyak visitor yang berkunjung ke sini…

Terhitung mulai hari ini, isi blog ini hanya berbicara mengenai 2 hal saja:

  1. catatan harian seorang b0chun; mulai dari kisah dodol-nya, ulasannya mengenai arti kehidupan, sampai dengan petualangannya mencari cinta yang sedang main petak umpet, semuanya dech ada di sini…
  2. segala sesuatu yang berhubungan dengan marketing dan segala sesuatu yang bisa bermanfaat bagi mereka yang sedang menyusun seminar/skripsi pasti nanti aku update terus di sini, so don’t worry oks…

Ke depannya, isi blog ini murni adalah hasil tulisanku sendiri, tidak akan ada lagi kegiatan mengcopy-paste seperti yang sudah-sudah, kecuali untuk 1 kategori saja: Watak berdasarkan…

Tepat pada tanggal 23 April nanti, blog ini berusia 3 bulan saja… Walaupun usianya yang masih sangat dini, tetapi aku berharap kehadiran blog ini dapat bermanfaat bagi kita semua… Jika ada kata-kata yang kurang berkenan kiranya bisa dimaafkan, dan jika ada kesalahan-kesalahan dalam penulisan kiranya bisa diberi masukan yang membangun…

Tidak lupa juga saya menyampaikan bahwa sebagian besar artikel tentang kehidupan, cinta, dan marketing yang ada di sini, ditulis berdasarkan pemikiran penulis… Jika ada pemikiran-pemikiran yang kurang pas di hati, diharapkan Anda semua dapat memberikan komentar yang membangun, agar blog ini dapat bergerak ke arah yang lebih baik lagi, karena sebenarnya misi blog ini adalah:

  1. dapat menyalurkan pemikiran-pemikiran penulis, baik itu tentang marketing, panduan seminar/skripsi, all about life/love, dsb; agar pikiran kita semua  menjadi terbuka terhadap hal-hal baru
  2. agar penulis dapat belajar dan instropeksi diri dari komentar-komentar pembaca yang membangun

Kurang lebih selama 8 hari ke depan mungkin kalian tidak dapat lagi menikmati tulisan-tulisanku di sini… Saat itulah aku akan mencoba mengedit keseluruhan blog ini… Nantikan tulisanku berikutnya pada tanggal 23 April 2009, bertepatan dengan ulang tahun blog ini yang ke 3 bulan… Wakakaka… Lucu juga, umur 3 bulan aja koq dirayain… Gpp lah, secara ini kan blog pertamaku gitu loh… Jadi maklum aja kalo kesannya kampungan hahaha…

Tak lupa aku juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

  • para pembaca setia blog ini: Lanjutkan perjuanganmu!!! Kita buat blog ini semakin baik lagi ke depannya!!! Kritikan dan sarannya selalu saya tunggu…
  • pihak-pihak yang sudah membantu mempromosikan blog ini kepada papa, mama, cici, koko, pacar, teman, mertua, mantu, dsb dsb dsb…
  • pihak-pihak yang telah berbagi pikiran dengan penulis
  • pihak-pihak yang selalu mendukung blog ini
  • Emon, terima kasih atas bantuan teknisnya seputar masalah domain, hostingan, install program, dsb…

Setelah dipikir-pikir, akhirnya aku memutuskan untuk membuang total beberapa kategori berikut ini:

  • F.R.I.E.N.D.S
  • Hobbies and interest
  • Jalan-jalan
  • Wisata Kuliner

Semoga dengan dibuangnya 4 buah kategori tersebut, pembahasan di blog ini dapat menjadi lebih fokus lagi… Pekerjaan pun dimulai:

  1. melanjutkan postingan yang belum selesai
  2. edit tampilan blog
  3. melakukan pengkategorian ulang
  4. dan masih banyak lagi hal-hal lainnya yang tak dapat diuraikan satu-persatu di sini *kesannya kaya apa aja*

Terakhir, selama proses maintenance *keren amat sich bahasanya* blog ini, saya mohon komentar, kritik dan saran yang membangun dari Anda semua… Terima kasih!!!

Bookmark and Share

4 responses so far

 Page 4 of 43  « First  ... « 2  3  4  5  6 » ...  Last » 

Search